Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 88- Bandit


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terimakasih dan selamat membaca...


:)


________________________________________________***


Saat Xie Yan sedang dalam bahagia dengan pengetahuan tentang Job barunya, sesuatu terjadi di dalam kapal.


"Kalian Semua! Jika tidak ingin mati, serahkan semua Cincin Ruang kalian!" Teriak seseorang ke Penumpang di kapal.


Saat mendengar itu, Xie Yan langsung mengalihkan pandangannya dari System dan melihat orang yang mengajak mereka naik ke kapal mencoba merampok mereka.


Dari dua puluh penumpang terdapat lima bawahan anggota dari bandit tersebut.


Lima dari mereka berada di Ranah Mahayana Awal dan sebagian anggota di Ranah Nirwana.


Semua penumpang tentu tidak mungkin melawan musuh di Tahap Mahayana saat mereka masih di Ranah Nirwana.


Hanya Kelompok Xie Yan yang masih dalam Keadaan tenang walaupun dua dari mereka masih di Raja Surgawi, Itu adalah Ruo Lou dan Ruo Ro.


Para Bandit tersebut kemudian mengambil paksa Cincin Ruang milik penumpang tersebut hingga akhirnya salah satu dari mereka mendekati Xie Yan dan yang lainnya.


"Heheheh...Serahkan Cincin Ruang kalian dan juga Ketiga Wanita tersebut!" Kata Pria tersebut yang adalah orang mengajak Xie Yan Naik ke kapal.


Xie Yan dan yang lainnya hanya diam bahkan menganggap Pria tersebut sama sekali. Merasa di abaikan Pria tersebut melancarkan tangannya untuk memukul Chu Fenghua.


BAM!


Pria tersebut terkejut saat melihat Chu Fenghua menahan serangannya, "Sialan! Beraninya kau melawan!" Kata Pria tersebut.


Banyak Penumpang yang merasa kesal dengan Chu Fenghua, karena dia para bandit ini mungkin saja akan membunuh semua orang di kapal.


Chu Fenghua kemudian menatap Xie Yan seperti meminta Izin. Melihat tatapan itu, Xie Yan mengangguk. Lagipula tidak perlu baginya untuk bergerak membunuh semut.


Fenghua kemudian langsung memutar lengan Pria tersebut.


Krek!


"Arghhhh!"


Semua rekannya melihat Chu Fenghua melukai salah satu rekan mereka langsung bergerak ke arah Chu Fenghua dengan pedang di tangan mereka.


"Bunuh dia!" Kata salah satu dari mereka Kemudian menyerang Chu Fenghua.

__ADS_1


Dia langsung mengeluarkan Tombak yang diberikan oleh Xie Yan, dia belum pernah menggunakan Tombak pemberian Xie Yan dalam pertarungan.


Dia kemudian melapisi Qi nya di Tombak tersebut dan menusuknya hingga mengeluarkan Qi yang kuat ke arah anggota bandit tersebut.


BOOMM!


Tubuh salah satu bandit Ranah Nirwana tersebut langsung berlubang dan langsung mati dengan tubuh separuh. Semua orang yang disana baik itu penumpang ataupun anggota bandit terkejut melihat kekuatan Chu Fenghua.


Bahkan Xie Ruo, Ruo Ro dan Ruo Lou tidak menyangka Fenghua memiliki kekuatan seperti itu.


"Serang Bersama!" semua anggota bandit yang berada di Ranah Nirwana mengepung Chu Fenghua.


Fenghua bahkan tidak menganggap para bandt tersebut dan hanya menyeringai, "Bodoh!"


BOOMM!


BOOMM!


"Arghhh!"


BOOMM!


Hanya beberapa ayunan tombak semua Anggota Bandit yang mengepung Chu Fenghua langsung mati. Sisa anggota Bandit yang berada di Ranah Mahayana sedikit ragu menyerang Chu Fenghua yang tampak ganas.


Mereka semua bertatapan memikirkan sesuatu, kemudian salah satu mereka muncul di belakang Chu Nan Yu untuk membuat dia menjadi sandera.


Chu Fenghua hanya tertawa melihat tindakan Bandit yang mencoba menyandera kakaknya dengan kekuatan kecil seperti itu.


"Apa yang kau tertawa kan?! Eh...?" Kata Bandit tersebut tiba tiba pandangannya berubah, dia melihat tubuhnya tanpa kepala. "A-Apa itu aku...?" Hanya itu dalam pikirannya, dia tidak menyangka mati tanpa melihat sesuatu yang membunuhnya.


"..."


Tidak ada yang bereaksi saat melihat Ranah Mahayana mati begitu saja.


