
Setelah Xie Yan mengurus ketiga kelompok tengkorak darah, dia kemudian melanjutkan untuk melihat apakah ada yang selamat dari pembantaian kota.
Bagi Xie Yan melihat tumpukan mayat ini sudah tidak membuatnya sedih atau pun takut setelah tiba di dunia kultivator tapi, jika dia dulu adalah manusia biasa mungkin akan muntah jika melihat hal seperti ini.
Langkah Xie Yan terhenti saat melihat kakek yang seperti sedang melindungi sumur itu. Dia juga merasakan sedikit kehidupan dari Kakek itu dan langsung menghampirinya.
"Kakek..? Apa kau baik baik saja?" Xie Yan mencoba mengobatinya dengan Api Putihnya namun itu tidak dapat menyembuhkan semuanya karena tubuhnya sudah hancur baik dalam maupun diluar dan juga terdapat luka lama pada tubuhnya yang belum pernah dilihat Xie Yan.
"Ha...Anak muda..?" berkat sedikit kekuatan Api Putihnya Kakek itu membuka matanya dengan susah payah. "P-Percuma saja, aku sudah tidak bisa tertolong." Ucap Kakek itu dengan sisa tenaganya.
Kakek itu mengangkat tangannya kepundak Xie Yan. "Nak, A-Aku ingin kau melindungi seseorang di dalam sumur ini. Aku ingin kamu melindunginya karena dia sudah tidak memiliki kerabat, aku harap kamu mau menerima permintaan dari orang sekarat ini." Katanya lalu menutup matanya.
Xie Yan tidak bisa merasakan nafas kehidupan lagi pada diri Kakek itu, "Seseorang di dalam sumur?" Dia bingung lalu menoleh ke sumur yang ditutup oleh kayu.
Dia langsung menggeser kayu yang menutupi lubanh sumur itu dan melihat kedalam terdapat seorang gadis kecil berumur 10 tahun. "Apa kamu baik baik saja?" Xie Yan mengangkatnya dari sumur dengan Qi miliknya.
Dengan tatapan kosong, gadis kecil itu tidak menjawab Xie Yan sama sekali dan mendekat ke Kakek yang baru saja meninggal.
"Paman, Aku ingin mengubur Kakek." Kata Gadis kecil itu membuka mulutnya.
"Uh...Baiklah," Xie Yan heran dengan gadis ini melihat ketenangannya. Tapi dia tetap menaggukkan permintaannya lalu mengangkat tubuh Kakek itu ke peristirahatan terakhirnya.
Gadis kecil itu tampak menundukkan kepalanya ke kuburan si Kakek itu dan Xie Yan terus menatapnya tiba-tiba suara System terdengar.
[Ding!~ Tuan, dia memiliki darah Ras Shura yang ahli bertarung dalam dirinya dan juga memiliki Jenis Tubuh Spesial Hantu Malam. Tipe tubuh ini sangat ahli dalam kecepatan dan serangan diam-diam terutama dimalam hari.]
"Ras Shura? Dia juga memiliki Tubuh Spesial?" Walaupun dia belum pernah mendengar Ras Shura selama perjalanannya tapi Xie Yan terkejut bahwa gadis dengan rambut putih dan mata merah ini memiliki Tubuh Spesial. "Tubuh Hantu malam ini sangat cocok dengan seorang Assasin." Gumam Xie Yan.
Setelah Xie Yan mengetahui tentang gadis ini yang dari Ras berbeda dan Tubuh Spesial, Xie Yan mulai mengerti dengan tingkahnya barusan yang bukan seperti gadis kecil pada umumnya.
Gadis Kecil itu kemudian membalikkan badannya kepada Xie Yan, "Paman...apakah aku sekarang akan ikut dengan mu?" Katanya berbicara tampak dewasa.
Xie Yan tentu saja mengangguk, Kakek itu sudah memintanya untuk menjaganya dan juga tidak mungkin dia meninggalkan gadis kecil sepertinya yang memiliki Tubuh Spesial berkeliaran.
__ADS_1
Dia kemudian menyamakan tingginya kepada gadis kecil itu, "Nama kamu siapa?" Tanya Xie Yan.
"Yue, Kalau Paman?" Gadis Kecil bernama Yue ini menanyakan Kembali.
