
Xie Yan melihat mereka bertiga hanya menggelengkan kepalanya, "Haa...? Apakah mereka kesini untuk kamping sehingga membawa seorang gadis kecil kedalam hutan ini? Walaupun dia cukup kuat bukankah itu tetap saja berbahaya." Pikir Xie Yan.
Dia terus menyaksikan Pria tua itu yang sedang bertarung dengan beberapa binatang buas tingkat rendah. Tentunya Pria Tua yang berada di Dewa Langit Puncak dengan mudah membereskan Binatang Buas tingkat rendah itu.
"Kakek Hebat!" Teriak gadis kecil itu saat melihat Kakeknya menang melawan Binatang buas itu.
"Ayo...Kita lanjutkan mencari binatang buas ular putih." Kata Pria Tua itu bersiap melanjutkan kedalam hutan lagi.
"Jika kalian masuk kedalam mungkin kalian semua akan mati." Kata suara dari atas pohon membuat Pria Tua dan Pria paru baya itu terkejut dan melihat ke atas pohon di mana asal suara itu tapi mereka tidak dapat melihat siapa siapa.
"Siapa!" Kata Pria Tua itu sambil mengarahkan pedangnya dengan bersiaga.
"Tenang saja Pak Tua, aku tidak memiliki niat buruk," Tiba tiba terdengar suara dari belakang Pria tua itu.
Pria tua itu terkejut, karena terkejutnya dia bahkan tidak bisa bergerak lagi. "Siapa dia?" Batinnya dengan punggung yang dipenuhi keringat dingin.
Dia kemudian berbalik dan melihat Pemuda tampan. Pemuda itu tentunya adalah Xie Yan.
Pria paru baya itu menggandeng Gadis kecil itu langsung kesisi Pria tua itu. "A-Ayah...Apa kau baik baik saja?" Tanya Pria paru baya itu kepada Pria Tua yang adalah Ayahnya.
Pria Tua itu menganggukkan kepalanya lalu dia mengangkupkan tangannya kepada Xie Yan, "Tuan..." Katanya dengan hormat karena Pria didepannya sudah pasti sangat Ahli karena dia yang sudah berada di Dewa Langit Puncak tidak dapat merasakannya.
"Jangan memanggilku Tuan, lagipula umurku masih 26 Tahun. Jika kamu memanggilku Tuan berarti aku merasa lebih tua daripada mu." Kata Xie Yan.
Pria Tua itu mengangguk tapi dia sangat terkejut bahwa Xie Yan masih dibawah 30 tahun dengan Kekuatan seperti ini. "Panggil aku Xie Yan." Kata Xie Yan.
"Ah begitu ya, Namaku adalah Nie Gong, ini anakku Nie Cheng dan Cucuku Nie Liani." Kata Nie Gong memperkenalkan mereka berdua.
"Halo..." Ucap Nie Cheng menundukkan sedikit kepalanya karena dia juga tahu Pemuda di hadapannya adalah ahli.
"Halo Kakak!" Kata Gadis Kecil berumur 6 Tahun itu dengan polosnya.
Xie Yan membalas dengan senyum kepada Gadis Kecil itu. "Jadi, Nak Yan...Kenapa kami tidak boleh melangkah lebih dalam?" Tanya Nie Gong.
"Tentu saja...! Apa kamu ingin membawa Cucumu lebih dalam yang dipenuhi Binatang Buas Tingkat Dewa Langit Puncak?" Kata Xie Yan dengan Nada sedikit keras.
Nie Gong yang melihat dirinya dimarahi oleh pemuda tidak tahu harus bereaksi apa terutama pemuda yang dihadapannya sangat mengerikan. Tapi apa yang dikatakan Xie Yan memang benar, dengan membawa Cucunya kedalam mungkin mereka akan mati jika sedikit kesalahan.
"Jangan Marahi Kakek...Aku yang memaksa Kakek untuk ikut mencari Obat Ibu!" Kata Gadis Kecil itu berteriak kepada Xie Yan setelah melihat Kakeknya dimarahi.
"Sstt...Ni'er, jangan berteriak seperti itu kepada Kakak Yan!" Bujuk Nie Cheng melihat tindakan putrinya Karena takut jika Xie Yan akan marah.
"Humph!" Gadis Kecil itu mengembungkan pipinya sambil Membuang muka.
"..."
Xie Yan terdiam, dia ingin tertawa melihat tingkah gadis itu Tapi menahan sikapnya dihadapan mereka.
Nie Gong dan Nie Cheng sudah mulai berkeringat dingin saat Nie Liani bersikap seperti itu kepada Xie Yan. "N-Nak Yan...Tolong maklumi tindakan Cucuku.." Katanya.
"Tidak apa-apa! Aku tahu, dia gadis kecil yang cukup bersemangat." Balas Xie Yan.
"Siapa yang gadis kecil! Aku sudah besar!" Ucap Gadis itu menyela Xie Yan lalu turun dari gandengan Ayahnya.
"Lihat...Aku bukan Gadis Kecil!" Katanya lagi.
"Pffttt..." Xie Yan tidak bisa menahan tawanya, melihat tingkah gadis kecil itu mengingatkannya kepada adiknya Xie Ruo.
"Hahaha...Maaf...Maaf, kamu memang Gadis Besar." Balas Xie Yan ke Nie Liani itu.
Nie Cheng dan Nie Gong menghela nafas setelah melihat Xie Yan sepertinya bukan orang yang akan membunuh siapa saja jika kasar dengannya.
"Jadi Apa yang ingin kalian cari di Hutan ini?" Xie Yan bertanya.
