
Pria tua itu kemudian melesat mengikuti jejak aura yang masih disekitaran Kota Hea. Pria tua itu sangat yakin jejak aura yang dia rasakan itu, adalah aura yang dia kenal.
Hanya dalam hitungan detik, Pria tua itu telah berhasil menemukan pemilik aura yang ia rasakan sebelumnya, namun Pria tua tersebut di buat kaget karena aura yang dia kenal berasal dari tiga bocah.
"I-Ini...B-Bagaimana mungkin. Aku sangat ahli dalam merasakan aura seseorang dan tidak salah lagi aura Nona Zhi berasal dari mereka." Katanya.
Pria tua itu awalnya tampak ragu tapi dia sangat yakin dengan kemampuan-nya. "Bocah-bocah itu pastilah memiliki hubungan dengan Nona Zhi, jika tidak bagaimana mungkin ada jejak auranya pada mereka."
"Untuk mengetahui dimana Nona Zhi, aku harus menangkap mereka. Tapi..." Pria tua itu melihat ke arah Mo Gui yang selalu setia mengikuti Jianheeng, Lian Mei dan Yanming.
"Apakah dia penjaga-nya? Aku sama sekali tidak merasakan jejak energi pada tubuhnya." Gumam Pria tua itu kebingungan.
"Itu tidak penting, jika dia menghalangi maka tinggal bunuh saja. misi utama adalah mengetahui dimana Nona Zhi dan membawanya kembali ke hadapan Patriak Klan."
Setelah dia mengatakan hal itu, dia menghilang lagi dari tempatnya.
Disisi lain.
Mo Gui yang sedang menjaga Jianheeng, Lian Mei dan Yanming dari belakang mereka tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Seperti-nya seseorang terus menatap Tuan Muda dan Nona Muda." Kata Mo Gui dengan nada datar-nya.
"Kakek Mo, ada apa? Mengapa kamu berhenti?" Lian Mei menoleh kebelakang sambil terus melangkah maju.
Brak~
"Aduh," Lian Mei terjatuh menabrak seseorang didepan-nya.
"Kakak Mei/Adik Mei...Apa kamu baik-baik saja?" Yanming dan Jianheeng langsung membantu Lian Mei berdiri.
Lian Mei menatap seorang didepan-nya seorang Pria tua yang tanpa sengaja ditabrak, dia dengan cepat menundukkan kepala-nya meminta maaf.
Pria tua itu sama sekali tidak membalas permintaan maaf Lian Mei dan hanya menatap-nya dengan tajam.
"Hei, Pak tua...Bukankah Adikku sudah meminta maaf, kenapa kamu terus menatap-nya." Jianheeng berkata dengan marah.
Dia sangat kesal melihat Pria tua itu mengabaikan permintaan maaf Lian Mei dan malah terus menatap mereka dengan tajam.
Mo Gui yang masih di belakang mereka sudah mengetahui Pria tua itu adalah orang yang mengikuti mereka.
Mata Pria tua itu beralih lagi ke Jianheeng dan Yanming. "Apakah orang tua Zaman sekarang tidak mengajari mereka sopan santun kepada orang yang lebih tua." Ucap Pria tua itu.
__ADS_1
"Huh, Tentu saja Orang tua ku mengajariku dengan baik tapi dari tatapan-mu barusan sepertinya kau memiliki niat lain terhadap kami." Balas Jianheeng.
"Hahaha...Insting-mu sepertinya sangat tajam bocah." Tawa Pria tua tersebut. "Apa yang kamu ucapkan memang tidak salah bocah." Kata Pria tua itu lagi.
Mendengar itu, Jianheeng mengerutkan alis-nya dan dengan sigap melindungi kedua adiknya.
"Untuk seukuran bocah, kalian memang sangat-lah berbakat bahkan jauh dari pada bocah di Klan-ku." Katanya lalu Pria tua itu berpikiran lain.
"Heh, Jika aku membawa mereka bertiga ke Klan bukan hanya mengetahui dimana Nona Muda berada tapi mendapatkan kekuatan baru untuk Klan kami jika melatih mereka bertiga dengan baik." Pikir Pria tua tersebut.
"Baiklah bocah, Kalian bertiga akan ikut dengan-ku." Pria tua berkata.
"Tch" Jianheeng mendecakkan lidahnya. "Apa maksud-mu Pak tua, Kamu pikir kami akan mau mendengarkan-mu dan mengikuti-mu?" Balas Jianheeng.
Ucapan Jianheeng membuat Pria tua itu hampir saja emosi tapi dia dengan cepat menahan-nya. "Diam dan dengarkan saja aku atau tidak..." Pria tua itu mengeluarkan sedikit Auranya dan tangan-nya ingin menyentuh kepala Jianheeng.
