Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 221- Shiu Zhi (3)


__ADS_3

"Alam Atas..." Jawab Dewa Kematian dengan nada pelan.


BAM!


Dewa Siluman memukul meja. "Sialan! Bagaimana bisa dia bereinkarnasi di Alam Atas!" Kata Dewa Siluman marah.


"Jika dia berada di Alam itu maka kita tidak bisa masuk, jika kita memaksa masuk maka Hukuman Surgawi akan memusnahakan kita." Ucap-nya lagi.


"Kukukuku...Kamu tenang saja, dengan Teknik Kutukan-ku di umurnya yang ke delapan belas dia akan mengalami tidur abadi. Walaupun dia dulu-nya adalah seorang Dewi Cahaya itu tidak akan bisa terlepas dari Kutukan milikku." Dewa Kematian berkata dengan tenang.


Dia mengehela nafas, "Huh...Sepertinya aku hanya bisa menyuruh seseorang di Alam Atas untuk terus memperhatikan Reinkarnasi Dewi Cahaya dan jangan sampai tubuh-nya yang suci sampai ternodai, jika tidak penantianku selama ini akan sia-sia." Kata Dewa Siluman.


...


Alam Atas, Benua Tianmu.


Salah satu Klan Kuat di Benua Tianmu yaitu Klan Shiu.


Di Wilayah Klan Shui terdapat seorang Gadis cantik layak-nya bidadari namun sangat dingin, dia adalah Shiu Zhi.


Ibunya meninggal saat dia melahirkan Shiu Zhi dan Ayahnya meninggalkan Klan saat diumur-nya yang kedua.


"Sekarang gadis itu sudah enam belas tahun, kita harus selalu mengawasi-nya dan jangan sampai seorang Pria pun menyentuh-nya jika tidak Klan Shui akan musnah." Kata Seorang Pria paruh baya yang merupakan Patriak dari Klan Shiu, Shiu Jeng.


Selama Shiu Zhi berada di Wilayah-nya dia terus memperhatikan agar gadis itu tetap baik-baik saja.


Shiu Jeng ter-ingat saat kelahiran Shiu Zhi, seorang Pria dengan jubah hitam datang ke Wilayah Klan Shiu dan hanya mengatakan, "Gadis ini milik Tuan." sambil menekan semua Tetua Klan maupun Leluhur Klan Shui.


Sejak kejadian itu, Klan Shiu lebih memperhatikan Shiu Zhi lebih baik dan menolak semua lamaran dari Klan lain yang menginginkan-nya.


Saat Shiu Jeng menngingat kejadian itu, dia tidak bisa merasakan ngeri dan sangat penasaran mengapa Pria misterius itu menginginkan Shiu Jeng.


Diruangan Shiu Zhi,


"Arghhh!" Shiu Zhi berteriak kesakitan, dia merasa seluruh Kepalanya akan meledak.


Saat dia merasakan kepalanya seakan meledak, ingatan-ingatan tentang siapa dia akhirnya bermunculan satu per satu.

__ADS_1


"Huh...Huh...I-ingatanku telah kembali?" Ucap Shiu Zhi. "Aku Dewi Cahaya, Li Quan Zhi telah kembali." Katanya lagi.


Dia kemudian diam memfokuskan diri-nya dan merasakan Kutukan pada Jiwa-nya. "Sialan! Dewa Kematian itu benar-benar menggunakan Kutukan Kematian padaku." Katanya tentu mengetahui tentang Kutukan tersebut dan teknik dari Dewa Kematian.


"Diumur delapan belas, Teknik ini akan membuatku ter-tidur abadi. Melepaskan diri dari Kutukan ini sangat lah sulit, aku mungkin membutuhkan bertahun-tahun terutama dengan Kekuatan-ku yang lemah ini." Gumam Shiu Zhi.


"Dewa Siluman, Dewa Kematian...Tunggu saja akan kubalas dendam ini ribuan kali lipat!" Katanya.


Dia kemudian memikirkan suatu tempat untuk menghilangkan kutukan tersebut. "Aku harus pergi dari sini, mungkin saja bawahan Dewa Siluman ada di Alam ini." Pikir-nya.


Beberapa hari setelah itu, Shiu Jeng dibuat hampir mati kejang-kejang karena mendengar bahwa Shiu Zhi kabur dari Wilayah Klan Shiu.


"Cepat cari dia dimana pun berada dan perintahkan Tetua ikut mencari-nya." Perintah-nya. "Sialan! Ayah dan Anak sama sama menyusahkan!" Umpat-nya kesal.


Tapi, mau bagaimanapun Tetua Klan Shiu mencari-nya mereka tidak dapat menemukan-nya sama sekali.


Sedangkan, Shiu Zhi orang yang sedang dicari Klan Shiu ternyata bersembunyi dan kabur ke Alam Fana.


"Aku tidak menyangka Alam ini sangat menarik, aku dapat merasakan keberadaan Energi Iblis ditempat ini tapi aku tidak dapat membuka Dunia itu dengan Kekuatan-ku yang sekarang." Kata Zhi.


