
Di Luar Kota Hua.
"Huff...Huff...Huff...Sialan! Kita bahkan tidak bisa menggores sedikit saja tubuhnya." Jenderal Besa Sow berkata dengan nafas ter-engah sambil menatap Xie Yan yang bahkan tidak merasakan letih sedikt-pun.
Disampingnya juga ada Jenderal Besar yang sama kelelahannya dengan Jenderal Besar Sow. Mereka berdua sudah menghabiskan seluruh Energinya hanya untuk melukai Xie Yan namun, itu semua hanya-lah sia-sia karena Xie Yan bahkan menanggapi mereka berdua hanya dengan bermain-main.
"Dia pasti sudah mempelajari Teknik Rahasianya dan membuatnya sangat kuat melebihi kita berdua." Kata Jenderal Besar Fyuu dengan wajah pucat.
Xie Yan tidak jauh dari mereka dapat mendengarnya lalu mendekat, "Kalian selalu saja menyebutkan Teknik Rahasia, Teknik Rahasia. Aku sangat penasaran apa Teknik Rahasia yang kalian sebutkan itu!" Ucap Xie Yan.
Kedua Jenderal Besar itu diam, "Huh! Kau hanya-lah murid luar biasa. Jika bukan karena kau mendapatkan Teknik untuk meningkatkan Kekuatanmu mana mungkin kau bisa berbicara di hadapan kami." Kata Jenderal Besar Sow masih dengan arogan.
"Aku? Aku mendapatkan Teknik rahasia?" Xie Yan tidak bisa tidak tertawa.
Dia memang memiliki rahasia mengapa dirinya bisa meningkat sangat cepat dan itu hanya-lah rahasianya sendiri.
Xie Yan kemudian menatap mereka lagi dengan serius, "Karena kalian tidak bisa bermain lagi...Maka Matilah!" Ujar Xie Yan mengayunkan jarinya.
Slash!
Kedua kepala Jenderal Besar Kekaisaran Currant langsung jatuh terpenggal. Mereka bahkan sudah pasrah akan hidupnya setelah kehabisan Energi dan tidak dapat melarikan diri.
"Tuan Xie, Sepertinya anda sudah selesai." Dua orang muncul dari belakang Xie Yan.
"Oh...Kalian sepertinya sudah menghabisi semua pasukan Kekaisaran Currant." Jawab Xie Yan kepada Jenderal Besar Hao dan Tang.
"Benar, Kami juga sudah mengumpulkan semua Cincin ruang milik mereka." Ucap Jenderal Besar Hao sambil memberikan rampasannya.
"Hmm...Rampasan ini akan berguna untuk Kerajaan dan juga bayaran Klan Fai." Gumamnya, lalu dia juga mengambil Cincin ruang milik dari Kedua Jenderal Besar Kekaisaran Currant.
"Xie Yan...Apakah kamu sudah selesai?" Suara Wanita terdengar memanggilnya.
Xie Yan langsung berbalik dan melihat Jia Li tiba ditempat mereka, Dia kemudian membalas mengaggukkan kepala-nya. "Menagapa kamu datang kesini? Apakah kalian sudah mengalahkan semua Pasukan Sekte Baihua?" Tanya Xie Yan.
"Sudah, Namun sebagian dari Anggota Sekte sudah menyerah dan mereka nantinya akan kujadikan sebagai pasukan Kerajaan." Jawabnya.
"Begitu Ya..." Xie Yan kemudian menyerahkan Cincin ruang yang telah di berikan oleh Jenderal Besar Hao dan Tang. "Itu semua hasil rampasan dari Pasukan Kekaisaran Currant." Katanya dan Jia Li juga menerimanya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita akan kembali, Yue pasti sudah menunggu lama." Ujar Xie Yan lagi.
Saat Xie Yan, Jia Li, Jenderal Besar Hao dan Tang ingin bergerak meninggalkan tempat petarungan dengan Kekaisaran Currant, sebuah retakan ruang muncul di atas langit.
"Aku menemukanmu!" Terdengar suara dari retakan ruang itu.
Xie Yan mengerutkan alisnya, dia merasakan bahaya dari suara dan retakan ruang itu. "Siapa dia?!" Batinnya sedikit gemetar.
Tidak lama, seseorang dengan tampilan kulit biru pucat dengan tanduk kecil didahinya dan memiliki gigi taring.
Itu adalah bentuk Siluman!
