
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Xie Yan langsung memasuki gedung pavilliun, para penjaga tentu sudah mengenal Xie Yan dan mereka tidak menghalangnya sama sekali.
Tuk...Tuk.
"Bibi Mei, Ini aku Xie Yan" Ucap Xie Yan mengetuk pintu ruangan Su Mei.
"Yan'er? Kamu disini? Ada apa?" Balas Su Mei yang keluar dari ruangannya.
"Bibi aku hanya ingin menjumpai Orang orang yang aku suruh datang kesini," Ujar Xie Yan.
Su Mei langsung teringat orang orang yang datang atas perintah Keponakannya, "Oh...Orang orang dari Klan Ruo ya, mereka ada di lantai atas tempat ruang khusus tamu Pavilliun. Apa kamu ingin berjumpa dengan mereka?" Ucap Su Mei.
Xie Yan mengangguk paham, Dia kemudian seperti memikirkan sesuatu, "Mmm...Bibi, dimana Kakek? Aku tidak merasakan keberadaan Kakek di Pavilliun," Tanya Xie Yan.
"Dia tadi mengatakan ada urusan yang ingin dja lakukan, tapi sepertinya wajah ayah terlihat buru buru," Jawab Su Mei yang penasaran.
"Begitu ya, Baiklah bibi..Aku akan mengunjungi mereka dulu," Xie Yan pamit ke Su Mei dan langsung berjalan ke lantai atas.
Su Mei yang melihat Xie Yan pergj hanya menggelengkan kepalanya, tentu dia tau tentang kejadian heboh di Kekaisaran Zart ini dan itu semua adalah ulah keponakannya sendiri, "Haihh...Anak itu. Hebohnya kekaisaran itu karena dia, tapi dia terlihat seperti tidak terjadi apa apa. Aku penasaran sifat siapa yang dia turunkan? Apakah itu suami Kakak Lan?" Batin Su Mei langsung kembali ke ruangan dengan senyum kecil.
...
__ADS_1
Xie Yan sudah berada di ruangan bersama dengan Ruo Fui dan Ruo Lou, "Tuan Yan, kami sangat berterimakasih lagi setelah tuan membantu kami dan mulai besok kami sudah menempati tempat Klan Nie." Ucap Ruo Fui dengan tulus.
"Mmm, baguslah. Jadi Apa Tujuan kalian selanjutnya? Apa kalian akan mencoba menghidupkan kembali Klan Ruo?" Tanya Xie Yan.
Ruo Fui mengangguk, "Benar, Anggota Klan Ruo masih ada diluar sana yang sudah pergi berpetualang sebelum penyerangan Klan Nie. Mungkin kami akan mencari beberapa Anggota Klan Ruo kami juga ada yang selamat dan lolos dari penyerangan itu." Balas Ruo Fui.
"hmm," Xie Yan setuju dengan rencana Ruo Fui, dia lalu menoleh ke Ruo Lou.
Ruo Fui dapat mengetahui maksud Xie Yan dan langsung meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.
Walaupun Ruo Lou sudah sering bersama di dalam ruangan dengan Xie Yan, tapi kali ini jantungnya berdetak kencang, Kebaikan Xie Yan sudah mengisi sedikit hatinya. Dia bahkan belum pernah merasakan kejadian ini yang walaupun dia pernah menikah dengan terpaksa.
"Aku akan meninggalkan Kekaisaran Zart dalam waktu dekat," Kata Xie Yan tiba tiba membuka pembicaraan.
Mendengar perkataan Xie Yan, dia tahu tidak mungkin orang seperti Xie Yan akan lama tinggal di kekaisaran tingkat lima. Walaupun begitu dia masih terkejut Xie Yan akan pergi dalam waktu dekat ini, dia bahkan belum sempat membalas sedikit saja kebaikan Xie Yan.
"Aku mungkin akan pergi sendiri, jadi aku ingin kamu membuka Restauran lagi di kekaisaran Zart. Kamu juga bisa memanggil Kelompok Asura yang lain atau bekerjasamalah dengan Bibi Mei," Lanjutnya.
