
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
_______________________________________________
***
Sebelum Xie Yan berpetualang, dia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarganya.
Dua hari telah berlalu, Ayahnya, Ibu Su Lan dan Ibu Yang Xi sudah menembus tingkat Raja Surgawi dan hanya Xie Yan yang tau kalau mereka sudah naik tingkat, bahkan jendral kepercayaan Ayahnya dimint untuk merahasiakan masalah Ranah mereka.
Melihat Ayah dan Ibunya sangat gembira karena kenaikkan ini Xie Yan juga senang. Dengan begini bukan masalah jika orang orang menganggu Kekasaran.
Hari-hari tersus berlalu, Ibunya Su Lan selalu dekat dengan anaknya. Dia tahu bahwa sebentar lagi anaknya tidak akan berada di dekatnya lagi, memikirkan ini dia sangat sedih. Terkadang dia menangis, Tentu Xie Yan langsung menghibur Ibunya ini.
Kabar Xie Yan akan berpetualang hanya diketahui oleh Ayah, Ibu dan Ibu Yang Xi. Bahkan kakaknya yang sedang belajar di Sekte Awan tidak mengetahui tentang Adiknya yang akan pergi dan Xie Yan juga tidak ingin memberitahu agar pelatihannya tidak terganggu.
...
Seminggu berlalu,
Hari hari yang ditunggu Xie Yan akhirnya datang, Dia langsung bersiap siap lalu pergi ke halaman depan istana.
Disana sudah menunggu Xie Ru Feng, Su Lan dan Yang Xi yang ingin melihat kepergian Xie Yan.
Saat melihat ini Xie Yan langsung menyapa, "Ayah, Ibu, Ibu Yang Xi...Kalian disini?" Kata Xie Yan.
"Tentu Saja, Kami ingin melihat Putra kami!" Kata Su Lan yang menjawab dengan nada sedih.
Melihat Ibunya masih sedih, dia langsung memeluknya, "Hehe, Jangan Sedih begitu bu. Dalam satu tahun aku akan kembali," Ucap Xie Yan memeluk ibunya.
"Yan'er, Kamu hati-hati. Jangan Lupa makan, diluar sangat dingin jadi gunakan selimut yang tebal," Ucap Su Lan menasehatinya.
__ADS_1
Xie Yan yang mendengar ocehan Ibunya yang masih menganggap dia anak kecil sedikit malu,
"Ibu Tenang saja, Aku bukan anak kecil lagi," Katanya.
"Tidak, dimata ibu Yan'er tetapla bayi kecil Ibu.." Balas Su Lan yang membuat Yang Xi dan Ru Feng tertawa.
Xie Yan hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal. Lalu Yang Xi tiba tiba meminta permintaan, "Yan'er, apakamu bisa membawa Ruo'er saat kamu kembali?" Tanyanya.
Xie Yan langsung mengangguk, "Tentu Bu, Aku akan membawa dia juga saat aku kembali," Balas Xie Yan dengan pasti. Mendengar Ini Yang Xi tentu senang.
"Nak, Kalau bertemu Jahat hajar saja mereka dan untuk Blue Sky kamu tenang saja, Ayah akan mencapai Kaisar Surgawi jadi tidak akan ada yang dikhawatirkan!" Kata Xie Ru Feng.
Perkataan Xie Ru Feng langsung di balas dengan tatapan dingin dari kedua istrinya, saat ditatap dingin Ru Feng langsung diam tidak bergeming. Melihat tingkah ayah dan ibunya membuat Xie Yan tertawa.
"Nak, Juga Jangan Lupa kamu membawa menantu yang cantik!!" Ujar Su Lan lantang di anggukkan oleh Ru Feng dan Yang Xi.
"Uh...akan kuusahan bu.." Balas Xie Yan dengan pelan.
"Baiklah, Kalau begitu aku akan pergi dulu.." Ucap Xie Yan pergi dan melambai ke Keluarganya.
...
"Haa...Akhirnya aku keluar dari Istana. Jadi kita terlebih dulu kemana?" Tanya Xie Yan ke orang di sampingnya.
