Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 185- Kembali ke Kota Hua


__ADS_3

Ditengah Kota,


Xie Yan sudah mengaktifkan Formasi yang sama persis dengan Kota Anji.


"Tuan Xie..." Jenderal Tang muncul dan disusul dengan Jenderal Hao yang menyeret Walikota ke hadapan Xie Yan.


"Sepertinya kalian sudah membereskan mereka semua." Kata Xie Yan. "Lalu kenapa dia masih hidup?" Tanya Xie Yan saat melihat Walikota itu.


Jenderal Hao kemudian menjelaskan tentang Walikota Fyu ternyata adalah palsu dan semua penduduk disini hanyalah samaran dari pasukan Kekaisaran Currant.


"Begitu ya," Ucap Xie Yan sambil megelus dagunya. "Ternyata selama ini Kita Fyu hanya menjadi markas rahasia mereka." Kata Xie Yan.


Walaupun dia sudah pernah ke Kota Fyu, Xie Yan tidak pernah mengetahuinya sama sekali karena dia hanya datang untuk mengincar salah satu cabang pavilliun pembunuh dan langsung meninggalkan setelah urusannya selesai.


"Hah...Kalau begitu beri kabar Kaisar untuk mengirim seseorang terpercayanya mengurus kota ini." Pinta Xie Yan kepada Jenderal Besar Hao agar Formasi yang di letakkan di kot tidak sia sia.


"Baik." Jawab Jenderal Besar Hao.


...


Setelah Jenderal Besar Hao mengirimkan kabar dengan Kristal pemanggil yang selalu digunakan setiap Kultivator untuk mengirim sebuah kabar atau pesan.


Xie Yan dan yang lainnya harus menunggu dua hari lagi untuk menunggu kedatangan utusan atau Walikota baru dari Kaisar.


Selama dua hari ini, Xie Yan dan Jenderal Besar Hao, Tang membantu penduduk asli yang dijadikan budak oleh pasukan Kekaisaran Currant.


Setelah tibanya Walikota baru, Xie Yan kemudian memberikan cara penggunaan pada Walikota baru yang ditunjuk langsung oleh Kaisar Tan.


Dengan adanya Walikota baru dan penduduk asli Kota Fyu sudah membaik. Xie Yan, Yue, Jenderal Hao dan Tang langsung meninggalkan Kota Fyu langsung menuju Kota Hua, Ibukota Kerajaan Garnet.


...


Kediaman Klan Jian


Sebuah robekan ruang muncul di halaman Klan Jian. Beberapa orang keluar dari robekan ruang itu, mereka adalah Xie Yan yang sedang menggandeng Yue, Jenderal Hao dan Tang.


"Ini, Tuan Xie Apakah kita sudah di Kota Hua?" Tanya Jenderal Tang.

__ADS_1


Xie Yan membalas dengan mengagguk, "Benar, ini Kediaman Klan Jian dan aku juga memiliki kenalan disini." Katanya.


Dia melihat sekelilingnya, "Aku hanya meninggalkannya dalam beberapa bulan tapi aku merasa sudah pergi terlalu lama." Gumam Xie Yan dengan pelan.


"Siapa Kalian!?" Dari belakang Xie Yan dan yang lainnya terdengar suara teriakan wanita.


Tanpa melihat dan hanya mendengar dari suara itu, Xie Yan langsung mengetahui pemilik suara itu.


"Haha...Sudah lama ya," Ucap Xie Yan berbalik dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Yue, Jenderal Hao dan Tang juga ikut berbalik melihat siapa yang berteriak itu. Mereka melihat seorang Wanita cantik dengan rambut hitam, terdapat tahi lalat kecil di bawah bibirnya.


Saat wanita itu melihat wajah Xie Yan, tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca lalu langsung berlari ke arah Xie Yan dan memeluknya dengan erat.


"Eh, Ada apa? Bukankah aku hanya pergi beberapa bulan saja." Tanya Xie Yan kepada Wanita itu yang adalah Jian Jia Li.


Jia Li tidak membalas dan hanya memeluk Xie Yan dengan erat. Dia kemudian membalas pelukan itu. "Heh...Kekuatannya meningkat pesat dan sudah berada di ranah Dewa Perak puncak." Batin Xie Yan saat mengukur Kekuatannya.


Jenderal Besar Hao dan Jenderal Besar Tang yang melihat itu bahkan tidak berani berbicara dan hanya sedikit menjauh dari Xie Yan.


"Ayah...Siapa Kakak cantik ini?" Yue berkata polos kepada Xie Yan yang masih dalam pelukan dengan Jia Li.