Siluman itu kemudian menatap ke arah Xie Yan dengan tajam. Xie Yan yang ditatap langsung gemetar dan tanpa sadar berdiri didepan Jia Li untuk melindunginya.
Mungkin di antara mereka ber-empat, hanya Xie Yan yang dapat merasakan Kekuatan dari Siluman di atas langit itu.
Jenderal Besar Hao dan Jenderal Besar Tang juga tahu bahwa itu adalah Siluman, mereka berdua langsung mengeluarkan senjatanya masing-masing. "Siluman! Apa yang dilakukan Siluman disini!" Kata mereka berdua sambil melesat ke arah Siluman tersebut tanpa mengetahui kekuatan lawannya.
"Sial, Hentikan Bodoh! Kalian bukan..." Xie Yan berteriak kepada Jenderal Besar Hao dan Tang untuk berhenti, namun itu sia sia karena Siluman itu sudah melihat ke arah mereka berdua.
Slash! Slash!
Tubuh Jenderal Besar Hao dan Jenderal Besar Tang jatuh ke tanah tanpa kepala tepat di hadapan Xie Yan yang sudah berkeringat dingin.
Xie Yan kemudian melihat ke arah Siluman itu lagi dan ditangannya terdapat dua kepala dengan mata terbuka lebar di kedua tangannya. Tentu saja, Kepala itu adalah milik Jenderal Besar Hao dan Tang.
"Berani sekali manusia mencoba menyerangku." Ucap Siluman itu lalu membuka mulutnya lebar-lebar dan menelan Kepala Jenderal Hao dan Tang.
Gluk!
Siluman Itu memakan Kepala Jenderal Besar Hao dan Tang dengan utuh. Melihat ini, Xie Yan kembali merasa ngeri.
Jia Li yang dibelakang Xie Yan sudah hampir terjatuh saat melihat tubuh Jenderal Besar Hao dan Tang tanpa kepala.
Jia Li tahu Jenderal Besar Hao dan Tang adalah seorang ahli, tapi di hadapan Siluman itu mereka berdua langsung mati.
Saat Siluman itu menelan kepala Jenderal Besar Hao dan Jenderal Besar Tang, Jia Li tidak bisa tidak muntah.
__ADS_1
Xie Yan menoleh sedikit saat melihat Jia Li yang sudah tampak pucat.
"Aku harus mengirimnya kembali ke Kota Hua..." Gumam Xie Yan.
Setelah Siluman itu menelan Kepala Jenderal Besar Hao dan Tang, dia kembali menatap Xie Yan.
"Dewa Giok tingkat Puncak...Aku tidak tahu ada manusia yang cukup hebat disini." Kata Siluman itu yang langsung tahu ranah milik Xie Yan walaupun sudah menyembunyikkannya.
"Dengan Kekuatan-mu itu pantas saja kau berhasil membunuh Siluman yang kukirim ke Benua ini." Ucap Siluman itu lagi.
Saat Siluman itu mengucapkan hal itu, Xie Yan langsung tahu yang dia maksud adalah Siluman yang adalah Ketua Pavilliun pembunuh.
"Sial, Kekuatannya sangat kuat...Aku yakin Kekuatannya sudah melebihi Dewa Giok, Aku harus mengirimkan Jia Li kembali." Kata Xie Yan sambil membuka ruang didekatnya.
"Heh! Ternyata kau sangat Ahli dalam Elemen Ruang ya." Kata Siluman itu lalu dia menggerakkan lengannya.
"Tapi tidak ada yang bisa lari dari hadapanku, baik Wanita yang dibelakangmu itu." Ucapnya.
Krek!
Robekan ruang yang dibuat oleh Xie Yan langsung hancur berkeping keping dihadapannya.
Xie Yan langsung melompat mundur dan menggendong Jia Li karena terdapat juga serangan ke arahnya dari Siluman itu. "Dia juga bisa Elemen Ruang?" Kata Xie Yan sambil melihat ke arah Siluman itu yang tersenyum.
"Kau sangat cepat karena bisa menghindarinya." Kata Siluman itu menyeringai.
"Tch!" Xie Yan mendecakkan lidahnya kemudian menatap Jia Li. "Kamu kembali lah dulu, Yue sudah menunggu kita." Katanya dengan senyum lembut.
"T-Tidak..." Jia Li ingin berkata sesuatu tapi, Xie Yan sudah menjentikkan jarinya
Klik!
Jia Li langsung menghilang dari sana setelah Xie Yan mengirimnya dengan Teleportasi ke Istana Kerajaan.
......
......__________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > RATE 5...