Tapi tiba-tiba saja tangan-nya di tahan oleh seseorang. "Kalau tidak, apa yang akan kau lakukan?" Kata Pria tua lain yang adalah Mo Gui.
Dia sedari tadi hanya terus menatap Tuan Muda-nya yang sama sekali tidak gentar berhadapan dengan Pria tua tersebut tapi, setelah Pria tua itu mencoba menekan Jianheeng dia dengan cepat bergerak.
Jianheeng yang melihat akhirnya Mo Gui bergerak langsung tersenyum. Saat Pria tua dihadapan-nya mencoba menekannya, Jianheeng sama sekali tidak takut dan tahu Mo Gui akan langsung bergerak.
"Kakek Mo, Pak tua ini mencoba membawa kami dengan paksa." Yanming berkata.
Pria tua itu mencoba lepas dari genggaman Mo Gui namun dia sama sekali tidak berhasil. "K-Kuat sekali..." Batinnya.
"Dia mengatakan Tuan Muda dan Nona Muda? Apa bocah-bocah ini dari Klan kuat lainnya?" Batin Pria tua itu lagi penasaran.
"Lepaskan..." Ucap Pria tua tersebut.
Mo Gui pun melepaskan genggamannya.
"Apakah kau penjaga mereka? Aku hanya ingin membawa mereka ke Klan untuk menannyakan sesuatu mengenai keberadaan seseorang." Kata Pria tua itu.
"Membawa mereka? Apakah kau berpikir bisa membawa seseorang sesuka hati-mu!" Balas Mo Gui dengan dingin.
"Hmph! Apa kau berpikir Klan Shui kami memerlukan Izin." Jawab Pria tua itu menekan-kan kata Klan Shui. "Mendengar nama Klan Shui dia pasti akan bergetar ketakutan." Batin Pria tua tersebut.
"Klan Shui?"
BAM!
__ADS_1
Tendangan cepat ke arah dada Pria tua itu hingga membuat-nya terhempas menabrak tembok bangunan di Kota Hea.
Tindakan itu menarik perhatian orang-orang disekitar. "Sepertinya ada petarungan lagi." Kata mereka.
Bagi mereka petarungan ini hal biasa disaksikan mereka.
"Cough!" Pria tua itu memuntahkan darah sambil memegang dadanya-nya yang kesakitan.
"Eh, Bukankah itu Tetua Klan Shui? Bagaimana bisa dia terluka hanya dengan sekali tendangan."
"Jika dia bisa membuat Tetua Klan Shui terluka hanya dalam sekali tendangan, itu berarti lawan-nya sangat lah kuat."
"Aku sangat penasaran siapa Pria tua itu yang bisa menandingi Tetua Klan Shui."
Beberapa orang yang menyaksikan saling berbisik-bisik.
"B-Bajingan, Beraninya kau menendang-ku tiba-tiba." Pria tua yang merupakan Tetua Klan Shui kembali bangkit berdiri dari puing-puing tembok bangunan.
"Akan kubuat kau menyesal karena berani melawan-ku." Kata Tetua Klan Shui sambil mengeluarkan aura Prajurit Dewa menengah*1
Mo Gui bahkan tidak memperdulikan-nya dan menoleh ke arah Jianheeng, Lian Mei, Yanming.
"Tuan Muda, Nona Muda, tolong mundurlah sedikit." Pinta Mo Gui.
Mereka bertiga dengan cepat mengagguk. "Habisi dia Kakek Mo..." Teriak Jianheeng tidak sabar melihat petarungan Mo Gui.
Mo Gui kembali menatap Tetua Klan Shui tersebut, Energi hitan keluar dari Tubuh Mo Gui.
Dia kemudian mengangkat lengannya ke arah Tetua Klan Shui itu. "Aku tidak peduli kau berasal dari mana dan apa tujuan-mu mendekati Tuan Muda dan Nona Muda."
Tetua Klan Shui sekarang sudah dikelilingi oleh Energi hitam milik Mo Gui. Dia terus berusaha untuk lepas dari kepungan Energi hitam tersebut namun sama sekali tidak berhasil.
Darah terus mengalir dari Matanya, hidung maupun kuping-nya. "S-Sial, Apa-apaan semua Energi aneh ini..." Teriaknya meraung marah.
Diluar Energi hitam yang mengelilingi Tetua Klan Shui, Mo Gui sudah melebarkan telapak tangannya. "Karena kau berani ingin membawa Tuan Muda dan Nona Muda dengan paksa maka hanya ada Kematian!"
Setelah mengatakan itu, Mo Gui langsung mengepalkan tangannya dan dari dalam Energi hitam tersebut terdengar teriakan yang sangat kuat kemudian lenyap begitu saja.
......
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
__ADS_1
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...