
Dia?" Xie Yan mengerakkan jarinya dan melepaskan kecil energi-nya masuk kedalam tubuh Pria botak tersebut yang tidak lama kemudian tubuh-nya langsung meledak di tempat itu.
"Siapa orang-orang ini, mereka bahkan sama sekali tidak takut membunuh bawahan adik Walikota Roxi."
"Ternyata Wanita yang membunuh Kapten itu salah satu dari Keluarga Pria tersebut."
"Sebaiknya kita harus menjauh, tempat ini mungkin akan terjadi Kekacauan setelah mereka membunuh bawahan adik Walikota."
"Benar, Aku tidak ingin terlibat dengan masalah mereka."
Beberapa orang yang disekitar sana mulai berpergian dari tempat mereka menjauh sejauh mungkin.
Benar saja, setelah beberapa orang pergi. Beberapa yang hampir mencapai seratus pasukan bersenjata lengkap datang ke tempat Xie Yan.
Pasukan ini berbeda dengan yang sudah dibunuh Xie Yan dan An Chyou, Mereka adalah Pasukan keamanan Kota Roxi atau bawahan Walikota sendiri.
Salah satu dari pasukan yang adalah Kapten berjalan ke arah mayat yang dibunuh oleh An Chyou. "Ternyata laporan itu benar. Ini memang tubuh bawahan adik Tuan." Gumamnya mengenali tubuh tersebut lalu dia menatap Xie Yan dan yang lainnya yang masih diam disana.
"Apa kalian yang membunuh-nya?" Tanya Kapten Pasukan tersebut kepada Xie Yan.
"Itu benar, aku yang membunuh-nya." Balas An Chyou dengan santai.
Kapten pasukan keamanan menatap An Chyou, Dia tidak tahu bagaimana An Chyou membunuh Kapten bawahan Adik Walikota tersebut terutama dia tidak bisa melihat Kekuatan An Chyou karena tingkat mereka terlalu jauh namun Kapten Pasukan tersebut berpikir dia menggunakan suatu Teknik yang menyembunyikan tingkatan.
Walaupun begitu, Kapten Pasukan tersebut tetap berhati-hati karena Kekuatan-nya dengan orang yang dibunuh An Chyou sama-sama berada di Dewa Ungu puncak namun dia masih tetap percaya diri yang telah membawa pasukan kurang lebih seratus orang untuk berjaga-jaga.
"Tangkap dan serahkan mereka ke Tuan De." Perintah Kapten pasukan tersebut kepada bawahan-nya yang berencana membawa mereka langsung kehadapan Adik Walikota.
Slash~ Slash~
Saat lima bawahan mencoba menahan An Chyou, Xie Yan dan yang lainnya, Kepala mereka tiba-tiba terjatuh ditempat itu juga tanpa ada yang menyadarinya kecuali Xie Yan.
Tuk...Tuk...
Kelima kepala itu bergelinding di lantai. Suasana di tempat itu hening melihat rekan mereka yang tiba-tiba saja jatuh dengan tanpa kepala di tubuh mereka.
Saat Kepala bawahan-nya jatuh, Kapten tersebut sudah bersiaga dengan pedang di tangannya walaupun dia tidak tahu dari mana arah serangan yang membunuh bawahan-nya.
__ADS_1
"S-Siapa yang melakukan-nya? Apakah ada serangan lain?" Tanya Kapten pasukan tersebut yang terkejut.
Dia kemudian melihat darah di jari-jari An Chyou. "I-Itu kau!" Teriaknya. "Kalian semua cepat serang dia bersama!" Perintah-nya sambil menunjuk An Chyou.
Pasukan keamanan Kota yang mendengar teriakan Kapten mereka itu langsung bersiaga dengan senjata di tangan mereka mengelilingi Xie Yan, An Chyou, Jianheeng dan Xie Ruo.
"Ibu, bisakah aku melawan mereka?" Jianheeng yang dalam gandengan Chu Nan Yu berkata. bukannya takut, dia malah tampak senang jika bertarung.
Chu Nan Yu dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Tidak...Kamu harus tetap disini." Pinta Chu Nan Yu.
Wajah Jianheeng tampak lesu lalu menatap Xie Yan. "A-Ayah..?" Panggilnya meminta Izin Xie Yan.
