Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 92- Bertemu Kembali


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terimakasih dan selamat membaca...


:)


________________________________________________***


Jejak ketidak percayaan mereka yang menyaksikan pertarungan tersebut saat melihat Fenghua yang menahan Gunung tersebut dengan kedua tangannya seakan sedang mengangkat batu.


Semua Urat Otot di tubuh Fenghua muncul dari tubuhnya, bahkan Wajah Fenghua hampir memerah menahan beban dari gunung tersebut.


Dengan sekuat tenaga, Fenghua ingin menghancurkan Teknik Lawannya dengan Kekuatannya sendiri. Dia tidak ingin Kakak Ipar atau Kakaknya membantunya, dia tentu tahu jika Kakak Ipar atau Kakanya turun langsung mungkin akan mudah menghancurkan Gunung tersebut hanya dengan sentuhan jari.


"Arrghhhh..." Fenghua berteriak dengan keras sambil menahan Teknik Tetua tersebut. Darah hampir keluar dari mata Fenghua, bahkan tulangnya serasa akan hancur.


"Hahahaha, Percuma!" Tawa Tetua tersebut, saat ini dia tampak kelelahan setelah mengeluarkan Teknik Gunungnya tersebut yang memakan banyak Energi.


"Akhirnya dia berhasil," Kata Xie Yan saat melihat sesuatu pada Fenghua.


BOOMM!


Ledakan terjadi pada Dantian Fenghua yang naik ke Tahap Puncak Half Saint.


Baik Chu Nan Yu hingga Tetua tersebut terkejut saat merasakan Energi pada Fenghua yang menandakan kenaikan tingkat.


"B-Bagaimana mungkin!?" Teriak Tetua Sekte Gunung Suci tersebut dengan Wajah ketidak percayaan.


Saat mereka semua masih dalam keadaan terkejut, perubahan terjadi pada Gunung milik Tetua Sekte Gunung Suci tersebut.


Krek!


BOOMM!


Gunung tersebut hancur berkeping keping yang berserakan, dengan kenaikan Fenghua kini kekuatannya dapat menghancurkan Teknik Tetua tersebut dengan mudah. Sekarang walaupun dia berada di tingkat yang sama dengan tetua sekte gunung suci Fenghua sekarang jauh lebih kuat dari pada Tetua yang sudah kehabisan Qi miliknya.


"Huf...Huf...Huf...Akhirnya aku naik tingkat!" Katanya sambil mengusap darah di tubuhnya. Dia kemudian menatap Tetua yang dalam keterkejutan yang sedang bertekuk lutut dengan penuh senyum.


"Hei Pak Tua...Bukankah kau ingin membunuhku dan mengambil Senjataku?" Ejek Fenghua.


"K-Kau...! B-Bagaimana bisa naik tingkat saat dalam pertarungan!" Katanya bertanya tanya.

__ADS_1


"Tch...Untuk apa aku memberi tahu seseorang yang akan mati!" Katanya dengan dingin.


Mendengar kata kata yang dilontarkan oleh Fenghua, Tetua Sekte Gunung Suci malah tertawa, "Khahaha...Bahkan jika kau membunuhku, Sekte Gunung Suci tidak akan melepaskanmu..." Kata Tetua tersebut tiba tiba merasakan dingin di sekitar dadanya lalu menatap bahwa Fenghua sudah menusuk Jantungnya dengan Tombak miliknya. "Aku tidak peduli!" Katanya ke kuping Tetua tersebut kemudian tubuh Tetua tersebut jatuh ke tanah dengan mata terbuka.


Fenghua menatap mayat tetua tersebut kemudian mengambil cincin ruang yang berada di jarinya, setelah dia memeriksanya, Fenghua tersenyum. "Lumayan..." Katanya. Di dalam terdapat banyak Pill yang berguna untuk Half Saint kebawah.


Dia kemudian menatap Lei Kun yang bawahnya sudah basah dengan penuh ketakutan. "Dasar Pecundang!" Katanya kemudian melesatkan Qi miliknya ke Leher Lei Kun hingga terlepas dari tubuhnya dan mengambil kembali cincin ruang miliknya.


"Hehehe...Kakak Ipar, Kakak" Katanya mendekat ke Xie Yan dan Chu Nan Yu.


"Bagus.. Bagus...Dengan pertarungan barusan kamu semakin kuat," Kata Xie Yan dengah memuji.


Fenghua tentu senang dengan pujian dari mulut Xie Yan. Dengan Isi Cincin Ruang yang dia ambil tidak berguna untuk dirinya sehingga dia memberikan Cincin Ruang yang dia ambil dari Tetua Sektr Gunung Suci dan Lei Kun kepada Xie Ruo, Ruo Ro dan Ruo Lou untuk meningkatkan Kekuatan mereka.


"Ah, Sial! Kita lupa membiarkan salah satu dari mereka untuk menanyakan Kota Gof!" Kata Xie Yan tiba tiba teringat.


"Maaf Kakak Ipar...Aku tidak tahu bahwa kamu membutuhkannya!" Kata Chu Fenghua.


