
Setelah mengetahui dia memiliki Teknik Kultivasi Ganda di Toko Systemnya, dia tentu tidak langsung melatihnya untuk saat ini.
Xie Yan kemudian bangkit berdiri dan mengeluarkan Pakaian miliknya lalu mengenakannya, "Baiklah...Karena sudah dua hari berlalu, aku akan keluar dari Kolam Suci ini." Kata Xie Yan kepada Qixuan.
Qixuan kemudian ikut berdiri merapatkan tubuhnya yang tanpa busana ke Xie Yan lalu menciumnya.
Cup~
"Kamu keluar lah lebih dulu, aku akan keluar sedikit lebih lama agar menghindari kecurigaan jika ada yang melihat kita keluar bersama." Qixuan berkata.
Xie Yan mengagguk lalu dia pergi meninggalkan Qixuan sendiri di Kolam Suci.
Dia sampai dimana tempat keluar Kolam Suci dan melangkah keluar.
Wush! Xie Yan langsung menghilang dan muncul ditempat sebelum dia masuk.
Disana sudah menunggu banyak orang, yaitu, Jendral Besar Hao, Tang, Kaisar Tan, Putra Mahkota, Pangeran kedua dan seorang Wanita cantik disampingnya.
Banyaknya orang yang berkumpul membuat Xie Yan tidak bisa berkata, "Apa yang terjadi? Apa mereka sudah tahu aku dan Permaisuri melakukan sesuatu?" Batin Xie Yan bertanya tanya.
Dia tentu saja tidak takut dan tidak peduli jika hubungannya ketahuan maka dia tinggal membantai semua orang yang dihadapannya.
Xie Yan menatap Jendral Besar Hao dan cukup puas saat melihat diasudah naik ke Ranah Dewa Emas menengah.
"Xie Yan, Apakah kamu puas dengan Kolam Suci Kekaisaran Ruby kami?" Yang bertanya adalah Tan Cao dengan senyuman.
"Tuan Xie...Kamu akhirnya keluar juga." Kata Jendral Besar Hao dengan sambutan hangat saat melihat kemunculan Xie Yan.
Mendengar perkataan mereka yang menyambut membuat dia mengerti kalau tidak ada yang mengetahui hubungannya dengan Qixuan Walaupun dia sedikit canggung saat melihat Kaisar Tan, Tan Cao dan Putra Mahkota, Tan Chao anak dari Qixuan.
Dia mengagguk, "Ya...Aku tidak menyangka Kekaisaran Ruby memiliki hal seperti ini. Sekarang Kekuatanku sudah lebih kuat." Kata Xie Yan menekan Ranahnya di Dewa Emas Menengah tapi Auranya lebih kuat.
Mereka yang berada di Ranah Dewa Emas menengah juga sudah merasakan Aura Xie Yan yang lebih kuat dari sebelumnya walau masih ditingkat menengah.
"Sayang sekali, Jika lebih lama didalam mungkin kamu dapat naik ke Puncak Dewa Emas." Kata Kaisar Tan yang berpikir Xie Yan keluar karena tidak sanggup menahan banyaknya Energi Spritual didalam dan memilih keluar dari pada meledak.
Xie Yan hanya memberikan senyum canggung, "Jika dia tahu dua hari ini bahwa aku di Kolam Suci bermain dengan Istrinya apa yang akan terjadi." Pikir Xie Yan tidak bisa membayangkan reaksinya jika Tan Cao mengetahuinya.
"Xie Yan, ayo kita ke Aula untuk membahas Wilayah mana yang akan kamu datangi untuk membuat Formasi." Ucap Tan Cao berbalik menuju Aula Istana diikuti yang lainnya.
Xie Yan mengagguk, "Hmm!" Suara endusan dingin terdengar dari Wanita yang didekat Pangeran kedua, Tan Wa. Dia selalu menatap Xie Yan dengan penuh permusuhan.
Dibelakang Xie Yan, Jendral Besar Hao juga merasakan permusuhan dari Wanita yang bersama Pangeran kedua tersebut. "Tuan, dia adalah Selir Pertama Kaisar Tan, Song Yvo." Dia mengirim telepati ke Xie Yan.
