
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Di Ruang bawah tanah, suasana di dalam penjara penuh dengan kehangatan. Dimana Ayah dan Ibu Ruo Leng, Ruo Fui dan Fe Nai memeluk cucu dari putri mereka yang sudah lama menghilang.
Disaat dipeluk, Ruo Ro merasakan kehangatan yang selama ini hanya Ibunya yang selalu membuat dia merasakan perasaan ini.
"Jadi Namamu adalah Ruo Ro ya? Sekarang kamu sudah tumbuh besar. Pada waktu itu Nenek hanya ingat saat kamu masih dua tahun" Ucap Fe Nai sambil mengusap ngusap pipi Ruo Ro yang hanya diam.
"Dimana Ibumu sekarang? Nenek sangat merindukannya," Tanyanya ke Ruo Ro.
"Ibu mungkin sudah menyelesaikan urusannya, sekarang mari kita keluar dulu dari sini," Balas Ruo Ro.
"Betul, Mari kita keluar dari tempat ini" Ucap Ruo Fui yang di belakang Fe Nai.
...
Di Luar tempat Klan Nie, Xie Yan terus menyeral esensi kehidupan dari Klan Nie yang menggunakan Giok Darah yang dia dapat di Kekaisaran Blue Sky pada waktu penyerangan.
"Sekarang sudah bertambah 20.000 Esensi. Aku tidak berharap anggota Klan Nie sangat lah banyak, tapi ini masih belum cukup! Aku harus mengumpulkan 80.000 Esensi lagi agar bisa memasuki dunia Iblis." Batin Xie Yan sambil melihat Giok Darahnya yang semakin memerah.
"Tuan.." Ruo Lou memanggil Xie Yan yang sedang memperhatikan Gioknya. Ruo Lou tentu tidak tahu apa yang dipegang oleh Xie Yan dan dia juga tidak tertarik dengan yang lain.
"Ada apa? Apakah semuanya sudah selesai?" Tanya Xie Yan, dibalas dengan anggukan Ruo Lou.
"Sepertinya kita sekarang menunggu Ruo Ro dan yang lainnya keluar" Ujar Xie Yan sambil melihat Ruo Lou yang tubuhnya sedikit gemetar. "Sepertinya dia sangat merindukan orangtuanya," Batin Xie Yan.
Xie Yan dan Ruo Lou terus menunggu dengan sabar, Para Kultivator yang menyaksikan pertarungan ini mulai berpergian dari tempat Klan Nie. Kaisar dan yang lainnya juga ikut kembali ke istana yang hanya bisa menyaksikan kejadian ini dengan lapang dada setelah melihat anggota Kekaisaran Zartnya di musnahkan.
"Oh, Sepertinya dia sudah kembali," Kata Xie Yan yang melihat kedatangan Ruo Ro dan yang lainnya.
__ADS_1
Ruo Lou dapat melihat anaknya bersama dengan orang yang dia rindukan, mereka adalah Keluarganya, Ayahnya, Ibunya dan Kakaknya. Dia langsung berlari ke arah Ibunya, Fe Nai dan langsung memeluknya dengan erat.
"Hiks, Ibuu...Aku sangat merindukanmu, apakah ibu baik baik saja? Apa mereka memperlakukanmu dengan buruk?" Tangis Ruo Lou sangat khawatir dengan keadaan ibunya yang sudah lama dipenjara oleh Klan Nie.
"Nak...Ibu juga sangat merindukanmu, ibu dan yanglainnya juga baik baik saja tapi hanya kita bertiga yang dibiarkan hidup oleh Klan Nie." Balas Fe Nai.
"Uhuk...Uhuk...Lou'er, apakah kamu tidak merindukan ayah?" kata Ruo Fui yang dari tadi hanya memperhatikan pertemuan ibu dan putrinya.
Ruo Leng juga mengangguk sependapat dengan ayahnya, "Benar, apakah kamu juga melupakan kakakmu ini?" Goda Ruo Leng.
Ruo Lou lalu mengalihkan perhatiannya ke ayahnya, Walaupun dia tahu ayahnya menikahkannya dengan bajingan dia masihlah ayah yang baik dan peduli ke dia.
Ruo Lou melepaskan pelukannya dan memeluk ayah dan kakaknya sambil melepaskan kerinduan mereka. Ruo Fui kemudian mengalihkan perhatian ke tempat lain, dia melihat banyak mayat berserakan. "Nak, apakamu yang melakukan ini semua?" Tanya Rou Fui.
Ruo Lou mengangguk, "Benar, Ayah. Mereka pantas mendapatkan itu semua!" Balasnya dengan tegas.
Mereka bertiga hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Ruo Lou yang sudah sangat membenci Klan Nie. "Lalu, dimana Nie Tu dan Patriak Lama Klan Nie, Nie Tu?" Tanya Ruo Fui lagi.
Ruo Lou kemudian menunjukkan kepala Nie Tu, semua orang dapat melihat kepala bergeletak di halaman Klan Nie. Ruo Ro yang ikut melihat kepala itu tentu tau dia adalah ayah kandungnya tapi dia tidak sedikitpun merasakan kesedihan walaupun darah dagingnya karena orang itulah jugalah yang menghancurkan keluarga ibunya hingga mengalami kehidupan yang pahit.
Semua orang yang berada disitu sangat terkejut bahkan Ruo Fui yang melihat ini merasakan takut setelah melihat tubuh Nie Lac.
"In-ini, siapa yang membunuhnya?" Tanya Ruo Fui ke Ruo Lou.