"Ha...Baiklah, lebih baik kita terbang melihat kota disekitar," Ujar Xie Yan kemudian mulai bergerak lalu diikuti oleh Chu Nan Yu dan yang lainnya.


...


Di Sekte Gunung Suci


"Apa! Bagimana bisa? Bukankah mereka pergi untuk mencari murid baru?" Katanya dengan bingung.


"Suruh Seseorang Untuk menyelidiki kematian Tetua keempat! Aku akan mengabari Ketua Sekte dan Tetua yang lainnya." Perintahnya kepada murid tersebut.


"Baik Tetua," Dia kemudian meninggalkan sendiri Tetua tersebut.


"Apa sesuatu terjadi? Bagaimana bisa Tetua Keempat tiba tiba mati," Tetua tersebut termenung dalam pikirannya, tidak mungkin seseorang di Ranah Half Saint Puncak yang mati begitu saja.


...


Setelah Xie Yan dan yang lainnya meninggalkan lokasi pertarungan, mereka akhirnya tiba di sebuah kota. Walaupun hanya Kota tapi kemegahan dan luas mereka tampak seperti Kekaisaran tingkat enam.


"Dari orang yang kudengar Ini adalah Kota Chald, aku perlu membeli peta di Tanah Duoqi ini," Kata Xie Yan.


Tapi saat mereka berkeliling di Kota, semua Penjual hanya memiliki Peta di Kota Chald saja. "Apa begitu sulit untuk mendapatkan Peta Tanah Duoqi?" Batin Xie Yan kesal.


Xie Yan dan yang lainnya masih berkeliling Kota, saat itu Xie Yan tiba tiba melihat seseorang yang dia kenal saat di Kekaisaran Zart. "Bukankah dia Orang yang Waktu itu?" Kata Xie Yan kemudian mendekati Pemuda tersebut yang sedang berjalan sendiri.

__ADS_1


"Yo...Sepertinya kita bertemu lagi!" Kata Xie Yan muncul di hadapan Pemuda tersebut.


Saat Xie Yan muncul, pemuda tersebut terkejut dan langsung mengenali Xie Yan, "K-Kau...! B-Bagaimana bisa disini?" Katanya. Dia tidak mungkin akan melupakan penghinaan yang di lakukan oleh Xie Yan padanya.


Pemuda tersebut adalah orang yang bersama pamanya dan tunangan yang hampir Xie Yan bunuh di Kekaisaran Zart.


Dia kemudian kembali tenang dan menatap Xie Yan seakan menjadi orang yang sama sekali berbeda. "Apa yang kamu inginkan?" Katanya dengan tenang.


"Oh..." Xie Yan juga memperhatikan Tatapan Pemuda tersebut yang tampak berbeda.


"Hmm...Dimana Tunanganmu yang berisik itu?" Kata Xie Yan melihat sekelilingnya.


Saat Xie Yan menyebutkan kata 'Tunangan' Wajah Pemuda tersebut memancarkan aura membunuh.


Merasakan Aura membunuhnya, Xie Yan tahu aura tersebut bukan untuknya tapi saat dia mendengar Tunangan.


"Heheh...Sepertinya ada sesuatu yang menarik." Batin Xie Yan.


"Bukankah kau sudah lama tinggal di Tanah Duoqi, aku ingin membutuhkan sesuatu dari mu," Kata Xie Yan kepada Pemuda tersebut.


Pemuda tersebut tentu bingung apa yang diinginkan oleh Xie Yan darinya, tapi saat mengingat kejadian tersebut dia memancarkan senyum, "Bagaimana jika aku tidak mau!?" Kata Pemuda tersebut yang malah menentang Xie Yan.


Wajah Xie Yan langsung mengerut, "Heee...sepertinya kau sudah berani ya..." Ucap Xie Yan sambil mengeluarkan Aura Membunuh yang jauh lebih kuat dari waktu itu dan langsung mengarah ke Pemuda tersebut.


"Ekhh..." Wajah Pemuda tersebut langsung dibanjiri keringat seakan akan Dewa Kematian mencekik lehernya.


Tiba-Tiba Xie Ruo memanggil Xie Yan yang meninggalkan mereka, "Kakak...Apakah dia kenalanmu?" Tanya Xie Ruo.


Xie Yan langsung menarik kembali Aura membunuh miliknya dan mengangguk ke Xie Ruo yang menghampirinya, Kemudian memperkenalkan Xie Ruo, Chu Nan Yu, Ruo Lou dan Ruo Ro dengan Pemuda tersebut yang masih berkeringat dingin, dia bahkan tidak mendengar perkataan Xie Yan sedikit pun dan mencoba menenangkan dirinya agar tidak pingsan.


Berbeda dengan Chu Nan Yu, dia dapat melihat raut Wajah Pemuda tersebut yang sekujur tubuhnya sedikit gemetar dengan Wajah Ketakutan. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Sepertinya dia menakuti orang lagi!" Gumam Chu Nan Yu.


...


.


.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2