
"S-Siapa K-Kau? A-Aku tidak pernah menyinggung orang sepertimu!" Katanya dengan nada bergetar. Tentu saja dia sangat takut dengan Xie Yan karena formasi apapun tidak mempan terhadapnya.
"Oh! Sekarang kau ingin tahu identitasku?" Ucap Xie Yan kemudian dia tertawa pelan, "Yah, anggap saja aku sebagai Dewa Kematian untuk mencabut nyawamu!" Saat Xie Yan baru selesai berbicara, tiba tiba tiga pisau lempar mengarah kepadanya dengan sangat cepat.
Xie Yan langsung menangkis serangan itu dengan cepat lalu menatap tajam ke arah orang yang melemparkan itu.
"Ck...Sepertinya kau ingin mati dengan cepat!" Kata Xie Yan kepada Ketua Tengokorak darah yang adalah orang yang melemparkan tiga pisau.
Dia kemudian melesat ke arah Ketua Tengkorak darah dengan kecepatan tinggi dan tidak sampai satu detik, Xie Yan sudah berada didepan Ketua Tengkorak darah itu lalu melepaskan pukulan telapak tangannya ke arah dantian miliknya.
BAM!
"Aaarrrgghh!" Seperti kaca pecah, Ketua Tengkorak itu merasakan dantiannya hancur dan semua Energi Qi miliknya seketika lenyap. Dia tidak henti hentinya berteriak kesakitan sambil memegang perutnya.
"Aaargghh! K-Kau M-Menghancurkan Dantianku!" Dia menatap Xie Yan dengan air mata kesakitan dan berteriak kepadanya.
Tidak menanggapinya sama sekali, Xie Yan muncul kembali di belakang Ketua Tengkorak darah itu.
Slash!
Tidak lama setelah itu, Ketua Tengkorak darah yang tadinya masih berdiri tiba tiba terjatuh, Dia melebarkan matanya saat melihat kedua kakinya sudah terputus dengan darah yang mengucur.
"Arrgghh!" Karena kehilangan Energi Qi dalam tubuhnya, Ketua Tengkorak darah itu berteriak kesakitan dan dia bahkan tidak dapat menghentikan pendarahannya lagi.
Perut dan sekarang kaki, dia tidak bisa menahan rasa sakit yang dialaminya dan mencoba untuk mengambil pedang yang tergeletak di tanah untuk berniat bunuh diri.
Tring!
Xie Yan tentu tidak membiarkan Ketua Tengkorak itu untuk bunug diri, "Heh...Sayang sekali aku tidak akan membiarkanmu mati dengan cepat!" Ucap Xie Yan kemudian mendekat ke arahnya.
"B-Bunuh...B-Bunuh aku bajingan!"Katanya yang sudah pasrah pada hidupnya.
Tapi Xie Yan sama sekali tidak mendengarkannya, "Apakah ini tanganmu yang melempar pisau itu?" Kata Xie Yan lalu melambaikan tangannya dan sayatan Qi miliknya mengarah ke lengan kanan.
Slash!
__ADS_1
"Aargghh!" Ketua Tengkorak itu kembali berteriak kesakitan dan menatap Xie Yan dengan ketakutan.
"Oh, Bukan yang itu, lalu?" Xie Yan melepaskan Qi miliknya lagi ke Lengan kiri Ketua Tengkorak darah.
Ketua Tengkorak darah itu bahkan tidak sanggup lagi untuk berteriak, sekarang dia hanya berharap bahwa Xie Yan membunuhnya agar menghilangkan penderitaan ini.
Xie Yan menatap dengan datar Ketua Tengkorak darah itu yang hanya tersisa badan dan kepalanya yang sudah tidak memiliki kedua tangan dan kaki.
"Sekarang kau sudah bisa mati!" Ucap Xie Yan kemudian menebas lehernya dan langsung mati.
Setelah membunuhnya, Xie Yan kemudian mengambil Cincin Ruang milik Ketua itu yang didalamnya ada Batu Energi tingkat atas dan cukup banyak Senjata tingkat Suci Puncak dan hanya satu Senjata tingkat Legenda Rendah.
"Dia cukup kaya. Apa ini adalah hasil rampasan dia selama bertahun tahun?" Gumam Xie Yan lalu dia mengambil Cincin Ruang Anggota Tengkorak darah lainnya. Walaupun tidak sebanyak dan sekaya Ketua mereka, hasil nya tetap memuaskan.
Saat Xie Yan sedang melihat lihat isi dari Cincin Ruang setiap anggota Tengkorak darah, Seseorang turun dari langit dengan perlengkapan cukup mewah.
Orang itu adalah Jendral Besar Ho beserta seribu prajuritnya yang sudah tiba di Pegunungan Goggai.
Setelah mereka mendarat, Mereka menatap sekelilingnya yang dipenuhi mayat anggota Tengkorak darah. "Ini...? Apakah ini semua adalah anggota Tengkorak darah." Kata Prajurit Kekaisaran.
"Huh...? Siapa kalian?" Ucap Xie Yan saat melihat Jendral Besar Hao mendatanginya.
