
Xie Yan yang telah melangkah masuk
kedalam langsung melihat taman besar yang indah dan terdapat sebuah kolam dengan Energi Spritual yang sangat besar.
"Apakah itu Kolam Suci? Aku tidak menyangka Kekaisaran Ruby memiliki harta berharga seperti ini." Ucap Xie Yan sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.
Sekarang Xie Yan tanpa busana, Dia kemudian berjalan masuk kedalam Kolam Suci tersebut dan seketika Tubuhnya dialiri Energi Spritual yang besar. Xie Yan tentu saja tidak menyia-nyiakan dan langsung mengolah Teknik pelahapnya didalam Kolam Suci.
"Haaa...Jika kau terus menyerapnya tidak mustahil aku akan naik tingkat lagi." Ucap Xie Yan kemudian dia mengeluarkan Telur Phoenix yang dia dapat dari Pelelangan.
Wush!
Energi Spritual yang berada di Kolam Suci perlahan lahan terserap masuk kedalam Telur itu seperti aliran sungai.
"Telur ini sangat rakus." Gumam Xie Yan lalu dia membiarkan Telur itu menyerap sendiri Energi pada Kolam Suci dan dia berfokus menyerap untuk dirinya.
Tidak lama kemudian, Xie Yan mulai merasakan dantian di dalam tubuhnya sudah mulai meledak.
BOOMM! Dewa Giok tingkat Menengah.
"Aku akhirnya naik tingkat lagi. Hanya dalam dua hari berkat Darah Naga dan Kolam Suci ini aku sudah naik tiga tingkatan." Ucapnya.
Disampingnya, Telur Phoenix sudah mulai bergetar pelan, Xie Yan langsung menoleh kesamping. "Itu bergerak? Apakah Telur ini akan menetas?" Pikir Xie Yan terus memperhatikan telur tersebut.
Krek! Krek!
"Oh...! Telur ini retak! Sepertinya Energi Kolam Suci mempercepat kelahirannya." Kata Xie Yan tidak sabar menantikan Kelahiran Phoenix tersebut.
Krek! Krek! Krek! Telur itu terus retak hingga akhirnya menampakkan sosok kecil berparuh, berbulu merah cerah tampak mempesona.
Kiak! Kiak! Sosok kecil itu berkicau saat melihat Xie Yan.
"I-Ini...Apakah ini Phoenix Api?" Kata Xie Yan melihat sosok kecil itu. "Dia sangat indah!" Ucapnya tidak henti henti menatap Phoenix Kecil itu.
Xie Yan kemudian mengoreskan jarinya lalu meneteskan darah ke dahi Phoenix Kecil itu untuk menjadikannya Binatang Kontraknya.
Tubuh Phoenix Kecil itu diselimuti cahaya menandakan Kontraknya berhasil. Sekarang dia dapat masuk ke dalam tanda kontrak bersama dengan Heise.
Setelah cahaya yang menyelimutinya menghilang, Phoenix Kecil itu mengepakkan sayap kecilnya dan terbang ke pundak Xie Yan.
Kiak! Kiak!
"Heheheh, Phoenix Kecil Kamu sangat indah." Kata Xie Yan mengelus kepala kecilnya. Phoenix Kecil yang kepalanya dielus oleh Xie Yan tampak senang.
"Hmmm, Phoenix Kecil sekarang nama kamu adalah Feng Xia. Mohon kerjasamanya, Feng Xia." Ucap Xie Yan.
Seperti mengerti apa kata Xie Yan, Phoenix Kecil itu mengepakkan sayapnya dan terbang disekitar kepala Xie Yan. "Seperti yang diharapkan dari Phoenix, bahkan baru lahir dia sudah bisa terbang walau hanya terbang rendah." Xie Yan berkata dengan kagum saat melihat Phoenix itu terbang diatasnya.
"Bahkan saat masih bayi saja dia sudah berada di Ranah Dewa Nirwana Rendah." Gumamnya.
