
Keesokan Harinya,
Xie Yan sudah melakukan persiapan untuk melihat apakah Pavilliun memang memiliki hubungan dengan Siluman atau bukan.
Seperti rakyat biasa Xie Yan berjalan di kota Yerb menuju Cabang Pavilliun Pembunuh yang sudah diberitahu oleh Nie Gong.
Setelah tiba, Xie Yan melihat Bangunan Cabang Pavilliun Pembunuh di Kota Yerb hampir sama dengan di Kota Hua yang bangunannya tidak mencolok dan orang orang mengangap hanya bangunan biasa.
Saat Xie Yan ingin memasuki gedung, Xie Yan melihat seorang pria menggunakan jubah hitam masuk kedalam Pavilliun Pembunuh dengan kepala tertunduk melihat kiri kanan.
Walaupun Pria itu memakai jubah yang hampir tertutup, Xie Yan dapat mengenali wajah itu. "Bukankah dia Pria yang aku lihat di ingatan Tabib itu?" Gumam Xie Yan.
Pria yang dimaksud adalah anak kedua Nie Gong, Nie Lay. "Aku tidak salah, itu adalah dia!" Kata Xie Yan. "Apa dia kesini menyewa pembunuh untuk membunuh keluarganya karena rencananya gagal?" Ucapnya lalu melangkah masuk kedalam Pavilliun Pembunuh.
Saat melangkah Xie Yan merasakan Energi Siluman didalam bangunan itu. "Tuan...Tempat ini dipenuhi banyak Energi Siluman." Kata Suara yang adalah Binatang Kontrak Xie Yan, Heise.
Dengan menjadi Binatang Kontrak, Heise juga dapat merasakan Energi disekitar Xie Yan. "Mmm...Aku tahu." Balas Xie Yan.
"Sepertinya benar, Pavilliun Pembunuh sepertinya bekerja sama dengan Siluman." Gumamnya sudah memastikan harus menghancurkan Cabang Pavilliun Pembunuh di Kota Yerb ini.
Xie Yan melangkah masuk kedalam Bangunan Cabang Pavilliun itu, "Tetua...Aku ingin menyewa untuk membunuh semua Klan Nie dari Kota Yerb!" Saat baru masuk kedalam, Xie Yan mendengar permintaan pria berjubah itu.
Dengan mendengar itu, Xie Yan sudah memastikan bahwa Pria itu memang adalah Nie Lay. Setelah Nie Lay membayar harga kepada Tetua itu, dia langsung berbalik pergi dengan wajah tersenyum.
Nie Lay yang berencana keluar dari bangunan berpapasan dengan Xie Yan. "Tunggu..." Kata Xie Yan menyentuh pundak Nie Lay.
"Hah...?" Nie Lay menoleh dengan wajah tidak menyenangkan karena dihentikan Xie Yan.
BAM!
Xie Yan menekan pundak Nie Lay dengan sedikit kekuatan hingga membuatnya dia berlutut.
"A-Apa yang kau lakukan!" Kata Nie Lay mencoba melawan tekanan Xie Yan tapi tidak bisa berbuat apa apa.
"Kau adalah Nie Lay kan? Kebetulan anggota mu sedang mencarimu..." Ucap Xie Yan lalu dia memanggil Heise yang dalam bentuk manusianya.
Dengan bentuk manusianya, Heise memiliki wajah tampak gagah dengan tubuh besarnya.
Melihat tampilan Heise Xie Yan mengangguk, "bawa dia kembali ke Klan Nie." Perintah Xie Yan.
__ADS_1
Heise mengagguk, "S-Siapa kau! Aku tidak pernah mencari masalah denganmu!" Teriak Nie Lay memberontak saat diangkat oleh Heise.
"Diam!" Balas Heise dengan nada tegas bersama aura membunuhnya sehingga membuat Nie Lay terdiam.
"Aku tidak menyangka seseorang berani menyerang di dalam Pavilliun Pembunuh ini." Setelah Heise pergi meninggalkan bangunan, Suara dengan nada tua terdengar disana.
Xie Yan kemudian menoleh dan melihat pria paruh baya. "Oh...Apa kau adalah Tetua yang mengolah Cabang Pavilliun Pembunuh ini...?" Kata Xie Yan dengan santai.
Xie Yan melihat bahwa kekuatan dari Pria paruh baya dihadapannya cukup kuat dari pada Tetua yang mengolah Cabang Pavilliun Pembunuh di Kota Hua.
Tetua yang dihadapan Xie Yan sekarang berada di Ranah Dewa Nirwana Menengah, "Dengan Kekuatannya, Dia mungkin adalah Topeng Emas yang sama seperti kulawan di hutan sebelumnya." Batin Xie Yan.
"Itu benar...Apakah kau memiliki urusan denganku?" Balas Tetua Cabang itu.
