
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Di saat Xie Yan daj yang lainnya memasuki desa, Banyak penduduk asli disitu mentap mereka karena memiliki tampilan yang mewah. Tapi Xie Yan hanya terus melangkah mencari penginapan di Desa batu ini.
Xie Yan menemukan satu satunya penginapan di Desa ini dan bangunan penginapan ini memiliki tampilan buruk. Walaupun begitu Xie Yan tetap memasuki Gedung Penginapan.
Disaat dia memasuki penginapan, dia di sambut oleh nenek tua dan Wanita berumur dua belas tahun dengan wajah kusam.
Dengan kedatangan pelanggan nenek itu tentu saja terkejut, sangat jarang orang datang untuk menginap di desa buruk ini.
"Selamat Datang, berapa kamar yang ingin tuan pesan? 1 Kamar bernilai 5 Perak perhari," Kata Nenek Tua yang merupakan pemilik Gedung.
"Kami memesan tiga kamar," Kata Xie Yan dengan memberikan 1 Koin Emas.
Mendapatkan koin emas membuat nenek itu bergetar, dia belum pernah menyentuh koin emas. "T-tuan, ini terlalu banyak, saya tidak memiliki kembalian," Ucapnya.
Dari Reaksi Nenek itu, Xie Yan tahu ini belum pernah terjadi pada nenek pemilik penginapan,
"Tidak Masalah, Nenek bisa mengambil kembaliannya," Balas Xie Yan.
"Ah...Terimakasih, Terimakasih Tuan, Nu'er cepat siapkan kamar ke tiga tamu kita," Katanya ke wanita berumur dua belas tahun.
"Baik Nenek," Balas Wanita yang disebut Nu'er dengan wajah datarnya yang merupakan cucu pemilik penginapan.
Penginapan ini memilki dua lantai, Xie Yan dan yang lainnya mengikuti Nu'er dari belakang. Dia kemudian menunjukkan kamar mereka masing masing. Walaupun Tampilan penginapan ini buruk, tapi untuk kamar mereka merawatnya dengan baik.
Ruo Lou dan Ruo Ro memasuki kamar dan menyisahkan Xie Yan dengan Nu'er. Wanita ini tiba tiba berbicara kepada Xie Yan, "Tuan, Aku harap anda meninggalkan Desa ini secepatnya, sebelum sesuatu terjadi," Kata Nu'er Langsung meninggalkan Xie Yan.
Mendengar perkataan Wanita itu, Xie Yan mengerutkan kening sambil berpikir, "Apakah itu ada hubungannya dengan Bos yang dibicarakan oleh Penjaga Gerbang?" Gumam Xie Yan sambil memasuki kamar.
Dia duduk di kasur lalu memanggil Mo Gui yang selalu berada di bayangan Xie Yan. "Mo Gui, Carikan sesuatu tentang desa ini, aku ingin beristirahat," Perintah Xie Yan ke Mo Gui.
"Baik Yang Mulia," Balasnya lalu menghilang dari Kamar Xie Yan.
...
Penjaga Gerbang yang tadi menghadang Xie Yan berjalan mendekati bangunan. Bagunan itu memiliki tampilan bagus dan hanya ada satu satunya di desa batu ini, bangunan itu juga dijaga oleh beberapa orang.
__ADS_1
"Aku Penjaga Gerbang, ingin mengatakan sesuatu kepada bos!" Ucapnya ke penjaga itu.
Penjaga itu mengangguk lalu memberi jalan ke pria botak kekar. Dia kemudian memasuki gedung lalu mengetuk pintu ruang bosnya.
Tuk...Tuk..
"Masuk" Kata suara di balik pintu.
Pria botak itu kemudian membuka pintu dan melihat pria gendut setengah telanjang, disana ada dua wanita terbaring yang terlihat menyedihkan.
"Bos, Saya ingin mengabari sesuatu yang mungkin anda tertarik," kata penjaga itu yang sudah terbiasa dengan suasana diruang bosnya.
"Oh, apa itu..??" Katanya dengan penasaran.
"Tadi saat saya bertugas, tiga orang dengan pakaian mewah yang mungkin bagsawan memasuki desa ini," Kata Pria botak.
"Bangsawan..?? Kita harus berhati hati jika mereka merupakan bangsawan," Kata Pria gemuk.
"Tapi Bos, Mereka bahkan tidak memilki Energi ditubuhnya dan salah satu adalah Wanita, Kecantikan Wanita ini bahkan tidak dapat dibandingkan dengan Wanita yang ada didesa ini Tuan..!" Jelas Pria Botak.
"Apa..?? Bahkan tidak dapat dibandingkan wanita di desa ini..?" Tanyanya sekali lagi.
"Benar Bos..!" Balasnya.
"Heheheh, Bagus...Bagus. Mereka bahkan tidak memiliki Energi yang berarti mereka hanya orang biasa, aku ingin merasakan Wanita itu. hehehe," Katanya sambil menjilat bibirnaya.