"Yang pasti memisahkan Dunia Iblis dengan Dunia Manusia ini sangat-lah kuat." Dia kemudian pergi ke suatu tempat yang jauh di mana dia juga merasakan Dimensi yang berbeda.


"Bahkan ada Istana? Apa mungkin ini dulu-nya tempat Orang yang memisahkan Dunia Manusia dan Iblis?" Pikirnya. "Lebih baik aku menghancurkan Kutukan yang diberikan Dewa Kematian disini. Dengan adanya Dimensi ini yang melindungi-ku, Klan Shui tidak akan pernah merasakan kehidupan-ku." Katanya karena dia tahu kalau Dimensi yang diciptakan orang lain ini sangat kuat.


Sesampai-nya dia diruangan, dia melihat sebuah pecahan tapi karena tidak tahu fungsi-nya dia hanya mengabaikan-nya kemudian menidurkan dirinya lebih cepat dari Waktu sebelum Kutukan tersebut dan bersiap untuk memecahkan Kutukan Kematian Abadi yang ada pada tubuhnya.


Walaupun dia tertidur tapi Tubuh Spritual-nya masih terbangun dan terus bermeditasi menghancurkan Kutukan Kematian Abadi.


Beberapa tahun kembali berlalu dan Zhi masih mencoba menghancurkan kutukan itu.


Tiba-tiba saja dia merasakan seseorang memasuki Istana dan membuat-nya khawatir, "Sial, Apa Klan Shiu sudah menemukan keberadaan ku? Tapi itu sangat mustahil, Kekuatan-nya terlalu rendah." Pikirnya.


Dia merasakan Orang yang memasuki Istana itu mulai mendekati Ruangan miliknya dan langsung melepaskan Aura Membunuh hanya untuk mengancam orang tersebut tidak mendekat.


"Orang ini tetap saja berusaha walaupun merasakan Aura membunuhku?" Ujar Zhi. Tidak lama kemudian pintu itu terbuka dan dia melihat seorang Pria tampan masuk.


Zhi tentu-nya semakin menekan Pria tersebut dengan Aura membunuh-nya yang lebih kuat dan masih terus berusaha bertahan.

__ADS_1


"Dia sangat kuat, dapat bertahan dari Aura yang kulepaskan." Kata Zhi yang masih dalam Tubuh Spritual-nya sedangkan Tubuh asli-nya sudah terkena Tidur Abadi sehingga orang-orang akan merasakan Tubuh-nya sudah mati.


Karena Zhi tidak melihat niat buruk pada Pria tersebut, dia menarik kembali Aura-nya yang menekan Pria tersebut.


Zhi kemudian melihat Pria tersebut terus memandangi tubuh-nya walaupun hampir membuat-nya kesal. "Pria ini...Apakah dia ingin menyentuh Tubuhku?" Ujar Zhi.


Benar saja, Pria itu menyentuh tubuhnya namun bukan meraba tapi mengalirkan Energi-nya. "Bodoh! Apa yang dilakukan-nya. Dia akan terkena Kutukan yang ada dalam tubuhku..." Zhi berteriak marah dengan tindakan Pria tersebut.


Kutukan itu langsung mengalir ke lengan Pria tersebut, "Dia harus memotong tangan-nya jika ingin tetap hidup." Pikir Zhi.


Slash~


"Oh, dia memotong tangan-nya...Dengan begitu dia bisa selamat walaupun tangan-nya tidak mungkin akan tumbuh lagi." Ucapnya.


Pria itu lalu meninggalkan Zhi dengan mengambil sebuah pecahan yang berada diruangannya. "Apa yang ingin dia lakukan dengan pecahan itu?" Katanya sangat penasaran namun dia kembali fokus melepaskan Kutukan tersebut.


"Kekuatan dari Kutukan ini sedikit melemah, apa mungkin karena Pria tadi?" Gumam Zhi. "Jika begini aku bisa mempercepat menghancurkan-nya."


...


"Mmm...Seperti-nya Pria itu sudah pergi, aku sangat ingin bertemu dengan-nya lagi jika Kutukan ini sudah menghilang.


...


Beberapa tahun kemudian lagi, Zhi sudah merasa Kutukan pada dirinya sudah hampir hancur.


"Sedikit lagi...Sedikit lagi..." Katanya.


Wushh~


Tanda Kutukan yang ada pada Jiwa-nya sudah sepenuh-nya menghilang. "Aku sudah membuatkan Teknik agar Dewa Kematian tidak dapat merasakan kutukan-nya menghilang." Katanya lalu dia mulai kembali ke tubuh aslinya yang sedang tertidur.


"Uhmm..." Zhi membuka mata-nya dan apa yang dia lihat pertama disana yaitu seorang Pria yang dulu-nya sempat datang ke Istana.


......


...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...

__ADS_1


...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...


__ADS_2