
"Uhm..." Zhi membuka mata-nya dari Tidur abadinya dan apa yang dilihat adalah seorang Pria yang sebelumnya juga pernah masuk ke dalam Istana. "Dia?"
Dia langsung bangkit berdiri walaupun masih merasakan kaku pada tubuh-nya karena sudah bertahun-tahun tidak bergerak.
"Kamu siapa? Dimana ini?" Kata Zhi berpura-pura tidak mengetahui apapun.
"Siapa kamu?" Nada Zhi jauh lebih serius.
"Tenanglah, Nona...Aku disini awal-nya hanya ingin mencoba untuk membantu kamu." Balas Pria tersebut.
"Aku Xie Yan, kalau boleh tahu siapa Nona ini dan mengapa anda bisa disini?" Xie Yan bertanya dengan sopan sambil memperkenalkan diri.
"Zhi, Namaku Zhi." Zhi hanya menyebut nama-nya saja dan tidak menjawab pertanyaan Xie Yan yang lain.
Dia hanya menatap Xie Yan dengan tajam, "Bukankah tangan-nya sudah mengilang karena Kutukan dari Dewa Kematian? Bagaimana bisa itu kembali tumbuh dan Kekuatan-nya juga meningkat pesat menjadi Dewa Sejati Puncak*3!" Zhi hanya bisa terkejut.
"Siapa dia sebenarnya?" Pikir Zhi, tapi setelah Xie Yan membawa-nya bertemu dengan Keluarga-nya dan bagaimana dia memberikan senjata sumber daya tingkat Dewa membuat dia hampir kehabisan nafas dan tidak bisa berkata-kata lagi.
Terutama saat melihat seluruh Keturunan Xie Yan yang Aura-nya hampir sama dengan Tubuh Suci miliknya dan itu terdapat tiga orang yang seperti itu.
"Siapa dia?" Hanya itu yang bisa dikatakan Zhi.
Sambil berpura-pura kehilangan ingatan, dia juga ingin terus memperhatikan Xie Yan yang selalu membuat-nya terkejut dari peningkatan Kekuatan maupun hal lain.
...
Setelah mendengar cerita Shiu Zhi, Xie Yan cukup mengerti bagaimana akhirnya kematian dari Dewi Cahaya yang ternyata bunuh diri agar tubuh-nya tidak digunakan oleh Dewa Siluman. "Begitu, Jadi nama asli kamu adalah Li Quan Zhi..." Kata Xie Yan dengan pelan, "Jadi apa tujuanmu selanjut-nya? Mungkin saja bawahan Dewa Siluman juga sudah lama mencarimu.." Xie Yan bertanya.
"Tentu saja aku harus meningkatkan Kekuatan-ku dan kembali ke Alam Surga lalu membalaskan dendam-ku." Jawab Zhi.
"Yah, untuk sekarang kamu bisa berlatih disini dan juga aku tidak kekuarangan Sumber daya." Kata Xie Yan.
Zhi bangkit berdiri lalu mengangkupkan tangan-nya, "Terimakasih..." Katanya dengan tulus, lalu dia menatap Xie Yan lagi.
__ADS_1
"Ada apa?" Xie Yan yang ditatap tentu saja bingung.
"Siapa kamu sebenar-nya?" Tanya Zhi sangat penasaran. Bagaimana bisa orang yang berasal dari Alam Fana mampu melakukan hal seperti memberikan Sumber daya tingkat dewa, menciptakan Formasi tingkat dewa dengan mudah.
"Ayahhh..." Xie Jianheeng tiba-tiba memanggil Xie Yan sambil berlari ke arah-nya.
"Ada apa nak?" Tanya Xie Yan. "Ayah...Aku melihat beberapa orang sedang melihat lihat Istana kita." Balas Jianheeng.
"Melihat-lihat Istana?" Xie Yan tentu-nya sudah tahu dengan orang-orang itu namun membiarkan-nya saja karena apapun yang mereka lakukan tidak akan berguna dan lebih baik terus mendengarkan cerita Zhi.
Xie Yan berdiri dari tempat-nya dan mengangkat Jianheeng duduk di bahunya, "Apakah kamu ingin ikut melenyapkan semut itu?" Tanya-nya kepada Jianheeng dan langsung dibalas cepat dengan anggukan.
