Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 246- Arena Colosseum (2)


__ADS_3

Arena Colosseum sekarang dipenuhi sorakan yang heboh.


"Ini sungguh menakjubkan!" Ucap Komentator Arena Colosseum saat melihat penampilan dari siluman tersebut.


"Siluman itu sangat mendominasi, sekarang dia sudah berturut-turut mengalahkan lima petarung colosseum dan tidak ada satu pun yang dapat keluar hidup-hidup." Katanya lagi.


...


Ditempat penonton khusus dimana merupakan tempat Jin Chul, anak Penguasa Kota Jin yang sedang bersama dengan seorang pria tua dan satu pria yang memiliki badan kekar.


"Siluman itu sangat kuat..." Ucap Jin Chul.


"Hahahaha...Apakah Tuan Muda menginginkan budak siluman itu?" Tanya seorang Pria tua tersebut yang sedang duduk disamping Jin Chul, dimana dia adalah seorang manager dari Colosseum tersebut.


Jin Chul tampak berpikir, "Tentu saja...Siluman itu akan sangat berguna menjadi pengawal-ku." Balasnya. "Tapi aku ingin terus melihat sampai mana dia bertahan di arena ini." Ujarnya lagi kembali menikmati pertarungan di arena.


Pria tua itu mengangguk dengan sebuah senyuman kecil.


...


Ditempat lain penonton arena, Wajah Muli tampak berbeda dari sebelum-nya. "Apa Yan Xie akan baik-baik saja melawan Siluman itu?" Gumam-nya sedikit khawatir setelah menyaksikan lima pertandingan Siluman tersebut.


"Walaupun mereka sama-sama Dewa Sejati rendah*1, aku takut dia tidak akan mampu melawan Siluman itu." Muli sangat ragu kalau Xie Yan tidak akan bisa menang melawan Siluman tersebut karena selama ini dia belum pernah menyaksikan pertarungan Xie Yan.


"Jika dia dalam bahaya mungkin aku harus dengan terpaksa turun menyelamatkan-nya." Batin Muli.


Saat Muli memikirkan keselamatan Xie Yan, seorang wanita berteriak memanggil nama-nya.


"Guru!" Katanya kepada Muli.


Muli dengan cepat menoleh kesamping dan langsung tersenyum lembut saat melihat wanita tersebut. "Nie'er...Kamu sangat lama." Ucap Muli.


Wanita tersebut adalah Nie Liani.


"Huh...aku sudah curiga saat kamu mengirim kan kabar kalau sedang berada di Kota Jin dan benar saja kamu pasti sedang bertaruh lagi." Kata Nie Liani dengan wajah kesal.


Mendengar itu keluar dari mulut Nie Liani. Muli hanya membalas dengan tertawa.


Dia kemudian duduk disamping Muli. "Jadi kenapa kamu menyuruhku untuk datang ke Kota Jin saat aku sedang berlatih?" Tanya Nie Liani.

__ADS_1


"Guru-mu menemukan seorang pemuda yang sangat menarik. Dia bahkan jauh lebih berbakat dari Jenius Klan-Klan besar yang pernah gurumu ini jumpa." Kata Muli.


Nie Liani bahkan tidak berekspresi mendengarkan ucapan guru-nya tersebut. "Jenius? Dimata-ku tidak ada yang layak disebut Jenius kecuali dia lebih hebat dari Kakak-ku." Jawab Nie Liani dengan sombong.


Tentu-nya yang dimaksud Nie Liani adalah Xie Yan.


"Uh..." Jawaban Nie Liani membuat Muli terdiam karena dia sudah tahu tentang Kakak yang dimaksud murid-nya tersebut.


"Hei, itu berbeda. Mungkin saja Kakak yang kamu sebut itu seorang Monster tua." Kata Muli. "aku tidak tahu ditingkat mana Teknik yang diberikan Kakak-mu itu, tapi aku yakin itu adalah Teknik terkuat yang pernah ada di Benua Tianmu ini." Muli berkata lagi.


"Apakah semengerikan itu guru?" Walaupun Nie Liani tahu Kakak-nya sangat kuat, dia masih tidak menyangka guru-nya yang kuat juga berkata seperti itu.


Muli mengangguk. "Jika nanti guru-mu bertemu dengan-nya, aku pasti akan langsung berlutut dihadapan-nya."


"Kamu tidak perlu sampai melakukan hal itu guru..." Nie Liani tertawa kecil.


"Baiklah. Jadi kenapa sebelumnya wajah guru tampak khawatir? Apakah guru kalah bertaruh?" Ejek Nie Liani.


