
Saat dia ingin turun dari panggung dan memberikan barang tersebut kepada Pria tua Master Penempa Kekaisaran, Suara lain datang menawar lebih tinggi.
"Aku menawar satu Senjata tingkat Suci Puncak." Kata Suara itu yang adalah Xie Yan.
"Dia lagi?!" Semua orang terkejut tapi, itu semua karena dia menawar lebih tinggi dari Master Penempa Kekaisaran.
"Dia sangat sombong untuk berani menaikkan harga dengan master penempa. Jika dia mendapatkan batu itu mungkin sangat berguna untuknya."
Penawaran Xie Yan tentu saja membuat wajah pemilik batu atau yang sebenarnya adalah telur Phoenix, tersenyum bahagia karena dia berpikir mendapatkan harta lebih berharga dari Batu hitam.
Disisi lain, Master Penempa Kekaisaran juga menoleh ke Xie Yan sambil mengelus jenggotnya yang panjang, "Dua Senjata tingkat Suci puncak" Ucap Pria tau itu menawar harga yang lebih tinggi dari Xie Yan.
"Anak muda...Bisakah kau memberiku sedikit wajah?" Ucap Master Penempa itu dengan tenang.
Xie Yan tersenyum sambil meminum segelas teh miliknya sambil menggelengkan kepala, "Pak tua, itu tidak akan berguna untukmu bahkan jika kamu adalah ahli penempa sekalipun." Kata Xie Yan bermaksud baik karena akan sia sia bagi Master penempa itu untuk membelinya.
"Tiga Senjata tingkat Suci Puncak." Xie Yan menaikkan tawaran lagi.
Tapi, perkataan Xie Yan membuat peserta lain salah mengartikan dan berpikir bahwa dia meremehkan Master Penempa Kekaisaran. "Apa...? Dia mengatakan Master Penempa tidak akan bisa melakukan sesuatu pada batu itu?"
"Bukankah dia terlalu meremehkan Master Penempa Kekaisaran?" Kata mereka.
Master Penempa Kekaisaran mengerutkan keningnya mendengar perkataan Xie Yan. Dia memilih diam dan mencoba untuk menaikkan tawaran lagi tapi,
"5 Senjata tingkat Suci Puncak!" Kata Suara datang dari arah lain.
"Itu..? Bukankah itu Tuan Muda Song?" Ucap mereka saat melihat seorang Pria dengan kipas tangan di gemgamannya dengan senyum diwajahnya.
"Mengapa Tuan Muda Song ingin mengambil Batu yang tidak tahu asal usulnya itu..?"
Mereka semua heran mengapa Tuan Muda Song menawar harga lebih tinggi dan melawan Master Penempa Kekaisaran.
"Enam Senjata tingkat Suci puncak!" Balas Master Penempa itu mulai kehabisan sabaran.
__ADS_1
"Kekeke, Sembilan Senjata tingkat Suci puncak!" Seseorang dengan jubah hitam menawar lebih tinggi lagi.
"Sial...Siapa lagi Orang itu? Aku tadi hanya melihatnya diam tapi sekarang dia menawar dengan harga fantatis."
Saat Sembilan Senjata tingkat Suci puncak terdengar, hampir tidak ada yang mencoba menawar lagi. Bahkan, Tuan Muda Song harus diam mengalah.
Sedangkan, Master Penempa itu masih terlihat ragu ragu untuk menawar lebih tinggi karena dia merasa rugi jika mengeluarkan Sepuluh Senjata tingkat Suci puncak untuk batu hitam yang hanya ingin dia uji.
Dia akhirnya memutuskan untuk menyerah hingga akhirnya suara Xie Yan terdengar lagi. "Satu Senjata tingkat Legenda rendah." Ucapnya dengan santai Tapi, membuat semua orang yang berada diruangan itu melihat ke Xie Yan
Baik itu Master Penempa Kekaisaran, Tuan Muda Song, juga Orang dengan Jubah hitam itu, dan yang terutama adalah Pria yang melelang.
Saat mendengar Xie Yan mengatakan Senjata tingkat Legenda, tubuhnya langsung bergetar dan hampir jatuh terduduk dipanggung itu. Bagaimana tidak, Senjata tingkat Legenda sangatlah jarang di Kekaisaran dan jika dia Menerima senjata itu mungkin akan menjadi target orang orang.