"Kami sedang mencari Empedu dari Ular Putih. Menantuku Terkena Racun Ular Putih sehingga dia sekarang dalam keadaan kritis." Jawab Nie Gong.
__ADS_1
"Ular Putih?" Xie Yan berpikir karena dia sudah banyak membunuh Ular sebelumnya. Dia kemudian mengeluarkan Mayat Mayat Binatang Buas.
Setelah Xie Yan mengeluarkan mayat binatang buas itu, Nie Gong dan Nie Cheng tercengang Karena tumpukan Binatang Buas yang mereka lihat dihadapan sekarang ini hampir semuanya berada di Dewa Langit Puncak.
"Wahh...Kakak! Apa kamu yang membunuh itu semua? Apakamu lebih hebat dari Kakek?" Tanya Nie Liani bahkan tidak takut dengan Binatang Buas ini.
Xie Yan cukup terkejut bahwa Gadis Kecil ini sangat berani, "Dia sama dengan Ruo Kecil dulu!" Gumam Xie Yan.
"Benar, Aku membunuh mereka semua." Balas Xie Yan ke Gadis Kecil itu.
Xie Yan kemudian menunjuk mayat Binatang Buas, "Apakah itu Ular Putih yang kalian cari?" Tanya Xie Yan.
Mereka berdua melihat itu langsung mengangguk, "Benar...Itu sama persis yang kami butuhkan," Kata Nie Gong.
"Kalau begitu Ular Putih itu milik kalian." Kata Xie Yan lalu memasukkan mayat binatang buas lainnya ke Cincin Ruangnya.
Wajah Nie Gong dan Nie Cheng langsung bersemangat dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Xie Yan.
Nie Cheng dan Nie Gong kemudian mulai membedah untuk mengambil empedu Ular Putih itu Sedangkan Xie Yan dan Gadik Kecil itu bersama menyaksikannya.
BOOMM!
Beberapa menit setelah Nie Cheng, Nie Gong sudah mengeluarkan Empedu Ular Putih itu, Xie Yan dan yang lainnya mendengar ledakan cukup kuat yang sepertinya sedang bertarung.
Xie Yan dapat merasakan Kekuatan Petarungan itu bukan berada di Dewa Langit lagi, "Kalian tunggu disini, ini Petarungan bukan berada di Dewa Langit lagi!" Kata Xie Yan memperingati Mereka bertiga untuk tidak kemana mana.
Nie Cheng dan Nie Gong menagguk dengan patuh dengan peringatan Xie Yan.
Xie Yan kemudian pergi ketempat asal Pertarungan Kekuatan Dewa Nirwana itu dengan penasaran. "Apa ada Dewa Nirwana yang sedang bertarung disini? Atau Binatang Buas Dewa Nirwana?" Gumam Xie Yan melesat dengan cepat.
...
BOOMM!
"Cepat! Jangan biarkan Binatang Iblis ini lepas!" Katanya kepada dua orang lainnya. Mereka bertiga memiliki tampilan dengan Topeng berwarna Emas.
Cring!
Rantai itu kemudian mengikat Binatang Iblis itu dengan susah payah, "Tahan...Jangan longgarkan pegangan kalian!" Kata salah satu dari mereka.
"Manusia Sialan! Beraninya kau mengangguku!" Kata Binatang Iblis yang memiliki wujud Kuda dengan Warna Hitam.
BOOMM!
Kuda Hitam itu melepaskan Energi Kuat ditubuhnya sehingga membuat Rantai di tubuhnya hancur berkeping keping.
Walaupun mereka bertiga, tapi kekuatan dari Binatang Iblis ini sangat kuat sehingga membuat mereka bertiga sangat kesusahan. "Sialan, Lakukan sekali lagi!" mereka bertiga kemudian mengeluarkan Rantai yang berbeda.
Binatang Iblis itu merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan dari Energi Rantai itu. "Manusia Kurang Ajar! Beraninya kalian menggunakan Rantai dari Energi Siluman!" Kata Binatang Iblis Kuda hitam itu.
"Hahaha...Siluman? Apakau berpikir kami peduli?" Kata Mereka bertiga tertawa Lalu melemparkan Rantai itu kesetiap sisi tubuh kuda hitam itu.
Rantai Rantai itu berhasil membuat luka tubuh binatang iblis itu, "Sialan! Energi ku diserap oleh Rantai ini?" Kata Binatang Iblis itu mulai merasakan Energi miliknya berkurang.
Tiba-Tiba dari atas langit...
DUARRR!
Petir menyambar dengan keras ke Rantai itu sehingga hancur berkeping keping.
......
......________________________......
Tingkat Kultivasi:
__ADS_1
Pembentukan Tubuh (1-9)
Pembentukan Inti (1-9)
Penyempurnaan Qi (1-9)
Penyempurnaan Roh (1-9)
Jalan Surgawi (1-9)
Raja Surgawi (1-9)
Kaisar Surgawi (1-9)
Nirwana (1-9)
Mahayana (1-9)
Half Saint
- Rendah
- Menengah
- Puncak
Immortal:
- Saint (1-9)
- Dao (1-9)
- Monarch (1-9)
- Venerable (1-9)
- Immortal (1-9)
- Half God (Rendah - Menengah - Puncak)
God :
Dewa Awal :
(Rendah - Menengah - Puncak)
- Dewa Bumi
- Dewa Laut
- Dewa Langit
- Dewa Nirwana
- Dewa Perak
- Dewa Emas
- Dewa Giok
......______________________......
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
__ADS_1
:)