
"Baiklah." Kata Xie Yan kemudian menggendong Yue yang sudah kekenyangan dan meninggalkan Rumah Makan Bulan.
Dari awal dia bergerak dari mejanya, Xie Yan sudah merasakan seseorang yang terus memperhatikannya Tapi, dia tidak memperdulikannya dan terus melangkah keluar dari Rumah makan bulan.
Saat Xie Yan baru saja melangkah keluar Rumah makan bulan, tiba-tiba perubahan terjadi pada sekitar Xie Yan menjadi merah darah. "Paman? Apa yang terjadi?" Ucap Yue yang masih dalam pelukan Xie Yan saat melihat warna merah disekitarnya.
"Hmm, Ini Bukankah...Domain?" Gumam Xie Yan. Dia belum pernah melawan orang yang menggunakan Domain lagi.
Tapi, Domain yang Xie Yan rasakan sedikit berbeda. "Domain ini seperti menyerap darahku." Batin Xie Yan mengedarkan Qi miliknya melindungi Yue.
Domain yang dia lihat penuh dengan lautan darah dan dipenuhi awan merah disekitar.
"Apa yang kau inginkan menahanku didalam Domain milikmu?" Kata Xie Yan masih dalam keadaan tenang.
"Kekekeke...Seperti yang diharapkan kau pastilah bukan orang biasa karena masih bisa tenang dalam keadaan sekarang." Kata Suara itu kemudian muncul di dalam domain dengan pakaian jubah hitamnya.
"Ternyata itu kau." Kata Xie Yan tentu saja dia tahu bahwa orang yang dihadapannya adalah salah satu penawar Batu hitam yang adalah Telur Phoenix.
Orang itu kemudian melepaskan semua jubahnya dan tersenyum kepada Xie Yan. "Kau dari Kelompok Tengkorak darah?" Ucap Xie Yan saat melihat Tato Tengkorak darah dilengannya.
"Begitu ya, apakah kau menginginkan hartaku setelah melihat aku mengeluarkan Senjata tingkat Legenda?" Ucap Xie Yan mengerti setelah tahu bahwa orang didepannya adalah Kelompok Tengkorak darah.
Walaupun Xie Yan mengetahui bahwa orang yang didepannya adalah Kelompok Tengkorak darah, Dia masih dalam keadaan tenang dan tentu saja tahu orang yang dihadapannya sekarang berada di Ranah Dewa Emas tingkat rendah yang sama dengan kekuatannya.
Pria itu tersenyum, "Kekekeke...Itu salah satunya tapi, yang aku inginkan tentu saja Telur yang baru saja kau menangkan." Ucapnya.
Perubahan terjadi pada wajah Xie Yan karena pria yang dihadapannya tahu bahwa itu adalah telur dan bukan batu. "Apakah dia tahu itu adalah telur Phoenix?" Batin Xie Yan bertanya-tanya.
"Melihat dari wajahmu, sepertinya kau juga tahu bahwa itu bukan batu yang mana sebenarnya adalah Telur." Kata Pria dari Tengkorak Darah saat memperhatikan reaksi Xie Yan.
"Jadi, Apakah kau tahu telur apa ini?" Tanya Xie Yan untuk memastikannya.
"Kekekeke, Itu tidak penting telur apa tapi, aku merasakan kehidupan yang kuat dan mungkin itu bayi dari binatang yang mengerikan." Balas Pria itu.
Xie Yan mengagguk, tidak mungkin orang yang dihadapannya juga mengetahui bahwa itu adalah Telur Phoenix jika bukan karena System memberitahunya. "Hah, aku tidak peduli apa yang kau inginkan. Kebetulan sekali aku juga ingin mencari keberadaan Kelompok Tengkorak Darah dan melihat dari kekuatanmu kau pasti bukanlah Anggota biasa." Ujar Xie Yan lalu mengeluarkan Pedang hitam miliknya.
__ADS_1
"Huh? Kekekeke, apakah kau ingin melawan di dalam Domainku? Sayang sekali dengan Domain Darah milikku, akulah dewa disini." Katanya.
Slash!
Xie Yan yang masih diam ditempat mengayunkan dan melepaskan Qi miliknya saat Pria itu baru saja berbicara. Qi milik Xie Yan melesat mengarah ke kepala Pria itu.
Pria itu cukup terkejut serangan cepat yang dilakukan Xie Yan. Dia dapat merasakan Qi melesat tepat diwajahnya langsung menghindar dengan meniringkan kepalanya.