Tidak lama, Phoenix tersebut langsung turun dan kembali ke pundak Xie Yan yang tampak kelelahan. "Hahaha...Apakah kau kelelahan Feng Xia? Lagipula kamu baru saja menetas dan sudah ingin terbang bebas layaknya Phoenix dewasa." Kata Xie Yan mengejek.
Kiak! Phoenix tersebut seperti marah dengan membuang mukanya yang paham saat Xie Yan mengejeknya.
"Hahaha...Baiklah, kamu masuklah kedalam Tanda Kontrak untuk beristrirahat." Pinta Xie Yan kepada Feng Xia.
Feng Xia kemudian masuk kedalam Tanda Kontrak tersebut. "Sekarang Binatang Kontrakku sudah dua dan Mungkin tidak lama lagi Heise akan bangun." Ucap Xie Yan.
Xie Yan menutup matanya dan melanjutkan kembali menyerap Energi Spritual pada Kolam Suci setelah sempat terganggu dengan menetasnya Feng Xia.
__ADS_1
Srash! Srash!
"Hmm?" Xie Yan membuka matanya saat merasakan kehadiran orang lain. "Apa ada orang lain selain aku di Kolam Suci ini?" Dia bergumam.
Xie Yan menoleh memperhatikan siapa orang yang mendekatinya dan setelah tiba, dia tercengang apa yang dia lihat sekarang.
Seorang Wanita sangat cantik bibir merah dengan rambut hitam panjangnya dan pupil mata cokelat bersama gaun merahnya muncul didekat Kolam Suci tersebut.
"P-Permaisuri Qixuan? A-Apa yang anda lakukan disini..?" Ucap Xie Yan tergagap. Dia tentu tahu Permaisuri juga memiliki Token untuk masuk ke Kolam Suci tapi, dia tidak menyangka bahwa Permaisuri Qixuan akan masuk disaat dia sedang berada di Kolam Suci.
"Oh...Tuan Xie? Tentu saja aku juga ingin memasuki Kolam Suci." Balas Permaisuri Qixuan dengan santai lalu melepaskan semua pakaian dan perhiasan pada wajahnya di depan Xie Yan tanpa khawatir sedikit pun.
"Glek!" Xie Yan menelan ludahnya saat melihat dengan jelas tubuh giok Permaisuri Qixuan. Dia masih berusaha tetap tenang walaupun Permaisuri Qixuan dihadapannya tanpa menggunakan satu helai pakaian.
"Apa yang diinginkannya. Tidak mungkin dia hanya ingin masuk Kolam Suci." Batin Xie Yan bertanya tanya.
Permaisuri Qixuan tersenyum lalu masuk kedalam Kolam Suci dan berdiri tepat dihadapan Xie Yan. "Tuan Xie, apakah anda sudah mendapatkan manfaat dari Kolam Suci ini?" Tanya Permaisuri Qixuan dengan nada lembut.
Masih tampak tenang seperti tidak terpengaruh sama sekali, Xie Yan mengagguk. "Tentu, Aku tidak menyangka Kekaisaran kalian memiliki sesuatu seperti ini." Balas Xie Yan dengan santai.
Didalam Kolam Suci, Permaisuri Qixuan berjalan mendekat ke lengan kiri Xie Yan. Dia dapat merasakan kenyal pada lengannya tersebut. "Apa yang anda lakukan?" Xie Yan bertanya dengan bergerak sedikit menjauh dari Qixuan.
Dari luar, Xie Yan tampak tenang tapi, didalam Xie Yan mencoba menahan dirinya agar tidak lepas kendali.
"Apa yang anda lakukan?" Tanyanya lagi. "Jika Kaisar Tan melihat ini bukankah dia akan salah sangka?" Kata Xie Yan.
Qixuan masih menatap Xie Yan dengan tatapan menggoda dan sebuah senyuman. "Tidak akan, disini tidak ada orang lain karena hanya kita berdua yang memegang token." Balas Qixuan.