"Itu adalah tuan yang bersamaku" Balas Ruo Lou. Tentu Ruo Fui tau tuan yang di maksud oleh anaknya setelah mendengar cerita dari cucunya, orang yang menyelamatkan Anak dan Cucunya. Tapi dia tidak tahu bahwa tuannya memiliki kekuatan yang begitu mengerikan, bahkan aura dari Esnya masih terasa hingga membuat mereka tidak bisa mendekati tubuh Nie Lac.
Ruo Fui, Fe Nai, dan Ruo Leng melihat Xie Yan yang agak jauh dari mereka. jika mereka tidak tahu bahwa dia adalah Dermawan yang menyelamatkan Ruo Lou, mungkin mereka akan menganggap Xie Yan hanyalah pemuda bangsawan yang memiliki wajah tampan. Tapi di balik ketampanannya dia memiliki kekuatan yang tidak dapat dipercaya oleh siapapun.
Mereka kemudian berjalan mendekati Xie Yan lalu memberi salam, "Tuan Xie Yan, terimakasih karena sudah membantu Ruo Lou dan menyelamatkan kami," Kata mereka bertiga dengan hormat.
Xie Yan mengangguk, "Tidak masalah, aku hanya membantu membunuh Pak Tua yang ingin mati," Ucap Xie Yan.
Saat Xie Yan mengatakan 'Pak Tua yang ingin mati' mereka tersenyum kecut merasa kasihan dengan Patriak lama Klan Nie karena bertemu dengan Lawan yang yang bahkan dia anggap terkuat hanya seperti membunuh tikus liar.
"Hmm... karena Kediaman kalian sudah dihancurkan oleh Klan Nie, Kalian bisa mengambil alih tempat Klan Nie dan menyuruh orang untuk membersihkan Mayat mayat ini, sambil mereka membersihkannya kalian bisa ke Pavilliun Giok, Kakekku Su Jie akan menyediakan tempat." Kata Xie Yan membuat mereka sedikit terkejut karena Xie Yan mengatakan bahwa Kakeknya adalah Pemilik Pavilliun Giok yang bahkan jika Klan mereka masih ada tidak mungkin berani menyinggung Pavilliun Giok yang dipimpin oleh Su Jie.
Mereka bertiga hanya mengangguk patuh dengan perintah Xie Yan. Kemudian mereka pergi bersama diikuti oleh Ruo Lou, Ruo Ro dan Si Kembar yang ingin lebih lama bersama menghabiskan kerinduan mereka yang sudah diberikan Izin Oleh Xie Yan.
__ADS_1
Xie Yan kemudian pergi meninggalkan lokasi Klan Nie dengan sendiri, Mo Gui yang sudah kembali ke bayangan Xie Yan. Dia kembali ke penginapan yang dia sudah tinggali beberapa hari ini.
...
Baru beberapa jam setelah Bubarnya Kultivator Yang menyaksikan musnahnya Klan Nie, kini kabar Musnahnya Klan Nie sudah menyebar layaknya air yang mengalir dengan deras.
Kabar itu menjadi perbincangan di jalan jalan atau bahkan di Restauran tempat orang berkumpul salah satunya adalah Restauran tempat penginapan Xie Yan.
"Apa Kalian sudah tau musnahnya Klan Nie? Aku mendengar orang yang membantai mereka dulunya adalah Istri Patriak Klan Nie yang berasal dari Klan Ruo yang musnah oleh Klan Nie!" Kata seseorang.
"Benar, Bahkan Kaisar sendiri menyaksikan kejadian ini langsung. Tapi dia sendiri hanya bisa menyaksikan pembantaian ini tanpa mencampuri," Kata yang lain.
"Heh, Itu merupakan berita bagus, Selama ini Orang orang Klan Nie sangat lah arogan!" Kata mereka yang membenci Klan Nie.
"Aku juga melihat pemuda yang bahkan membunuh Patriak Lama yang sudah berada di Raja Surgawi tahap lima begitu lama dibunuh hanya dengan satu teknik!" Kata salah satu Kultivator yang menyaksikan pertarungan Xie Yan.
Disaat mereka sedang bercerita tentang musnahnya Klan Nie, di pinggiran restauran dekat dengan jendela, Seorang pemuda dengan tampilan anggun disampingnya ada pria baya yang penuh dengan luka di wajahnya tampak menyeramkan dan Wanita dengan cadarnya menutupi wajahnya, walaupun dia masih menggunakan cadar aura kecantikannya masih terpancar.
"Hoh, aku tak menyangka disaat kita sedang bersantai di tempat kecil ini kita mendengar berita yang menarik," Kata pemuda itu.
"Apa itu tentang Pria muda yang membunuh Raja Surgawi Tahap lima? Itu hanya Raja Surgawi Tahap lima bahkan Raja Surgawi Tahap lima di Tanah kita tidak mungkin bisa hidup!" Kata Wanita itu dengan nada meremehkan.
"Aku tau, Tapi ini hanya tempat kecil Yang Raja Surgawi mungkin sudah sangat tinggi. Tapi yang membuatku tertarik ada pemuda yang dari tempat kecil ini memiliki kekuatan yang bahkan mungkin melebihi Tahap lima dengan sumber daya terbatas." Balas Pria muda.
Wanita itu hanya diam tidak membicarakannya lebih lanjut tapi dengan wajah yang masih meremehkan Pria muda yang dibicarakan di restauran yang adalah Xie Yan Pria baya yang bersama mereka juga hanya diam tidak ikut campur sambil menikmati makanan....
.
.
.
.
.
__ADS_1