
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Semua orang di dalam penginapan terkejut, hanya Xie Yan dan Ruo Lou yang biasa saja saat Ruo Lou membunuh orang. Ruo Ro memperhatikan orang orang itu yang masih diam langsung berkata, "Kenapa diam saja?? Oi kau Gendut menjijikkan..!! Kenapa kau sekarang diam??" Kata Ruo Lou membuat Xie Yan tertawa.
Wajah Pria gemuk itu menjadi merah saat Ruo Ro menghinanya, "Kau..!! Kalian semua serang dia bersamaan, dengan jumlah dia tidak akan bisa menang!" Perintah Pria Gemuk itu.
"Baik Bos!!" Kata Mereka semua dan langsung mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.
Saat mereka baru mengeluarkan pedangnya dari sarungnya, bayangan cepat mengarah ke tangan mereka masing masing.
Slashh...
Slashh...
Slashh...
Tring...Tring...Tring
Semua pedang sekumpulan pria itu terjatuh bersama lengannya.
"Ahhhh!!! Lenganku!!" Teriak mereka semua serempak, tidak ada yang menyadari kecepatan itu. Bahkan rasa sakit itu datang sedikit terlambat.
Teriakan kuat bergema di Penginapan itu, para penduduk asli desa batu juga mendegar teriak teriakan itu langsung bergegas melihat apa yang terjadi. Setelah mereka tiba, mereka di kejutkan bahwa sekelompok orang yang menguasai desa menangis takut oleh anak muda yang masih berumur 10 tahun memegang pedang yang berceceran darah.
"Tidak!! Lenganku!! Ampuni kami!!" Kata mereka semua yang sudah menangis ketakutan. Darah bercucuran di penginapan itu.
Pria gemuk yang melihat semua bahawannya yang kalah begitu saja membuat dia ketakutan, keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya. Dia merasa telah menyinggung orang besar, sekarang dia berpikiran mengapa tidak ada satu pun energi di tubuh mereka itu karena mereka terlalu kuat.
Kaki yang disebut bos itu bergetar dan langsung bersujud pengampunan, jika dia melawan makan hanya akan kematian yang mendatanginya.
"Tu-tuan, Saya salah...Saya akan pergi meninggalkan desa ini dan tidak akan pernah kembali lagi.." Katanya memohon dengan tubuh bergetar.
__ADS_1
Ruo Ro yang mendengar permohonon ini hanya mendecakkan lidahnya dan berkata, "Hmm...Setelah kau bertemu lawan yang begitu kuat kau langsung meminta pengampunan! Sampah!" Balas Ruo Ro lalu melihat Xie Yan harus melakukan apa.
Saat Xie Yan ditatap oleh Ruo Ro, dia kemudian bangkit berdiri dan mendekati Ruo Ro. Semua orang melihat Xie Yan dan langsung tahu bahwa dia adalah pemimpinnya.
Xie Yan kemudian menoleh ke pria gendut itu dan bawahannya yang sudah ketakutan. Xie Yab lalu berbicara, "Kalian ingin pengampunan? Bagaimana dengan gadis gadis desa yang kalian tahan dan menjadikan mereka budak ****?? Bukankah mereka juga meminta pengampunan? Dan kalian tidak memberi mereka ampunkan..??" saat mereka mendengar perkataan Xie Yan, tubuh mereka langsung bergetar.
Ruo Ro baru saja tahu tentang masalah ini dan langsung marah, dia langsung senang saat Xie Yan mengatakan sesuatu, "Bunuh Mereka Semua, mereka hanyalah Sampah dan Sampah perlu di basmi!" Kata Xie Yan kembali ketempat duduknya sambil meminum tehnya dengan santai.
"Tidak, Tuan Ampu-"
Slashh...
dalam sekali serang, kepala mereka semua terjatuh dibuat oleh Ruo Ro. Penduduk yang berada diluar penginapan merasakan ketakutan dan juga kelegaan, mereka takut dengan pembunuhan ini namun mereka lega dengan kebebasan mereka atas kekejaman kelompok bandit.
Nenek dan Cucu penginapan itu tidak bisa mempercayai apa yang terjadi. Mereka hanya bisa menutup mulut mereka dengan keterkejutan.
Melihat mayat mayat ini, Xie Yan langsung menggunakan Esnya dan membekukan semua tubuh dan darah yang berceceran lalu memecahkannya menjadi kristal es kecil seperti abu.
Dengan Aksi Xie Yan yang menghilangkan mayat mayat itu dengan lambaian tangan membuat mereka tak henti hentinya merasa takjub. Kemudian Nenek dan Cucunya mendatangi Xie Yan dan membungkuk hormat.
