
Semua Penonton juga sangat terkejut, mereka tidak pernah melihat kejadian yang terjadi di mana semua Budak prajurit keluar.
Mereka semua bertanya tanya apa yang sedang terjadi terutama dimana semua budak petarung colosseum tersebut mengelilingi Xie Yan.
"Hahahaha." Tawa penuh kebahagiaan pun terdengar di colosseum tersebut.
Semua mata tertuju kepada pria gemuk yang tampak seperti babi, dia adalah Jin Chul.
Xie Yan menyipitkan matanya saat pelihat babi gemuk itu lagi, tentu saja dia mengingat-nya terutama kejadian yang terjadi di resaturan dimana babi gemuk itu mencoba membeli kekasihnya yang saat itu dalam bentuk Rubah.
"Apakah kau masih mengingat-ku?" Kata Jin Chul jelas ucapan-nya itu kepada Xie Yan. "Aku sudah berjanji akan membalas perlakuan yang kau buat kepada-ku seribukali lebih menyakitkan!" Katanya dengan penuh amarah.
Dia kemudian melihat seluruh budak petarung colosseum yang diperkirakan kurang lebih seribu orang.
"Kalian bertanya tanya kan mengapa kalian semua dikeluarkan?" Jin Chul kemudian menunjuk Xie Yan, "Aku ingin kalian semua membunuh Pria itu dengan tragis dan bagi siapa pun yang berhasil akan mendapatkan kebebasan dan hadiah tambahan dari aku Tuan Muda Jin." Teriak-nya kepada semua budak petarung tersebut.
Mendengar apa yang dikatakan Jin Chul, Semua para budak petarung Colosseum tampak kegirangan.
Tentu saja mereka semua sangat ingin bebas sebagai budak petarung colosseum tersebut dan menikmati dunia luar dari pada menjadi anjing yang harus menurut.
Mata mereka semua menatap Xie Yan dengan penuh membara dan niat membunuh. Sedangkan Jin Chul yang melihat dari atas sangat penuh dengan tertawa gembira.
Dia penasaran apa yang akan terjadi pada tubuh Xie Yan jika melawan seribu orang lebih, Jin Chul sangat yakin tubuh Xie Yan akan tercabik cabik.
Disisi lain tempat para penonton,
Muli tampak kesal melihat tindakan dari Jin Chul yang sangat bernafsu untuk membunuh Xie Yan.
"Bajingan itu! Dia mencoba tidak melepaskan-nya sama sekali!" Muli sangat geram dan ingin sekali menghancurkan kepala Jin Chul.
"Guru, mengapa ini bisa terjadi? Sepertinya Tuan muda Jin itu sangat terobsesi untuk membunuhnya." Kata Nie Liani yang masih belum memberitahu Muli bahwa Xie Yan adalah Kakak-nya.
Masih mencoba menahan diri, Muli dengan tenang menjelaskan mengapa Jin Chul mencoba membunuh Xie Yan kepada Nie Liani.
Tidak sedikit pun terkejut yang terlihat dari Wajah Nie Liani, "Sepertinya kemanapun Kakak Xie berada akan selalu saja ada yang mencoba mencari masalah." Batin Nie Liani.
Dia kemudian melihat budak budak yang mengelilingi Xie Yan, "Hah...Sepertinya tidak ada yang akan selamat. Aku sungguh kasihan kepada mereka semua yang sudah tergiur dengan hadiah pemberian Tuan Muda Jin itu." Gumam Nie Liani.
"Aku harus bertindak! Ini sudah keterlaluan!" Muli mencoba turun, Namun Nie Liani dengan sigap menahan gurunya tersebut.
"Jangan gegabah guru, Sebaiknya kita perhatikan saja dari sini." Kata Nie Liani. "Jika Identitasmu sebagai Leluhur Klan Zun ketahuan membantu seseorang saat di Colosseum itu akan membuat Klan Zun terkena masalah." Ujarnya lagi.
"Lagipula, Sepertinya pemuda yang guru kenal sama sekali tidak gentar sedikit pun walau sudah dikepung." Ucap Nie Liani.
Sekarang Nie Liani terlihat lebih dewasa dari pada Gurunya sendiri.
Zun Muli kembali duduk dengan tenang sambil menarik nafas panjang. "Hah~ Kamu memang benar." Dia kemudian menatap Nie Liani. "Aku tidak pernah melihat mu seperti ini, sepertinya kamu sangat percaya pemuda itu tidak akam mati." Kata Zun Muli.
Nie Liani hanya tertawa kecil mendengar perkataam gurunya tersebut.
"Tapi kamu memang benar, dia sama sekali tidak ketakutan walau sudah dikelilingi oleh seribu budak petarung yang siap membunuh-nya." Kata Zun Muli membenarkan ucapan Muridnya tersebut dan berpikir Xie Yan memiliki kartu truf yang dapat meloloskan-nya dari kematian.