"Tuan, Kekaisaran Zart berada di arah selatan dan kita mungkin akan melewati beberapa desa dan kota," Balasnya yang adalah Ruo Lou. Sebelum Xie Yan pergi dia tentu tidak lupa mengajak Ruo Lou dan Ruo Ro.
Saat mendapatkan kabar dari ibunya bahwa orang yang dia idolakan dan yang di anggap dewa ternyata identitas aslinya adalah Pangeran kedua Blue Sky. Tentu ini tidak membuat dia kecewa, malahan dia semakin kagum dengan Xie Yan bahwa diumur 20 sangatlah kuat.
Ruo Ro sendiri sekarang berumur 10 tahun sama persis dengan umur adiknya Ruo kecil.
Dia juga senang dengan di ajaknya dirinya dia akan membalas perbuatan orang yang menyakiti ibunya.
Tentu Ruo Ro tau siapa orang yang menyakiti ibunya, dia bahkan tidak peduli mau itu ayah kandungnya sendiri karena dia tidak pernah menganggap ayahnya.
"Baiklah, Jadi tujuan kita adalah Kekaisaran Zart," Ucap Xie Yan langsung terbang di ikuti oleh Ruo Lou dan Ruo Ro.
__ADS_1
Kecepatan terbang Xie Yan menyamai kecepatan merek berdua yang masih di Ranah Surgawi. Berhari hari mereka terbang melewati berbagai hutan dan sama sekali tidak adanya desa. Dengan kekuatan yang masih di Ranah Jalan Surgawi, Energi mereka akan cepat terkuras. Mereka bertiga akan beristirahat dihutan disaat energi mereka habis dan Xie Yan akan memanggang Binatang untuk makanan.
Disela sela sela beristirahat kadang kadang mereka berbicara dan tertawa.
Hari terus berlanjut dan mereka masih belum menemukan Desa sedikit pun. Xie Yan memikirkan bagaimana Ruo Lou yang pada waktu itu kabur dengan membawa bayinya melewati hutan ini. Memikirkan ini Xie Yan tentu merasa takjub dengan perjuangannya.
Disaat mereka bertiga terbang, sebuah desa mulai menampakkan dirinya. Xie Yan melihat Desa itu sungguh kumuh dan Tempat penginapan hanya apa adanya saja. Mereka bertiga langsung turun dari langit dan berjalan ke gerbang Desa.
Mereka tiba di depan Gerbang Desa yang bertuliskan Desa Batu, Gerbang Desa mereka dijaga oleh pria botak berotot dengan tombak dengan Ranah Penyempurnaan Qi. Xie Yan melihat tampilan mereka layaknya bandit. Mereka bertiga kemudian berjalan dan tentu saja di halang oleh Pria Botak kekar itu.
Pria Botak Kekar itu memperhatikan Xie Yan dan Ruo Ro lalu menoleh ke Ruo Lou, dia dapat melihat cantiknya Ruo Lou walaupun menggunakan Cedar putih menutupi wajahnya. Pria botak itu sendiri hampir meneteskan air liurnya melihat kecantikannya. Namun dia dengan cepat menyadarkan dirinya.
"Kalian Bertiga, Jika ingin memasuki Desa ini harus membayar 1 Koin Emas per orang!" Katanya dengan tegas.
"Desa Kecil ini masuk dengan harga 1 Koin Emas?" Batin Xie Yan yang merasa sedikit aneh walaupun 3 Koin Emas bukanlah apa apa dimatanya. Dia langsung mengeluarkan 3 Koin Emas lalu memberikannya ke penjaga desa ini.
Mendapatkan tiga koin emas dengan mudah membuat penjaga itu tersenyum bahagia lalu memberika Xie Yan dan yang lainnya lewat. Saat dia dilewati oleh Ruo Lou dia dapat mencium aroma wanginya.
"Sial Wanita itu sangat indah, Aku harus memberitahukan Kepada Bos, Bukankah Bos sangat menyukai Wanita. Dia pasti memberikanku hadiah jika mendengar kabar ini!" Gumamnya.
Apa yang tidak diketahui penjaga itu adalah bahwa Xie Yan dengan Ranah Kaisarnya dia dapat mendengar Gumaman itu dengan Jelas.
"Bos?? Hehehe, Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan desa ini," Batin Xie Yan...
.
.
.
.
.
__ADS_1