
Hanya beberapa menit, Xie Yan sudah memusnahkan ribuan Binatang buas yang bermunculan.
Sedangkan penduduk Desa Byor hanya ada beberapa yang berhasil melarikan diri dan selebih-nya dimakan oleh Binatang buas.
Duduk ditumpukan Binatang buas, Xie Yan sedang menatap Status Systemnya.
"Nama: Xie Yan
Umur : 34
Tittle : Penguasa Alam Rendah
Job : Master Talisman (Dewa), Master Penempa (Dewa), Master Formasi (Dewa)
Teknik : Penciptaan
Domain :
- Es
Transformasi :
- Iblis
Roh Pertempuran :
- Naga Iblis Kepala 8
Atribut :
- Kehampaan [+ 8 Elemen]
Ranah: Prajurit Dewa Tinggi*3 [55%]
Leveling Poin : 8 Kuadriliun
Inventory :
- Kalung Jiwa (Surga)
- Topeng Seribu Wajah (Kuno)
- Lingkar Darah (Suci)
- Tungku Naga dan Phoenix (Dewa)
...
Shop >>
Gacha >>
System Lvl 6 [+]"
__ADS_1
"Bagus, hanya butuh empat puluh lima persen lagi ranah-ku akan naik ke Dewa Prajurit Atas." Gumam Xie Yan.
Setelah melihat statusnya, pandangan Xie Yan beralih ke Desa Byor yang sudah sepenuhnya musnah.
"Jika bukan karena Binatang buas ular dibawah tanah desa mungkin tempat ini sudah lama hancur." Xie Yan bergumam pelan. "Mereka sungguh nekat tinggal ditempat seperti ini."
Setelah mengatakan hal barusan, Xie Yan kemudian menghilang dari tempat tersebut.
***
Sekarang Xie Yan bersama dengan Kekasihnya dan anak-anaknya sedang berada di Kota Hea.
Setelah dia membantai Binatang buas di Desa Byor, Xie Yan pergi dengan membawa keempat kekasihnya, Chu Nan Yu, Ruo Lou, Jia Li, An Chyou dan Ketiga anaknya, Jianheeng, Lian Mei dan Yanming ke Kota untuk bersantai.
Sedangkan untuk yang lainnya masih terus berlatih di Dunia Jiwa.
...
Sambil berjalan-jalan di Kota Hea, "Yan Gege, tumben sekali kamu menyuruh kami semua keluar dari Dunia Jiwa." Kata Chu Nan Yu.
Sambil tersenyum, Xie Yan membalas. "Aku hanya ingin berjalan-jalan bersama kalian."
"Tapi Saudari Chyou, mengapa kamu berpenampilan seperti itu?" Tanya Chu Nan Yu kepada An Chyou yang saat ini dalam bentuk transformasi Rubah kecil di atas bahu Xie Yan.
"Tidak apa-apa, aku hanya menginginkan-nya." Jawab An Chyou. "Lagipula dengan begini bukankah aku bisa sangat dekat dengan Yan Gege." Ucap Rubah kecil itu sambil tersenyum.
"Uh..." Chu Nan Yu, Ruo Lou dan Jia Li hanya bisa iri mendengrkan ucapan An Chyou.
"Hehehe...tapi wujud Ibu keempat sangat lah imut." Tawa Lian Mei yang berada di pelukan Xie Yan.
Xie Yan dan yang lainnya terus berjalan-jalan di Kota Hea dengan membeli beberapa barang yang mereka suka.
"Oh, Lihat itu...Nama kamu ada di sana." Ucap An Chyou yang berada di bahu Xie Yan.
Mereka semua langsung mengalihkan perhatian-nya ke Pilar batu yang cukup tinggi.
Xie Yan memperhatikan nama-nya ada di urutan tiga puluh Peringkat Surgawi. "Jadi tiga orang pemimpin kabut itu sebelumnya berada di urutan tiga puluh." Gumam Xie Yan.
"Itu benar, nama ayah ada urutan ke tiga..Umph...!" Teriak Jianheeng sambil menunjuk Pilar tersebut.
"Ssttt..." Chu Nan Yu langsung menutup mulut Jianheeng karena tindakan-nya hampir menarik perhatian.
"Jianheeng, kamu harus memelankan suara-mu." Kata Chu Nan Yu.
Jianheeng memiringkan kepala-nya. "Eh, Kenapa Ibu?" Tanya-nya kebingungan.
"Kamu hampir saja menarik perhatian, mungkin saja Ayah kamu akan diincar." Balas Chu Nan Yu.
"Diincar? Kalau begitu bukankah Ayah akan menghajar mereka semua?" Jawab Jianheeng lagi.
