Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 145- Masih Normal


__ADS_3

Kediaman Jian Jia Li


Setelah Xie Yan merobek ruang di Aula itu dengan membawa Jia Li masuk dan kembali ke Kediaman miliknya.


Didalam, Jia Li masih diam membeku dengan menatap Xie Yan sesekali, "A-Apa kamu benar-benar Xie Yan Sekte Baihua...?" Tanyanya penuh keraguan.


"Hahaha...Tentu saja aku Xie Yan Tetua Li..." Xie Yan tidak bisa menahan ketawanya melihat Jia Li Walaupun sebenarnya dia sudah kehabisan Energi saat memamerkan Elemen Waktunya untuk membuat takut semua Tetua.


"Tidak Mungkin...Bagaimana kamu bisa menjadi sekuat sekarang!" Tanyanya dengan nada kuat.


Tentu saja tidak mungkin untuk seseorang menjadi kuat hanya dalam empat bulan Tapi, bagi Xie Yan itu tidak lah mustahil dengan adanya System.


"Tenanglah, Akan kujelaskan...." Xie Yan duduk dan mencoba menjelaskannya.


Xie Yan mengatakan bahwa dia sebelum masuk sekte sebenarnya sudah memiliki Kekuatan tapi sedang dalam keadaan terluka dan mencoba untuk bergabung dengan Sekte untuk berlindung lalu menyembuhkan diri.


Semua yang dikatakan Xie Yan tentu saja berbohong, dia tidak mungkin menjelaskan System miliknya dimana yang membuat Kekuatannya meningkat.


Jia Li menatap Xie Yan masih penuh kecurigaan dan menghela nafas, "Huu...Jadi apakah kamu yang membunuh Tetua Biasa itu..?" Jia Li bertanya karena dia sebelumnya sempat mencurigai Xie Yan.


Xie Yan menggaruk kepalanya dan tertawa, "Heheh...Itu benar, lagipula aku sudah berjanji untuk mengambil nyawanya." Katanya tidak merasa bersalah sama sekali.


"Itu berarti kamu adalah Raja Kehancuran itu?! Melihat diwaktu kamu pergi dan Raja Kehancuran tiba tiba muncul menghancurkan setiap Pavilliun Pembunuh." Jia Li menebaknya.


Xie Yan menagguk, "Seperti yang diharapkan dari Kekasihku..." Kata Xie Yan menggoda wanita dihadapannya.


"Tch...Kekasih apanya!" Ucap Jia Li duduk dikursinya.


"Aku masih tidak percaya Patriak Klan Jian akan musnah begitu saja dan kamu bahkan mengangkat Ayahku sebagai Patriak baru." Jia Li berkata dengan nada pelan.


"Bukankah itu bagus..? Lagipula sepertinya hanya Ayahmu yang layak menjadi Patriak Klan Jian dari pada sampah itu semua..." Balas Xie Yan.


"Kamu betul..." Jia Li diam. "Aku takut kalau Tetua lain akan mencari bantuan Wu Ting dengan membiarkan aku menikah dengannya." Katanya lagi.


"Huh...Wu Ting? Maka akan kumusnahkan saja dia." Xie Yan berkata dengan santai.


Jia Li menatap Xie Yan, "Wu Ting adalah anak Ketua Baihua. Tidak mungkin bagimu untuk melawan mereka semua hanya karena permasalahanku." Kata Jia Li menjelaskan.

__ADS_1


"Aku tahu kamu sangat kuat dengan membunuh Patriak sebelumnya tapi, di Sekte Baihua ada banyak yang bisa membunuh Patriak Klan seperti yang kamu lakukan." Kata Jia Li khawatir.


"Itu hanyalah masalah kecil. Bukankah aku sudah mengatakan kamu adalah Kekasihmu didepan mereka semua." Xie Yan menenangkan Jia Li.


"Kekasih..? Kamu terus mengatakan bahwa aku adalah Kekasihmu..." Jia Li berkata tapi tidak ada kebencian dari kata katanya.


"Eh...? Apa kamu tidak mau menjadi Kekasihku..?" Tanya Xie Yan menggodanya lagi.


Wajah Jia Li yang mendengar itu memerah dan hanya diam tidak membalasnya sama sekali.


Xie Yan tertawa kecil melihat reaksinya, "sekarang biarkan aku untuk berkultivasi, Energi milikku habis saat membuat Tetua itu menjadi Tua jelek." Kata Xie Yan.


Jia Li tiba tiba mengingat kengerian itu bagaimana Xie Yan membuat Tetua Ketiga menjadi tampak tua dan sangat ingin menanyakan Teknik apa yang dilakukan oleh Xie Yan. Tapi Jia Li menahannya lalu membiarkan Xie Yan menempati kamar kosong di kediamannya.


Setelah diberi kamar kosong, Xie Yan langsung memanggil Heise untuk menjaganya diam diam saat berkultivasi agar tidak ada seseorang yang mengganggunya.