Wush!
Setelah sayatan Qi milik Xie Yan melewati pria itu, sebuah goresan terbuka dan menjatuhkan darah di daerah pipi kiri dari pria anggota kelompok darah itu.
Pria itu kemudian mengelap darah di pipinya, "Jika aku tidak dapat menghindari serangan barusan mungkin saja aku bisa mati." Gumam Sosok itu lalu menatap Xie Yan. Dia tidak menyangka Xie Yan melepaskan serangan saat menggendong seseorang.
"Oh...Kau dapat menghindari seranganku barusan. Kelompok Tengkorak darah sepertinya memiliki keterampilan yang baik!" Kata Xie Yan memuji.
Sosok yang menjadi lawan Xie Yan merubah Ekspresinya lebih serius saat tahu bahwa lawannya memiliki keterampilan yang hebat. "Diumur yang begitu muda dia kekuatannya sama dengan ku." Batin Pria itu. Jika dia membuat kesalahan maka kematian yang akan datang.
"Kau cukup hebat tapi, sekarang kau berada di dalam Wilayahku! Kau tidak akan bisa keluar dan terimalah kematianmu." Kata Pria itu.
"Telapak Lautan Darah!"
Dihadapan serangan kelompok tengkorak darah, Xie Yan menatap serangan itu dengan tatapan datar. "Kau dan Aku memang di Ranah yang sama tapi perbedaan kita terlalu jauh!" Ucap Xie Yan mengembalikan pedangnya, dia ingin menggunakan teknik penghancur melawan pria dari tengkorak darah itu.
"Teknik Penghancur Semesta, Jari Pertama : Menghancurkan Gunung dan Sungai."
Dia mengarahkan teknik itu ke arah teknik telapak tangan pria itu.
BOOMM!
Jari dan Telapak tangan saling beradu hingga membuat guncangan disekitar Domain. Beruntung mereka berada di dalam Domain jika tidak, pertarungan antara Ranah Emas mungkin menghancurkan sebagian kota akibat dampak dari kedua teknik.
Setelah kedua teknik itu beradu, Pria itu tidak tinggal diam lalu mengangat kedua tangannya.
"Pusaran Lautan Darah" Seketika Pusaran besar dari Luatan Domain milik Pria itu.
__ADS_1
Xie Yan dapat merasakan Pusaran besar itu mencoba menghisapnya dengan kuat. "Teknik yang kuat." Gumam Xie Yan lalu melepaskan Teknik lain.
"Teknik Penghancur, Jari Kedua : Menghancurkan Bumi!"
"Jari Ketiga : Memecahkan Langit!"
Kedua teknik langsung dilepaskan Xie Yan bersama mengarah ke Pusaran itu.
BOOMM! BOOMM!
Kedua Teknik Xie Yan membuat semua Lautan darah di Domain menghilang akibat ledakan teknik dari penghancur Xie Yan.
"Huh! Sial, dia menghancurkan Lautan darah di dalam Domainku!" Ucap Pria itu.
"Tch...Teknikmu bahkan tidak membuatku bersemangat. Sepertinya Yue ku sudah tertidur, jadi lebih baik ku akhiri sekarang." Kata Xie Yan melihat ke Yue yang sudah tertidur setelah dia melapisinya dengan Qi miliknya agar tidak terganggu oleh pertarungan.
"Domainmu memang hebat tapi, akan kubuat kau merasakan kedinginan yang tidak akan berakhir!" Ucap Xie Yan mengangkat tangannya lalu menjentikkan Jarinya.
KREK! BAM!
"Ugh"
Domain yang tadinya yang dipenuhi awan darah maupun Lautan darah kini berubah total menjadi Wilayah Es yang sangat dingin.
"A-Apaan ini? B-Bagaimana mungkin Domainku hancur!" Ucap Pria itu bertekuk lutut dengan keadaan terluka akibat hancurnya Domain miliknya.
"S-Sial, D-Domainmu lebih kuat dari Domainku?" Kata Pria itu menatap Xie Yan penuh dengan ngeri, Dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Tentunya dia tahu untuk seseorang keluar dari Domain harus memiliki Domain yang lebih kuat dari lawan atau Kekuatan Penghancur yang besar untuk menghancurkan Domain lawan.
"Tentu saja," Jawab Xie Yan dengan santai dengan menatap Pria itu dengan hina.
......
......__________________________......
LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5
__ADS_1