"A-Ayah...? K-Kamu memiliki anak?" Jia Li berkata sambil melihat ke arah Xie Yan dan Yue bergantian dengan tatapan serius.


Dia sangat terkejut bahwa selama ini Xie Yan memiliki anak dan bahkan sudah berumur sepuluh tahun.


Mata Jia Li menatap Xie Yan seperti meminta penjelasan yang sejelas jelasnya, perubahan cepat pada wajah Jia Li membuat Xie Yan hanya menggarukkan pipinya. "Aku akan menjelaskannya diruangan." Ucap Xie Yan.


Xie Yan kemudian meminta Jenderal Besar Hao dan Tang untuk menunggu diluar selagi Xie Yan dan Jia Li ingin berbincang.


Dia juga membawa Yue ikut ke ruangan dimana Xie Yan sebelumnya tinggal sambil membiarkannya bermain dengan Feng Xia.


...


Diruangan lain, Xie Yan dan Jia Li duduk saling berhadapan.


Dia telah menjelaskan bagaimana pertemuannya dengan Yue dan juga mengangkatnya sebagai anaknya sendiri.

__ADS_1


Jia Li mengaggukkan kepalanya mengerti.


"Hah...Pantas saja, Walau dia memanggil kamu Ayah, Aku tidak melihat kemiripan diwajah kalian." Ujarnya, tapi mendengar musibah yang dihadapi Yue membuatnya dia juga sangat perihatin. "Kelompok itu sungguh kejam." Kata Jia Li mengepalkan tangannya.


Melihat ini, Xie Yan hanya tersenyum sendiri. "Yah, aku juga sebenarnya memiliki Istri bahkan anak kandung dan angkat lainnya tapi biarkan waktu yang berbicara..." Batinnya sambil mengaruk pipinya yang tidak gatal.


"Baiklah! Kalau begitu dia bisa memanggilku Juga Ibu." Kata Jia Li berdiri dari bangkunya dan langsung ingin menjumpai Xie Yue.


Yue yang sedang bermain dengan Feng Xia didatangi oleh Jia Li. "Nama kamu Xie Yue kan? Mulai sekarang kamu bisa memanggilku dengan sebutan Ibu." Kata Jia Li mensejajarkan tingginya dengan Yue sambil mengelus kepalanya.


"Ibu? Itu berarti Kakak cantik adalah Istri Ayah?" Yue bertanya.


"Eh? Hmmm..." Jia Li terdiam mendengar ucapan Yue, dia bingung dengan menjawab apa terutama dia dan Xie Yan belumlah Suami Istri.


"Tentu saja..." Yang menjawab adalah Xie Yan datang setelah Jia Li. "Mulai sekarang kamu bisa memanggilnya Ibu." Lanjut Xie Yan dengan senyum lembut kepada Yue.


Jia Li hanya diam namun wajahnya sudah memerah. "Benarkah? Halo Ibu." Kata Yue dengan senang sambil memeluk Jia Li.


Mendengar itu, Jia Li sangat tersentuh dan membalas pelukan Yue dengan bahagia jelas diwajahnya.


Xie Yan hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Ada beberapa Ibu lagi yang harus kamu panggil nantinya..." Batin Xie Yan sambil tertawa kecil.


Yang dimaksud Xie Yan adalah Chu Nan Yu dan Ruo Lou.


Setelah Yue dan Jia Li sudah mengenal dengan baik, Xie Yan membiarkan Yue dan Feng Xia kembali bermain.


Xie Yan kemudian manatap Jia Li dengan tatapan serius.. "Sekarang apa yang terjadi dengan kamu? Tampaknya kamu memiliki masalah yang berat." Kata Xie Yan tentu merasakan rasa sedih saat Jia Li memeluknya dengan erat saat baru kemunculannya.


Jia Li kembali memasang wajah sedih sambil menundukkan wajahnya dengan meneteskan sedikit air mata. "A-Ayahku lumpuh dan Dantian miliknya telah hancur. Sekarang dia hanya bisa berada di tempat tidur." Jia Li menjelaskan.


"Huh..?!" Xie Yan mengerutkan alisnya, "Apa yang terjadi, bagaimana bisa dia mengalami kejadian seperti itu?" Xie Yan bertanya lagi.


"Itu semua karena pengkhianatan para Tetua Klan Jian, Klan Gang, dan Sekte Baihua yang mencoba menjatuhkan Ayah!" Kata Jia Li dipenuhi dengan amarah.


......


......__________________________......

__ADS_1


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...


__ADS_2