
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________***
Walaupun dia tahu Xie Yan kuat, dia yakin tidak mungkin baginya dibubuh oleh Xie Yan. Jadi dia hanya perlu mengancam, "Jika kau melakukannya lagi, Sekte Pedang Terbang tidak akan membiarkan mu lari! Ayahku adalah Patriak, dia akan terus mencarimu ke ujung dunia sekalipun!" Ancamnya.
Tetua dari pedang terbang yang masih belum dapat bergerak hanya bisa mengutuk Tuan Mudanya dalam hatinya, "Bodoh! Bahkan kau mengancam dengan Ayahmu dia tidak akan takut! Hanya dengan tekanan yang dilontarkannya saja sudah tahu bahwa dia lebih kuat dari Patriak," Batin Tetua Pertama hampir pasrah apa yang terjadi padanya.
Xie Yan tidak bisa menyeringgai, "Hehehe, Kau mengancamku? Hanya dengan Sekte kelas enam?" Katanya mengejek Pemuda tersebut.
Wajah pemuda tersebut tampak muram. Dia tidak menyangka ancaman yang diakatakan tidak menakuti Xie Yan.
Xie Yan kemudian mendekati Pemuda tersebut. "Ka-Kau, Berhenti disana!" teriak pemuda tersebut tanpa sadar jatuh ditempat.
Xie Yan terus mendekatinya, "Bukankah Kau sangat menginginkan Adikku? Karena kau berpikiran aneh mengenai adikku, Jadi..." Ucap Xie Yan menganggkat Kakinya Mengarahkannya ke ************ Pemuda tersebut.
PAM!!
"Arghhh!!"
PAM!!
Setelah membuat dia menjadi Kasim, Xie Yan mengarahkan serangan lain ke dantiannya, "Karena dari awal kamu memang Sampah, akan kubuat kau menjadi lebih buruk dari Sampah!"
Pemuda itu hanya menangis kesakitan, dia terus berteriak hingga pingsan tidak sadarkan diri.
Tetua dan Chu Heiq yang melihat kejamnya Xie Yan membuat diri mereka merinding, Chu Heiq merasa nasib Tuan Muda Sekte Pedang terbang sudah sirna untuk menjadi kultivator dan bahkan sekarang menjadi kasim.
Xie Yan kemudian kembali menatap Tetua pertama sekte pedang dan melepaskan tekanannya, "Bawa dia ke hadapan Patriak mu! Jika dia ingin membalas maka datangla." Katanya melihat tetua tersebut mengangguk ketakutan.
Dia kemudian memapah Pemuda tersebut lalu pergi meninggalkan Sekte Phoenix Es dengan cepat. Saat mereka pergi, Xie Yan memerintahkan Mo Gui untuk mengikuti mereka dari belakang dan mengatakan untuk memusnahkan Sekte Pedang jika mereka membalas dendam.
...
Didalam Istana, hanya ada Xie Yan dan Chu Heiq yang diam tidak berani membuka mulutnya. "Karena Xie Ruo mungkin masih lama, jadi aku akan pergi dalam tiga hari dan kembali kesini akhir tahun," Ucap Xie Yan dan dianggukkan oleh Chu Heiq dengan cepat. "Dalam tiga hari! Hanya tiga hari Iblis ini akan pergi," Batin Chu Heiq merasakan senang jika Xie Yan pergi.
Xie Yan kemudian kembali ke ruangan yang telah di sediakan oleh Sekte.
Di dalam Xie Yan melihat statusnya,
Nama : Xie Yan
Job : Master Talisman (Bumi)
Level : 550
Skill : Pedang Jari Darah (2/3) [+]
Teleportasi (2/5) [+]
Pelahap Surgawi (3/5) [+]
Penghancur Semesta (3/5) [+]
Iblis Es (2/6) [+]
Domain : - Es
Transformasi: - Iblis
Elemen:
- Racun Es (80%)
- Api Putih (50%)
Str : 4.900
__ADS_1
Agi : 3.500
Vit : 2.800
Sen : 2.200
Energy : 25.000/25.000
[Nirwana Tahap 3 (Nirwana*8)]
Leveling Poin : 800.000.000 LP
Un Poin : 10.695 UP
Inventory :
- Teknik Python Ice Break (Bumi).
