Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 124- Membunuh Tetua


__ADS_3

Wang Ciao tentu mengamuk karena orang yang dia suruh untuk menghancurkan orang yang melukai adiknya malah kalah dengan satu pukulan.


"Semuanya Sampah! Bahkan mengurus anak baru saja tidak ada yang bisa!" Teriak Wang Ciao karena kesal.


"Perintahkan lagi Peringkat Satu atau Tiga Murid Luar untuk menantang Bocah itu dan akan kuberikan imbalan jika dia membuatnya cacat." Perintah Wang Ciao ke bawahnnya itu.


"Jika itu juga masih gagal, maka lebih baik untuk menyewa seorang assasin dari Pavilliun Pembunuh." Katanya lagi.


"Baik Tuan!" Balasnya singkat kemudian pergi.


...


Di Kediaman Xie Yan


Tetua Li sedang berada di dalam bersama dengan Xie Yan di ruang tamu.


"Aku tidak menyangka kamu mengalahkan semuanya dan akhirnya berhasil masuk ke 10 besar Murid Luar." Puji Tetua Li.


"Mungkin tidak akan lama lagi kamu akan menjadi Murid Dalam jika kamu berhasil mengalahkan Peringkat 1 Murid Luar." Katanya lagi.


"Peringkat 1? Aku tidak pernah melihat Peringkat 1-3 selama berada di Area Murid Luar ini," Tanya Xie Yan.


"Kamu benar, merak berlatih tertutup untuk meningkatkan Kekuatan mereka untuk mempersiapkan menjadi Murid Dalam." Balas Tetua Li.


"Aku yakin Wang Ciao tidak akan tinggal diam dan dia pasti mengirim orang diperingkat atas untuk menantangmu lagi, berhati hatilah." Tetua Li memberi Xie Yan peringatan.


Xie Yan mengagguk dan berterimakasih kepada Tetua Li karena sudah mengkhawatirkannya. Setelah mereka berdua selesai berbincang, Tetua Li kembali kediamannya dan Xie Yan melanjutkan untuk berkultivasi. "Wang Ciao? Tunggu sebentar lagi akan kubuat kau menyesal telah lahir kedunia ini!" Gumam Xie Yan.


Dua bulan telah berlalu,


Sudah dua bulan dia berada di Alam atas, selama dua bulan ini, Xie Yan hanya sekali ditantang oleh Peringkat Lima Murid Luar yang sudah berada di Half God Rendah tapi dia tetap kalah dengan Xie Yan hanya dengan satu pukulan.


Xie Yan juga sudah membuat Ranahnya seolah olah dia berada di Half God Rendah agar Tetua Li mengira selama dua bulan Xie Yan sudah Naik tingkat.


Tingkatan Xie Yan yang sekarang sudah Naik ke Ranah Dewa Bumi Rendah setelah berlatih di dunia leveling selama dua bulan ini.


Sekarang Ranahnya sudah setara dengan Tetua Biasa yang menghajarnya saat pertarungannya dengan Wang Zhong. Walaupun mereka memilik Ranah yang sama, Kekuatan Xie Yan dan Tetua itu bagai langit dan bumi. "Sekarang akan kutepati janjiku setelah dia mempermalukanku!" Kata Xie Yan Berencana untuk membunuh Tetua Biasa dan menunggu di malam hari agar menghindar dari orang orang banyak.


Malam hari tiba, Xie Yan telah menggunakan pakaian serba hitam dan penutup wajah. Tampilan Xie Yan sekarang seperti seorang Assasin. "Malam hari ini Nyawamu akan melayang!" Gumam Xie Yan lalu pergi dengan kecepatan cepat menuju Kediaman milik Tetua itu yang tidak jauh dari tempat kediaman Xie Yan.


Xie Yan melaju dengan menghilangkan kehadirannya agar tidak terdeteksi oleh Tetua lainnya. Setelah Xie Yan tiba di Kediaman Tetua Biasa, Xie Yan masuk dengan mengendap.


"Ah...Ah...Tetua...Kamu terlalu kasar!" Xie Yan mendengar suara berdesah di dalam kamar milik Tetua itu.


"Hahaha...Dasar ******, bukan kah kau menikmati ini," Kali ini adalah Suara Tetua itu.

__ADS_1


Xie Yan yang dibalik pintu terdiam, "Sialan, aku tidak menyangka Tetua itu sangat Bejat dengan bermain dengan Muridnya!" Gumam Xie Yan menggelengkan kepalanya.


BAM!


Tidak menunggu lama, Xie Yan langsung menendang pintu kamar tetua itu dan melihat Tetua dan Seorang Wanita sedang bertelanjang dan saling berhubungan badan.


"Kyaaa!"


"Siapa Kau!" Tetua itu langsung berteriak dan langsung turun dari kasurnya.


"Aku tidak menyangka Anjing tua sepertimu akan bermain dengan seorang Murid Sekte Baihua." Kata Xie Yan lalu menatap Wanita yang sudah menutup tubuhnya dengan kain.


"Jika kau tidak ingin mati bersama Anjing Tua ini lebih baik untuk pergi sekarang selagi aku memberimu kesempatan!" Ancam Xie Yan.


