
Setelah Xie Yan, Kekasihnya dan anak-anaknya menghabiskan waktunya di Kota Hea, Mereka semua dimintai Xie Yan langsung kembali ke Dunia Jiwa.
Xie Yan juga sudah tahu bahwa anak-anaknya hampir di bawa oleh Klan Shui sebelum akhirnya dibunuh oleh Mo Gui dan karena itu juga Xie Yan ingin mereka semua kembali ke Dunia Jiwa.
Xie Yan sudah meninggalkan kota Hea beberapa jam yang lalu dan sekarang dia terus melaju di hutan menuju kota selanjutnya.
Masih di hutan, Xie Yan menghentikan lajunya dan berbalik ke belakang-nya. "Keluar-lah, Sampai kapan kamu akan terus mengikuti-ku." Ucap Xie Yan di tengah hutan yang sepi.
"Hahaha...aku tidak menyangka kamu tetap menemukan keberadaan-ku walau aku sudah menghilangkan kehadiran ku." Seorang Pria keluar dari persembunyiaan-nya dibalik pohon.
Xie Yan mengerutkan alisnya. dia mengenali pria tersebut, orang yang sempat berbicara dengan-nya di rumah makan.
"Mengapa kamu terus mengikuti-ku?" Tanya Xie Yan sangat curiga.
Xie Yan tahu pria dihadapan-nya seorang pria dengan umur ribuan tahun yang sedang menyembunyikan aura-nya yang berada di Prajurit Dewa Tinggi*3 sayangnya, dimata Xie Yan semua-nya jelas terlihat.
Berbeda dengan Xie Yan yang hanya menekan ranah-nya menjadi Dewa sejati rendah*1.
Xie Yan terus menatap pria tersebut, dia akan langsung menyerang-nya jika pria itu memang musuh-nya.
Pria itu mengangkat tangan-nya sambil tertawa kecil, "Tenang-lah...Seperti-nya kamu salah paham, aku memang mengikuti mu karena tujuan kita sama." Ujar Pria tersebut berjalan pelan ke arah Xie Yan.
Xie Yan masih berhati-hati walau dia sudah mengatakan hal itu, Dia tentu-nya tidak mengetahui nama kota tujuan selanjutnya.
"Kamu seperti-nya masih tetap curiga, yah itu sudah pasti karena orang asing mengikuti-mu." Katanya, "Perkenalkan nama-ku Muli." Pria itu memperkenalkan dirinya.
"Hmm, Aku Yan Xie" Balas Xie Yan sengaja membalik-kan namanya. Dia memang tidak merasakan permusuhan dari Pria bernama Muli tersebut tapi dia tetap saja harus berhati-hati dengan orang asing.
"Yan Xie...?" Muli bergumam, dia merasa pernah mendengar nama yang hampir sama namun dia sama sekali tidak mengingat-nya.
"Tapi tetap saja aku tidak menyangka kamu berani menuju Kota Jin setelah mempermalukan anak penguasa Kota Jin." Ucap Muli.
"Oh, jadi kota yang ingin kudatangi adalah Kota Jin." Batin Xie Yan. "Lalu kenapa? Dia hanyalah anak penguasa kota." Jawab Xie Yan.
Muli tersenyum kecut, "Sepertinya kamu memiliki latar belakang yang kuat." Ucap Muli pelan. Melihat Xie Yan yang cukup muda di ranah Dewa sejati, Muli merasa Xie Yan memang-lah memliki identitas yang tidak biasa.
"Latar belakang?" Xie Yan bergumam kecil, dia ingin sekali tertawa mendengar itu karena di Benua Tianmu ini dia sama sekali tidak mengetahui apa-apa.
__ADS_1
"jadi mengapa kamu juga ke Kota Jin?" Tanya Xie Yan penasaran.
"Hahahaha...Tentu saja aku ingin mendapatkan banyak uang disana." Muli berkata.
"Uang?" Xie Yan dibuat bingung lagi. "Apakah kamu disana ingin mencuri?"
Muli terdiam mendengar reaksi Xie Yan, dia kemudian mengingat kembali bahwa Xie Yan sama sekali tidak mengetahui identitas anak penguasa Kota Jin.
"Apakah kamu bukan berasal dari Benua Tianmu?" Tanya Muli.
"Tentu saja aku dari Benua Tianmu, tapi guru-ku selalu menyuruhku untuk berlatih tertutup dan baru saja membiarkan aku untuk berkeliling." Kata Xie Yan berbohong, dia ingin Pria dihadapan-nya berpikir kalau dirinya memiliki latar belakang yang kuat.