"Hmph! Guru-mu ini tidak pernah kalah jika itu bertaruh." Balas Muli dengan cepat. "Guru-mu ini khawatir karena pemuda jenius yang aku ceritakan akan bertarung dengan Siluman yang di arena sekarang." Muli menunjuk.


"Siluman? Kenapa dia ingin bertarung dengan Siluman itu?" Tanya Nie Liani.


"Bukankah itu sangat berbahaya guru? Terutama jika lawannya adalah seorang Siluman." Kata Nie Liani. "Jadi apa yang akan kamu lakukan jika pemuda jenius yang guru puji akan dalam bahaya?" Tanya-nya penasaran.


"Bukankah sudah pasti? Tentu saja guru-mu akan turun ke arena dan menyelamatkan-nya. Jenius seperti itu tidak boleh mati terutama identitas-nya masih belum diketahui." Jawab Muli dengan yakin.


"Apakah kamu serius guru? Menyelamatkan seseorang dari Arena Colosseum ini bukankah dilarang?" Nie Liani tentu saja tahu kalau peraturan di Colosseum sangat dilarang untuk menyelamatkan seseorang karena dalam pertempuran ini sudah pasti hidup dan mati.


Muli diam beberapa saat kemudian menganggukkan kepalanya. "Jika aku mengeluarkan identitas-ku sebagai Leluhur Klan Zun, mereka mungkin dapat mentolerir tindakan-ku." Kata Muli.


Nie Liani hanya diam tidak mengatakan apa-apa lagi dan hanya semakin penasaran dengan identitas pria yang sangat dilindungi guru-nya tersebut. "Aku sangat ingin melihat wajah orang itu." Batinnya berkata.


...


Pertarungan Siluman itu terus berlanjut hingga tiga pertarungan lagi dan belum ada satu-pun yang dapat mengalahkan Siluman tersebut.


Sekarang Siluman itu sudah menang delapan kali berturut-turut. Karena kemenangan berturut itu banyak peserta mengundurkan diri dengan memilih hidup dari pada mati ditangan budak colosseum tersebut.


"Baiklah semuanya, mari kita saksikan peserta selanjut-nya yang akan melawan budak siluman ini lagi." Teriak Komentator Colosseum.

__ADS_1


"Apakah peserta kesembilan ini akan mampu melawan Siluman tersebut atau dia akan sama dengan yang lainnya dimana sudah menjadi tanah..." Teriaknya lagi.


"Kita panggilkan, Peserta kesembilan dengan nama Yan Xie..." Panggil Komentator tersebut dengan lantang.


Di Arena Colosseum hanya terdengar suara sorakan.


Wajah Muli sedikit menegang mendengar nama itu sebelum akhirnya dia pergi ke tempat pertaruhan sesuai permintaan Xie Yan sebelumnya.


Tidak lama kemudian setelah di panggil, Seorang Pria dengan wajah tampan keluar dari lorong gelap.


Pria itu tentu-nya adalah Xie Yan.


"Woo..." Setelah Xie Yan keluar, sorakan menghina keluar dari mulut beberapa penonton yang ditujukan kepada Xie Yan.


"Bantai...Bantai Pria cantik itu!" Teriak orang-orang.


Sedangkan ditempat yang berbeda-beda, raut wajah beberapa orang tampak berubah saat Xie Yan keluar dari lorong Colosseum.


Ditempat ruang khusus,


Dengan tubuh gemuk-nya, Jin Chul berdiri dari tempat duduk-nya sambil mengepalkan tangan-nya dengan kuat. "Itu...Itu dia..." Kata-nya dengan nada marah.


Pria tua yang merupakan manager Colosseum tentu menjadi sangat penasaran dengan reaksi Tuan Muda-nya tersebut.


"Ada apa dengan Pria itu Tuan muda?" Tanya Pria tua tersebut.


"Pria itu...Dia yang mempermalukan-ku di Kota Hea, Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu." Kata Jin Chul.


"Benarkah? Aku tidak pernah menyangka ada seseorang yang berani mempermalukan Tuan Muda." Ujar Pria tua tersebut. "Tapi anda tenang saja Tuan Muda, Pria itu pasti akan mati di tangan Siluman tersebut." Katanya.


Jin Chul menatap Pria tua tersebut, "Perintahkan ke Budak itu, dia harus membiarkan Pria itu cacat namun dia harus keluar hidup-hidup. Biarkan aku sendiri yang akan menyiksanya hingga kematian menjemputnya." Perintah Jin Chul.


"Baik Tuan Muda." Balas Pria tua tersebut dengan hormat.


Ditempat lain, dimana Nie Liani berada. Reaksinya tidak berbeda jauh dengan Jin Chul. "Itu, Bukankah Kakak...? Kenapa dia ada disini?"


......


...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...

__ADS_1


...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...


__ADS_2