
Keesokan harinya, Xie Yan yang dalam posisi lotus mulai membuka matanya. dia baru saja kembali dari dunia leveling.
Pertama yang diliat Xie Yan saat baru membuka matanya adalah Yue duduk dihadapannya yang terus menatap Xie Yan, "Yue..? Apakah kamu sudah lama bangun?" Tanya Xie Yan.
Yue mengangguk, "Benar Paman...Aku sudah bangun satu jam yang lalu." Balasnya.
"Jadi? Kenapa kamu terus menatapku." Xie Yan bertanya lagi.
"Itu...Aku menunggu paman bangun karena aku sudah lapar." Ucapnya dengan malu malu.
Xie Yan tersenyum lembut, "Semalam kamu sudah makan cukup banyak dan paginya kamu langsung lapar? Sepertinya kamu cukup rakusya." Katanya dengan lembut kemudian berdiri. "Baiklah, mari kita ke rumah makan dan kamu bisa memakan apa saja disana."
"Ayo," Ujarnya lalu mengandeng tangan Yue.
Wajah cantik Yue tersenyum dan mereka langsung meninggalkan penginapan menuju Rumah makan.
Mereka berdua menemukan rumah makan mewah dan cukup besar, "Rumah Makan Bulan. Sepertinya tempat ini bukan Rumah Makan biasa." Gumam Xie Yan karena melihat rumah makan bulan ini sangat berbeda dengan rumah makan yang ada di ibukota ini.
"Yue, apa kamu ingin makan disini?" Tanya Xie Yan.
Yue melihat lihat bangunan rumah makan itu, "Paman, sepertinya makanan disini sangat mahal. Apa tidak masalah?" Yue bertanya balik.
"Tidak apa-apa Yue, Paman memiliki banyak uang." Katanya sambil mengelus kepala Yue.
Saat itu suara kereta kuda dan teriakan terdengar,
"Minggir!"
"Minggir Kalian Semua, Jika tidak ingin mati, Maka jangan menghalangi Jalanku!" Teriak kusir yang membawa kereta tampilan mewah dan dibelakang kereta kuda ada beberapa prajurit berkuda sebanyak 20 orang mengikutinya.
Semua orang yang sedang berjalan di kota langsung minggir dengan cepat karena kereta kuda itu melaju dengan cepat.
"Dia sangat arogan!" Ucap Salah satu dari pejalan kaki.
"Ssst, Diamlah Jika kau tidak ingin mati. Itu adalah Kereta Tuan muda Klan Fang." Balas orang yang disampingnya.
Dia langsung menutup bibirnya yang tampak ketakutan saat mendengar perkataan orang barusan.
Kereta Kuda yang melaju dengan cepat itu mulai mengarah ke Xie Yan yang masih berada di tengah jalan menatap Rumah makan bulan tanpa memperhatikan sekitarnya. "Bajingan ini! Jika kau tidak ingin minggir maka matilah!" Teriak kusir itu terus melaju ke arah Xie Yan.
__ADS_1
"Sial! Pria itu akan mati." kata mereka saat melihat Xie Yan akan ditabrak oleh Kereta kuda.
Xie Yan melihat ke arah lain sesuatu yang mendekatinya, "Huh? Kereta kuda di dalam kota dan dia mengendarainya terlalu cepat?" Ucap Xie Yan berkata pelan.
Dia kemudian mengeluarkan Aura membunuhnya ke arah kuda yang berlari ke arahnya.
Kiieeeekk!
Seketika kuda yang menarik kereta itu langsung berhenti mendadak membuat kusir terlempar dan kereta itu terguncang kuat.
"Wow...Apa yang baru saja terjadi?"
"Kuda itu tiba tiba terhenti. Apakah Pria itu melakukan sesuatu ke kuda itu?"
"Apapun yang dilakukannya Pria itu akan terkena masalah karena yang didalam kereta kuda adalah Tuan muda Klan Fang."
"Sialan! Bajingan, apa kau tidak bisa membawanya dengan baik?!" Kata suara dari dalam kereta kemudian membuka pintu kereta itu dengan menendangnya.
Seorang Pria keluar dari kereta dan disusul oleh Wanita yang cukup cantik.
Kusir yang sempat terlempar tadi langsung berlari ke arah Pria itu dan menunduk dengan ketakutan, "Maaf Tuan muda. Ada seseorang yang berani menghalangi jalan Tuan muda!" Katanya sambil menunjuk ke arah Xie Yan.
Sebelum prajurit itu bergerak, Wanita yang keluar dari kereta memeluk lengan Pria itu. "Sayang, Aku ingin Gadis kecil itu, Dia cukup cantik aku ingin membuatnya menjadi pelayanku." Kata Wanita itu dengan nada menggoda.