Xie Yan menggelengkan kepalanya, "Bagaimanapun Kaisar Tan adalah Suamimu bahkan, kau memiliki anak yang umurnya tidak beda jauh dengan ku dan juga aku sedang tidak menginginkannya sekarang suasana hatiku kurang baik" Ucap Xie Yan mencoba menolak.
"Tidak menginginkannya? Tapi aku menginginkannya." Jawab Qixuan.
Didalam air, Qixuan sudah menyentuh tongkat besar milik Xie Yan yang masih setengah sadar dan mulai menciumi tongkat itu setiap bagiannya lalu memasukkannya kedalam mulutnya dan Memainkannya.
"Dia ini!" Kata Xie Yan dengan nada terkejut melihat tindakan Qixuan setelah dia merasakan sentuhan dari tongkat miliknya.
Dia sudah mencoba menahan selama kedatangan Qixuan tapi sekarang tongkat miliknya bahkan di masukkan kedalam mulutnya sehingga membangkitkan tongkatnya yang tadinya sudah dia tahan.
Wush!
Permaisuri Qixuan kembali muncul dari dalam air itu dan menatap Xie Yan dengan menjilat bibirnya. "Bagaimana? Apakah kamu sekarang sudah lebih baik?" Ucapnya kepada Xie Yan.
Menatap Wanita cantik didepannya yang cukup agresif, Xie Yan memancarkan senyum. "Baiklah...Karena kamu memaksa nya!" Tentu saja dia tidak akan tinggal diam terutama dia belum pernah melakukan hal itu di alam atas.
Xie Yan melepaskan ciuman kepada Permaisuri Qixuan, lidah mereka saling beradu.
Cupp~
Saat lidah mereka saling beradu, lengan kanannya meremas buah kenyal Qixuan, lengan kiri *******-***** b*kongnya dan sekali sekali menggesekkan lembah surga Qixuan.
"Hmmm..." Terdengar suara erangan dari Qixuan saat Xie Yan menyentuh lembah surganya.
Xie Yan kemudian melepas ciumannya lalu menatap Qixuan lagi. "kamu tidak masalah dengan ini kan?" Tanya Xie Yan sekali lagi karena dia baru saja mencium Istri orang.
Qixuan tertawa kecil, "Tidak masalah...Lagipula Tan Cao sudah lama tidak menyentuhku dan lebih sering bersama Selir pertamanya." Balas Qixuan.
"Baguslah!" Xie Yan kemudian menggendong Qixuan mengangkatnya keluar dari Kolam Suci.
Xie Yan mendirikan Qixuan lalu membuat dia membelakangi Xie Yan dan membungkukkannya.
__ADS_1
Xie Yan kemudian mengarahkan Tongkat miliknya masuk ke lembah surga. Saat Tongkat tersebut sudah masuk, dia meraskaan bibir lembah surga itu.
"Oh...Ah~" erangan terdengar saat Tongkat besar masuk kedalam Lembah surganya.
PAH~ PAH~
Suara benturan dengan antara tubuh saat dia menggerakkan pinggulnya maju mundur.
"Ah~" Dia mendesah. Walaupun merasa sakit, Qixuan tetap menikmati Tongkat Xie Yan yang memenuhi Lembah surganya.
Beberapa menit terlewati, Qixuan sudah mulai terbiasa dengan Tongkat besar itu sehingga tidak merasakan sakit lagi namun kenikmatan yang luar biasa. "Bagaimana? Apakah Tan Cao lebih baik?" Tanya Xie Yan yang terus menggerakkan pinggulnya.
"Ah~ Tidak mungkin, dia bahkan tidak ada apa-apanya dengan ini." Qixuan berkata sambil mengeluarkan lidahnya akibat terlalu nikmat.