"Oh..." Xie Yan berhenti sebentar lalu berbalik melihat Zhi, "Aku hanyalah Xie Yan dan bukan siapa-siapa..." Dia membalas pertanyaan Zhi yang sebelumnya.
Xie Yan dan Jianheeng pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan meninggalkan Zhi yang hanya terdiam mendengar balasan Xie Yan.
"Hahaha...Bukan siapa-siapa?" Tawa Zhi, lalu ikut pergi ke arah Xie Yan dan ingin melihat apa yang akan dilakukan-nya kepada orang orang tersebut.
...
"Yan Gege, kamu akhirnya datang..." Kata An Chyou saat melihat kedatangan Xie Yan bersama dengan Jianheeng.
"Siapa mereka?" Tanya Xie Yan kepada An Chyou. "Seperti-nya mereka memiliki hubungan dengan orang yang waktu itu kubunuh..." Gumam Xie Yan.
"Mereka terlihat seperti Kelompok Kabut Hitam, salah satu dari sebelas Kelompok kabut." Balas An Chyou.
"Kelompok mereka terkenal di Benua Tianmu sebagai perampok yang kejam dan mereka terdiri dari sebelas kelompok dan salah satu-nya yang kita lihat sekarang." Lanjut An Chyou. "Sekarang mereka bersama dengan Tetua Kabut Hitam dan Kekuatan-nya sama dengan Leluhur Istana Singa Api."
"Heh, Ternyata mereka hanya sekelompok bandit ya..." Ujar Xie Yan. "Jianheeng, Kamu akan lihat dari sini bagaimana Ayah akan membereskan bandit itu." Kata Xie Yan kemudian menurun-kan Jianheeng.
Xie Yan langsung keluar dari Istana Giok Putih-nya dan muncul di hadapan Kelompok tersebut.
"Apakah tujuan kalian datang kesini karena Istana Melayang ini?" Ucap Xie Yan menatap semua Kelompok Kabut Hitam yang diperkirakan 100 anggota dan satu Tetua.
__ADS_1
"Kau dapat keluar masuk dari Istana itu yang berarti kau pasti sudah menjadi pemilik dari Istana Melayang itu..." Jawab Tetua itu. "Tapi jika kau mati itu sebentar lagi akan jadi milik kami Kabut Hitam!" Ucap Tetua tersebut.
"Kalian semua, bunuh orang itu dan kita akan mendapatakan Istana itu!" Teriak Tetua itu dengan menunjuk Xie Yan.
Puluhan orang dengan cepat menerjang ke arah Xie Yan.
"Seperti-nya kalian semua sudah tidak menyayangi hidup kalian..." Kata Xie Yan dengan santai lalu mengangkat lengan kanan-nya.
Dia kemudian bergerak ke orang-orang yang mencoba menyerang-nya dan hanya dengan tangan kosong-nya, tubuh orang-orang dari Kelompok Kabut Hitam tiba-tiba meledak setelah Xie Yan.
Yang dia lakukan hanya lah menggabungkan Atribut Petir-nya dengan Api hitam di lengan kanan-nya kemudian melepaskan-nya ke tubuh lawan sehingga menghancurkan bagian dalam dan meledak.
BOOMM! BOOMM! BOOMM!
Kelompok dari Kabut Hitam terus mencoba menyerang Xie Yan bersama-sama tapi karena perbedaan Kekuatan membuat mereka harus mati.
Sambil membunuh, Xie Yan hanya bisa mendengar suara notifikasi System setelah membunuh orang-orang.
"A-Apa itu?" Tetua dari Kelompok Kabut Hitam terkejut melihat Xie Yan terus membunuh anggota-nya dengan mudah.
Hanya dengan satu gerakan tangan-nya satu orang meledak, dia melihat Xie Yan seperti Dewa Kematian.
"S-Siapa dia? Dia bahkan terlihat lebih mengerikan dari pada yang sudah membunuh banyak orang." Ujar Tetua itu.
Dalam Tiga menit, Xie Yan telah menghabis 100 Orang Kelompok Kabut Hitam.
Jika Xie Yan lebih serius maka dia bisa saja menghabisi orang-orang itu dalam hitungan detik.
"Nah, Sekarang hanya tersisa kau Pak tua..." Xie Yan berkata sambil menatap tajam Tetua dari Kelompok Kabut Hitam.
......
...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...
__ADS_1
...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...