Pria itu mengagguk, "Bunuh saja Pria itu dan tangkap gadis kecil itu untuk menjadi pelayan tunanganku." Kata Pria tersebut.
Salah satu Prajurit tersebut kemudian bergegas ke arah Xie Yan dan mengaragkan pedangnya mencoba membunuh Xie Yan dalam satu serangan.
Xie Yan hanya diam. Orang orang berpikir Xie Yan sudah pasrah akan kematiannya. Tapi, tiba tiba tubuh prajurit yang ingin menyerang Xie Yan menjadi kaku dan kemudian jatuh dengan dahi berlubang.
Kejadian barusan membuat semua orang yang menyaksikan sangat tercengang, "A-Apa yang terjadi pada prajurit itu?" Ucap mereka terheran.
Tuan muda dari Klan Fang itu mengerutkan alisnya melihat salah satu prajuritnya mati begitu saja. Masih dalam keadaan tenang, dia kemudian memerintahkan prajurit yang lain untuk menghabisi Xie Yan.
"Aku tidak tahu Trik apa yang dia gunakan? Tapi kau akan tetap mati karena telah menyinggung Tuan Muda ini." Katanya.
Prajurit itu mengangguk menerima perintah Tuan muda Klan Fang dan bersiap menyerang Xie Yan.
Tiba-tiba, sembilan belas kerikil kecil didekat Xie Yan melayang, dan begitu dia menjentikkan jarinya, sembilan belas kerikil itu melesat secepat cahaya mengarah ke dahi semua prajurit itu.
__ADS_1
Hanya dalam beberapa detik, Sembilan belas prajurit yang mencoba menyerang Xie Yan jatuh seketika dengan dahi berlubang.
"...."
"...."
Semua di yang menyaksikan ini seketika hening, bahkan jika jarum terjatuh akan terdengar.
Tuan Muda Klan Fang dan Tunangannya yang tadinya tampak arogan mulai merasaka ketakutan karena prajurit itu semuanya adalah Dewa Perak tingkat Rendah yang adalah Prajurit terbaik Klan Fang Tapi, mati begitu saja oleh Pria dihadapan mereka.
"Cih...ini baru saja pagi hari dan kedua cecunguk sudah membuat masalah di kota." Walau Suara Xie Yan pelan tapi terdengar ke semua kuping mereka.
"Cecunguk? Apakah Tuan muda Klan Fang dan Nona Klan An baru saja dibilang cecunguk?" Ucap mereka berbisik.
Tuan muda Klan Fang yang baru saja mendengar hinaan dari Xie Yan mengepalkan tangannya sudah sangat marah tapi dia mencoba menahan amarahnya karena pria dihadapannya mampu membunuh Dewa Perak rendah dengan mudah sedangkan dia hanyalah Dewa Nirwana menengah.
Xie Yan kemudian menoleh ke Yue disampingnya, "Maaf Yue...Cecunguk ini membuat kamu harus menunggu." Kata Xie Yan.
Semua orang kembali terdiam, bukan hanya sekali tapi Tuan muda Klan Fang dihina dua kali oleh orang lain.
Yue tidak mempermasalahkannya, lalu Xie Yan dan Yue melangkah ke dalam Rumah makan bulan dan dihentikan oleh penjaga rumah makan bulan.
"Maaf Tuan, apakah anda hanya ingin makan saja atau menikmati makanan dengan mengikuti pelelangan?" Kata Penjaga itu dengan nada rendah karena dia sudah melihat tindakan Xie Yan yang membunuh Prajurit Klan Fang.
"Hmm? Apakah disini ada pelelangan?" Tanya Xie Yan. "Bisa kau menjelaskannya?" Xie Yan berkata.
Prajurit itu mengagguk, jika itu orang lain mungkin dia akan mengusirnya tapi karena sudah melihat kekuatan Xie Yan dia dengan sabar menjelaskan.
"Di Lantai satu Rumah makan bulan kami hanya tersedia makanan seperti pada umumnya Tapi, di Lantai dua adalah Lantai khusus untuk mereka yang menikmati makanan dan juga terdapat acara lelang.
Lelang yang dilakukan Rumah makan bulan kami berbeda. jika anda ingin membeli barang lelang anda harus menukarnya dengan barang yang menarik perhatian si penjual dan jika anda ingin melelang barang maka anda harus naik ke panggung lalu menjualnya sendiri." Penjaga itu menjelaskan.
"Untuk bisa ke Lantai dua tuan harus membayar 2.000 Batu Energi tingkat atas untuk satu kepala." Katanya lagi.
Xie Yan mengagguk, "Lelang Rumah makan ini sangat menarik. Aku jadi sangat penasaran." Gumam Xie Yan.
......
......__________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...