
Jalanan Kota Hua,
Jia Li yang sedang berada di Jalanan Kota Hua untuk membeli sesuatu yang dia butuhkan di Luar Kota Hua.
Jia Li tentunya tidak hanya sendirian, dia ditemani oleh Heise atas perintah Xie Yan walaupun sebenarnya Jia Li tidak menginginkannya Namun, karena keras kepala Xie Yan, Jia Li akhirnya menerimanya Sedangkan, Xie Yan kembali ke Dunia Leveling mengumpulkan Exp untuk naik ke Dewa Emas.
Setelah Jia Li sudah membeli bahan yang dia inginkan, Mereka berdua kembali menuju Klan Jian.
Heise yang dibelakang Jia Li tiba tiba merasakan sesuatu yang mengikutinya. "Nyonya Li, Sepertinya ada yang mengikuti kita dari tadi." Kata Heise memanggil Jia Li sebutan Nyonya karena dia sudah menganggap Jia Li sebagai Istri Tuannya.
"Ada yang mengikuti kita??" Jia Li berkata bingung karena dia tidak menyadarinya sama sekali.
Heise mengagguk, "Kekuatannya sama denganku.." Jelas Heise, "Keluarlah!" Kata Heise kepada orang yang mengikutinya.
"Kekekeke...Aku tidak tahu bahwa Klan Jian memiliki bawahan yang cukup terampil." Seorang Pria dengan tubuh besar muncul di hadapan Jia Li dan Heise.
"Itu Kau?!" Jia Li tentu mengenali siapa Pria dihadapannya ini.
"Apakah nyonya mengenali siapa dia?" Heise bertanya.
"Dia adalah bawahan Hao Yu, Pangeran Kerajaan yang datang tadi pagi." Ucap Jia Li.
"Kekeke...Nona Li, kita bertemu lagi." Tawa Pria itu.
Jia Li mengerutkan alisnya, "Mengapa kau mengikuti kami?!" Dia berteriak.
Pria itu kembali tertawa, "Kekekeke...Maaf Nona Li, ini adalah keinginan Pangeran. Dia sangat menginginkan mu!" Kata Pria itu menghilang dari tempatnya mencoba menangkap Jia Li.
BAM!
Pukulan datang ke arah Pria itu saat mencoba menangkap Jia Li. "Sialan! Berani sekali kau mencoba menangkap Nyonya saat aku disini!" Teriak Heise memukul mundur Pria itu yang tidak siaga.
Pria itu yang dipukul mundur oleh Heise cukup terkejut. "Siapa kau? Kau pasti bukanlah dari Klan Jian." Katanya menebak saat dia merasakan pukulan dari Heise dan merasa bukanlah bawahan biasa.
"Huh...Kau bahkan tidak mengenal musuhmu dan mencoba merebutnya dari ku." Ucap Heise. "Nonya, mundurlah..." Kata Heise untuk sedikit menjauh dari mereka.
Heise tentu tidak menganggap remeh Kekuatan lawannya karena mereka berada di tingkat yang sama.
"Siapapun kau itu tidak akan bisa menghalangi ku!" Pria itu mulai mengeluarkan kemampuannya disaat mengetahui bahwa Heise cukup kuat.
Pria itu melesat ke arah Heise dan Heise tentunya tidak tinggal diam, Mereka berdua berakhir dengan saling beradu pukulan.
BAM! BAM!
"Hebat, Kekuatan Fisikmu sangat kuat!" Kata Lawan Heise.
"Aku tidak mengira tubuh besarmu ini bukanlah pajangan." Heise memuji tubuh lawannya cukup sebanding denganya.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian sama sama mundur, lalu Pria itu mulai mengeluarkan Pedang dari Cincin Ruangnya. "Sudah cukup bermain mainnya, aku harus membawanya dan menyerahkannya ke Pangeran." Kata Pria itu.
"Haaa!" Pria itu berteriak dan mengarahkan serangannya ke Heise. Energi Seperti bulan sabit dilepaskan Pria itu.
Heise melapisi tinjunya Energi Qi miliknya dan meninju Energi Lawannya.
BAM! BOOMM!
Benturan kedua Energi cukup kuat terjadi, Heise mengalami sedikit luka luka dari pecahan Energi lawannya sedangkan Pria itu tampak baik baik saja. "Kau masih bisa menahan seranganku barusan dengan Tangan Kosong?" Pria itu cukup kagum.
"Itu bukanlah hal yang sulit," Heise masih mencoba bersikap tenang, dia lalu bergerak ke arah Pria itu untuk membalasnya.
BAM!
Pria itu menangkis pukulan Heise dengan Pedang miliknya. Heise kemudian terus melancarkan pukulannya ke arah lain dengan sangat cepat. "Rasakan Bajingan!" Teriaknya mengeluarkan seluruh tenaganya.
BOOMM!
Walaupun dia berhasil menghalau pukulan Heise, dia masih terlempar cukup jauh. "Bajingan ini sangat kuat." Pria itu cukup kesal, dia merasakan tangannya yang bergetar akibat pukulan yang dilancarkan Heise tadi.
"Ini sangat menyusahkan." Gumamnya tidak menyangka misi yang akan dia lakukan sedikit sulit karena kehadiran Heise.
"Kau sangat lama, Pangeran sudah menunggumu membawa wanita itu.." Suara lain datang dari arah lain.
