Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 176- Membantai Pusat Pavilliun Pembunuh (2)


__ADS_3

*Lantai 7


"Siapa kau? Beraninya kau mengeluarkan Aura membunuh di Markas Pavilliun pembunuh." Teriak salah satu tetua dengan mengarahkan senjata pada Xie Yan.


Xie Yan tidak repot-repot menjawab pertanyaan dari tetua itu dan hanya terfokus kepada Pria bertopeng hitam tersebut.


"Apakah kau Pemimpinnya?" Tanya Xie Yan, dia juga merasakan kekuatan Dewa Giok rendah pada Pria tersebut.


Xie Yan merasakan Pria yang dihapannya memiliki Energi Siluman yang cukup besar dan sangat berbeda dengan Energi Siluman yang sudah dia lawan.


Sedangkan Pria bertopeng itu masih tetap tenang karena hanya merasakan Ranah Dewa Emas menengah pada diri Xie Yan sebab dia sudah menekan Kekuatan miliknya sesuai keinginannya.


"Huh!" Tetua yang berteriak ke Xie Yan tadi merasa terhina karena tidak ditanggapi, "Orang seperti mu tidak layak mengetahuinya!" Tetua itu melesat ke arah Xie Yan dengan Senjata ditangannya.


Xie Yan menoleh dengan malas melihat tetua tersebut yang mencoba menyerangnya, dia kemudian mengayunkan pedangnya saat tetua tersebut dekat dengannya.


Slash~ tubuh tetua tersebut langsung terbagi dua dan kemudian mati ditempat dengan mata terbuka lebar. Dia tidak menyangka akhir hidupnya akan mati hanya dalam satu ayunan.


Empat Tetua yang tersisa dibuat terdiam tidak berani bergerak karena kekuatan mereka berempat hampir setara di Ranah Dewa Emas menengah namun, di hadapan Xie Yan rekan mereka mati dalam satu ayunan.


Dahi mereka dipenuhi keringat sedangkan Pemimpin Pavilliun masih tetap tenang walau melihat kematian bawahannya.


"K-Kau...Siapa sebenarnya kau?" Mereka sangat penasaran dengan Identitas orang dihadapan mereka.


Sambil mengibaskan darah di pedangnya lalu Xie Yan berkata. "Bukankah kalian sedang mencari Raja Kehancuran? Orang yang dihadapan kalian sekarang adalah Raja Kehancuran." Xie Yan berkata dengan nada senyuman menghina.


"Jadi itu kau orang sialan yang menghancurkan Cabang kami!" Ucap Tetua yang selama ini sudah mencari Raja Kehancuran disetiap kota Namun tidak ada sedikitpun hasil yang dia temukan.


Darah mereka seakan akan mendidih dan melupakan rasa takut seperti sebelumnya.


"Ayo kita bunuh bajingan ini! Dia hanya sendiri!" Kata Tetua tersebut ke pada tiga orang lainnya.


"Hoh!" Xie Yan melihat Kekuatan Energi Siluman pada diri mereka mulai meningkat tidak lama kemudian tubuh mereka sedikit membesar dan hampir seperti monster.


Kekuatan mereka yang tadinya berada di Ranah Dewa Emas menengah sekarang menjadi Dewa Emas puncak. "Apakah ini kartu Truf kalian?" Kata Xie Yan.


"Hahahaha! Dengan kekuatan ini kau tidak akan bisa membunuh kami!" Kata mereke berempat.


Xie Yan tersenyum kecil mendengarnya, "Mau berubah menjadi apapun kalian tetap bukan lawanku." Xie Yan mengayunkan pedang hitamnya dengan melepaskan Elemen Petir ungu miliknya secara horizontal.


Slash~


"Tidaaak!" Keempat Tetua itu berteriak merasakan bahaya dari serangan Xie Yan dan mencoba menghindar namun, karena kecepatannya jauh dari mereka akhirnya tidak bisa menghindari serangan tersebut.


Dalam sekali ayunan sayatan dengan elemen petir langsung menebas tubuh mereka dengan rapi dan sayatan itu terus berlanjut ke arah Pria bertopeng tersebut.


Merasakan Elemen Petir dari serangan Xie Yan tepat mengarah wajahnya, dia memiringkan kepalanya untuk menghindari serangan tersebut.