Jendral Besar Hao mengangkupkan tangannya, Walaupun dia tidak dapat merasakan Qi milij Xie Yan tapi Jendral Besar Hao dapat merasakan Aura Membunuh Xie Yan yang begitu mengerikan, "Darimana Pemuda ini berasal? Aura Membunuhnya sangat kuat. Bahkan aku yang sudah hidup seratus tahun tidak memiliki Aura seperti itu." Batin Jendral Besar Hao sambil menatap ngeri Xie Yan.
"Tuan, Saya adalah Jendral Besar Hao dari Kekaisaran Ruby. Kami datang kesini atas perintah Yang Mulia untuk memeriksa Pegunungan Goggai saat kami mendengar bahwa Markas Kelompok Tengkorak Darah berada disini." Jelas Jendral Besar Hao dengan sopan.
Beberapa Prajurit yang melihat seorang Jendral Besar Hao tampak sopan kepada bocah tampan yang bahkan tidak dapat merasakan Energi Qi dalam tubuhnya dan hanya mengira Xie Yan datang kesini hanya untuk mencuri Cincin ruang dari pertarungan ini.
Xie Yan yang mendengar mereka adalah Perajurit Kekaisaran masih tampak tenang, "Jendral Besar Hao? Untuk sekelas Dewa Emas Rendah, dia cukup sopan kepada orang." Gumam Xie Yan.
"Prajurit Kekaisaran ya...Tapi, sayang sekali kalian datang terlambat. Seluruh Kelompok Tengkorak darah sudah kumusnahkan." Kata Xie Yan berterus terang.
Prajurit yang mendegar itu mengerutkan dahinya, tidak lama kemudian salah satu tertawa. "Bocah! Leluconmu sangat lucu. Anak kecil sepertimu mengatakan bahwa kau adalah orang yang menghabisi Kelompok Tengkorak darah dihadapan Jendral Besar Hao..?" Dia berteriak kepada Xie Yan.
Xie Yan mengangkat sebelah alisnya, "Dia mengatakan aku anak kecil?" Gumamnya pelan menatap tajam orang yang berteriak tadi.
__ADS_1
Wajah Jendral Besar Hao meneteskan keringat saat dia merasakan perubahan pada wajah Xie Yan karena kebodohan Prajuritnya. Dia kemudian membalikkan badannya lalu,
BOOMM!
Jendral Besar Hao memukul Prajurit yang berteriak ke arah Xie Yan tadi hingga terlempar beberapa meter dan membuatnya langsung pingsan.
Prajurit lainnya yang melihat Jendral Besar Hao memukul bawahannya sangat syok, beruntung Jendral Hao hanya menggunakan fisik sehingga prajurit itu tidak mati.
"Oh..." Bahkan Xie Yan melebarkan matanya melihat aksi Jendral Besar Hao itu yang memukul bawahannya, "Sepertinya dia tahu bahwa aku ingin menyerangnya." Gumam Xie Yan karena jika Jendral Besar Hao tidak memukulnya mungkin dia akan menyerang sendiri atau membunuh orang yang baru saja mengejeknya.
"Jika sekali lagi ada yang berkata tidak sopan pada tamu Kaisar, aku tidak segan segan membunuh kalian." Perintah Jendral Hao yang membuat mereka kembali terkejut.
"Apa?! Bocah tampan itu adalah Tamu Kaisar?" Mereka saling berbisik karena kaget dengan perkataan Jendral Hao Besar.
"Hah! Tamu katamu?" Kata Xie Yan heran.
Jendral Besar Hao mengagguk, "Benar Tuan...Kaisar memerintahkan untuk membawa orang yang melawan Tengkorak darah untuk menjadi tamu Kekaisaran." Katanya.
"Tuan, jadi apakah Ketua dari Kelompok Tengkorak darah sudah mati?" Jendral Besar Hao lanjut bertanya.
Xie Yan yang masih heran dengan maksud dari tamu kemudian menunjuk ke arah diaman dia membunuh Ketua Tengkorak darah.
Jendral Besar Hao dan Prajurit Kekaisaran langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Xie Yan dan mereka dapat melihat badan, kaki, tangan dan kepala sudah terpisah.
"Glek!" Prajurit yang melihat kebrutalan itu tanpa sadar menelan ludah mereka lalu menoleh ke Xie Yan yang tampak seperti Pemuda ramah dan tidak menyangka itu adalah perbuatan Pemuda yang dihadapan mereka.
Jendral Besar Hao mendekat ke tubuh Ketua Tengkorak darah untuk memastikan apakah itu benar. "Ini benar-benar Ketua Tengkorak Darah, Na Go." Ucapnya.
"Na Go? Jadi itu adalah namanya. Apakah dia memang buronan Kekaisaran kalian?" Tanya Xie Yan yang sudah muncul dibelakang Jendral Besar Hao.
Jendral Besar Hao mengagguk. "Dia adalah Penghianat Kekaisaran!" Katanya.
......
......___________________________......
__ADS_1
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...