
Disekujur Tubuh Wanita itu mulai terdapat garis-garis merah, Bukan hanya tubuh-nya menjadi keras namun Kekuatan-nya juga meningkat.
Perubahan ini adalah Teknik dari keturunan Ras Shura mereka sehingga tidak mungkin Xie Yan akan bisa meniru-nya yang tidak Ras Shura.
"Hahahaha...Sudah lama aku tidak seserius ini!" Tawa Wanita itu bergema di Hutan Kematian.
Xie Yan yang melihat perubahan itu hanya menatap-nya dengan datar dan tidak gentar sedikit-pun. Dia kemudian menghilangkan Teknik Asura-nya.
Wanita menyipitkan mata-nya karena Xie Yan menarik kembali Teknik-nya. "Hahaha, Ada Apa? Apa kau sekarang takut?" Tanyanya sambil tertawa.
Xie Yan menggelengkan kepalanya. Dia kemudian meletakkan satu tangan-nya di belakang punggungnya dan satunya lagi mengayunkanya untuk menyuruh Wanita itu menyerang-nya.
"Datanglah..." Kata Xie Yan.
Walau dia tampak santai, Xie Yan sebenarnya sangat serius menghadapi Wanita dihadapan-nya ini.
Wanita itu mendecakkan lidah-nya tampak seperti diremehkan dan langsung menghilang dari tempatnya lalu muncul dihadapan Xie Yan mengayunkan pedang-nya yang di lapisi Energi Merah secara Vertikal.
"Matilah!" Teriaknya
Mendapati serangan cepat itu, dimata Xie Yan itu masih sangat-lah lambat. "Jika bukan karena aku lengah, tidak mungkin kau bisa melukai-ku." Kata Xie Yan sambil mengangkat tangannya mencoba menghalau serangan tersebut.
Energi Merah yang berada di Pedang Wanita itu seketika langsung lenyap setelah Xie Yan menyentuh pedang-nya hanya dengan satu tangan saja.
Wanita itu membelalakkan mata-nya. Dia dangat bingung mengapa serangan-nya sangat mudah di hentikan oleh Xie Yan, namun dia tidak tinggal diam saja dan melepaskan tendangan ke arah samping Xie Yan.
Xie Yan tidak bergerak sama sekali saat tendangan itu mengarah padanya. "Itu sia-sia." Ucap Xie Yan pelan.
Tendangan Wanita itu seperti terhalang sesuatu yang tak kasat mata sehingga serangan Wanita itu tidak bisa menyentuh Tubuh Xie Yan.
Tentu-nya itu semua karena tubuh Xie Yan sudah dilapisi oleh Atribut Kehampaan-nya untuk melindunginya dari serangan manapun.
Di Telapak tangan Xie Yan juga terkumpul Atribut Kehampaan-nya dan langsung meninju Wanita itu.
BAM!
Wanita itu terhempas hingga berguling-guling menghancurkan sekitar Hutan Kematian.
"Selama itu masih di Prajurit Dewa tidak ada yang mungkin bisa mengalahkan-ku!" Kata Xie Yan dengan santai.
Binatang Iblis Elang masih terbang melihat bahwa Tuan-nya dipukul oleh Xie Yan langsung berubah ke bentuk manusia-nya yang seorang Wanita dan mendarat di dekat Matriak Klan Shura.
"Tuan..." Binatang Iblis itu memapah Matriak tersebut yang mengalami luka dalam sangat parah.
__ADS_1
"Ugh..."
"D-Dia sangat kuat, Bahkan Tubuh Shuraku tidak berguna dihadapan-nya." Ucap Matriak itu dengan nada pelan.
"Apa yang harus kita lakukan? Apa sebaiknya kita kabur darinya saja?" Tanya Binatang Iblis Elang tersebut.
Dia tentu tahu tidak mungkin baginya bisa melawan Xie Yan walaupun bekerja sama dengan Tuan-nya.
"Itu sia-sia, dia bisa saja mengejar kita kapan saja." Kata Matriak Klan Shura.
"Kamu pergi saja, selagi aku menahannya kamu perintahkan seluruh Ras Shura untuk meninggalkan tempat ini kemudian carilah Yue untuk bersembunyi." Perintah Matriak itu melalu telepati.
"Tapi..." Binatang Iblis Elang tersebut tampak ragu meninggalkan Tuannya begitu saja, tapi Matriak Klan Shura memaksa-nya sehingga mau tak mau dia harus mengikuti perintah Tuannya.
