Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 147- Kedatangan Pangeran Kerajaan


__ADS_3

Keesokan harinya


Klan Jian sedang sibuk bersiap menyambut Pangeran Kerajaan Garnet. Kabar kedatangan Pangeran Kedua Kerajaan Garnet tentunya sudah menyebar ke semua anggota Klan Jian.


Mungkin hanya Xie Yan yang tidak perduli sama sekali dan dia bahkan tidak ingin melihat Pangeran itu.


Xie Yan lebih memilih untuk membunuh Monster Iblis di dunia Leveling yang masih di Highest Area.


Xie Yan yang terus membunuh di Highest Area sekarang sudah naik Ranah ke Dewa Perak tingkat Atas.


Selama membunuh Monster Iblis di Highest Area, dia bahkan berpikir bahwa Highest Area adalah yang terakhir karena dia masih belum bertemu dengan Boss dari Area itu.


Karena penasaran dia juga telah mencoba menanyakan ke System apakah masih ada Area yang diatas Highest tapi System hanya diam sama sekali tidak membalas.


Tapi dia tidak terlalu mempermasalahkannya dan yang terpenting bagi Xie Yan bahwa dia masih bisa meningkatkan Kekuatan hanya dengan membunuh Monster Iblis.


"Sepertinya aku harus kembali, mungkin Pangeran itu sekarang sudah berada di Klan Jian." Ucap Xie Yan lalu meninggalkan Dunia Leveling.


...


Disaat Xie Yan baru keluar dari Dunia Leveling, Pangeran Kedua, Hao Yu sudah tiba di Klan Jian. Sekarang, dia sudah berada di Klan Jian.


Seorang Pria tampan sedang duduk di kursi milik Patriak Klan Jian yang seharusnya ditempati oleh Jian Shien. Tapi di hadapan Pria ini, Jian Shien harus membiarkannya walaupun sebenarnya itu sama saja merendahkan Klan Jian dan dia harus duduk dengan Tetua lainnya dan disamping Jian Shien ada Jian Jia Li.


Dibelakang Pria tampan itu yang adalah Pangeran, Hao Yu terdapat dua orang dengan tubuh besar yang memiliki Aura cukup menekan bagi Tetua Klan Jian.


Pria tampan itu kemudian mengangkat bibirnya, "Dimana Patriak Klan Jian?" Tanya Hao Yu.


Jian Shien berdiri dari bangkunya, "Salam Pangeran. Saya Patriak Klan Jian, Jian Shien." Jian Shien memperkenalkan dirinya.


Hao Yu mengerutkan keningnya melihat Jian Shien. "Kau Patriaknya?" Hao Yu berkata tapi pandangannya mulai berfokus dengan Orang disamping Jian Shien yang adalah Jian Jia Li.


"Jadi dia adalah Wanita yang diinginkan Wu Ting? Hehehe, sangat indah!" Gumam Hao Yu, "Energi Yin miliknya cukup banyak, dia sangat cocok dengan Teknik Gandaku." Batin Hao Yu.


Jia Li dapat merasakan tatapan Hao Yu mengarah kepadanya.


"Kedatanganku kali ini ingin Klan Jian tunduk di bawah perintahku.." Hao Yu menjelaskan terus terang maksud kedatangannya.


"Apa maksudnya ini Pangeran?" Kata Jian Shien bertanya. Walaupun dia adalah seorang Pangeran, tidak mungkin mereka akan tunduk begitu saja.


Tetua yang lain hanya diam tidak berani berbicara.


"Apa maksudnya? Bukankah sudah jelas? Aku akan menjadi Raja Kerajaan Garnet dan aku ingin kalian menjadi bawahanku." Kata Hao Yu penuh ambisi.


Jia Li yang melihat itu mengerutkan alisnya, "Hao Yu ini, Bukankah dia akan menjadi Penerus Sekte Racun? Tapi dia sepertinya juga ingin merebut Tahta Kerajaan Garnet dari Putra Mahkota." Gumam Jia Li.

__ADS_1


"Tidak mungkin!" Jian Shien kehabisan sabarannya dan tanpa pikir panjang berteriak ke Hao Yu.


"Lancang!" Kata Pria dibelakang Hao Yu melepaskan Auranya ke Jian Shien.


BAM!


Jian Shien terlempar di Aula itu dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Patriak! Ayah!"


Jia Li dan beberapa Tetua berlari membantu Jian Shien untuk berdiri. "Siapa yang menyuruhmu melukainya." Hao Yu berkata kepada Pria yang dibelakangnya.


"Maaf Pangeran." Balas Pria itu dengan menunduk.


Hao Yu kemudian mengalihkan tatapannya ke Jian Shien, "Apakah Patriak Jian baik baik saja..?" Tanya Hao Yu.


"A-Aku baik baik saja." Jian Shien berkata dengan wajah dipenuhi keringat dingin. Walaupun dia berkata baik baik saja, tapi didalam dia sangat kesakitan.


"Patriak Jian, apakah anda mau menerima tawaranku?" Hao Yu berkata sekali lagi dengan senyum.


Jian Shien yang ditanya sekali lagi hanya diam, dia tahu bahawa serangan barusan adalah Peringatan Pangeran itu.


"Klan Jian tidak akan menjadi bawahan siapapun." Suara tersebut datang dari arah Pintu Aula.


Keenam Tetua yang melihat Orang di Pintu mereka langsung berkeringat dingin seakan akan melihat hantu. Orang itu tidak lain adalah Xie Yan yang baru saja tiba.