Wush! Krek!

__ADS_1


Suara retakan terdengar dari topeng pria tersebut yang masih tetap terkena serangan elemen petir Xie Yan.


Krek! Krek! Topeng tersebut sepenuhnya hancur dan kemudian menampakkan wajah setengah hancur yang cukup parah.


Xie Yan cukup ngeri dengan penampilan wajah Pria itu yang memiliki wajah setengah hancur.


Walaupun topengnya sudah hancur, Pria itu masih tampak tenang, dia kemudian bangkit berdiri berjalan dengan wajah datarnya ke arah Xie Yan sambil melihat mayat keempat tetua yang baru saja Xie Yan bunuh.


Dia kemudian kembali menatap Xie Yan, "Aku tidak menyangka di benua kecil ini ada anak kecil yang cukup hebat dan bahkan memiliki Elemen Petir kuat yang hampir membunuhku." Kata Pria tersebut memuji sedikit Xie Yan dengan nada datar.


"Benua Kecil? Apakah dia bukan berasal dari benua ini?" Gumam Xie Yan bertanya tanya.


"Hei Bocah, karena kau sangat berbakat diumur yang begitu muda, bagaimana kalau kau tunduk padaku dan akan kulupakan tindakanmu setelah menggagalkan semua rencana yang telah aku buat!" Ucap Pria tersebut memberikan Xie Yan tawaran.


Mendengar Pria itu memintanya untuk tunduk padanya membuat Xie Yab tertawa kecil. "Kau memintaku untuk tunduk? Bermimpilah!" Kata Xie Yan menekan kata 'Bermimpilah'.


Wajah Pria tersebut masih tenang namun seketika kepalan tangan muncul ke arah wajah Xie Yan.


BAM!


Xie Yan tentu dapat melihat serangan cepat milik Pria itu dan dengan cepat menangkisnya dengan ganggang pedah hitamnya.


"Hee...Kau dapat menahan kekuatan yang ku keluarkan sebanyak 30% dengan mudah. Sepertinya kau bukan Dewa Emas menengah tapi Dewa Emas puncak." Kata Pria itu menarik kembali tangannya.


"Aku tidak tahu teknik apa yang kau gunakan untuk menyembunyikan Kekuatanmu, tapi itu tetap saja tidak berguna di hadapan kekuatan absoulut." Ucapnya lagi kemudian bergerak cepat dan muncul di belakang Xie Yan lalu mengangkat kakinya mencoba menendang bagian rusuk Xie Yan.


Dia kemudian melepaskan tendangannya.


Slash~ dengan tebasan halus, kaki yang mengarah ke tulang rusuk Xie Yan terpotong halus.


"Eh?" Pria tersebut kebingungan saat kakinya tiba-tiba terpotong dan langsung mundur dengan keheranan.


Walaupun kakinya sudah terpotong, dia tidak merasakan kesakitan dan hanya memasang wajah kebingungan sambil menatap Xie Yan.


"Ada apa? Terkejut kalau aku bisa membalas dengan cepat?" Tawa Xie Yan saat melihat wajah kebingungan Pria tersebut.


"Apaan tadi itu? Aku sudah menggunakan kekuatan milikku sebanyak 50% dan itu bisa membunuh Dewa Emas puncak dengab mudah tapi, dia bisa membalas dan bahkan memotong kakiku dengan cepat?" Batin Pria itu terkejut.


Dia kemudian tiba-tiba tertawa keras, "Hahahaha...Aku mengerti sekarang."


Xie Yan mengerutkan dahinya melihat pria tersebut tertawa, "Apa maksudmu dengan mengerti?" Tanya Xie Yan.


Pria itu kemudian berhenti ketawa dan menatap Xie Yan dengan serius, "Aku terlalu meremehkan Benua kecil ini...Bahkan Bocah yang belum berumur tiga puluh tahun sudah berada di Ranah Dewa Giok." Katanya lagi dengan wajah serius.


"Akan kuberi kau satu kesempatan lagi, bergabunglah denganku akan-..." Belum selesai dengan kata katanya, Xie Yan langsung memotongnya. "Diamlah! Aku tidak ingin bekerja sama dengan Siluman menjijikkan." Kata Xie Yan dengan tegas.