__ADS_1
"Tentu saja Kakak tidak mungkin akan kalah dengan para keroco itu, malah aku penasaran bagaimana kematian dari semua Budak petarung itu." Batin Nie Liani.
Kembali ke Arena Colosseum,
Tidak ada sedikit pun kegentaran di hati Xie Yan saat dikelilingi oleh Budak petarung Colosseum tersebut.
Xie Yan hanya tersenyum kecil lalu dia melihat ketempat dimana Jin Chul sedang memperhatikan-nya.
"Babi Gemuk! Bersiaplah, Giliran-mu akan datang!" Xie Yan mengirim kan Transmisi suara kepada Jin Chul dengan Niat membunuh.
"Hiikk~" Jin Chul terjatuh ketakutan saat mendapati transmisi suara dari Xie Yan yang mengandung Niat membunuh yang mengerikan.
Merasakan Niat membunuh Xie Yan, Jin Chul hampir saja mengeluarkan air kecil dan tubuhnya dipenuhi keringat dingin.
"T-Tuan Muda, apa yang terjadi?" Manager Colosseum bingung apa yang terjadi pada Jin Chul dan mencoba membantu-nya berdiri.
"K-Kalian Semua! Cepat Bunuh Diaa!" Jin Chul langsung berteriak kepada semua budak petarung colosseum tersebut.
Semua budak petarung colosseum tersebut berteriak dan mulai mengeluarkan energi bersiap menyerang Xie Yan tanpa ampun.
Orang-orang melihat Xie Yan sekarang seperti mangsa yang siap di terkam, namun sebenarnya malah akan sebaliknya.
"Yah, sampah seperti kalian memang tidak perlu hidup juga." Gumam Xie Yan kemudian mengalirkan Energi kehampaan miliknya yang tak dapat dilihat seorang pun.
Xie Yan kemudian sedikit menunduk lalu mengayunkan tangan kanan-nya secara horizontal tepat pada arah depan-nya.
Slash~ Dalam sekali ayunan, Semua orang yang tepat berada di depan Xie Yan, tubuh mereka langsung terbelah menjadi dua.
Karena serangan Xie Yan yang sangat cepat, mereka semua sama sekali tidak merasakan sakit dan hanya ada kematian instan.
Mereka semua terdiam dan tidak dapat mempercayai bahwa seratus orang lebih mati dalam sekali tebasan.
Bukan cuma mereka saja, bahkan para penonton yang masih menyaksikan pertarungan tersebut hanya bisa mengaga tidak percaya.
Zun Muli juga tidak berbeda jauh dengan reaksi yang lain, karena lawan yang dihadapi Xie Yan hampir sama tingkat kekuatan-nya dengan Siluman yang sebelum-nya dibunuh oleh Xie Yan.
Nie Liani yang tentu percaya bahwa Xie Yan tidak mungkin akan kalah dengan budak tersebut masih cukup kaget dengan kekuatan Kakak-nya tersebut.
"S-Serangan Kakak, aku sama sekali tidak dapat melihat-nya." Batin Nie Liani.
"A-Apa-apaan itu!? B-Bagaimana bisa mereka semua langsung terbunuh dengan cepat!" Teriakan Jin Chul yang penuh kepanikan terdengar sangat jelas di Area Colosseum.
"Bodoh! Cepat bunuh dia sebelum menyerang!" Teriaknya lagi kepada seluruh Budak tersebut.
[Mc : Xie Yan
Istri Mc:
Chu Nan Yu (Ras Iblis)
__ADS_1
Ruo Lou (Ras Manusia)
Jia Li (Ras Manusia)
An Chyou (Ras Rubah Surgawi)
Anak Mc :
Xie Jianheeng (Chu Nan Yu)
Xie Lian Mei (Chu Nan Yu)
Ruo Ro (Anak angkat dari Ruo Lou)
Xie Yanming (Ruo Lou)
Xie Yue (Anak Angkat)
Orang Tua Mc: Xie Ru Feng (Ayah), Su Lan (Ibu Kandung), Yang Xi (Ibu Kedua).
Saudara/i Mc :
Xie Fan (Kakak Kandung Xie Yan), Qin Qi Istrinya.
Xie Ruo (Adik Perempuan dari Ibu Yang Xi).
Chu Fenghua (Saudara dari Chu Nan Yu).
Nie Liani (Adik Angkat Xie Yan).
Keponakan:
Xie Hien (Anak dari Xie Fan dan Qin Qi)
______
Su Mai (Saudari Su Lan, Ibu Xie Yan)
Keluarga Rou:
Ruo Fui (Ayah mertuanya)
Fei Nai (Ibu mertuanya)
Ruo Leng (Kakak Ruo Lou yang juga memiliki anak kembar, Ruo Mun dan Ruo Min)
Anak Buah:
Mo Gui
__ADS_1
Heise ]
[Bersambung]