
Kesokan harinya
Xie Yan membuka matanya dan menghentikan Kultivasinya saat melihat hari sudah pagi. Dia sudah berencana untuk menentang murid luar yang berada di atas tingkatannya.
Dia kemudian keluar dari tempat tinggalnya dan langsung menuju Arena dimana untuk melakukan pertarungan peringkat. Disana Xie Yan melihat beberapa Arena dan sudah banyak murid luar berkumpul menonton maupun menunggu giliran untuk menantang.
Tentunya pertarungan ini memiliki Wasit yang adalah Tetua itu sendiri.
"Lihat, Wang Zhong sudah menang berturut turut menantang dan semuanya dikalahkan dengan mudah!"
"Sekarang Wang Zhong sudah berada di urutan 150. Dia sangat mendominasi! Seperti yang diharapkan dari Jenius Klan Wang!"
Semua Murid Luar tidak henti hentinya memuji Wang Zhong. Pujian Murid lain itu membuat Wang Zhong semakin besar kepala. Dia kemudian melihat Xie Yan diantara kerumunan tersebut, "Huh!" Wang Zhong mengendus dengan senyuman menghina.
Disisi lain, Xie Yan sama sekali menghiraukan Wang Zhong. Dia memang cukup kagum bahwa Wang Zhong sudah naik satu tingkat dalam satu hari. "Naik menjadi Immortal tingkat lima, sepertinya kata jenius itu bukan hanya omong kosong," Gumam Xie Yan.
Dia kemudian melihat arena lain yang bertarung adalah Fai Changyi. "Bahkan dia juga?" Gumam Xie Yan saat mengukur Kekuatan miliknya yang sama dengan Wang Zhong.
"Menarik!" Batin Xie Yan tersenyum melihat jenius jenius alam atas.
Wang Zhong yang masih di Arena kemudian menantang orang yang dikenal oleh Xie Yan, dia adalah An Hong yang hanya urutan 145 dengan penuh senyuman menghina diwajahnya.
Xie Yan juga melihat An Hong di ditantang oleh Wang Zhong megerutkan dahinya. Dia merasa bahwa Wang Zhong sengaja menargetkan An Hong karena dia melihat Xie Yan dan An Hong cukup dekat.
An Hong tentu saja tidak tahu maksud dari Wang Zhong dan menyetujui tantangan tersebut. Saat mengetahui An Hong menerimanya, Wang Zhong memancarkan senyum dengan Niat membunuh ke An Hong dan menatap Xie Yan sekali kali.
Walaupun Xie Yan tahu bahwa Wang Zhong menargetkan orang didekatnya, Xie Yan tidak menghentikannya. An Hong memang orang yang mengajak Xie Yan masuk ke Sekte tapi itu bukan berarti mereka teman dekat.
Saat Wasit memulai pertarungannya Wang Zhong sudah menghilang dari tempatnya dan langsung tiba di hadapan An Hong dengan cepat lalu melancarkan pukulan kuat ke dada An Hong.
PAM!
__ADS_1
An Hong tidak sempat menghindar dari pukulan Wang Zhong yang berada di Area dadanya. Dia harus terlempar akibat serangan tersebut. Bagaimana pun lawan An Hong berada di Immortal tingkat lima sedangkan dia hanya berada di Tingkat dua.
Tidak selesai sampai disitu, Wang Zhong melancarkan lagi serangan kepada An Hong yang masih tergeletak di Arena. "A-aku Meny..." An Hong mencoba untuk menyerah tapi serangan Wang Zhong yang cukup kuat membuat suara itu tidak terdengar sama sekali.
BOOMM!
"Ugh!" An Hong memuntahkan darah dengan Wajah yang sangat pucat. Semua tulangnya hancur akibat serangan Wang Zhong Bahkan dia tidak sanggup lagi berdiri.
Semua Murid Luar yang menyaksikan ini hanya bisa tercengang melihat kebrutalan Wang Zhong. Wang Zhong tentu tidak ingin membunuh An Hong karena pembunuhan dilarang untuk sesama Sekte dan hanya berhenti jika lawan sudah menyerah.
Tapi Wang Zhong tidak membiarkan An Hong untuk menyerah dan terus menyerangnya. Sekarang An Hong tampak setengah mati.