Setelah mendengar ini, Penjaga itu tentu langsung kegirangan lalu membungkuk berterimakasih dan meninggalkan ruangan.
Di Atap Bangunan, Seorang Pria tampak tua namun menyeramkan, dia adalah Mo Gui yang sedang mendengar percakapan mereka.
"Hmm, Orang Rendahan ini ingin melukai salah satu orang Yang Mulia? dan orang yang menyebut dirinya Bos hanyalah Jalan Surgawi Awal," Katanya lalu menghilang dari atap bangunan.
...
Mo Gui langsung kembali ke kamar Xie Yan dan memberikan semua percakapan Pria Gendut dan Penjaga Gerbang yang menghadangnya.
"Hahaha...Menarik, sepertinya benar dugaanku. Desa ini sudah di kuasai oleh Bandit. hanya dengan Ruo Ro saja sudah dapat menyelesaikan masalah ini." Ujar Xie Yan setelah mendengar Cerita Mo Gui.
"Kamu Kembalilah ke bayanganku lagi," Perintah Xie Yan.
...
Di Pagi Hari
Xie Yan, Ruo Lou dan Ruo Ro sudah bangun lalu turun ke lantai pertama untuk sarapan yang sudah disiapkan oleh Nenek Pemilik penginapan. "Selamat Pagi Tuan, Saya sudah menyiapkan sarapan," Ujarnya setelah melihat kedatangan Xie Yan.
__ADS_1
Xie Yan mengagguk dan berterimakasih ke nenek pemilik penginapan itu. Di saat dia sarapan, beberapa orang menerobos Penginapan.
Xie Yan menoleh dan melihat sekumpulan kira kira 20 Orang dan Pria Gemuk dengan tampilan bagus. Xie Yan langsung tahu bahwa Pria itu adalah bos dari mereka setelah mendengar cerita Mo Gui.
Ruo Lou dan Ruo Ro tentu tidak mengetahui kedatangan mereka dan tidak peduli dengannya Lalu melanjutkan sarapan mereka.
Nenek dan Cucunya sudah ketakutan saat melihat Pria gemuk ini yang sudah mereka anggap Iblis.
Xie Yan dapat melihat ketakutan Nenek Tua dan Cucunya itu dengan sedih. Mereka sudah hidup lama dengan penuh ketakutan, Pikir Xie Yan.
Pria Gemuk itu kemudian mendatangi meja Xie Yan, namun dia di hadang oleh Nenek pemilik penginapan. "Tu-tuan, mereka hanya tamu biasa. Tolong jangan bunuh mereka," Katanya sambil berlutut.
Ruo Lou dan Ruo Ro yang tadinya tidak peduli langsung menoleh melihat Nenek itu memohon. Mereka tidak tau permasalahan desa ini, tapi melihat Nenek itu bersujud ke pria gendut yang tampak menjijikkan itu membuat keduanya geram.
"Minggir!" Katanya sambil menendang Nenek itu Tanpa menggunakan energi.
Nenek itu terlempar, namun tanpa di ketahui sebuah energi menyelimutinya sehingga ia tidak megalami cedera. Bahkan Pria gemuk itu tidak mengetahui energi menyelimuti nenek itu dan hanya terus berjalan ke Meja Xie Yan.
"Hehehehe, Kau Wanita yang menggunakan Cadar...Sekarang kau harus melayaniku!" Katanya Langsung dengan wajah mesumnya.
Xie Yan melihat wajah menjijikkannya hampir memuntahkan sarapannya. Sedangkan Ruo Ro yang mendegar Ibunya di goda dengan Pria menjijikkan langsung berdiri dari bangkunya.
"Kau...Berani Sekali kau mengatakan itu ke Ibuku...??" Ucapnya dengan Marah.
"Oh...Aku tidak menyangka dia ternyata sudah memiliki Anak. Tapi itu semakin bagus...Hahahaha" Balas Pria Gendut itu lalu memerintahkan Anak buahnya untuk menghajar Xie Ro, "Kalian Beri Pelajaran ke Anak Kecil yang tidak tahu diri ini" Perintahnya.
"Baik Bos!" Seorang Pria kekar dengan tampilaj botak mendekati Ruo Ro yang merupakan Penjaga Gerbang semalam.
"Hehehe, Adik Kecil, Kita bertemu lagi. Namun hari mu sangat menyedih-" Sebelum perkataannya selesai, Kepala pria itu lepas dari lehernya.
Kepala itu berguling di lantai penginapan, semua orang yang berada situ diam hening. Bahkan Nenek dan Cucunya yang awalnya sedih dengan nasib tamu mereka dibuat tidak percaya.
Bos dari mereka juga merasakannya, dia bahkan tidak dapat melihat serangan yang dia sebut anak kecil.
"Jadi...Bukankah kalian disini untuk Ibuku..?" Kata Ruo Ro dengan aura membunuhnya...
.
.
.
.
.
__ADS_1