Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 49- Menghabiskan Malam Bersama (2)


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terimakasih dan selamat membaca...


:)


________________________________________________


***


Disaat Ruo Lou mendorong Xie Yan kedalam, dia masih diam memahami kejadian dihadapannya. "Sial, Apa ini serius? Walaupun aku tidak pernah berhubungan dengan langsung, aku masih memiliki keterampilan melihat video-video di kehidupan pertamaku. Hehehe" Tawa dalam hati.


"Apa kamu yakin dengan ini?" Tanya Xie Yan memastikan sekali lagi.


Ruo Lou mengangguk dengan wajah memerah, "Aku selalu memegang teguh keputusanku," Balasnya.


Melihat mata Ruo Lou yang sangat yakin, Xie Yan tidak mengatakan apa-apa dan hanya membawanya ke tempat tidur. Xie Yan lalu menempatkannya di tempat tidur.


Ruo Lou menatap Xie Yan seperti dia mempercayakan tubuhnya padanya. Xie Yan tertarik dengan tatapannya yang begitu menggoda.


Xie Yan merasakan ketegangan dalam situasi sekarang, "sangat aneh kita berada di tempat tidur yang sama," Ucapnya yang sedikit gugup.


"Nanti akan ada banyak hal aneh setelah ini," Balasnya dengan wajah memerah.


Xie Yan perlahan-lahan menggerakkan tangannya di atas bajunya. Dia langsung menarik tali di salah satu bajunya. Kemudian, Xie Yan melihat bahwa bagian depan bajunya kendur dan perlahan jatuh.


Tanpa menahan diri, Xie Yan langsung menyerang Ruo Lou hingga Akhirnya, mereka menjadi satu.


Suara erangan Ruo Lou terdengar, saat bagian Xie Yan masuk kedalamnya dengan erat, Dia merasa sangat nyaman. Itu hangat dan lembut.


Saat Xie Yan menikmati momen itu, dia mulai menggerakkan pinggangnya. Meskipun ini adalah pengalaman pertama Xie Yan, dia masih memiliki pengetahuan.


Xie Yan terus bergerak dengan intens.


mereka terus aktif hingga menjelang terang.

__ADS_1


...


Di pagi hari,


Melalui jendela yang redup, sinar matahari yang bersinar muncul. Xie Yan membuka matanya perlahan dan mengangkat kepalanya, dia melihat Ruo Lou tidur nyenyak. Dia memeluk dengan dua tangan seolah dia masih bayi.


Xie Yan meregangkan tangannya dan membelai kepalanya. Sepertinya dia merasakan sentuhan, lalu dia berbalik, memutar tubuhnya dan memeluk Xie Yan ke dalam pelukannya. Wajah Ruo Lou mengusap wajah Xie Yan dengan perasaan lembut, Xie Yan menarik napas lembut. "Kami telanjang, berpelukan dan bertukar perasaan hangat sepanjang malam dan berakhir seperti ini, Hah...Pengalaman ini sungguh nyaman," Batin Xie Yan


Setelah berhubungan ****, dia kelelahan dan tertidur tanpa membersihkan dirinya sendiri. Ada beberapa cairan putih di tubuhnya, Xie Yan melakukan ejakulasi diluar.


Saat dia melihat jejak ejakulasi, Xie Yan tersenyum masam. Xie Yan mencoba yang terbaik untuk membersihkan tempat tidur tanpa menyentuhnya. Setelah dia bangun, dia bisa membersihkan dirinya sendiri. Xie Yan lalu menutupinya dengan selimut lalu membersihkan dirinya dan keluar dari kamar untuk sarapan.


Beberapa menit setelah Xie Yan keluar, Ruo Lou sudah sadar dari tidurnya. Dia langsung melihat sekelilingnya yang tidur di tempat Xie Yan dalam keadaan telanjang bulat dengan sedikit cairan melekat ditubuhnya, seketika wajahnya langsung memerah dan bangkit dari tempat tidurnya langsung mencoba membersihkan tubuhnya.


...


Setelah Xie Yan keluar kamar, dia langsung menuju ruang makan pavilliun khusus, di ruangan terdapat Keluarga Ruo Lou dan Bibi Mei.