"Apaan Pria itu? Dia mampu mengeluarkan Senjata tingkat Legenda hanya untuk batu tidak jelas itu?" Kata Fang Ya jauh di belakang tempat Xie Yan.
Dia yang adalah Tuan Muda Klan Fang hanya bisa menonton acara lelang ini setelah tidak ada yang bisa ditawar dengan barang terbatas. Tapi, melihat Xie Yan mengeluarkan Senjata tingkat Suci dan sekarang Legenda membuatnya takut karena dia berpikir sudah menyinggung orang memiliki latar belakang mengerikan.
"Sayang, Aku takut jika dia memiliki latar belakang yang sangat mengerikan." Kata An Li yang berada di samping Fang Ya.
Walaupun Klan Fang dan Klan Li cukup besar tapi mereka bukanlah Klan terkuat di Kekaisaran Ruby ini.
Kembali ke Pelelangan, Semua orang masih dibuat diam membeku setelah Xie Yan menawarkan Senjata tingkat Legenda rendah.
"Siapa Identitas Pria itu? Aku bahkan tidak pernah melihat Dia dan Gadis Kecil itu di Kekaisaran ini." Master Penempa itu terus memperhatikan Xie Yan dan Yue.
Untuk mengeluarkan Senjata tingkat Legenda dengan mudah tentu saja mereka pasti memiliki Identitas tidak biasa. bahkan dia sebagai Master Penempa tidak selalu berhasil dalam menempa Tingkat Legenda.
"Hahaha, Pria itu sangat menarik!" Ucap Tuan Muda Song tertawa.
Sedangkan, Pria dengan jubah hitam yang tampak misterius menatap Xie Yan dengan senyum kecil tidak tahu apa maksud dari senyum itu.
Dengan tawaran Xie Yan, tentu saja tidak ada yang berani menawar harga yang lebih tinggi dan pemilik dari batu hitam itu mendatangi Xie Yan dengan Wajah penuh keringat lalu menyerahkannya kepadanya.
__ADS_1
"I-Ini Tuan," Katanya.
Xie Yan menerimanya lalu memberikan Cincin yang didalamnya terdapat Senjata tingkat Legenda.
Pria itu memeriksa Cincin itu dengan wajah tercengang karena ini adalah pertama kalinya dia melihat senjata tingkat Legenda.
Tentu saja Xie Yan memberikan Senjata tingkat Legenda melalui cincin karena banyak mata terus menatap transaksi mereka.
Setelah Pria itu pergi, Xie Yan memasukkan Telur Phoenix kedalam penyimpanan Systemnya dengan wajah bahagia.
"Paman, Kenapa kamu terlihat bahagia dengan Batu jelek itu?" Tanya Yue yang masih memakan makanan di atas meja dengan lahap.
"Hehehe...Jelek katamu? Batu jelek yang kamu bilang ini akan menjadi temanmu." Balas Xie Yan.
Yue hanya memiringkan kepalanya karena bingung dengan perkataan Xie Yan barusan. "Teman..?" Gumamnya.
Acara Lelang itu kemudian terus berlanjut dalam waktu yang lama dan Xie Yan tidak menemukan harta lain yang membuatnya tertarik hingga akhirnya acara lelang berakhir.
"Yue, Bukankah kamu sudah kenyang? Kalau begitu ayo kita kembali ke penginapan?" Ucap Xie Yan.
"Uh, P-Paman.." Yue memanggil Xie Yan dengan susah payah.
"Hmm? Ada apa Yue? Apakah kamu sakit?" Tanya Xie Yan melihat keadaan Yue yang berkeringat.
Yue menggelengkan kepalanya. "B-Bisakah, Paman menggendongku ke Penginapan? Aku terlalu kenyang untuk berjalan." Ucap Yue dengan malu malu.
Xie Yan menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil melihat Yue yang kekenyangan karena sangat rakus saat melihat makanan. "Apakah Ras Shura memang makan sebanyak ini?" Pikir Xie Yan saat dia melihat Yue yang sangat tertarik dengan makanan dan berpikir bahwa Ras Shura sangat menyukai makanan apa saja.
"Baiklah." Kata Xie Yan, Dia kemudian menggendong Yue dan berjalan meinggalkan Rumah makan Bulan menuju Penginapan.
......
......___________________________......
__ADS_1
LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5