"Nama Paman Xie Yan." Kata Xie Yan membalasnya. Dia kemudian berdiri, "Baiklah Yue, Kita akan meninggalkan kota ini." Ucapnya lalu Yue menyentuh telapak tangan Xie Yan.
Xie Yan dan Yue, mereka berdua berjalan bersama ingin keluar dari kota dan saat mereka baru ingin keluar, sekelompok pasukan masuk ke dalam kota.
Saat pasukan itu masuk, mereka terkejut dengan tumpukan mayat itu dan dari mereka juga ada yang mual ataupun muntah saat melihat mayat dimana mana.
"A-Apa yang terjadi?"
"Mengapa seluruh penduduk kota tewas?"
Salah satu pasukan berteriak saat melihat Xie Yan, "Lihat ada seseorang." Katanya menunjuk Xie Yan dan Yue.
Beberapa dari mereka langsung mengeluarkan pedang bersiap siap. Disisi lain, Xie Yan dapat melihat pasukan itu yang terkuat hanyala Dewa Perak tingkat Menengah namun ada 10 dari mereka dan yang lainnya Dewa Nirwana kebawah.
"Siapa Kau...?" Salah satu dari berkata kepada Xie Yan cukup hati hati terutama pakaian Xie Yan yang penuh darah.
Tentu saja itu karena Kakek yang menyentuhnya dimana tangannya penuh darah dan Xie Yan lupa untuk membersihkan noda darah pada pakaiannya.
"Aku-" Disaat Xie Yan ingin berkata, tiba tiba salah satu dari Dewa Perak tingkat Menengah menyerang Xie Yan. "Itu kau! Kau pasti adalah pelakunya!" Katanya menerjang ke arah Xie Yan dengan pedang ditangannya.
"Tunggu!" Salah satu rekannya berteriak namun sama sekali tidak didengar olehnya dan terus menerjang ke Xie Yan.
Yue yang masih menggemgam tangan Xie Yan mulai mengeraskannya dan Xie Yan dapat merasakan bahwa Yue takut namun dia mencoba memberanikan dirinya. "Heh, Dia mencoba memberanikan dirinya ya..?" Gumam Xie Yan sedikit tersenyum melihat Gadis Kecil Itu.
Kemudian tatapan Xie Yan berubah seperti melihat mangsanya kepada Pria yang mencoba menyerangnya.
Dia mengangkat kaki kanannya lalu mengarahkannya ke perut pria yang menyerangnya dengan cepat sehingga tidak dapat dihindari olehnya.
BOOMM!
__ADS_1
Pria dari salah satu Pasukan itu terlempar cukup kuat hingga mengenai salah satu bangunan dari kota itu.
Tentu saja Xie Yan tidak membunuh Pria itu dan hanya memberinya pelajaran.
Saat Xie Yan berhasil menendang pria itu, rekan dari pria itu terkejut dan mengarahkan pedangnya ke Xie Yan berhati hati.
"Ugh!" Pria itu memuntahkan darah, dia berusaha bangkit dan menatap Xie Yan dengan niat membunuh.
"Sialan! Matilah kau pembunuh!" Teriaknya lagi menerjang ke arah Xie Yan.
Xie Yan menggelengkan kepalanya, "Tch...Kau sungguh keras kepala!" Kata Xie Yan lalu menghilang dari tempatnya meninggalkan Yue sendiri.
Xie Yan kemudian muncul di atas kepala Pria itu lalu menekan kepalanya ke lantai hingga membuat lantai retak seperti jaring laba-laba.
"BAM!"
Pria itu langsung pingsan akibat benturan yang dibuat oleh Xie Yan dan dia kembali ke Sisi Yue yang menggemgamnya lagi.
Xie Yan lalu menatap pasukan itu yang bersiap siap menyerangnya, "Jika kalian melakukan hal yang sama dengan Pria barusan maka hanya ada kematian ke kalian...!" Kata Xie Yan melepaskan Aura Membunuhnya ke Pasukan itu.
"Ugh!" Dewa Nirwana kebawah yang merasakan Aura membunuh dari Xie Yan tidak bisa tidak bergetar dan keringat bercucuran di telapak tangan mereka, bahkan Dewa Perak juga merasakan hal yang sama.
Tring! Tring!
Dengan tubuh gemetar, mereka menjatuhkan pedangnya satu persatu dengan penuh ketakutan.
"S-Siapa K-Kamu..?"
......
......___________________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...
__ADS_1