Heise langsung menoleh dan melihat Pria lain datang ke arah mereka. "Sial, apakah dia sekutunya?" Batin Heise yang juga merasakan Kemampuannya tidak beda jauh dengan lawannya sekarang.
Pria yang barus saja tiba kemudian mengalihkan perhatiannya ke Heise, "Hah? Apakah Klan Jian memiliki bawahan yang cukup terampil." Ucapnya.
"Kalau begitu kita harus membunuhnya karena Pangeran sudah menunggunya di Sekte Racun." Kata Pria yang baru tiba sambil mengeluarkan Tombak miliknya.
Pria yang sudah bertarung dengan Heise mengangguk tidak mempermasalahkannya karena jika dia bertarung dengan Heise mungkin akan seimbang. "Sialan, Jika mereka berdua bergabung aku tidak mungkin bisa mengalahkan mereka." Batin Heise lalu menoleh ke Jia Li.
"Nyonya, Kembalilah ke Klan Jian terlebih dahulu. Disana kamu akan aman dengan Tuan...Aku akan mencoba menahannya." Kata Heise berkata kepada Jia Li melalui Transmisi.
"Bagaimana denganmu?" Balas Jia Li. "Aku memiliki cara untuk kabur." Kata Heise.
"Baiklah, aku akan meminta bantuan Xie Yan." Jia Li berkata lalu mencoba pergi.
"Tidak akan kubiarkan!" Teriak Pria yang baru tiba itu saat melihat Jia Li mencoba kabur dan langsung melesat menghalangi Jia Li.
"Sial!" Heise langsung mencoba menghalaunya Tapi,
"Kekeke...Kau pikir kau akan kemana!" Kata Pria itu muncul didekat Heise lalu mengarahkan serangannya.
BOOMM!
Heise terlempar karena tidak dalam bersiap. "Uhuk...Uhuk..." Heise menyentuh dadanya dengan batuk darah. Dia melihat Jia Li sudah di hadang dan mencoba untuk bangkit berdiri Tapi, sebuah pedang mengarah ke pundaknya.
__ADS_1
"Arrgghhh!" Heise berteriak kesakitan.
"Kekekeke, kau tidak bisa melakukan apa apa lagi." Kata lawan Heise tertawa.
Jia Li yang dihadang tanpa sadar mengeluarkan pedang miliknya dan mencoba menebas Pria yang menghalanginya.
TRING!
Pria itu menahan serangan yang dilancarkan oleh Jia Li, "Itu Percuma." Kata Pria itu lalu,
BOOMM!
Pria itu memukul perut Jia Li yang tidak siap menghindari serangan yang cukup kuat itu hingga terlemapar tidak jauh.
"Urgh...S-Sial." Ucap Jia Li memuntahkan darah.
"Kau memukulnya terlalu keras, jika dia sedikit tiba tiba mati oleh serangan barusan mungkin kau akan dibunuh oleh Pangeran." Pria yang jadi lawan Heise muncul dibelakang rekannya yang datang membantu.
"Apakah kau sudah membereskan Bawahannya?" Tanyanya.
Dia mengagguk, "dia sangat kuat, jika kau tidak muncul mungkin kami masih bertarung." Katanya lalu menatap Jia Li yang sudah pingsan tidak sadarkan diri, "Sayang sekali Wanita ini akan menjadi milik Pangeran. Aku juga ingin merasakannya," Katanya menatap Jia Li yang sangat menggoda.
"Hentikan hayalanmu, Sekarang kita lebih baik membawanya ke Pangeran di Sekte Racun." Katanya kemudian membawa Jia Li.
...
Di Ruangan Xie Yan,
"Huh..? Apa yang terjadi? Siapa yang melukai Heise?" Xie Yan yang baru saja kembali dari Dunia Leveling langsung merasakan Energi milik Heise mulai mengecil.
Berkat Tanda Kontrak itu, Xie Yan dapat merasakan jika sesuatu terjadi dengan Binatang Kontraknya dan juga dapat mengetahui dimana lokasi Binatang Kontrak Itu berada. "Sialan, apa sesuatu terjadi pada mereka berdua?" Ucap Xie Yan langsung melesat meninggalkan Kediaman Klan Jian mengarah ke Heise.
Hanya dalam beberapa detik, Xie Yan sudah tiba dimana ada bekas pertarungan dan melihat seorang pria yang tubuhnya sudah tertancap dua pedang, Pria itu adalah Heise.
Xie Yan langsung bergerak dan mencoba menyembuhkannya dengan Api Putih miliknya. "Beruntung Heise masih bisa diselamatkan." Gumam Xie Yan lalu melihat sekelilingnya tidak dapar menemukan Jia Li.
"T-Tuan, A-Apakah itu anda?" Heise mulai siuman dan melihat Xie Yan walaupun masih tampak kabur.
"Iya ini aku, Apa yang terjadi? Dimana Jia Li?" Kata Xie Yan masih bersikap tenang.
"N-Nyonya, Uhuk...Uhuk..Nyonya Li dibawah oleh bawahan Pangeran..." Ucap Heise dengan susah payah untuk berbicara.
"Apa! Sialan itu benar! Dia benar benar ingin mencari mati!" Aura membunuh merembes dari Xie Yan.
......
......__________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...