"Selamat Pagi tuan Yan," Kata mereka


Ruo Lou langsung mengambil tempat duduknya di samping Ruo Ro untuk ikut sarapan bersama.


Mereka semua menikmati sarapan bersama dengan tenang. Tiba tiba Ruo Ro membuka mulutnya dan berbicara, "Ibu... apa Ibu dan Tuan akan menikah?" Katanya tampak polos.


"Pfftt..." Xie Yan menyemburkan tehnya saat sedang mendengar perkataan Ruo Ro.


Bukan hanya Xie Yan, bahkan orang orang di ruangan langsung menghentikan sarapannya dengan terkejut dan menatap Ruo Lou seakan untuk meminta penjelasan. Ruo Lou yang ditatap sedikit malu, "Ro'er, Ke-kenapa kamu mengatakan itu?" Kata Ruo Lou ke Ruo Ro Dengan wajah yang malu.


"Eh? Semalam aku melihat Ibu masuk kedalam kamar tuan. Orang orang mengatakan kalau Wanita memasuki kamar Pria mereka akan menikah," Katanya dengan polos, walaupun Ruo Ro memiliki keterampilan yang bagus, tapi dalam urusan seperti ini dia masih lah seperti orang orang yang berumur 10 tahun yang tidak tahu apa apa mengenai hubungan.


Mendengar pertanyaan itu seluruh ruangan kembali sunyi, Fe Nai dan Ruo Fui tentu saja terkejut tapi dia sudah akan menduga bahwa putrinya memang jatuh hati dengan Xie Yan disaat mereka bertiga saling berbicara dan saat Mendengar bahwa putri mereka berada di kamar Xie Yan tentu mereka senang bahwa orang itu adalah Xie Yan.


Wajah Ruo Lou sudah semerah tomat tidak tahu berbicara apa, dia sekali kali melirik Xie Yan untuk membantu menjelaskan


Xie Yan masih mencoba dalam keadaan tenang walaupun Su Mei terus menatapnya seakan meminta penjelasan, dia menenagkan dirinya lalu membuka mulutnya, "Tidak Segera, tetapi apa yang kamu ucapkan itu benar, Apakah kamu...tidak setuju?" Kata Xie Yan dengan lembut, Ruo Ro dan dia bisa dikatakan seperti adik dan kakak seperti Xie Yan dengan Xie Ruo yang sama sama berumur 10 tahun.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Xie Yan, dia menggeleng. Ekspresinya bahkan tampak menjadi cerah. Dia langsung bertanya dengan langsung, "Jadi...Apakah...Saya bisa memanggil anda dengan sebutan, Ayah?"


Ruo Ro menatap Xie Yan dengan penuh pengharapan, Xie Yan mengangkat sudut bibirnya. Dia tersenyum ringan.


"Tentu saja, Kenapa tidak boleh? Walaupun tidak secara biologis, tapi kamu tetaplah putraku."


"Benarkah, Tuan?"


"Tentu Saja benar."


Mendengar jawaban Xie Yan, tanpa dia sadari, matanya mulai berair. Dua baris air mata mengalir melalui pipinya dan dia segera menyeka air matanya.


Awalnya, Dia tidak peduli jika tidak memiliki ayah. Dia hanya ingin bebas dari kegelapan bersama dengan ibunya.


Bagi Ruo Ro, dia sudah menganggap Xie Yan seperti Pahlawan dalam dongeng yang diceritakan ibunya disaat ingin menidurkannya.


Disamping Ruo Ro, Ruo Lou juga sedikit terkejut dengan perkataan Xie Yan. Dia tidak menyangka Xie Yan akan mengatakan itu didepan semua orang. Tapi dia merasa sangat bahagia dan bahkan menerima anaknya dengan senang hati. Dia terus mengelus kepala putranya dengan ekspresi lembut.


Sementara itu, Ruo Fui, Ne Fai, Ruo Leng, Si Kembar dan Su Mei yang berada di ruangan yang sama tersenyum melihat momen ini. Mereka kemudian terus melanjutkan sarapan mereka yang sedikit tertunda....


.


.


.


.


.


.



...

__ADS_1


(padahal ada adegan detailnya tapi selalu ditolak🤣)


__ADS_2