"Oh..? Apakah dia berasal dari Klan Song?" Tanya Xie Yan dari telepati.
__ADS_1
"Benar, dia adalah saudara perempuan dari Patriak Klan Song." Balas Jendral Besar Hao.
Xie Yan mengagguk mengerti dan hanya tertawa kecil, "Dibandingkan Qixuan, dia tidak ada apa-apanya." Gumamnya.
"Selama dua hari ini, apakah Yue baik baik saja?" Xie Yan bertanya lagi kepada Jendral Besar Hao.
"Tentu saja Tuan Xie, Namun beberapa anggota Klan Fang sedikit membuat masalah tapi sudah saya bereskan." Kata Jendral Besar Hao.
"Terimakasih..." Ucapnya, dia sangat puas dengan jawaban dan tindakan Jendral Besar Hao tersebut.
"Ini hanya masalah kecil, lagipula anda sudah memberikan hal yang lebih berharga." Balas Jendral Besar Hao dengan tulus karena Xie Yan memberikan Pill yang membuatnya naik satu tingkat.
...
Mereka semua akhirnya tiba di Aula disana juga sudah terdapat bangku khusus untuk Xie Yan.
Tidak lama kemudian, Seorang Wanita cantik dengan gaun merah masuk ke dalam Aula tersebut.
Wajah dari Selir pertama Kaisar Tan langsung berubah dengan penuh kebencian menatap Wanita tersebut.
Wanita itu adalah Permaisuri Qixuan, Sekarang wajahnya tampak lebih cerah dari sebelumnya.
Qixuan terus berjalan dan duduk disamping Kaisar Tan. karena status Permaisuri lah yang layak duduk disampingnya dan Selir lain hanya berada ditempat biasa.
Dia kemudian terfokus kepada Xie Yan yang tidak jauh dari tempat duduknya. Qixuan memberikan senyum dan mengedipkan sebelah matanya kepadanya Xie Yan sehingga membuatnya canggung, "Jangan buat ekspresi seperti itu." Batin Xie Yan khawatir jika ada yang curiga.
"Mereka sekarang menuju Kota Fuy, Kota Honq, Kota Hua, Kota Anji." Lanjut Kaisar Tan.
Mendengar Kota Hua dari mulut Kaisar Tan membuat matanya sedikit melebar cukup terkejut namun dia dengan cepat kembali tenang dan lanjut mendengarkan Kaisar Tan lagi.
Kaisar Tan kemudian mengarahkan pandangannya ke Xie Yan, "Setelah sesuai kesepakatan dan kebetulan Tuan Xie adalah seorang Ahli Formasi, Jendral Besar Hao dan Jendral Besar Tang akan mengikuti Tuan Xie untuk membantu melakukan Formasi disetiap Wilayah tersebut." Ujar Kaisar Tan.
Mereka yang berada di Aula ruangan kecuali Permaisuri Qixuan semuanya kaget karena Xie Yan yang umurnya bahkan belum tiga puluh tahun sudah sangat kuat dan sekarang dia ternyata adalah seorang Ahli Formasi.
"Sial, dari mana datangnya bajingan ini!" Kutuk Pangeran Kedua, Tan Wa menatap Xie Yan dengan kesal. Dia sudah sangat membenci Xie Yan karena membuatnya malu dihadapan para petinggi.
Tan Wa tampak tidak tenang kemudian menoleh ke Wanita disampingnya yang adalah Ibunya, Song Yvo. "Tenang saja." Song Yvo berkata dengan pelan kepada Tan Wa.
Yvo bangkit berdiri, "Yang Mulia..." Panggilnya dengan formal walau didepannya adalah Suaminya.
"Saya keberatan jika hanya mereka berdua yang bersama Tuan Xie. Walaupun saya tahu bahwa Tuan Xie sangat kuat diumurnya yang muda dan juga seorang Master Formasi, Kita tetap melawan Kekaisaran Currant dan harus berhati-hati jika mereka mengirim banyak Ahli." Ucap Song Yvo lagi.