"Cih...Berani sekali kau mengarahkan tanganmu padaku!" Ucap Chu Nan Yu dengan dingin. Dia adalah orang yang membunuh Pria Ranah Mahayana dengan cepat.


"Fenghua! Cepat habisi mereka semua, aku sudah muak berada di atas air!" Katanya memarahi Adiknya.


"Uh...Baik Kakak." Kata Chu Fenghua dengan pasrah, dia awalnya ingin mempermainkan Bandit bandit serakah ini.


Dia kemudian menatap Bandit Ranah Mahayana dengan senyum mengerikan, "Sekarang adalah giliran kalian!" Kata Chu Fenghua yang sudah membuat Bandit tersebut bergetar ketakutan.


..


Saat Chu Fenghua menghajar Bandit tersebut, Xie Ruo menatap Chu Nan Yu dengan mata penasaran. "Kakak Yu, kamu sekarang berada di Ranah apa?" Tanyanya.

__ADS_1


Walaupun Xie Ruo yang menanyakannya, Ruo Ro dan Ruo Lou juga sangat penasaran tentang kekuatan Chu Nan Yu.


Chu Nan Yu tersenyum saat melihat Xie Ruo dengan mata penasaran, "Tentu saja aku di Ranah Saint" Balasnya dengan senyum lembut.


"Apa! R-Ranah Saint?" Xie Ruo sangat terkejut mendengar balasan Chu Nan Yu, dia tidak pernah melihat seseorang di Ranah Saint bahkan Gurunya belum pernah melihat ahli Ranah Half Saint.


Tentu saja Xie Ruo tidak tahu dengan Ranah Xie Yan, jika dia tahu bahwa orang yang selalu bersamanya di Ranah Monarch mungkin dia akan sangat terkejut.


"I-Itu...Apa Kakak Yu lebih hebat dari Kakak?" Tanya Xie Ruo.


Tapi yang membuat dia terkejut lagi adalah Chu Nan Yu menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin...Kakak mu sangat aneh," Kata Chu Nan Yu dengan berbisik ke Xie Ruo.


Xie Ruo, Ruo Ro dan Ruo Lou tertawa mendengar perkataan Chu Nan Yu dan sama sama mengangguk. Bagaimana pun Xie Yan tetap lah sangat aneh.


Disampingnya Xie Yan tentu saja mendegar perkataan Chu Nan Yu tapi dia hanya diam dengan senyum kecil Dan menatap Chu Fenghua menghabisi Bandit tersebut kemudian mengambil semua Cincin Ruang milik Bandit yang sudah mereka kumpulkan.


"Kakak! Aku sudah menghabisi mereka!" Kata Chu Fenghua dengan penampilan rapi seperti tidak terjadinya pertempuran.


Chu Nan Yu mengangguk, kemudian salah satu penumpang mendekati Fenghua. "Tuan, Terimakasih telah menyelamatkan kami...Bisakah Tuan mengembalikan Cincin Ruang kami?" Tanyanya.


Xie Yan mengerutkan kening melihat ketidak maluan orang tersebut. Semua penumpang awalnya menatap Chu Fenghua dengan tatapan kesal karena dia melawan Bandit tersebut tapi tindakanya sekarang membuat Xie Yan mencabik cabiknya.


"Huh! Siapa kau? Ini adalah Bayaran untuk hidup kalian!" Katanya dengan tatapan dingin ke penumpang tersebut.


Mendengar balasan Fenghua, Xie Yan dan yang tertawa kecil. Sedangkan semua Wajah Penumpang tersebut tampak memerah karena kesal. "Tuan, Bukankah tindakan ahli seperti anda sangat memalukan? Bukankah itu sama dengan Bandit yang anda bunuh?" Salah satu penumpang marah kepada Chu Fenghua.


"Sialan ini! Apakah mereka semua lebih ingin harta dari pada nyawanya?" Pikir Chu Fenghua.


Saat Chu Fenghua ingin memberi pelajaran kepada penumpang yang memarahinya, Tiba Tiba Lautan yang awalnya tenang kini mulai bergelombang hingga menggoyangkan kapal.


Semua penumpang mulai ketakutan dengan kejadian ini, "Binatang Buas di dalam Laut terbangun!" Teriak mereka dengan penuh ketakutan.


"Tamat! Kita sudah Tamat!"


Saat mereka tahu bahwa Bintang Buas di dalam lautan terbangun, mereka hanya bisa pasrah akan kematian.


Xie Yan dan Chu Nan Yu juga mulai merasakan sesuatu bergerak mengarah pada mereka, "Sepertinya sesuatu akan terjadi," Xie Yan kemudian berdiri dari tempatnya...


.


.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2