"Ah, begitu ya...Pantas saja kamu tidak mengetahui apapun." Jawab Muli sama sekali tidak curiga dan bahkan semakin yakin kalau Xie Yan memang berasal dari Klan kuat.
"Jadi mengapa kamu mengatakan ingin mendapatkan banyak uang di Kota Jin?" Tanya Xie Yan lagi.
"Benar, di Kota Jin memiliki arena yang sangat besar (anggap saja seperti Colosseum) yang dikelola oleh Pavilliun angin bersama dengan Penguasa kota Jin dan di arena tersebut akan selalu ada petarungan melawan binatang buas, budak, atau bahkan kita bisa memilih lawan kita dengan penonton." Muli menjelaskan.
"Nah, karena adanya petarungan itu semua orang akan berbondong-bondong melakukan taruhan besar." Jelasnya lagi.
"Sepertinya kamu sangat tertarik..." Kata Muli.
Xie Yan mengagguk, "Benar. Aku tidak menyangka akan ada sebuah arena besar di Kota Jin." Ujarnya.
"Karena itu aku sangat kagum dengan keberanian-mu masih berani ke Kota Jin." Muli berkata.
Xie Yan tidak membalas-nya lagi, "Jika memang kamu ingin ke Kota Jin, sebaiknya kita bergerak sekarang." Pinta Xie Yan.
Muli mengangguk, dia dan Xie Yan akhirnya kembali melesat menuju Kota Jin.
"Oh iya, dimana Wanita yang bersama-mu saat di rumah makan itu?" Sambil melesat, Muli melayangkan pertanyaan.
Dia sangat penasaran kemana perginya Wanita cantik yang bersama Xie Yan. Walaupun Wanita itu menutupi dirinya dengan cadar-nya, Muli jelas mengetahui kalau Wanita yang bersama-nya itu sangatlah cantik.
"Mereka? Tentu saja aku menyuruh-nya kembali, Lagipula tujuan kami di Kota Hea hanyalah berlibur." Balas Xie Yan.
"Begitu ya..." Muli mengagguk.
__ADS_1
Xie Yan dan Muli terus melanjutkan perjalanan-nya ke Kota Jin.
...
Beberapa Jam kemudian, Xie Yan dan Muli akhirnya sampai didepan Kota Jin.
Untuk masuk saja, mereka harus mengantri cukup panjang.
Xie Yan sangat kagum melihat Kota Jin ini karena hanya melihat gerbang Kota-nya saja sudah sangat besar dan tentu-nya Kota Jin ini pastilah sangat luas dari pada Kota lain yang ada di Benua Tianmu.
"Apakah kamu kaget? Wajar saja Kota Jin ini sangatlah luas dan mewah terutama karena mereka memiliki Tambang batu energi." Bisik Muli.
"Tambang batu energi?" Xie Yan membelalakkan matanya. Dia tidak menyangka Kota Jin akan memiliki sebuah tambang batu energi.
"Jika begitu bukankah Kota lain juga pasti menginginkan tambang mereka?" Tanya Xie Yan.
Muli mengagguk, "Kamu benar, tapi tidak ada menyerang Kota Jin karena Tambang itu bukanlah milik Penguasa Kota Jin melainkan Pavilliun Angin." Jawab Muli.
"Apakah Pavilliun Angin begitu ditakuti oleh kota lain?" Xie Yan bertanya lagi.
"Tentu saja, Klan kuat harus berhati-hati dengan Kekuatan Pavilliun. Sampai sekarang, Pemilik Pavilliun sangat-lah misteri." Kata Muli.
"Bahkan ada rumor mengatakan kalau Lima Raja Langit lah yang membuat Pavilliun tersebut." Katanya lagi.
Xie Yan hanya bisa terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa. "Jadi kenapa Pavilliun Angin berada di Kota Jin?"
"Itu sudah pasti karena mereka menemukan Tambang di Kota Jin sehingga menetap disini. Bukan hanya di Kota Jin saja, Pavillun Angin juga membangun Kekuasaan-nya di Kota besar lainnya." Jelasnya.
"Pavilliun Angin ini sepertinya hampir menguasai Benua Tianmu..." Pikir Xie Yan.
Setelah mengantri cukup lama, Xie Yan dan Muli bisa masuk kedalam Kota Jin dengan membayar 10 Batu Energi untuk satu kepala.
......
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...
__ADS_1