Xie Yan berjalan masuk kedalam Aula sambil melihat Tetua lainnya dengan senyum. Ini adalah kedua kalinya mereka melihat Xie Yan yang selama ini hanya diam tidak keluar dari ruangannya.


Dia yang melihat Jian Shien tampak terluka langsung mendekat lalu menyentuhnya untuk mengobatinya. Wajah Jian Shien mulai membaik setelah Xie Yan menyentuhnya.


Jian Shien berterimakasih setelah Xie Yan membantunya menyembuhkan lukannya. "Xie Yan..." Ucap Jia Li pelan melihat Xie Yan.


"Hmm...Siapa kau?" Tanya Hao Yu.


"Aku? Aku adalah Menantu Klan Jian." Xie Yan membalas sambil memeluk pinggang Jia Li yang sudah memerah.


"Menantu?" Hao Yu cukup terkejut mendengar perkataan Xie Yan barusan karena yang dia tahu Wu Ting sangat menyukai Jia Li. Tapi sekarang dia mendengar bahwa Pria dihadapannya adalah Suaminya.


"Kau hanyalah Menantu. Bagaimana mungkin kau bisa yang memutuskan sesuatu berkaitan dengan Klan Jian." Hao Yu berkata kepada Xie Yan.


"Pftt...Tidak bisa? Apakah itu benar?" Kata Xie Yan bertanya dengan menatap semua Tetua yang berada disana.


Mereka semua langsung berkeringat saat Xie Yan menatap mereka semua. "I-Itu tidaklah benar, Menantu Klan Jian memiliki keputusan." Ucap Tetua itu dengan terbata bata.


Tetua yang lain juga dengan cepat mengagguk setuju seperti ayam. Jia Li dan Jian Shien hanya diam disamping Xie Yan.

__ADS_1


Hao Yu bingung dengan reaksi Tetua Klan Jian, "Ada apa dengan mereka?" Hao Yu bergumam Karena merasa ada yang salah. Karena yang dia tahu tidak mungkin Menantu dapat memiliki suara jika memutuskan mengenai urusan Klan.


Dia masih mencoba tenang, "Huh, Pria ini mengganggu saja. Aku harus menahannya dan melakukan cara lain agar mereka tunduk." Hao Yu sebenarnya sudah mencapai batasnya setelah kedatangan Xie Yan, bahkan Pria yang dibelakangnya sudah mencoba menyerang Xie Yan namun di hentikan oleh Hao Yu.


Hao Yu tentu sangat membutuhkan Klan Jian. karena dia baru mendengar Klan Wang dimusnahkan dan jika Klan Jian juga dimusnahkan maka dia akan kekurangan bawahan dibawah perintahnya.


Awalnya dia berencana untuk ke Klan Wang untuk menjadikannya sekutu juga setelah dari Klan Jian tapi, sayangnya Klan Wang sudah musnah oleh orang tidak dikenal.


Hao Yu berdiri dari tempatnya lalu melangkah diikuti oleh dua pengikutnya dari belakang. "Aku harap Patriak Jian memikirkannya sekali lagi." Kata Hao Yu melewati Jian Shien, Jia Li dan Xie Yan.


Saat melewati mereka, Hao Yu sempat memandang Jia Li dari atas kebawah lalu dia pergi meninggalkan Aula Klan Jian.


..


Setelah kepergian Hao Yu, Semua Tetua masih didalam Aula dan tidak ada yang berani bergerak karena Xie Yan juga masih disana.


"Jadi dia adalah Pangeran? Apa lebih baik kubunuh saja ya...?" Gumam Xie Yan didalam Aula yang tenang membuat semua Tetua mendengarnya langsung meneteskan keringat.


"Sial...Monster ini ingin membunuh Pangeran?" Batin mereka cemas.


Xie Yan tentu saja mengatakan untuk membunuh Hao Yu karena melihat jelas saat dia menatap Jia Li dengan maksud lain.


"Oh...Apakah Ayah mertua baik baik saja? Kata Xie Yan mengalihkan tatapannya ke Jian Shien.


Jian Shien yang mendengar panggilan Xie Yan tidak tahu harus bereaksi apa, sedangkan Jia Li sudah malu dihadapan ayahnya. "A-Aku baik baik saja Nak Yan..." Balasnya.


"Haah...Baguslah, jika Ayah mertua ingin aku membunuh Pangeran itu tinggal katakan saja." Kata Xie Yan sambil meninggalkan Aula itu.


Jian Shien melihat kepergian Xie Yan menggelengkan kepalanya lalu menoleh ke Putrinya yang berada disampingnya. "Jadi, apakah kalian ini benar benar sepasang Kekasih?" Jian Shien berkata dengan bingung, Jika Putrinya memang menyukainya maka dia akan mendukungnya.


Jia Li diam tidak membalas dengan Wajah menunduk meninggalkan Jian Shien didalam Aula.


...


Di dalam kereta


Hao Yu dan dua pengawalnya sudah meninggalkan Klan Jian. Wajah Hao Yu tampak muram terpampang jelas kemudian senyum muncul diwajahnya, "Kau, Pergi kembali ke Klan Jian dan Culik Wanita yang bernama Jian Jia Li itu." Perintah Hao Yu kepada salah satu bawahannya yang sempat melukai Jian Shien.


"Baik Pangeran." Dia langsung melaksanakan perintah Hao Yu dan menghilang dari Kereta itu.


"Hehehe...Walaupun Klan Jian tidak masih tidak setuju, aku akan mendapatkan Wanita itu." Gumamnya tertawa tidak sabar ingin menikmati tubuh Jia Lia.


......


......_________________________......

__ADS_1


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...


__ADS_2