
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Setelah menunggu beberapa jam, yang ditunggu tunggu Xie Yan akhirnya datang.
"Ding!
Kesengsaraan akan tiba dalam 10...9...8...7...6...5...4...3...2...1"
"Akhirnya dia tiba juga...Aku sunguh bosan menunggu!" Gumam Xie Yan menatap ke atas langit.
Awan hitam mulai menutupi hutan tempat Xie Yan.
Jrrtt!
Jrrtt!
Awan awan hitam itu mengeluarkan percikan petir yang menandakan siap turun.
Duar!
Duar!
Duar!
Tiga Petir tersebut langsung menyambar Xie Yan dengan sekaligus. Tapi itu tidak membuat Xie Yan bergeming sedikit pun. "Ini tidak terlalu sakit, Bagaimana jika aku menyerap petir kesengsaraan ini agar memperkuat elemen petir ku?" Gumamnya kemudian mengolah Pelahap Surgawinya.
Duar!
Duar!
Saat kedua petir mengenai tubuh Xie Yan, petir itu langsung menghilang tertelan oleh teknik Pelahap Surgawinya.
Duar!
Petir yang terakhir jatuh menyambar Xie Yan. Awan hitam yang menutupi hutan mulai memudar.
"Apakah ini Kesengsaraan Petir? Bukankah terlalu lemah? Ini bahkan tidak mengelitik tubuhku," Kata Xie Yan.
Seperti mendengar perkataan Xie Yan, Awan Hitam yang tadinya akan pergi kini berkumpul lagi dengan aura lebih mendominasi. Tentu saja kejadiaan ini membuat Xie Yan bingung.
Duar!
Petir Berwarna ungu langsung menerjang tubuh Xie Yan Disaat dia belum mengolah Teknik Pelahap Surgawinya.
"Sialan...Petir kali ini sedikit berbeda, warnanya ungu dan daya hancurnya sedikit lebih kuat!" Ucap Xie Yan kemudian senyum kecil menghiasi wajahnya. "Bukankah ini bagus...jika petir yang datang semakin kuat maka Elemen petirku juga akan meningkat banyak." Gumam Xie Yan.
Duar!
Duar!
Duar!
Duar!
Duar!
Duar!
Tujuh petir ungu terus menyambar tubuh Xie Yan namun berkat Pelahap Surgawinya dia tidak terluka sedikit pun.
Setelah tujuh sambaran petir ungu, awan hitam kemudian pergi berganti dengan awan cerah.
"Ding!
Evolusi Petir Biasa > Petir Ungu!"
Melihat Notifikasi System bahwa Elemen Petirnya berevolusi merasa senang.
__ADS_1
"Oh...Apa itu karena aku menyerap Kesengsaraan Petir barusan?" Pikir Xie Yan.
"Sekarang aku sangat penasaran dengan Statusku, seberapa banya perubahan?" Katanya kemudian melihat info Statusnya.
Nama : Xie Yan
Job : Master Talisman (Bumi)
Level : 800
Skill : Pedang Jari Darah (2/3) [+]
Teleportasi (2/5) [+]
Pelahap Surgawi (4/5) [+]
Penghancur Semesta (3/5) [+]
Iblis Es (2/6) [+]
Teknik Pedang Kekacauan (1/3) [+]
Pertahanan Mutlak
Domain :
- Es
Transformasi :
- Iblis
Roh Pertempuran :
- Naga Iblis Kepala 8
Elemen :
- Api ( Api Putih [90%] Api Neraka [0%] )
- Bumi [0%]
- Air [0%]
- Racun Es [70%]
- Petir Ungu [0%]
- Kegelapan [10%]
- Ruang dan Waktu [0%]
Str : 23.000
Agi : 18.000
Vit : 9.800
Sen : 7.200
Energy : 90.000/90.000
[Saint Tahap 3 (Saint*8)]
Leveling Poin : 200.000.000 LP
Un Poin : 10 UP
Inventory :
- Teknik Python Ice Break (Bumi).
- Busur Es (Surga)
- Kalung Jiwa (Surga)
__ADS_1
- Topeng Seribu Wajah (Kuno)
- Pedang Tanpa Nama (???)
- 6x Pill Abadi
- 1x Voucher membunuh
Shop >>
Gacha >>
System Lvl 4 [+] "
"Hmmm....Pengendalian Elemenku masih kebanyakan 0%. Aku harus lebih sering menggunakan yang lain.
"Karena melawan Bos High Area, Unpoinku langsung habis." Ucap Xie Yan terus memperhatikan Statusnya.
