
Nama Kota yang sedang Xie Yan pijak adalah Kota Yerb. Dia mengetahui bahawa Nie Gong ternyata adalah Patriak Klan Nie di Kota Yerb ini.
Sekarang Xie Yan menuju kediaman Klan Nie setelah Nie Gong menawarinya untuk tinggal kediaman miliknya dan bukan hanya itu saja, karena Nie Liani sangat dekat dengan Xie Yan sehingga tidak ingin berpisah dengan Xie Yan.
Mereka berempat akhirnya sampai kediaman Klan Nie yang luas namun tampilan bangunannya cukup sederhana.
"Patriak, Tuan Muda, Nona kecil Akhirnya kalian tiba!" Kata Pelayan Klan Nie tergesa gesa saat mendengar kedatangan mereka.
"Ada apa?" Tanya Nie Gong.
"I-Itu...Tabib mengatakan Energi Kehidupan Nyonya semakin tipis, jika tidak memberikan obatnya maka Nyonya bisa tidak terselamatkan lagi." Kata Pelayan itu menjelaskan.
"Apa!" Nie Cheng langsung bergegas berlari melihat keadaan Istrinya.
"Ibuu..Apakah Ibu akan baik baik saja?" Ucap Nie Liani sambil memegang erat tangan Xie Yan.
Merasakan gemgaman Gadis itu yang khawatir, Xie Yan mensejajarkan tingginya dengan gadis kecil itu, "Tenang saja...Bukankah Kakek dan Ayahmu sudah memiliki Penawarnya?" Kata Xie Yan mengelus kepala Gadis kecil itu.
Gadis itu kembali tenang setelah Xie Yan mengingatkan. "Tetua...Apa aku bisa ikut melihat?" dia penasaran dan ingin melihat keadaan Ibu Nie Liani. Walaupun dia tidak ahli Tabib tapi dia bisa melahap racun yang ada didalam tubuh jika diperlukan. Lagipula Xie Yan memiliki ketahanan Racun karena tubuhnya sudah menyatu dengan salah satu racun terkuat.
Nie Gong mengangguk, lalu Mereka menuju ke Ruangan dimana Ibunya dirawat.
Setelah mereka masuk, didalam ruangan terdapat, Tabib, Nie Cheng, Nie Gong, Nie Liani, Xie Yan dan beberapa pelayan membantu menjaga. Dia melihat Wanita yang sama persis wajahnya dengan Nie Liani tapi keadaan Wanita itu tampak seperti orang tertidur tapi Energi Kehidupannya memang semakin menipis.
"System, Apakah Wanita itu terkena Racun Ular Putih?" Tanya Xie Yan penasaran.
"Ding!~ Tidak Tuan. Wanita itu terkena Jamur Petir yang mengandung Racun. Racun itu mengandung Petir sehingga melumpuhkan setiap fungsi ditubuh seperti dalam keadaan mati. Semakin lama Racun didalam tubuh seseorang maka akan menyerap kehidupan."
"Apa..? Bukankah jika mereka memasukkan Empedu Ular itu akan membuat Wanita itu terkena dua Racun?" Gumam Xie Yan.
Saat Tabib itu sudah mengemgam Empedu Ular Putih dan mencoba memasukkan cairan Empedu kedalam mulut Wanita itu, Xie Yan langsung menghentikannya. "Tunggu!" Katanya.
Semua Orang didalam ruangan itu langsung menatap Xie Yan dengan bingung, "Bocah! Apa yang kau inginkan?! Sudah tidak ada Waktu lagi." Kata Tabib itu terlihat kesal.
"Kakak Yan..?" Nie Liani juga mempertanyakan mengapa Xie Yan menghentikannya. Begitu juga Nie Cheng dan Nie Gong.
"Siapa yang mengatakan bahwa dia terkena Racun Ular Putih..?" Tanya Xie Yan.
"Tentu saja Tabib itu Nak Yan...Apa ada yang salah?" Balas Nie Gong.
Xie Yan mengangguk, "Wanita itu tidak terkena Ular Beracun!" Kata Xie Yan terus terang.
"Sialan kau bocah! Apa kau berpikir aku seorang Tabib akan salah mengidentifikasi Racun!" Kata Tabib itu marah kepada Xie Yan.
"I-Itu benar Nak Yan, Dia adalah Tabib yang memiliki reputasi yang baik." Ujar Nie Gong.
"Bagaimana kalau...Tabib itu sebenarnya menipu kalian dan mencoba membunuh Wanita itu?" Kata Xie Yan.