Wanita itu langsung lari meninggalkan ruangan itu dengan penuh ketakutan di wajahnya.


"Siapa kau! Beraninya kau masuk ke kediaman Tetua Sekte Baihua!" Kata Tetua itu.


"Aku?" Xie Yan kemudian menurunkan Kaij yang menutupi wajahnya.


Tetua itu langsung terkejut, "Itu kau!" Tentu dia tahu wajah Xie Yan yang adalah orang yang berani mengancamnya di depan semua orang.


"Berani sekali Murid Luar menerobos kediaman Tetua! Bahkan jika Tetua Li adalah orang yang mendukungmu itu tetap pelanggaran!" Ucap Tetua.


"Karena aku sudah disini, kau bisa mati!" Kata Xie Yan.


"Jangan kau berpikir karena kau sudah di Half God Rendah sudah berani melawan Ranah Dewa Bumi!" Kata Tetua Itu mengeluarkan Aura Dewa Buminya mencoba menekan Xie Yan.


Tapi apa yang dialihat bahwa Xie Yan sama sekali tidak terpengaruh sama sekali dengan Tekanannya barusan, "K-Kau?! Bagaimana mungkin..." Katanya dengan terbata bata.


"Half God? Hahaha...Siapa bilang aku Half God!" Kata Xie Yan kemudian mengeluarkan Aura Dewa Buminya yang lebih mendominasi dari pada Aura Tetua itu.


Aura mereka saling berbenturan, "Tidak Mungkin! Kau hanyalah Half God! Bagaimana kau bisa sekarang Ranah Dewa Bumi!" Katanya


"Kau Siluman! Benar, kau pasti menggunakan Teknik Siluman untuk mempercepat Kekuatanmu!" Tetua itu berteriak menuduh Xie Yan.


"Siluman? Yah, Terserah apapun yang mau kau bilang apa aku Siluman atau apapun. Bagaimanapun hari ini kau akan mati!" Kata Xie Yan lalu mengeluarkan Pedang Tanpa Namanya kemudian melesatkan serangannya ke Arah Leher Tetua Itu.


Tetua Itu merasakan serangan ke arah lehernya dan mencoba melindunginya dengan Energi Qi miliknya tapi di hadapan Kekuatan Pedang Dewa itu langsung hancur.


"Tidaakkk!"


Tetua itu berteriak dengan Wajah penuh ketakutan saat melihat Pelindung miliknya pecah.


Slash!

__ADS_1


"Ughh..."


Pedang Tanpa Nama Xie Yan berhasil menebas leher Tetua itu hingga memuncratkan darah cukup banyak di ruangan miliknya.


Setelah melihat Tetua itu mati tergeletak, Xie Yan langsung menghilang dari kediamannya dan kembali ketempatnya.


..


Keesoakan harinya,


Murid Luar dihebohkan dengan kematian Tetua Biasa dengan Leher terpotong dengan rapi dengan tubuh tanpa pakaian ditubuhnya.


Tetua Tetua Luar yang berada di Ranah Dewa Laut sudah bergerak untuk mencari pelaku pembunuhan yang dilakukan di dalam Sekte Baihua, bahkan Tetua Li juga harus ikut untuk mencari bukti pembunuhan ini. Tentunya kejadian ini adalah pertama kalinya setelah berdirinya Sekte Baihua.


"Sepertinya dia adalah Seorang Assasin yang terlatih, dilihat dari tebasan ke Leher tetua itu aku yakin Assasin ini membunuhnya hanya sekali serang," Kata Tetua Li kepada Tetua lainnya.


Mereka sependapat dengan Tetua Li, "Apa seseorang memiliki dendam dengan Tetua ini?" Tanya Tetua itu dengan pelan.


Perkataan Tetua itu tiba tiba membuat Tetua Li terdiam. Seketika Tetua Li teringat dengan ancaman Xie Yan kepada Tetua yang pada waktu itu. "Tidak, Tidak mungkin itu dia..." Tetua Li menggelengkan kepalanya saat memikirkan bahwa pelakunya adalah Xie Yan. "Bagaimana mungkin Half God bisa membunuh Dewa Bumi," Gumamnya.


"Ada apa Tetua Li? Apakau tahu siapa pembunuhnya?" Tanya Tetua lain yang melihat Tetua Li bergumam.


"Tidak!" Dia membalasnya dengan singkat.


Karena tidak adanya bukti, Mereka meninggalkan lokasi kejadian itu.


..


Di Kediaman Xie Yan


Pelaku utama yang membuat heboh Murid Luar sedang bersantai di tempat tidurnya.


"Sudah dua bulan aku di alam atas, apakah anak anakku sudah tumbuh sedikit?" Gumam Xie Yan merindukan Keluarganya di Alam Fana.


"Aku harus cepat meningkatkan kekuatanku dan membawa mereka untuk tinggal bersama lagi ke Alam Atas dengan yang lainnya." Pikir Xie Yan kemudian bangkit dari Tempat tidurnya untuk berlatih lagi.


......


......________________________......


Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terimakasih dan selamat membaca...


:)

__ADS_1


__ADS_2