
"Apa! Pangeran sialan itu! Dia benar benar ingin mati!" Xie Yan berkata dengan penuh Aura membunuh keluar dari tubuhnya.
"Apa kau tahu dimana dia dibawa?" Tanya Xie Yan lagi masih terus mengolah Api Putihnya kepada Heise.
"Aku mendengar mereka berkata untuk membawanya ke Sekte Racun. Maafkan aku Tuan karena telah gagal melindungi Nyonya." Ucapnya.
"Tidak Perlu dipikirkan, Sekarang kamu sudah baik baik saja." Balas Xie Yan lalu membawa Heise kembali ke Klan Jian untuk membiarkan dia beristirahat.
Tentunya diculiknya Jia Li hanya diketahui Oleh Heise dan Xie Yan. Dia bahkan tidak ingin memberitahu siapapun termasuk Ayahnya, Jian Shien. "Sekte Racun, Pangeran? Akan kumusnahkan kalian semua." Ucap Xie Yan penuh amarah lalu merobek ruang miliknya ke arah Sekte Racun.
...
Tidak butuh waktu lama, Xie Yan sudah tiba didepan gerbang Sekte Racun. Saat dia mendekati gerbang, Xie Yan dihentikan dua orang. "Pergilah! Orang luar dilarang masuk..." Kata Mereka berdua.
Xie Yan bahkan tidak mendengarnya sama sekali dan menebas leher mereka beruda dengan Pedang hitam ditangannya.
Tuk...Tuk...
Tanpa bisa berbuat apa-apa, kepala mereka berdua jatuh mengelinding di tanah.
Xie Yan kemudian mengayunkan pedang hitam miliknya lagi ke arah Gerbang Sekte yang sangat kokoh.
Slash! Slash!
BOOMM!
Gerbang Sekte Racun yang sangat kokoh itu hancur dipotong oleh Xie Yan seperti tahu. Tindakan Xie Yan barusan membuat keributan besar di Sekte Racun.
"Karena salah satu orang kalian berani memprovokasiku maka tidak ada yang akan hidup dari kalian semua." Kata Xie Yan saat melihat Murid Murid Sekte Racun berdatangan ke depan Gerbang Sekte.
Perkataan Xie Yan barusan membuat mereka tidak bisa menahan tawanya.
"Hahahah...Kau ingin menghancurkan Sekte Racun hanya kau sendirian?"
"Bahkan jika kau ada seratus mungkin itu tidak akan berhasil."
Semua murid disana menghina Xie Yan, tapi Xie Yan tidak memperdulikannya sama sekali.
"Pedang hitam, kali ini kamu akan lebih kenyang." Katanya kepada Jiwa Iblis di dalam pedang.
Dia lalu membuat kuda kudanya bersiap melancarkan serangannya, "Teknik Pedang Kekacauan, Teknik Pertama: Tebasan Bulan."
Sring! Sring!
Tebasan Horizintal langsung mengarah ke semua murid Sekte Racun yang sedang dalam kerumunan.
Serangan yang dilancarkan Xie Yan membuat tubuh kerumunan murid Sekte Racun itu langsung terbelah secara horizontal.
Dalam kematiannya, mereka semua bingung bagaimana mereka bisa mati.
__ADS_1
"Sudah aku katakan, tidak ada yang akan selamat." Kata Xie Yan terus berjalan di atas mayat mayat Murid Sekte Racun.
Slash! Slash!
Dia menebas setiap Murid Sekte Racun yang dia lihat dengan Ekspresi dingin jelas di wajahnya. Xie Yan terus berjalan ke arah dimana Energi Jia Li berada.
...
Aula Sekte Racun
Braakk...
Pintu Aula terbuka, muncul salah satu Murid Sekte Racun dengan Wajah ketakutan.
"K-Ketua Sekte, Seseorang tidak dikenal menerobos Sekte dan sudah membunuh setengah dari murid kita hanya seorang diri." Kata Murid itu terengah engah.
"Apa! Dia sudah membunuh setengah Murid kita? Terutama itu dilakukannya dengan Sendiri?" Teriak Ketua Sekte Racun terkejut.
Murid itu mengagguk, Ketua Sekte Racun itu melesat keluar Aula diikuti oleh Panatua lainnya.
...
Masih di Sekte Racun, Ruangan Hao Yu
"D-Dimana aku?" Jia Li membuka matanya dan melihat bahwa dia sudah disuatu ruangan. "Eh, Apa yang terjadi?" Jia Li tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Kau Bajingan! Apa yang kau lakukan pada tubuhku.." Jia Li berteriak dengan marah saat dia merasa tubuhnya lumpuh.
"Tenang lah Nona Li, aku hanya menanamkan sedikit Racun Pelumpuh untukmu agar tidak bisa bergerak." Ucap Hao Yu.