Wajah Pria itu menjadi jelek setelah mendengar Xie Yan mengatakan 'Siluman menjijikkan'. "Kau bocah rendahan yang bahkan belum hidup ratusan tahun Beraninya kau mengatakan seperti itu!" Pria itu berkata dengan nada marah.


Kaki yang sudah terpotong mulai kembali tumbuh seperti semula dan perubahan lainnya terjadi seperti kening pria tersebut mulai terdapat dua tanduk kecil bersama tumbuhnya gigi taring bahkan seluruh kulitnya mengeras.

__ADS_1


Bukan hanya perubahan fisik, Kekuatan Pria tersebut naik menjadi Dewa Giok menengah, kemudian puncak.


Xie Yan yang melihat perubahan itu masih tetap tenang walaupun kekuatan mereka sudah berbeda satu tingkatan. "Perubahanmu sangat berbeda dengan pria tua tadi, Apakah itu bentuk asli dari Siluman?" Tanya Xie Yan dengan penasaran.


"Hahahaha, Kau membandingkanku dengan manusia rendahan itu? Ini adalah Wujud asli dari kami para Siluman!"


"Aku tidak pernah terpikirkan bahwa Rencana untuk menguasai benua kecil ini hancur oleh bocah bau sepertimu."


"Sebagai bayarannya menghina dan merusak rencana kami akan kubuat kau merasakan kematian yang menyakitkan." Kata Pria Siluman tersebut kemudian melangkah dengan cepat ke Xie Yan lagi.


BAM!


Xie Yan dengan cepat menghalau serangan Siluman itu dengan pedang hitam miliknya namun, karena perbedaan satu tingkatan Xie Yan harus dibuat mundur dua puluh langkah.


"Hahahaha! Rasakanlah!" Kata Siluman itu lagi menyerang Xie Yan dengan brutal.


BAM! BAM! BAM!


BAM! BAM! BAM!


Pukulan demi pukulan terus mengarah ke Xie Yan. Tapi Xie Yan masih bisa menghalau semua serangan dari Siluman tersebut berkat Penguasaan Elemen Waktunya yang membuat dia dapat melihat setiap arah serangan Siluman tersebut dalam waktu dua detik.


BAM! BAM! BAM!


Walaupun Xie Yan bisa menghalau dari setiap serangan Siluman tersebut, tapi tetap saja dia kalah dalam fisik dan membuat lengan kanannya yang selalu menghalau dengan pedang hitamnya merasakan gemetar pada lengannya.


Xie Yan berusaha untuk mengurangi dalam menghalau serangan siluman itu dan mencoba untuk bergerak menghindar saja.


"Hahahaha...Kau sangat hebat bahkan bisa menghalau semua serangan milikku, aku sangat tidak sabar membunuh manusia berbakat sepertimu!" Tawa Siluman itu terus menyerang Xie Yan tanpa ampun.


Dilihat dari petarungan, Xie Yan seperti tersudutkan oleh Siluman tersebut tapi jelas diwajahnya dia masih tampak tenang walau di hadapan siluman tersebut karena dia memiliki satu andalan lagi.


BAM!


Kali ini Xie Yan melancarkan balasan pukulan kuat ke arah siluman itu sehingga terjadinya benturan anatar pukulan Xie Yan dan Siluman.


Siluman itu mundur sepuluh langkah setalah beradunya pukulan dan Xie Yan mundur sejauh dua puluh langkah.


Dibuat mundur oleh Xie Yan, Siluman tersebut sangat terkejut dengan kekuatan pukulan dari lengan kiri Xie Yan. "Lengan kirinya sangat kuat, bahkan membuat tanganku gemetar." Gumam Siluman tersebut.


Sedangkan Xie Yan bahkan tidak merasakan sakit sama sekali pada Lengan kirinya terutama kekuatan Lengan kirinya semakin kuat setelah dia menyerap darah naga pada giok yang dia dapat di Kekaisaran.


"Apa hanya kau yang berpikir bisa berubah?" Tanya Xie Yan ke Siluman tersebut.


"Ha?" Siluman itu bingung maksud dari pertanyaan barusan namun perubahan terjadi pada Xie Yan dimana membuatnya kembali terkejut.


......


......__________________________......

__ADS_1


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...


__ADS_2