Melihat Kepergian Binatang Iblis itu, "Heh...Aku pikir kamu akan pergi kabur dengan Burung itu." Kata Xie Yan.
Matriak Klan Shura yang berdiri dengan bantuan pedang-nya hanya menatap Xie Yan. "Sepertinya orang itu sangat beruntung memiliki bawahan yang sangat kuat." Ucap Matriak itu kepada Xie Yan.
"Sampai kapan-pun aku tidak akan pernah menyerahkan Yue kepada kalian bahkan jika aku mati dasar bajingan." Teriak Matriak tersebut mengarahkan kembali pedang-nya ke Xie Yan.
Mata Matriak Klan Shura itu masih tampak membara dan terus berniat bertarung sampai mati.
Xie Yan yang mendengar ucapan barusan hanya bisa bingung maksud dari perkataan Wanita di hadapan-nya.
"Ras Shura memang sangat tangguh. Tapi aku masih sangat penasaran dengan ucapan-mu barusan." Kata Xie Yan kemudian muncul di hadapan Wanita itu dengan mengarahkan telapak tangan-nya tepat ke perutnya.
Telapak tangan yang dilepaskan oleh Xie Yan tidak kuat namun membuat Matriak itu jatuh terduduk lemas dan tidak bisa bangkit berdiri lagi.
"A-Apa yang terjadi? Bagaimana bisa semua Energi-ku lenyap!" Ucap Wanita itu terheran.
Dia tidak merasakan Dantian maupun Merdian-nya hancur tapi, Energi yang ada di dalam tubuhnya seperti menghilang begitu saja.
"Bajingan! Apa yang kau lakukan pada tubuhku?!" Matriak Klan Shura tampak marah.
Xie Yan hanya tersenyum tipis, dia baru saja memasukkan Atribut Kehampaan-nya ke dalam tubuhnya dan melenyapkan semua Energi yang ada di dalam Tubuh Matriak Klan Shura.
"Aku hanya menghilangkan Energi di dalam Tubuhmu agar kau tetap diam." Jawab Xie Yan.
"Sekarang Jawab pertanyaanku. Dimana Yue?" Katanya dengan serius.
"Cuih!" Matriak itu membuangkan ludah-nya ke Xie Yan tapi dia dengan cepat menghindar.
Plak! Xie Yan menampar Wanita itu.
__ADS_1
"Apakah sangat susah menjawab pertanyaan itu..?" Tanya Xie Yan.
"Hmm?" Xie Yan tiba-tiba menatap ke atas langit.
Puluhan Serangan datang mengarah padanya.
Menatap puluhan serangan itu, Xie Yan hanya melambaikan tangan-nya saja dan dalam sekejap semua serangan itu lenyap.
Matriak Klan Shura tahu serangan itu. "Bukankah aku sudah menyuruh mereka untuk kabur!" Gumam-nya.
"Matriak!" Puluhan orang muncul.
"Kami datang kesini untuk membantu-mu!" Ucap mereka semua.
Mereka adalah Tetua-tetua dari Klan Shura bersama dengan Binatang Iblis Elang yang sebelumnya sudah pergi.
"Huh! Mereka sangat mengaggu...Sebaiknya kumusnahkan saja semut-semut ini." Kata Xie Yan.
Sebuah Energi Qi yang sangat kuat terkumpul ditangan Xie Yan yang ingin langsung melenyapkan mereka semua sekaligus.
Matriak melihat tindakan Xie Yan tampak panik, "Kalian semua pergilah!" Teriak Matriak tersebut.
Saat Xie Yan ingin melambaikan tangan-nya, terdengar suara kuat bergema di hutan kematian.
KIAK!
Seekor Burung Api muncul dan terbang sangat cepat, Semua orang langsung terfokus ke Burung tersebut karena itu adalah Phoenix Api.
Xie Yan yang tadinya ingin menyerang Tetua Klan Shura itu langsung menghentikan tindakan-nya melihat Burung Phoneix Api tersebut.
Dia tersenyum.
Sedangakan Matriak Klan Shura sangat berbeda, Tubuhnya bergetar hebat melihat kedatangan Phoenix Api tersebut. "T-Tidak, Yue kamu harus pergi..." Matriak itu tampak putus asa.
...
Di atas Burung Phoenix tersebut menampakkan seorang gadis cantik sedang menatap Xie Yan dari atas langit.
Dia langsung melompat turun dari Phoenix Api itu dan berteriak,
"Ayah!"
......
__ADS_1
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...