"Bajingan! Apa yang tujuanmu menculikku!" Jia Li sangat marah melihat Hao Yu.
"Tentu saja, Itu Karena aku sangat menikmati tubuhmu itu." Balas Hao Yu kemudian berjalan mendekat ke Jia Li.
"A-Apa...?!" Tubuh Jia Li bergetar ketakutan, "T-Tidak...Jangan berani mendekat!" Ucapnya saat melihat Hao Yu mendekat.
Hao Yu tidak mendengarnya sama sekali lalu naik ke atas kasur dan mencoba mulai membuka kancing atas baju Jia Li.
Tiba-Tiba suara muncul dari belakang Hao Yu saat hampir membuka kancingnya, "Ketemu kau!"
Hao Yu yang terkejut langsung berbalik melihat Pria Tampan memegang pedang hitam ditangannya dengan percikan darah di baju dan wajahnya, dia tampak seperti Dewa Kematian mencoba menyabut nyawa seseorang.
Tentu saja Pria itu adalah Xie Yan.
"K-Kau...Bagaimana bisa kau disini!" Kata Hao Yu turun dari kasur yang masih memenuhi keterkejutannya.
Jia Li yang melihat kedatangan Xie Yan dari Robekan Ruang langsung berteriak memanggil, "Xie Yan!" Katanya.
Xie Yan melihat Jia Li yang masih tersegel kemudian tersenyum kepadanya, "Aku tidak terlambatkan?" Ucapnya langsung membuat Jia Li menjatuhkan sedikit air matanya kemudian mengagguk.
__ADS_1
...
Beberapa Menit sebelumnya,
Setelah Xie Yan terus membunuh Murid Sekte Racun yang dia lihat tanpa pandang bulu.
"Berani beraninya kau membunuh Murid Sekte Racunku!" Kata suara datang dari atas langit.
Xie Yan menoleh keatas langit dan melihat Pria Tua dengan jenggot panjang dibelakangnya terdapat 12 Pria paruh baya.
Dia mengamati bahwa Pria Tua itu berada di Ranah Dewa Perak tingkat Rendah dan Pria paruh baya berada di Ranah Nirwana Puncak dan Menengah.
"Dapat menghancurkan Sekte Racunku hanya seorang diri, Siapa Kau?!" Kata Pria Tua itu berkata kepada Xie Yan yang masih di atas langit.
"Tidak peduli siapa aku, aku hanya akan memusnahkan Sektemu karena seseorang dari Sekte kalian telah berani menculik Istriku, dan Siapa yang mengizinkan kalian untuk berada di atasku dan berbicara." Kata Xie Yan melepaskan Auranya menekan mereka semua.
"!!!"
BOOMM!
Aura yang dilepaskan Xie Yan membuat mereka yang tadinya diatas langit kini jatuh berlutut dilantai dengan penuh keringat di wajah mereka saat merasakan tekanan Aura itu seperti mereka sedang ditindih.
Rasa Ketakutan muncul dari benak setiap Pria Paruh baya itu, bahkan Pria Tua itu juga merasakan ketakutan dimana dia Dewa Perak harus dibuat tunduk.
"Kalau aku tidak salah, melihat dari Kekuatanmu pasti adalah Ketua Sekte Racun dan mereka yang dibelakangmu adalah Tetua Sekte Racunkan..?" Ucap Xie Yan berkata kepada mereka semua.
"Apa kalian tidak tahu, karena salah satu Murid kalian bernama Hao Yu. Sekte kalian harus musnah karena sudah menculik Istriku." Kata Xie Yan lagi.
Dibawah Tekanan Xie Yan, tidak ada yang dapat berbicara dan disaat Xie Yan memberi tahu penyebab Kehancuran Sekte mereka karena Hao Yu mereka hanya bisa mengutuk Hao Yu dalam hati mereka karena bencana yang dia berikan.
"Karena aku sudah selesai bercerita alasanku menghancurkan Sekte, Kalian bisa Mati dengan Tenang." Xie Yan berkata dengan dingin lalu mengayunkan Pedang hitam miliknya ke semua Leher Ketua Sekte maupun Tetua Sekte yang dari pertama kedatangan mereka tidak bisa berbuat apa apa.
Wajah Ketua Klan dan Tetua itu hanya dibanjir ketakutan karena mereka bahkan tidak bisa meminta pengampunan.
Slash!
Dalam sekali ayunan, Xie Yan memenggal mereka semua dan cepat.
Tuk...Tuk...Tuk...
Kepala mereka semua mengelinding di lantai itu.
"Sekarang, Giliranmu..." Kata Xie Yan menatap Bangunan lalu dia merobek ruang dan meghilang dari sana.
......
......__________________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...
__ADS_1