Chu Nan Yu hanya bisa menepukkan wajahnya mendengar jawaban anak laki-lakinya.
Xie Yan yang juga mendengar itu menggelengkan kepalanya. Memang benar dia bisa menghajar semuanya namun keadaan mereka sekarang akan menjadi kacau karena orang-orang mungkin saja mencoba terus menentang-nya disaat mereka sedang berlibur.
__ADS_1
"Kakak Bodah...Jika orang-orang mengenali Ayah maka jalan-jalan kita akan ditunda." Ujar Lian Mei.
"Benar apa yang dikatakan Mei'er." Chu Nan Yu berkata.
"Ah, Begitu ya..." Jianheeng mulai memahami-nya. "Tapi tetap saja ayah seharusnya berada di peringkat satu." Kata Jianheeng.
"Hahaha...Tenang saja, Peringkat surgawi ini hanya sebuah tanda. Bukankah kamu juga sudah menaruh nama kamu disana, mungkin tidak akan lama lagi nama kamu juga muncul di pilar itu." Ucap Xie Yan kemudian dia mengalihkan pandangan-nya kepada Pilar peringkat surgawi lagi.
"Hoh, Haixin berada di urutan lima belas ya..." Batin Xie Yan, "Jika begitu Kekuatan dari Peringkat 10 ke atas bisa berada di Prajurit Tinggi*3 atau lebih tinggi." Pikir Xie Yan.
"Kalau aku bertemu dengan Peringkat di atas sepuluh mungkin aku masih bisa membunuh-nya." Gumam-nya lagi.
"Ayah...Ayah..." Panggil Yanming yang bersama dengan Ruo Lou.
"Hm? Ada apa nak?" Tanya Xie Yan.
"Aku ingin melihat-lihat tempat lain bersama Kakak Jianhengg dan Kakak Lian Mei." Pinta Yanming.
"Hanya kalian bertiga?" Ruo Lou bertanya.
Yanming mengagguk, "Tidak, kalian tidak boleh berkeliaran sendiri." Kata Ruo Lou dan juga Chu Nan Yu dengan jelas menentang-nya.
"Ehhh..." Yanming kemudian memikirkan sesuatu. "Bagaimana jika Kakek Mo bersama yang akan menemani kami? Kami tidak akan lama bu dan hanya ingin bermain saja." Ucap Yanming.
"Itu benar Ayah...Kami hanya bermain-main disekitar sini." Jianheeng membantu sedangkan Lian Mei hanya diam namun menatap Xie Yan penuh harapan.
"Baiklah, Jika ditemani Mo Gui semuanya akan baik-baik saja." Xie Yan memberikan persetujuan.
Ruo Lou pun hanya bisa pasrah dan lebih tenang jika Mo Gui bersama mereka karena dia tahu Mo Gui orang kedua yang terkuat dari Xie Yan.
Xie Yan memanggil Mo Gui lalu meminta-nya untuk terus bersama dengan ketiga anak-anaknya dan membunuh orang yang mencoba melakukan hal buruk pada mereka.
Jianheeng, Lian Mei, Yanming dan Mo Gui meninggalkan Xie Yan dan yang lainnya dengan membawa beberapa batu energi tingkat bintang jika mereka ingin membeli beberapa barang.
"Apa tidak masalah membiarkan mereka pergi?" Jia Li berkata.
Walaupun Jia Li tahu Mo Gui sangat kuat, dia tidak tahu ditingkat mana Mo Gui berada dan masih ragu membiarkan Jianheeng dan lainnya untuk berkeliaran di kota Benua Tianmu.
"Tidak apa-apa, jika ada orang yang mengaggu mereka maka sudah ditakdirkan akan mati." Yang berkata adalah An Chyou.
"Benar, kamu tidak perlu khawatir. Selagi mereka menikmati-nya bagaimana kalau kita juga pergi ke Rumah makan terbaik di Kota ini." Kata Xie Yan.
Mereka berlima pun akhirnya menghabiskan waktu bersama sekaligus pergi mencari rumah makan terbaik di Kota Hea.
***
Masih di Kota Hea, seorang Pria tua dengan janggut panjang-nya berdiri di atas bangunan. Matanya tiba-tiba terbuka lebar saat merasakan Aura yang cukup akrab.
"I-Ini..Walaupun sangat kecil, aku merasakan Aura milik Nona..." Ucap Pria tua tersebut.
......
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
__ADS_1
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...
*Maaf~ Up-nya masih tidak konsisten karena Author cukup sibuk tapi tidak akan hiatus dan mungkin beberapa hari kedepan akan diganti dengan crazy up.