Setelah pembicaraan mereka selesai Xie Yan keluar dari ruangan, Xie Yan juga tidak lupa memberikan beberapa Batu Energi tingkat rendah ke Ruo Lou untuk biaya membuat usaha restauran.
Kali ini Xie Yan menginap di Pavilliun yang sudah disiapkan oleh Su Mei untuknya.
Dimalam Hari...
Dikamar, Xie Yan masih dalam kondisi meditasi. Saat dia merasakan ada seseorang yang mendekati kamarnya dia langsung menghentikan Meditasinya dan langsung menuju pintu.
Disaat Xie Yan membuka pintu kamarnya, dia melihat Rou Lou dengan baju tidur yang sedikit terbuka. Xie Yan melihat penampilan Ruo Lou dengan rambut Silvernya yang semakin menggoda. "A-ada apa Nona Ruo?" Kata Xie Yan sedikit tersipu dan tanpa sadar menyebut 'Nona'.
Ruo Lou juga tidak berbeda jauh dengan Xie Yan yang sedikit malu. Dia belum pernah begitu berani ke laki laki lain seperti yang dia lakukan sekarang. "Ak-aku hanya ingin membayar kebaikan anda, jadi sebelum anda pergi aku akan me-menghabiskan malam ini bersama anda.." Katanya dengan malu malu.
Wajah Xie Yan seakan tampak serius, "Apa maksudmu? Aku juga seorang pria, tapi aku tidak main main dengan wanita demi kesenangan. Aku membantumu itu murni kau adalah orangku," Kata Xie Yan tapi di dalam batin Xie Yan, "Argh, apa apaan situasi ini. Di kehidupan pertamaku aku tidak memiliki pengalaman berhubungan dengan wanita," Ucapnya yang sedikit kesal tidak pernah yang dalam keadaan seperti sekarang.
__ADS_1
"..."
Balasan Xie Yan membuat dia sedikit terkejut, "Ak-aku tidak bermaksud begitu!" Balas Ruo Lou.
"Apa menurutmu aku ini sama seperti pelacur yang suka mempermainkan Pria?" Ucapnya lagi dengan nada serius.
"..."
Xie Yan hanya diam, "Sial, aku mengatakan itu agar dia bisa pergi. Tapi sekarang sepertinya dia sangat serius," Batin Xie Yan.
"aku sudah sedikit memahami anda dalam beberapa tahun ini setelah anda menyelamatkan saya dan anakku, anda adalah orang yang berbeda dan anda bahkan berjanji membalaskan dendamku." Katanya dengan serius.
Xie Yan tidak bisa berkata kata lagi, dia tidak tahu kata katanya barusan malah akan semakin besar.
"disaat anda menolongku dan anakku, aku tidak berpikir orang yang menyelamatkan kami akan memiliki kekuatan yang hebat Tapi setelah aku mengetahui anda diluar pemahamanku. Kemudian aku berpikiran untuk selalu berada disisimu hanya untuk membalas dendam pribadiku.
Tapi berjalannya waktu saat Melihat anda yang begitu baik terhadap anak anak yang anda bebaskan dan terutama Ro'er yang selama hidupnya penuh kepahitan dan disaat bertemu anda dia seakan bersinar. Bahkan dia sangat senang menceritakan anda ketika bersamaku.
"aku bahkan tidak berpikir anda sendiri yang akan menawarkan untuk membantu saya membalaskan dendam. Apa yang anda lakukan sangatlah berbeda, anda bahkan meningkatkan kekuatan saya untuk membalaskan dendamku sendiri yang selama ini hidupku seakan dirantai dan saat rantaiku lepas, aku merasa anda telah mengisi hidupku yang selama ini mengekangku.
jadi, kuharap aku dapat membalas semua itu dengan malam ini," Ujar Ruo Lou mendorong Xie Yan masuk bersama kedalam kamarnya lalu mengunci pintunya...
.
.
.
.
.
__ADS_1