Disaat Wang Zhong ingin menyerang lagi, sebuah tendangan cepat tiba tiba membuat Wang Zhong terlempar dari Arena.
"Bukankah itu sudah cukup?" Kata Suara tersebut yang adalah Xie Yan. Dia juga adalah orang yang menendang Wang Zhong.
Kedatangan Xie Yan membuat semua Murid Luar terkejut karena mereka tidak melihat sama sekali kedatangannya.
Xie Yan kemudian menatap Tetua yang merupakan Wasit pertarungan antara Wang Zhong dan An Hong. "Bukankah ini sudah keterlaluan?" Kata Xie Yan kepada Tetua tersebut dengan tidak sopan dengan menunjuk An Hong yang sudah terlihat setengah mati.
"Huh...?" Tentu saja kedatangan Xie Yan juga tidak dapat dirasakan oleh Tetua tersebut karena dia menggunakan Teleportasi untuk berpindah ke Arena.
Tapi perkataan Xie Yan yang tampak tidak hormat itu membuat dia sedikit marah, "Apa? Kau ingin marah? Bukankah kau harusnya sebagai Wasit harus menghentikan ini sebelum dia mati?" Kata Xie Yan saat melihat Tetua itu mencoba marah.
Xie Yan tampak mendominasi saat mencoba membantah Tetua itu Sehingga membuat semua orang terdiam. Mereka tentu setuju dengan perkataan Xie Yan tapi tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara begitu kepada tetua yang berada di Ranah Dewa Bumi.
Xie Yan kemudian mendekat ke tubuh An Hong yang sudah tidak sadarkan diri. Dia kemudian mengolah Api Putihnya untuk mengurangi lukanya itu.
"Senior, Tolong bawa dia ke Ruangannya." Kata Xie Yan kepada salah satu murid luar dengan sopan.
Murid Luar itu langsung mendengarkan perkataan Xie Yan dan membawa An Hong ke Ruangannya.
__ADS_1
Wang Zhong yang sudah bangkit akibat terlempar cukup jauh dari Arena langsung melesat ke Arena lagi dan menatap Xie Yan dengan Niat membunuh. "Beraninya kau menganggu Pertarunganku Bajingan!" Kata Wang Zhong berteriak ke Xie Yan.
"Dia sudah kalah! Bagaimana kalau Sampah sepertimu melawanku?" Ucap Xie Yan sambil melakukan peregangan ototnya.
Perselisihan Xie Yan dan Wang Zhong membuat banyak kerumunan yang mencoba menyaksikannya. Bahkan Arena lain menghentikan pertarungan mereka begitu juga dengan Fai Changyi.
"Hahahaha...Kau ingin menantangku? Apa kau berpikir karena aku sedikit lengah semalam akan takut denganmu?" Tawa Wang Zhong.
"Tetua! Aku ingin melawannya. Jika aku mencoba membunuhnya, tolong pisahkan aku." Kata Wang Zhong kepada Tetua itu.
Walaupun Wang Zhong mengatakan itu, Tetua tersebut mengerti apa maksud perkataannya. Dia mengangguk dengan cepat karena ingin melihat Xie Yan hancur karena sudah membuatnya malu sebagaui tetua oleh Murid lain.
"Hahaha...Baguslah! Keluarkan semua kemampuanmu Sampah! Jangan kalah satu pukulan lagi!" Kata Xie Yan mengejek Wang Zhong hingga membuat Murid lainnya mendengarnya.
"Apa? Berarti Wang Zhong sudah pernah di kalahkan oleh Pemuda itu?"
"Sepertinya, dari perkataan Pemuda tersebut dia bahkan mengalahkan Wang Zhong dengaj satu pukulan."
"Jenius Klan Wang dikalahkan dengan satu pukulan? Bukankah itu akan membuat malu Klan Wang?"
Murid lain yang berbicara Wang Zhong terdengar dengan jelas olehnya hingga membuat seluruh uratnya muncul di wajahnya.
Dia sangat Marah kepada Xie Yan karena menyebarkan Kekalahannya semalam dan membuatnya malu. Wang Zhong menatap Xie Yan seperti Serigala yang ingin menerkam mangasanya.
Wasit itu kemudian melambaikan tangannya yang menandakan memulainya pertarungan.
......
......__________________________......
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
__ADS_1
Terimakasih dan selamat membaca...
:)