Setelah Tetua itu membalas, Xie Yan sudah menghilang dari tempatnya dan sudah dihadapan Tetua itu sambil mengarahkan tinju ke muka Tetua Cabang itu.
BAM! BOOMM!
Tetua itu langsung terlempar jauh akibat pukulan Xie Yan barusan. Dia bahkan tidak melihat pergerakan Xie Yan.
"Tetua!" Semua Anggota Pavilliun Pembunuh yang berada di kegelapan mulai bermunculan. Mereka semua hanyalah Topeng Perunggu dan Topeng Platinum, namun Topeng Platinum lebih banyak dari Topeng Perunggu.
"Hehehe...Pavilliun Pembunuh? Aku bahkan sudah menghancurkan salah satu cabang milik kalian!" Kata Xie Yan tertawa.
Kata kata Xie Yan barusan langsung membuat semua anggota Pavilliun Pembunuh bereaksi. "I-Itu kau! Kau adalah orang yang dicari cari Tetua Pusat!" Kata mereka semua kepada Xie Yan.
"Oh...Apakah Tetua Pusat kalian sudah berusaha mencariku? Yah, aku awalnya tidak ingin menganggu Pavilliun kalian tapi karena kalian semua memiliki Energi Siluman didalam Tubuh kalian walau masih kecil jadi aku memutuskan untuk menghancurkan kalian." Kata Xie Yan lalu mengeluarkan Pedang Hitam yang ditempa sendiri dari System Penyimpananya.
"Hei Iblis kecil, Sepertinya kau akan memakan banyak darah..." Ujar Xie Yan kepada Jiwa Iblis yang berada di dalam Pedang Hitam.
Dengan wajah tersenyum, Xie Yan menatap setiap anggota Cabang pavilliun pembunuh. "Hehehe...Kalian akan menjadi percobaan pertama dari pedang baruku ini." Xie Yan berkata ke mereka.
"Bunuh dia! Dia adalah orang yang dicari tetua pusat." Kata salah satu dari mereka berkata.
Slash!
Tubuh yang berbicara barusan langsung terbelah dua tanpa ada yang dapat melihat apa yang terjadi. "Sangat Lemah!" Ucap Xie Yan yang sudah menebasnya dengan cepat.
"Dia sangat lemah untuk percobaan pedang baruku! Saatnya giliran kalian!" Xie Yan menghina yang barusan dia bunuh.
__ADS_1
"Dia kuat! Kita harus menyerangnya bersama sama!"
Mereka semua bergerak bersama untuk menyerang Xie Yan.
"Tch, dengan Kekuatan kalian tidak mungkin kalian bisa melukai ku..." Ucap Xie Yan membuat kuda kudanya.
"Teknik Pedang Kekacauan, Teknik Kedua : Tebasan Cahaya!" Setelah Xie Yan berkata itu, dia langsung menyerang seperti cahaya menebas setiap kepala anggota pavilliun.
Slash!
Slash!
Tuk...Tuk...Tuk...
Beberapa kepala jatuh dilantai dan Xie Yan telah kembali ke posisinya seperti tidak terjadi apa apa.
Semua anggota pavilliun yang melihat rekan mereka tidak dapat bereaksi mulai ketakutan dengan Xie Yan.
"A-Apa yang harus kita lakukan....?" Ucap mereka sudah mulai ragu. Tidak mungkin bagi mereka untuk melukai Xie Yan dengan walaupun mereka bergabung.
"Minggir! Dia bukan lawan kalian." Kata suara dari belakang anggota pavilliun pembunuh itu.
"Aku tidak tahu kau berani mencari masalah dengan Pavilliun Pembunuh, tapi apa kau berpikir aku akan membiarkan kau membunuh sesuka hati di tempat ini...?" Itu adalah Tetua yang sebelumnya dipukul oleh Xie Yan.
Wajah tetua yang awalnya terluka sudah mulai kembali semula, bahkan aura milik tetua itu sedikit berubah.
"Jadi kau tidak mati. Seperti yang diharapkan dari Tetua Cabang Pavilliun Pembunuh." Xie Yan memuji tetua itu.
"Yah, Seperti yang diharapkan dari seorang yang menggunakan Energi Siluman." Kata Xie Yan.
Tetua itu hanya menatap Xie Yan dengan penuh kebencian, "Sebelumnya aku memang sedikit lengah, tapi kali ini aku akan lebih serius!" Tetua itu bergerak dan mencoba menyerang Xie Yan dengan wajah penuh amarah.
"Hoo...Apakah kau berpikir dengan tambahan Energi Menjijikkan itu akan membuatmu bisa mengalahkan ku...?" Xie Yan berkata saat melihat Tetua itu bergerak ke arahnya.
Tidak mendengarkan perkataan Xie Yan, Tetua itu terus menerjang, "Matilah Sialan!" Teriaknya.
......
......__________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...