
Di Kediaman Walikota.
Seorang Pria tua sedang berjalan ke salah satu ruangan. "Hehehe, Sekarang dia sedang sibuk menggunakan formasi" Ucap Pria tua itu yang adalah Song Fawang.
"Dia memang kuat, tapi jika anaknya ditanganku dia tidak akan bisa melakukan apapun." Song Fawang berkata dengan senyum licik.
"Hmm, Sepertinya ini adalah ruangan miliknya." Sekarang Song Fawang sudah berada di depan pintu ruangan milik Xie Yan.
Saat Song Fawang ingin membuka pintu ruangan tersebut, terdengar suara langkah kaki.
Song Fawang langsung dengan cepat menoleh dan melihat seorang pemuda berjalan mendekat. "K-Kauu...Bagaimana bisa ada disini?" Ucapnya terbata bata.
Yang Song Fawang lihat adalah Xie Yan, Dia sangat terkejut bahwa Xie Yan bisa berada disini dan bukannya sedang mengendalikan Formasi.
"B-Bukankah k-kau sedang mengendalikan Formasi...?!" Ucap Song Fawang yang jelas panik melihat kemunculan Xie Yan.
Apa yang dilihat oleh Song Fawang tentunya bukanlah Xie Yan yang asli dan itu hanyalah sebuah Klon miliknya yang dia taruh saat pergi meninggalkan Yue dan Feng Xia.
Tidak mungkin Xie Yan akan meninggalkan mereka berdua tanpa penjagaan dan juga Feng Xia masih belum cukup kuat untuk bertarung walaupun ranahnya sudah naik ke Dewa Perak rendah.
"Kau akhirnya melakukannya-kan Pak tua?" Ucap Klon Xie Yan. "Hahaha...Apa kau berpikir akan lengah membiarkan anakku sendiri!" Katanya lagi dengan tertawa kecil.
Song Fawang tidak tahu harus berkata apa dan dia merasa Xie Yan sudah menebak tujuannya. "A-Apa yang kamu maksud?" Kata Song Fawang berpura-pura bingung dengan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Huh!" Xie Yan mengendus, dia sudah menghilang dari tempatnya dan langsung muncul didepan Song Fawang dengan melepaskan tendangan tepat ke arah perutnya.
"Sial!" Melihat sedikit pergerakan Xie Yan, dia langsung mencoba menahan tendangannya dengan melindungi bagian perutnya.
BAM!
Tendangan itu tetap membuat Song Fawang harus terlempar dan berguling.
Walaupun hanya Klon, Kekuatannya tetaplah Dewa Giok sedangkan Song Fawang hanyalah Dewa Emas menengah.
Song Fawang sekarang dalam keadaan berlutut, "Cough! A-Apa maksudnya ini Xie Yan!" Teriak Song Fawang yang merasakan sakit pada bagian lengannya akibat menahan tendangan Xie Yan barusan.
Xie Yan hanya menatap dengan datar dan dalam sekejap mata lagi dia sudah menghilang, kali ini Xie Yan menambah kecepatannya, "Aku memang sudah lama ingin menghajar-mu Pak tua!" Suara muncul dari atas Song Fawang sambil mengarahkan tendangan ke arah pungungnya.
"K-Kapan dia di belakangku!?" Song Fawang sangat terkejut bahwa Xie Yan sudah berada di belakangnya.
Krek! BOOMM!
Suara tulang hancur terdengar dari punggung Song Fawang yang sudah tergeletak dengan tengkurap di lantai yang hancur akibat tendangan Xie Yan.
"Ugh!" Song Fawang sekarang dalam keadaan menyedihkan, bahkan dia tidak bisa bangkit berdiri akibat tulang punggungnya hancur dilakukan oleh Xie Yan.
Tidak sampai disitu, Xie Yan menginjak lagi tulang tangannya hingga hancur.
__ADS_1
Krek! Krek!
"Arghh!" Song Fawang yang masih dalam keadaan tengkurap berteriak kesakitan, dia hanya menatap Xie Yan dengan penuh ketakutan.
Merasa masih kurang Xie Yan berjalan ke kaki Song Fawang, "T-Tidak, H-Hentikan..." Song Fawang tahu niat Xie Yan untuk menghancurkan tulang kakinya.
Tidak mendengarkan sama sekali, Xie Yan tetap menginjak Kaki Song Fawang.
Krek! Krek!
"Arghh!" Song Fawang berteriak kesakitan, sekarang dia sudah sepenuhnya tidak bergerak dimana semua tulangnya sudah hancur.
"K-Keluarga Song tidak akan pernah membiarkanmu lepas!" Katanya mencoba mengancam Xie Yan, Hanya suaranya yang masih berfungsi dengan baik.
Xie Yan duduk dilantai tepat didepan wajah Song Fawang, "Hahaha...Keluarga Song? Bahkan Kekaisaran Ruby bisa saja kuhancurkan!" Kata Xie Yan tertawa saat mendengar ancaman Song Fawang.
"Lagipula aku sudah memiliki rencana untuk menghancurkan Keluarga Song tanpa menggunakan tanganku sendiri, akan kita lihat bagaimana Song Yvo tahu bahwa Keluarganya akan musnah." Ucap Xie Yan tertawa mengerikan membuat Wajah Song Fawang ketakutan.
Xie Yan kemudian menatap dan berkata lagi, "Untuk sekarang aku tidak akan membunuhmu dan akan kubiarkan kau melihat Keluarga Song hancur."
Xie Yan kemudian berdiri lalu mengangkat tubuh Song Fawang dengan Energi Qi miliknya. "K-Kau apa yang ingin kau lakukan?!" Teriak Pria tua itu dengan Wajah pucat.