Setelah beberapa saat, dia kemudian menutup kembali Info Statusnya. "Karena Wanita itu sepertinya masih marah denganku lebih baik aku tidak ketempatnya terlebih dahulu." Batin Xie Yan langsung meninggalkan hutan dan pergi ke tempat berbeda dengan Wilayah Zerv.
Segera, Xie Yan telah sampai di suatu Wilayah yang dipimpin oleh Raja Iblis.
Xie Yan berjalan mengelilingi Wilayah. Saat dia sedang berjalan jalan, dia mendengar Informasi dari pejalan kaki yang membuatnya cukup tertarik.
"Aku mendengar Warisan Iblis Kuno akan muncul besok setelah 20 tahun!"
"Benarkah? Bukankah itu berarti akan banyak orang yang akan mendapatkan Warisan itu!"
"Mmm...Tapi jika orang yang memasuki Warisan Iblis Kuno itu harus berada di Half Saint kebawah, Mungkin Raja Iblis yang lain tidak akan tinggal diam dan mencoba mengambil Warisan Iblis Kuno."
Xie Yan yang mendengar percakapan mereka tentu bersemangat. "Warisan Iblis Kuno? Hanya di Half Saint?" Gumam Xie Yan. Walaupun dia berada di Saint Tingkat 8 dalam Transformasi Iblisnya dia tetap ingin mengunjungi tempat yang namanya Warisan Iblis Kuno.
Sembari menunggu keesokan harinya, Xie Yan menginap di salah satu penginapan yang murah dengan membayar beberapa batu roh tingkat rendah. Di Dunia Iblis menggunakan Batu Roh tingkat Rendah dan menengah.
*Batu Energi diubah ke Batu Roh.
Keesokan paginya, Xie Yan bangun dan mempersiapkan dirinya lalu sarapan.
Setelah persiapannya selesai dia keluar dari penginapan. Tidak jauh dari Wilayah yang ditempatinya, Cahaya merah darah melesat tinggi hingga dapat dilihat di Wilayah Wilayah lain.
"Itu adalah Lokasi Warisan Iblis Kuno! Mari kita kesana!" Teriak seorang Iblis di belakang Xie Yan.
"Jadi itu adalah Lokasi Warisan Iblis Kuno? Aura Cahaya itu penuh kematian" Gumamnya kemudian melaju ke arah Cahaya Merah darah.
Xie Yan akhirnya sampai ke lokasi cahaya merah tersebut. Dia melihat sudah banyak orang berkumpul. Xie Yan melihat semuanya berada di Ranah Half Saint dari Rendah hingga Puncak dan ada juga beberapa yang Mahayana.
Dia kemudian melihat Cahaya yang masih bersinar hingga ke atas langit. "Apakah untuk memasukinya harus masuk ke dalam Cahaya merah itu?" Pikir Xie Yan.
"Minggir!" Kata sebuah suara terdengar arogan mendorong orang yang menghalanginya. Dibelakangnya ada beberapa bawahan mengikutinya.
"Sial itu adalah Raja Iblis Shai dia adalah Murid dari Kaisar Iblis!" Kata seseorang.
Dengan Statusnya walaupun memiliki kekuatan yang sama, tidak mereka memprovokasi Raja Iblis Shai yang memiliki Guru seorang Kaisar Iblis.
Raja Iblis Shai itu tanpa menunda langsung mendekat ke Cahaya Merah tersebut kemudian langsung menghilang diikuti oleh bawahannya yang lain.
Setelah Raja Iblis Shai masuk, beberapa Iblislainnya juga mengikut masuk ke Cahaya Merah tersebut.
Xie Yan masih mengamati dan menunggu hingga semua orang yang memasuki Cahaya Merah itu. Dia antara Iblis Iblis tersebut, Xie Yan tanpa sengaja melihat Chu Fenghua bersama beberapa orang yang berada di Half Saint.
"Bukankah itu Adiknya Chu Nan Yu? Sepertinya dia ingin mendapatkan Warisan Iblis Kuno ini juga. Untungnya dia diikuti oleh Half Saint untuk masuk, Jika hanya dengan dia sendiri di Ranah Mahayana mungkin akan bahaya." Ucap Xie Yan.
Setelah hampir semua iblis masuk dan melihat tidak ada orang lain disekelilingnya. Dia mencoba mendekati Cahaya Merah tersebut. Xie Yan sangat penasaran apakah hukum yang ada di dalam berlaku dengannya.
Xie Yan kemudian melangkah ke Cahaya Merah dan...
.
.
.
.
.
__ADS_1