Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 248- Arena Colosseum (4)


__ADS_3

"Apa hanya segini saja? Aku masih belum puas!" Ucap Xie Yan sambil mengerak gerakkan lengan kanan-nya dimana dia habis meninju Siluman tersebut.


Dilihat dari ekspresi Xie Yan, dia tampak santai saat memukul Siluman tersebut.


Serangan yang dilancarkan Xie Yan bahkan murni hanyalah Kekuatan Fisiknya saja tanpa mengeluarkan Energi Kehampaan miliknya.


"Ugh~ A-Apa yang baru saja terjadi?" Dengan banyak darah keluar dari mulut-nya. Siluman tersebut mencoba mencerna kejadian yang tiba-tiba tersebut.


Dia tidak dapat melihat datangnya serangan tersebut dan tiba tiba saja sudah terhempas.


Siluman itu kemudian bangkit berdiri, "Ini sangat menyakitkan!" Kata Siluman tersebut sambil menyentuh wajah bagian kirinya yang baru saja terkena serangan tersebut.


Sambil menyebuhkan sedikit luka fisik-nya, Siluman tersebut menatap Xie Yan yang masih berdiri di tempat-nya dimana sama sekali tidak bergerak.


"Trik apa yang baru saja kau gunakan Manusia Rendahan!" Kata Siluman tersebut dengan Amarah.


Dia tidak percaya pada Manusia yang dihadapannya sekarang mampu memukul-nya.


"Hah? Trik? Tidak ada, aku hanya mengayunkan tangan ku seperti biasa." Kata Xie Yan sambil mengerakkan lagi lengannya seperti memukul seseorang.


"B-Bajingan ini!" Tampak urat kesal di wajah Siluman tersebut melihat reaksi Xie Yan yang menganggap remeh dirinya.


"Kali ini aku harus berhati-hati saat menyerang-nya." Batin Siluman tersebut lalu kemudian dia bergerak kembali menyerang Xie Yan.


Saat Siluman tersebut bergerak ke arah Xie Yan, dia terfokus memperhatikan tubuh Xie Yan agar kejadian sebelumnya tidak terulang kembali.


"E-Eh, Dimana dia!?" Tiba-tiba saja Tubuh Xie Yan menghilang dari pandangan Siluman tersebut sehingga dia berhenti bergerak dan mencoba mencari keberadaan Xie Yan.


Tapi Siluman tersebut sama sekali tidak bisa melihat maupun merasakan keberadaan Xie Yan.


Bukan hanya Siluman saja, bahkan orang-orang yang menonton pertunjukan tersebut sama sekali tidak melihat Xie Yan yang menghilang tertiup angin.

__ADS_1


Saat Siluman tersebut yang tampak kebingungan mencari keberadaan Xie Yan, serangan cepat datang dari sebelah kiri Siluman tersebut tanpa dia sadari.


BAM~ Siluman itu kembali terlempar jauh akibat serangan tersebut.


Setelah mendapati serangan tersebut hingga terpental jauh, Siluman itu mencoba cepat kembali bangkit.


"Keluar kau manusia pengecut!" Siluman itu berteriak dengan lantang. Walaupun sebenarnya wajah-nya jelas tampak panik.


Dia sama sekali tidak pernah menyangka manusia yang pernah dia buat setengah mati sekarang malah muncul dengan kekuatan yang tidak masuk akal hanya dalam beberapa tahun.


"Oh~ Baiklah, karena kau ingin aku keluar maka..." Xie Yan yang tadinya menghilang dari pandangan Siluman tersebut langsung muncul tepat di hadapan-nya dan langsung mencekram muka Siluman tersebut hingga tubuh-nya terangkat.


"Aku sebenarnya ingin sedikit bermain dengan mu tapi sepertinya kau sendiri yang sangat ingin menyelesaikan pertarungan ini." Kata Xie Yan dengan wajah menghina.


"Urgh~ L-Lepaskan!" Siluman yang sekarang dalam cengkraman Xie Yan mencoba melepaskan cengkraman tangan Xie Yan namun usahanya tidak membuah-kan hasil.


Sambil menatap Siluman yang sedang berada di tangan-nya, Dia sangat ingin membuat Siluman tersebut pelajaran setelah apa yang dia lakukan padanya.


Aliran Listrik dari lengan Xie Yan mengalir dan menyetrum Siluman tersebut.


"T-Tidak~" Dengan tubuh yang bergetar, Siluman tersebut sangat ketakutan. Dia merasa hidup-nya akan benar benar berakhir.


Drtt~ Aliran Listrik itu pun menyetrum Siluman tersebut yang masih berada di genggaman cengkraman Xie Yan.


"Argh!" Siluman itu berteriak kesakitan.


Semua penonton yang berada di Colosseum hanya bisa terdiam menyaksikan penyiksaan tersebut yang dilakukan Xie Yan kepada Siluman.


Tentu saja di semua area penonton tidak ada yang merasa kasihan kepada Siluman tersebut namun mereka hanya takut uang taruhan mereka akan lenyap.


"I-Itu cara menyiksa yang sangat mengerikan." Ucap Muli yang berada di Area penonton.

__ADS_1


Disampingnya, Nie Liani juga mengangguk setuju dengan Leluhurnya tersebut. "Sepertinya Kakak memiliki dendam yang sangat besar pada Siluman itu." Batin Nie Liani.


Kembali ke Arena, Teriakan kesakitan Siluman tersebut terdengar kesepanjang penjuru Colosseum.


"Argh! T-Tolong~ L-Lepaskan~"Sambil mengeluarkan air mata kesakitan, Siluman itu mencoba memohon kepada Xie Yan namun Xie Yan sama sekali tidak memberikan ampun.


Bahkan dia semakin menambah-kan lagi kekuatan petir milik-nya.


Beberapa menit kemudian penyiksaan yang dilakukan Xie Yan, Siluman tersebut akhirnya mati dengan tubuh penuh gosong dan berakhir menjadi abu.


Siluman Vs Xie Yan, Kemenangan dimenang kan oleh Xie Yan dengan telak.


Di Area Penonton VIP, Jin Chul yang pernah dipermalukan oleh Xie Yan di sebuah Restauran tampak panik.


Penyiksaan itu membuat-nya sedikit ketakutan. "Kau! Cepat keluarkan semua Budak dan bunuh dia!" Perintah Jin Chul kepada Manager Arena Colosseum tersebut.


"D-Dia harus mati ditempat ini!" Katanya sambil mengigit kuku jarinya.


Wajah Manager tersebut langsung jelek, tindakan itu akan membuat dia rugi banyak. Tapi dia tidak bisa menolak perintah Tuan Muda Keluarga Jin dan dengan terpaksa harus menuruti keinginan-nya.


Manager itupun memerintahkan bawahannya untuk mengeluarkan semua Budak hanya untuk membunuh satu orang tersebut.


...


"I-Ini apa yang terjadi!?" Di Arena, Komentator Colosseum terkejut saat melihat semua Pintu besi petarung terbuka.


Tidak lama kemudian beberapa Budak petarung mulai berkeluaran.


"A-Apa yang terjadi?! Semua Budak sekarang keluar!" Teriaknya memnuhi Colosseum.


[Bersambung]...

__ADS_1


__ADS_2