Wajah Tabib itu mulai berubah, tapi hanya Xie Yan melihat perubahan wajahnya yang hanya dalam persekian detik.
Xie Yan langsung berpindah kebelakang Tabib itu dan memukul Lehernya sehingga membuatnya pingsan. "N-Nak Yan...Apa yang kamu lakukan?" Tanya Nie Gong.
"Tahan dia sementara! Biarkan aku yang mengurus Racun didalam Wanita ini." Perintah Xie Yan lalu mengsayat sedikit lengan Wanita itu.
Dia kemudian mengolah Pelahapnya untuk menyerap Racun Petir didalam tubuh Wanita itu.
Beberapa menit kemudian, Xie Yan berhasil menyerap sepenuhnya Racun milik Wanita itu. Karena Racun itu mengadung Petir sehingga membuat Elemen Petir Xie Yan sedikit tumbuh.
Tidak lama kemudian, Alis Wanita itu mulai bergerak gerak dan Jari-Jarinya mulai ikut bergerak, Dia mulai membuka matanya.
"Ibuuu..." Nie Liani langsung mendekat memeluk Ibunya yang masih terbaring sedikit lemah.
"Sayang...Syukurlah kamu sudah sadar!" Kata Nie Cheng.
Wanita itu masih diam, lalu dia mendudukkan dirinya di Kasurnya dan menatap Xie Yan. "Tuan, Terimakasih telah menyelamatkanku..." Kata Wanita itu kepada Xie Yan.
Baik itu Nie Cheng dan Nie Gong cukup terkejut bagaimana Istri/Menantunya tahu bahwa Xie Yan yang mengobatinya. "Dia memang dalam keadaan koma tapi dia dapat mendengar pembicaraan kita." Jelas Xie Yan.
Mereka semua menatap Wanita itu dan dibalas dengan anggukan yang menyatakan setuju dengan perkataan Xie Yan barusan.
Lalu Wanita itu melihat Tabib yang masih dalam keadaan pingsan setelah dipukul oleh Xie Yan, "Dia mencoba membunuhku!" Katanya menunjuk Tabib itu.
__ADS_1
"Apa! B-Bagaimana itu mungkin?" Kata Nie Cheng dan Nie Zhong bersamaan.
"Iya, Apa yang dikatakan oleh Tuan Yan benar. Dia memang mencoba membunuhku tapi dia juga hanyalah suruhan seseorang..." Kata Wanita itu menghentikan kata katanya lalu menatap Suaminya.
"Siapa orangnya?" Tanya Nie Cheng dan Nie Gong sangat penasaran.
"Itu...Itu adalah Saudara Kedua!" Ucap Wanita itu.
"T-Tidak mungkin! B-Bagaimana bisa Saudara kedua melakukan hal jahat seperti ini!" Nie Cheng tidak bisa mempercayainya.
"P-Paman? Kenapa dia ingin melukai Ibu?" Ujar Gadis Kecil itu yang masih memeluk Ibunya.
Saudara kedua yang dimaksud adalah Anak Kedua dari Nie Gong yaitu Adiknya Nie Cheng.
Nie Gong masih diam ditempat. sama dengan Nie Cheng, dia juga tidak bisa mempercayainya. Lalu dia menoleh dan mendekat ke Tabib yang dalam keadaan Pingsan dengan Wajah Penuh amarah.
Plak! Plak!
Nie Gong menampar Tabib itu dengan keras sehingga membuatnya kembali sadar. "P-Patriak Nie...?" Ucapnya saat yang dia lihat pertama kali adalah Nie Gong.
Dia kemudian menoleh ke Xie Yan, "Patriak Nie! Bunuh Bocah itu, dia tidak ingin menyelamatkan menan..." Tabib itu berteriak lalu melihat seorang Wanita.
Tabib itu terdiam, "B-Bagaimana mungkin Wanita itu kembali sadar!?" Gumamnya yang awalnya dia tidak menyadarinya.
Plak!
Nie Gong menampar Tabib itu hingga terlempar, "Patriak Nie! Kenapa kau memukulku!" Katanya berteriak sambil meyentuh pipinya.
"Diam! Apakah benar kau mencoba membunuh Menantuku atas suruhan Nie Lay?" Kata Nie Gong kepada Tabib itu.
Deg!
Jantung Tabib itu berdetak semakin cepat. Dia menatap Xie Yan lagi. "Tidak Mungkin! Patriak Nie, kau pasti ditipu oleh Bocah itu!" Katanya mencoba melemparkan tuduhan ke Xie Yan.