Dua hari telah berlalu,


Seluruh Anggota Klan Jian terkejut saat Tetua Keempat mereka di angkat menjadi Patriak baru. Mereka semua mempertanyakan kemana Patriak sebelumnya, Jian Kia. Semua Tetua tidak ada yang memberi tahu bahwa Jian Kia sudah mati.


Sedangkan Xie Yan masih didalam ruanganya dengan sikap lotusnya menyerap setiap Energi disekitarnya. Selama dua hari, Heise sudah melindungi Xie Yan tanpa sepengetahuan siapapun.


Tidak lama kemudian, Xie Yan mulai membuka matanya. "Tuan, apakah kamu sudah selesai berkultivasi?" Heise muncul dihadapan Xie Yan.


Xie Yan mengagguk, lalu dia berdiri dan berjalan keluar ruangannya.


"K-Kamu..." Didepan sudah ada Jia Li yang melihat Xie Yan keluar bersama dengan Heise dari ruangan.


"A-Aku tidak menyangka kamu sebenarnya seperti itu..." Kata Jia Li terkejut menutup mulutnya dengan kaget.


"Huh..." Awalnya Xie Yan bingung apa maksud Jia Li tapi setelah melihat Heise dibelakangnya langsung mengerti perkataan Jia Li.


"Sial...Apa yang kamu pikirkan! Dia adalah Heise, Binatang Iblis juga Binatang Kontrakku yang menjagaku selama berkultivasi!" Jelas Xie Yan.


"Eh...? Benarkah?" Tanya Jia Li.


"Apaan pikiranmu itu, Aku masih Normal!" Balas Xie Yan. "Lagipula sekarang aku hanya tertarik dengan tubuh orang yang dihadapanku." Xie Yan berbisik mendekatkan mulutnya ke kuping Jia Li.

__ADS_1


Wajah Jia Li langsung berubah merah. "Dasar Mesum!" Teriak Jia Li mundur menjauh dari Xie Yan masih dengan Wajah semerah tomat.


Xie Yan tertawa, "Dia adalah Heise, binatang kontrakku..." Xie Yan memperkenalkan Heise sekali lagi. "Dia juga sagat kuat, mungkin lebih kuat dari pada Patriak Klan kalian." Kata Xie Yan.


"Halo." Jia Li menganggkupkan tangannya dengan hormat. Dia juga merasakan Aura dari Heise cukup kuat dari Patriak Klan Jian sebelumnya.


"Apakah ada masalah di Klan Jian selagi aku berkultivasi..?" Xie Yan bertanya.


"Untuk sekarang semuanya baik baik saja tapi, Besok Pangeran Ketiga Kerajaan Garnet akan berkunjung ke Klan Jian." Jia Li menjelaskan dengan wajah sedikit rumit.


"Pangeran..?" Tanya Xie Yan yang tampak bingung.


"Apa kamu tidak tahu? Wu Ting dan Hao Yu, Pangeran Kerajaan Garnet adalah Rival sejak kecil. Wu Ting adalah penerus dari Sekte Baihua sedangkan Hao Yu adalah kandidat dari Sekte Racun." Kata Jia Li.


"Sekte Racun..? Apa kamu tahu tujuan kedatangannya?" Tanya Xie Yan lagi.


Jia Li menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, tapi sepertinya akan ada hal yang merepotkan jika dia datang berkunjung ke Klan." Balas Jia Li.


"Hmm...Kalau begitu, kita akan menjumpainya bersama jika dia datang. Jika dia membuat susah maka tinggal bunuh saja." Xie Yan berkata dengan tenang.


Jia Li tidak tahu harus berkata apa dan hanya menatap Pria didepannya, "Haiss...Kamu sepertinya hanya tahu membunuh saja." Kata Jia Li menggelengkan kepalanya lalu berjalan keluar dari kediamannya.


Tentu saja Xie Yan tidak takut karena sekarang dia sudah di Dewa Perak Menengah dan Xie Yan menebak dari Ketua Sekte mungkin saja berada di Dewa Nirwana Puncak atau Dewa Perak Rendah.


Jika ada yang berani mencari masalah dengannya maka langsung lenyapkan saja dari pada menjadi masalah dikemudian hari.


Dia kemudian menoleh ke Heise, "Heise, Kamu pergi ke Klan Wang dan hancurkan mereka dengan cepat." Perintah Xie Yan lalu memberikan topeng wajah dengan tampilan saat Xie Yan berkunjung ke Klan Wang.


"Gunakan ini untuk merubah wajahmu.." Kata Xie Yan. Heise lalu mengambilnya dan memakai Topeng.


Heise kemudian pergi mengarah ke Klan Wang, "Klan Wang, sekarang kalian akan lenyap dari Kota Hua ini." Gumam Xie Yan.


......


......_________________________......


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...

__ADS_1


__ADS_2