Xie Yan juga menggelengkan kepala-nya, "Belum...Biarkan saja Ibu Keempat dan Bibi kamu yang mengatasinya." Ucap Xie Yan tentu melarang anaknya.
Jianheeng mengagguk menurut apa yang dikatakan Xie Yan walaupun dia sangat ingin bertarung.
Walaupun Kekuatan terlemah pasukan tersebut berada di Dewa Giok, Jianheeng masih bisa melawan ataupun membunuh mereka walau dia masih berada di tingkat Dewa Emas.
An Chyou bisa saja menyelesaikan-nya dengan mudah namun dia ingin adiknya untuk betarung melawan mereka.
Xie Ruo yang mendengar itu juga tampak bersemangat, sudah lama dia tidak bertarung dengan orang lain karena selama ini dia hanya membunuh Monster.
"Kalian semua, cepat bunuh mereka yang melanggar peraturan Kota Roxi!" Kapten itu kembali berteriak.
Seluruh Pasukan yang mengelilingi Xie Yan dan yang lainnya pun mulai bergerak, begitu juga dengan An Chyou dan Xie Ruo menerjang ke arah pasukan yang mengelilingi mereka.
Sedangkan Xie Yan, Chu Nan Yu dan Jianheeng hanya menyaksikan mereka berdua beraksi.
Slash~ Slash~
An Chyou yang sudah berada di Ranah Dewa Sejati Tinggi*3 hanya dalam beberapa detik dengan Kekuatan fisiknya sudah membunuh puluhan pasukan dan Xie Ruo juga sama walaupun masih berada di Ranah Dewa Giok dia dapat membunuh Pasukan keamanan Kota Roxy dengan mudah.
Kapten Pasukan yang menyaksikan itu seketika tubuhnya bergetar ketakutan melihat bawahannya semua mati terbelah satu per satu.
"A-Apaan ini, seratus orang yang kubawa hampir dimusnahkan hanya dalam beberapa menit." Katanya yang sudah tidak bisa kembali tenang.
"S-Siapa orang yang telah kusinggung!" Batin Kapten Pasukan yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
Karena tidak tahan melihat seluruh bawahannya hampir dimusnahkan, Kapten tersebut mengirimkan sebuah sinyal lalu ikut membantu menyerang An Chyou.
...
Tidak lama kemudian, Seluruh Pasukan yang dibawa-nya akhirnya musnah dan hanya menyisakan Kapten tersebut yang lehernya sekarang sedang dalam cengkraman An Chyou.
Xie Ruo juga sudah kembali ke sisi Xie Yan setelah membunuh beberapa pasukan keamanan Kota Roxi.
"Ugh!" Kapten tersebut hampir dibuat kehabisan nafas karena cengkraman An Chyou terus semakin kuat.
"L-Lepaskan aku, A-Aku adalah Bawahan Tuan Walikota!" Ucapnya dengan susah payah.
"Apa kau berpikir aku akan takut dengan Tuan Walikota mu? Inilah akibat-nya karena kau berani menganggu kami." Kata An Chyou.
Cengkraman An Chyou semakin kuat, Kapten itu hampir mati dalam cengkraman An Chyou.
"Hentikan!" Suara bergema di Kota Roxi.
Kapten pasukan yang mendengar suara itu langsung tampak lega dan tersenyum. "Ha...Ha...Itu Walikota, kalian tidak akan bisa kabur lagi!" Ucapnya.
An Chyou tampak kesal dengan Kapten tersebut lalu menekan kuat lehernya mengabaikan suara barusan.
Krek!
Suara tulang leher patah terdengar dari Kapten Pasukan keamanan Kota lalu melempar tubuhnya ke samping.
"Kurang Ajar!" Suara itu kembali terdengar setelah An Chyou membunuh Kapten Pasukan tersebut.
Sebuah Energi kuat datang dari arah lain ke tempat An Chyou berdiri, Tapi hanya dengan lambaian tangan-nya Energi tersebut dengan mudah di halau oleh An Chyou.
Xie Yan yang tidak jauh dari An Chyou merasakan Energi tersebut milik seorang Kultivator Ranah Dewa Sejati Tinggi*1.
"Sepertinya Walikota Roxi akhirnya sudah muncul." Gumam Xie Yan.
......
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
__ADS_1
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...