Xie Yan hanya menyeringai sambil tersenyum melihat kegigihan Tabib itu yang mencoba melemparkan kesalahannya.
BAM!
"Cought...Cought...K-Kalian sudah ditipu oleh bocah itu...!" Katanya bersikeras.
"Hentikan...bukankah kalian lebih baik membaca jiwanya saja..?" Ucap Xie Yan.
Tabib itu langsung ketakutan saat Xie Yan mengatakan itu sebab Jika Kultivator yang melakukan Pembacaan Jiwa tidak ahli atau melakukan kesalahan maka Jiwa yang dibaca akan rusak selamanya.
"Jadi siapa disini yang memiliki keterampilan baik dalam Pembacaan Jiwa?" Tanya Xie Yan kepada Nie Cheng dan Nie Gong.
"..."
Mereka berdua diam yang menandakan tidak ahli dalam pembacaan Jiwa. "Baiklah bagaimana kalau aku saja? Walaupun aku tidak ahli tapi bukankah tidak masalah membuatnya menjadi gila?" Ucap Xie Yan menakuti Tabib itu. Sebenarnya Xie Yan bisa melakukannya tanpa melukai Jiwa seseorang.
Dan benar saja, Tabib itu mulai bergetar ketakutan saat Xie Yan berkata seperti itu. "Benar, Lagipula dia adalah orang yang mencoba membunuh Istriku.." Kata Nie Cheng setuju dengan perkataan Xie Yan barusan.
Nie Gong juga mengagguk setuju dari pada dia terus memukul Tabib ini dan masih tidak mengakuinya. "Hehehe...Kalau begitu mari kita lakukan..." Kata Xie Yan tertawa seperti Iblis dan mulai mendekati Tabib itu yang masih terduduk.
Wajah Tabib itu mulai pucat melihat Tawa Iblis Xie Yan, "Baik...Baik...Aku mengaku! Tolong jangan membaca Jiwaku!" Kata Tabib itu meminta pengampunan.
"Heee...Tidak seru! Tapi bukankah kau mencoba membunuh seseorang jadi Rasakanlah!" Kata Xie Yan lalu menyentuh kepala Tabib itu.
"Tidaaakk.." Tabib itu berteriak
Seketika Xie Yan melihat ingatan ingatan Tabib itu dan Xie Yan memilih Ingatan yang hanya berhubungan dengan Keluarga Nie.
Beberapa menit membaca Ingatan Tabib itu, Xie Yan melepaskan tangannya dari kepala Tabib itu.
Tabib itu tergeletak dengan air liur keluar dari mulutnya, sekarang Tabib itu sudah menjadi gila. Xie Yan tentu saja dengan sengaja merusak Jiwa Tabib tersebut.
Dia lalu menatap Nie Gong, Xie Yan kemudian menjelaskan tentang Tujuan Nie Lay meracuni Wanita itu dan menyewa Tabib untuk menyarankan mencari Empedu Ular Putih di hutan yang dipenuhi binatang buas Agar Nie Cheng dan Nie Gong mati didalam hutan dimakan oleh binatang buas. Tujuan dari semua itu agar Nie Lay menjadi Patriak Klan Nie.
Setelah menjelaskan hal itu, Wajah Nie Gong dan Nie Cheng tampak muram. Dia tentu mempercayai perkataan Xie Yan dan tidak mungkin juga bagi Xie Yan berbohong dengan Kekuatannya.
"Nie Lay keparat! Dia bahkan mencoba membunuh Ayahnya sendiri...!?" Kata Nie Gong lalu memerintahkan seseorang untuk menangkap Nie Lay.
__ADS_1
......
......_______________________......
Tingkat Kultivasi:
Pembentukan Tubuh (1-9)
Pembentukan Inti (1-9)
Penyempurnaan Qi (1-9)
Penyempurnaan Roh (1-9)
Jalan Surgawi (1-9)
Raja Surgawi (1-9)
Kaisar Surgawi (1-9)
Nirwana (1-9)
Mahayana (1-9)
Half Saint
- Rendah
- Menengah
- Puncak
Immortal:
- Saint (1-9)
- Dao (1-9)
- Monarch (1-9)
- Venerable (1-9)
- Immortal (1-9)
- Half God (Rendah - Menengah - Puncak)
God :
Dewa Awal :
(Rendah - Menengah - Puncak)
- Dewa Bumi
- Dewa Laut
- Dewa Langit
- Dewa Nirwana
- Dewa Perak
- Dewa Emas
- Dewa Giok
......______________________......
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
__ADS_1
:)