"Tuan, Terimakasih karena telah menyelamatkan desa kami dari Bandit ini selama 15 Tahun," Kata Nenek Itu.
"Kepala Desa kami sudah dibunuh oleh mereka," Balas Nenek itu.
Ruo Ro kemudian berbisik memberikan pendapatnya ke Xie Yan.
"Mmm...Tuan, Kita mungkin bisa menyuruh salah satu Iblis untuk mengembangkan desa ini dan mungkin tempat ini akan menjadi salah satu markas kelompok asura kita.." Kata Ruo Ro.
"Yah...Aku Setuju dan Desa ini sepertinya lumayan bagus dijadikan markas!" Katanya menanggapi langsung megeluarkan kertas yang merupakan alat komunikasi dan menulis ke salah satu kelompok asuranya, Iblis 4 untuk mengawasi desa.
Kertas itu langsung berubah menjadi burung kecil dan terbang tinggi. Dia lalu menoleh ke nenek pemilik penginapan lalu mengatakan, "Aku telah mengutus salah satu bawahanku dan akan menjadi kepala desa ini. Dia akan tiba dalam waktu dekat dan kalian bisa memastikannya dengan lencana ini," Kata Xie Yan memberikan ke nenek itu lencana bertuliskan 'Asura'.
"Tentu Tuan, Terimakasih sekali lagi" Katanya dengan senang. Diikuti para penduduk itu yang juga memberi hormat ke Xie Yan.
Xie Yan membalas dengan anggukan dibarengi dengan senyuman lalu melanjutkan sarapannya yang terganggu. Dia memperhatikan Ruo Lou yang dari tadi diam saat kejadian ini hanya menggelengkan kepala, "Bukankah dia malah terlihat seperti bosnya?" Gumam Xie Yan terdengar oleh Ruo Lou tertawa saat mendengar gumam Xie Yan.
Setelah sarapan selesai, Xie Yan dan yang lainnya pamit pergi ke orang orang penduduk asli desa batu dan melanjutkan kembali perjalanannya.
...
__ADS_1
Di dalam perjalanan Xie Yan dan yang lainnya terus melaju cepat menuju Kekaisaran Zart tanpa sedikit pun halangan, Binatang Buas yang berada di hutan hanya mencapai Jalan Surgawi Awal dan mudah di atasi Oleh Ruo Ro.
...
Di Sekte Phoenix Es
Setelah kejadian itu yang menimpa matriak, Xie Ruo sudah dilatih langsung oleh Leluhur mereka, Yin Zhi.
Yin Zhi memperhatikan Xie Ruo yang bermeditasi. Berkat Pill dan Tumbuh Tumbuhan di Sekte Phoenix Es, Xie Ruo sudah berada di Penyempurnaan Roh awal. Bakat Xie Ruo sangat mengerikan dengan benih Binatang Surgawi di dalam dirinya.
Wushh...
Angin bertebaran di area Xie Ruo bermeitasi, energi padat meletus dalam tubuh Xie Ruo yang menandakan kenaikan satu tingkat.
Dia kemudian membuka matanya, jika orang dapat melihat tatapannya dingin mungkin langsung takut seakan burung Phoenix Es dihadapannya.
Suara lembut dari belakang Xie Ruo terdengar, "Selamat Ruo'er Karena naik tingkat lagi," Kata Yin Zhi.
Mendengar suara itu, Xie Ruo langsung berdiri dan berbalik memberi hormat, "Guru.." Ujarnya dengan sopan. Walaupun baru di Sekte Phoenix ini, Xie Ruo sudah tidak hanya menganggap Yin Zhi sebagai guru tapi juga sudah seperti neneknya sendiri.
"Ini Belum Apa-ap jika dibandingkan dengan Kakakku," Kata Xie Ruo mengingat kekuatan Kakaknya. Mendegar Ucapan Xie Ruo, Yin Zhi langsung mengenang apa yang baru saja terjadi dan tubuhnya serasa gemetar jika mengingat ini.
"Kakak?? Apakah Kakak Rou'er sangat kuat?" Kata Yin Zhi pura pura.
Xie Ruo membalas dengan mengangguk, "Kakak juga sudah berjanji untuk datang ke Sekte Phoenix Es, jadi sebelum Kakak datang aku ingin mengejutkan dia." Katanya dengan senyum dan penuh semangat.
Saat Xie Ruo mengatakan dia datang, Yin Zhi juga sedikit penasaran dengan kekuatan asli Kakaknya ini, "Kamu pasti bisa, Setelah kamu Naik Ke Jalan Surgawi kamu akan memasuki Pagoda Warisan Sekte Phoenix Es kita," Ucapnya menyemangati...
.
.
.
.
.
__ADS_1