Dikolam Suci sekarang hanya terdengar suara erangan kenikmatan hingga dua hari telah berlalu dengan cepat tanpa mereka sadari.
Berkat Energi di sekitar Kolam Suci mereka tidak merasakan kelelahan dan Xie Yan seperti binatang buas yang baru keluar dari kandang terus melahap Qixuan.
Dalam dua hari, berbagai gerakan dilakukan Xie Yan seperti merangkak, menggendong dan lain lain membuat Qixuan selalu mengeluarkan air surganya akibat kenikmatan.
Jiwa Qixuan sudah seperti melayang selama dua hari bermain bersama Xie Yan, Sekarang dia maupun Xie Yan sedang terbaring di tepi Kolam Suci dengan tubuh yang dipenuhi keringat.
"Dua hari, kita sudah melakukannya dua hari...Apakah Tan Cao akan curiga jika dia tidak melihat kamu selama dua hari?" Tanya Xie Yan berkata kepada Qixuan yang sedang bersandar di bahu Xie Yan dengan tubuh tanpa busana.
Dia menggelengkan kepalanya, "Tidak...Aku sudah mengatakan untuk melakukan latihan tertutup sehingga dia tidak akan curiga." Balas Qixuan.
Xie Yan kemudian bangun dan duduk lalu menatap Qixuan, "Teknik apa yang kamu gunakan saat kita berhubungan?" Xie Yan bertanya saat mereka berhubungan merasakan Kekuatan Qixuan bertambah dan Sekarang dia mengukur Kekuatan Qixuan sudah hampir mencapai Dewa Emas Puncak dan mungkin dia adalah yang terkuat dari orang orang Kekaisaran Ruby.
Qixuan juga duduk saat mendengar pertanyaan Xie Yan. Dia tertawa kecil, "Itu adalah Teknik Berkultivasi Ganda." Jawabnya.
"Teknik Kultivasi Ganda?" Xie Yan bingung dan saat itu System bersuara menjelaskan.
[Teknik Kultivasi Ganda, mengedarkan energi Qi dengan lawan jenis menggunakan cara bersetubuh, semakin kuat energi lawan jenis maka semakin cepat juga meningkatnya kekuatan pengguna.]
Qixuan yang melihat Xie Yan bingung dan berpikir dia tidak tahu, dia langsung juga menjelaskan dari Teknik tersebut yang sama penjelasannya dengan System.
Xie Yan sekarang dalam keadaan diam karena tercengang dengan kegunaan Teknik tersebut. "Bukankah ini adalah Teknik terbaik untuk meningkatakan kekuatan?" Gumam Xie Yan.
Dia lalu menatap Tan Cao, "Jadi kamu sudah melakukan ke berapa Pria selain Tan Cao dengan Teknik itu?" Tanya Xie Yan.
Qixuan mengerutkan alisnya, "Hmph! Apa kamu berpikir aku akan melakukannya dengan Pria lain?" Katanya dengan nada cemberut.
"Jadi belum pernah?" Tanya Xie Yan cukup terkejut bahwa Qixuan belum pernah melakukan dengan orang lain kecuali Tan Cao yang suaminya.
Dia kemudian menatap Qixuan, "Tentu saja sudah pernah dan itu baru kamu." Jawabnya dengan menunjuk Xie Yan.
Jawaban tersebut membuat Xie Yan terdiam dan senyum kecil jelas diwajahnya. "Hmm, Jika aku melatih Teknik ini mungkin akan berguna juga untukku." Batinnya.
"System, Apakah di Toko System menjual Teknik Kultivasi Ganda?" Xie Yan bertanya.
[Ada Tuan, Apakah anda ingin mempelajarinya Sekarang?]
Wajah Xie Yan tampak senang, "Tidak...Aku akan mempelajarinya lain kali." Balas Xie Yan.
"Baiklah, karena ini sudah dua hari mari kita keluar." Pinta Xie Yan lalu bangkit berdiri.
......
......_____________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...