"Hmm...Jadi Apakah kamu memiliki usulan siapa yang bersama dengan Tuan Xie?" Balas Kaisar Tan, dia tidak mungkin untuk mengirim kedua pengawalnya yang selalu bersamanya.
Wajah Song Yvo tampak cerah penuh dengan senyum sedangkan Permaisuri Qixuan yang memperhatikan tindakan Selir pertama itu mengerutkan alisnya merasakan curiga.
__ADS_1
"Aku menyarankan Tetua Agung Klan Song untuk membantu Tuan Xie." Katanya.
"Oh...Tetua Agung Klan Song? Itu bagus, apa Tetua Agung akan menerima tawaran itu?" Tanya Kaisar Tan.
Song Yvo mengaggukkan kepalanya, "Tentu saja Tetua Agung akan setuju jika itu untuk Kekaisaran Ruby." Jawabnya dengan percaya diri.
"Hahahaha...Baguslah! Jika Tetua Agung Klan Song ikut membantu maka akan lebih aman untuk Tuan Xie." Kaisar Tan tertawa bahagia dan Song Yvo tersenyum mendengarnya.
"Cih! J*lang ini, apa yang mau dilakukannya!" Batin Qixuan, Dia lalu mengirimkan telepati ke Xie Yan. "Hati-Hati, Song Yvo itu pasti memiliki Rencana." Ucapnya memberi peringatan kepada Xie Yan.
Xie Yan mengagguk pelan, "Aku tahu..." Balasnya. Dia kemudian menatap Song Yvo, "Mungkin kah dia ingin melakukan sesuatu dengan bantuan Tetua Agung mereka? Bahkan jika dia mengirim Tetua Agung tidak mungkin bisa mengurusku." Gumam Xie Yan tertawa kecil.
"Kalau begitu, Tuan Xie dan yang lainnya akan berangkat besok untuk membiarkan Tuan Xie beristirahat setelah keluar dari Kolam Suci." Ucap Kaisar Tan sekalian menutup pertemuan mereka.
Setelah pertemuan itu berakhir, Xie Yan tidak menuju kediaman Istana, tetapi bergerak menuju Panti asuhan untuk berjumpa dengan Yue.
...
Xie Yan yang sudah berada di luar Panti asuhan merasakan seseorang terus memperhatikan kediaman tersebut.
"Hmm, satu, dua, tiga...lima." Xie Yan menghitung orang yang mengawasi kediaman Panti asuhan tersebut di tempat berbeda beda.
"Lima orang dan mereka cukup lemah. semuanya berada di Dewa Perak menengah," Gumam Xie Yan.
"Huh! Karena kalian berani mengawasi tempat ini maka jangan salahkan aku kalau kejam!" Kata Xie Yan menghilang dari tempatnya lalu mencul di setiap tempat orang yang mengawasi Panti asuhan.
"Siapa Kau?!" Teriak salah satu orang yang mengawasi Panti asuhan mencoba menyerang Xie Yan.
Belum sempat dia menyerang Xie Yan, sudah menekan kepala orang itu hingga dia berlutut tidak berkutik. "Kita lihat siapa orang yang berani menyuruhmu." Kata Xie Yan menatap orang itu.
Wush!
Xie Yan langsung membaca jiwa mereka dan langsung mengetahui siapa dalang yang menyuruhnya dia kemudian menatap Orang itu yang sudah tampak ketakutan.
Slash! Xie Yan memotong leher orang itu.
"Klan Fang? Apakah karena kematian babi gendut itu sehingga mereka mengirim sampah sampah mengawasi Panti asuhan..?" Xie Yan berkata, dia mengingat bahwa Jendral Besar Hao juga mengatakan Klan Fang pernah membuat masalah kecil disini.
Dia kemudian menghilang dari tempatnya ke orang lain yang mengawasi panti asuhan, karena dalam satu kelompok dia tidak perlu membaca jiwanya dan langsung menebasnya tanpa banyak bicara lalu membakar mayat mereka semua tanpa jejak.
Setelah membunuh mereka semua Xie Yan melangkah masuk ke dalam Panti asuhan.
......
......_________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...