BAM! Tanpa basa basi, Xie Yan langsung mengarahkan pukulan tepat ke Dantian milik Song Fanwang.
Dalam seketika, dia sudah menjadi manusia biasa tanpa Energi pada tubuhnya.
"Arghh!" Dia hanya berteriak kesakitan tanpa bisa melakukan perlawanan.
Xie Yan kemudian merobek ruang mengarah ke ruang pribadi miliknya di panti asuhan yang berada di Ibukota Kekaisaran, Huyan.
Dia membawa tubuh Song Fawang yang sudah pingsan masuk kedalam robekan ruang dan meletakkanya di dalam ruang panti asuhan.
Xie Yan juga meletakkan formasi didalam ruang itu agar tidak ada yang mengetahuinya, dia kemudian bertemu dengan Wan Yin yang terkejut dengan kemunculan tiba tibanya. Dia memberi tahu bahwa siapapun untuk dilarang masuk ke dalam ruang miliknya.
Tentunya Wan Yin dengan cepat mengiyakan walaupun terdapat rasa penasaran. Setelah menyelesaikan itu, Klon Xie Yan menghilang.
...
Di Pertengahan Kota Anji, Xie Yan yang baru saja menyelesaikan dan membunuh semua Pasukan Kekaisaran Currant. Tidak lama kemudian dia sudah mengetahui tindakan Klon dan apa yang dibuat kepada Song Fawang yang mencoba menjadikan sandera Yue saat dia mengendalikan formasi.
"Hahahaha...Pak tua, tanganmu seperti-nya sangat gatal ingin melakukan sesuatu ke orangku." Gumam Xie Yan dengan tertawa kecil.
"Ada apa Tuan Xie?" Tanya Jenderal Hao yang berada di samping Xie Yan.
Xie Yan menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Tidak...Sekarang mari kita ambil semua Cincin Ruang milik Pasukan itu." Ucap Xie Yan saat melihat banyak berserakan Cincin di luar Kota Anji.
...
__ADS_1
Istana Kekaisaran Currant,
Seorang Prajurit berlari terburu-buru dan langsung berlutut di hadapan Yang Mulia Kaisar Currant.
"Yang Mulia, Pasukan bantuan kita yang menuju Kota Anji semuanya telah musnah!" Kata Prajurit itu.
"Apa!"
BAM! Kursi yang diduduki Kaisar Currant hancur karena mendengar kabar itu.
"Bagaimana mungkin? Bukankah itu 5.000 Pasukan dan juga Jenderal Besar Ri bersama mereka tapu tetap tidak sanggup hanya untuk melawan satu Jenderal Besar Kekaisaran Ruby. " Tanya Kaisar Currant sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Kaisar Ruby memenangkan pertempuran ini dengan telak.
"Pergilah! Cari tahu apa yang terjadi sehingga mereka semua musnah!" Perintah Kaisar Currant kepada Prajurit itu.
Setelah Prajurit itu pergi, Kaisar tampak muram. "Sialan, dengan kehilangan pasukan sebanyak ini dan juga Jenderal Besar Ri Kekaisaran Currant ku sangat dirugikan." Gumam Kaisar Currant.
"Sekarang aku harus menunggu kabar tentang Jenderal Besar Fyuu yang akan sedang dalam perjalanan ke Kerajaan Garnet, Kota Hua. Disana kami memiliki orang dalam yang akan membantu kami merebut Kerajaan Garnet." Kata Kaisar Currant dengan tawa licik.
...
Kembali ke Xie Yan.
Setelah mengambil semua harta dari Pasukan Kekaisaran Currant, Mereka langsung menuju Kediaman Wudo.
"Apa yang sedang terjadi disini?" Ucap Wudo saat melihat retakan pada lantai kediamannya dimana itu bekas petarungan Klon Xie Yan.
Wudo langsung memanggil Penjaga kediamannya namun tidak ada yang mengetahuinya sama sekali.
"Ngomong-ngomong aku tidak melihat Song Fawang dikota dan juga sepertinya dia juga tidak ada disini." Ucap Jenderal Besar Tang.
Jenderal Hao juga penasaran dan Xie Yan juga ikut membuat wajah ingin tahu. "Entahlah, mungkin saja dia kabur saat mengetahui bahwa musuh menyerang sebanyak itu dan kembali ke Klan Song." Yang berkata adalah Jenderal Besar Hao.
Jenderal Tang, Wudo hanya tertawa mendengar itu. Mereka bertiga kemudian melakukan pesta setelah kemenangan melawan Kekaisaran Currant sedangkan Xie Yan kembali ke Ruang miliknya.
Disana dia masih melihat Yue dan Feng Xia masih tertidur. "Heise!" Panggil Xie Yan.
"Ada apa tuan?" Heise langsung muncul dari tanda kontraknya.
Dia menjelaskan tentang Song Fawang yang sedang dia tahan di Panti asuhan Lalu Xie Yan merobek ruang ke tempat kediaman panti asuhan, "Aku ingin kau merawatnya dan jangan buat dia mati." Pinta Xie Yan memberikan Cincin ruang dipenuhi pill pemulihan untuk menjaga Song Fawang tetap hidup.
Jika Xie Yan membiarkan Song Fawang tanpa ada yang mengawasi bisa saja dia akan mati dan tidak dapat menyaksikan kehancuran Klan Songnya.
"Baik Tuan." Jawab Heise mengambil Cincin ruang itu lalu masuk kedalam Robekan ruang tersebut.
Sambil menunggu rencana besok untuk pergi ke kota lain, Xie Yan kembali meningkatkan kekuatannya didunia leveling.
......
__ADS_1
......__________________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...