- Busur Es (Surga)
- Kalung Jiwa (Surga)
- Topeng Seribu Wajah (Kuno)
- Pedang Tanpa Nama (???)
- 6x Pill Abadi
- 1x Voucher membunuh
Shop >>
Gacha >>
System Lvl 3 [+] "
"Hmm...sepertinya aku perlu meningkatkan beberapa teknik dan juga system ke level empat." Pikir Xie Yan.
"Ding
Penghancur Semesta >> Lvl 3
- 15.000.000 LP
Berhasil! "
Xie Yan mulai mengetahui teknik ketiga dalam Penghancur Semesta, 'Memecahkan Langit'.
"Bagus...Teknik ketiga ini memakan banyak energi tapi jauh sepuluh kali lipat lebih dahsyat Yang mampu mengetarkan langit." Batin Xie Yan.
"Hanya menaikkan satu teknik sudah menghabiskan banyak Leveling Poin. Bagaimana jika itu Menupgrade System," Xie Yan kemudian mengcek harga untuk mengupgrade Systemnya.
Saat Xie Yan melihat harganya, dia tidak bisa tidak terkejut melihat harga untuk menaikkan level systemnya.
"500.000.000?? Gila...Ini sungguh pemerasan..." Xie Yan merasa kesal namun tetap berencana menaikkan Level Systemnya.
Notifikasi System kembali muncul.
"Ding!
System Lvl 3 >> Lvl 4
"Ding!
System Upgrade > Lvl 4
Waktu yang dibutuhkan 24 Jam
0%...1%..."
"Sepertinya aku harus menunggu," Sembari menunggu, Xie Yan mencoba untuk bermeditasi.
__ADS_1
...
Di Wilayah Sekte Pedang Terbang,
Patriak yang melihat tubuh anaknya masih dalam tidak sadarkan diri dan juga sudah cacat tampak suram dan dipenuhi Niat membunuh.
"Siapa yang melakukan ini disaat dia sedang ke Sekte Phoenix Es? Bukankah kau ada disana!" tanyanya ke tetua pertama dengan nada penuh amarah.
"Itu Benar, Tapi dia mengancam seorang ahli yang bahkan jauh lebih kuat dariku...Hanya dengan Energinya saja aku tidak dapat dibuat bergerak!" Kata tetua pertama.
Mendengar penjelasan Tetua Pertama, dia hanya marah, "Sial! Ini sama dengan menghina Sekte Pedang Terbangku! Akan kubalas ini rasa malu ini ratusan kali!" Ucapnya.
Saat Patriak mengatakan kata tersebut, Tetua pertama mencoba mencegahnya namun sang Patriak bersekukuh untuk membalas dendam.
"Bodoh, Aku sudah lama kesal dengan tindakannya! Kali ini kalian telah membuat masalah dengan orang yang ahli. Lebih baik aku meninggalkan Sekte ini dengan orang irang yang berpihak padaku!" Batin Tetua Pertama kemudian pergi bersiap meninggalkan Istana.
Tidak ada yang tahu percakapan Patriak telah di dengar oleh Mo Gui di dalam kegelapan, "Kalian ingin membalas Yang Mulia? Heh...lebih baik kumusnahkan kalian semua," Ucap Mo Gui terbang ke langit.
Di atas langit, Mo Gui berdiri tenang untuk bersiap menghancurkan Sekte Pedang Terbang, dia mengangkat telapak tangannya dan energi berkumpul hingga membentuk telapak tangan besar hingga membuat seluruh Sekte tertutup.
Fenomena tersebut tentu dapat dilihat semua orang yang berasal dari Sekte Pedang Terbang, "Apa itu? Energi yang kuat ini menutupi Sekte Kita,"
"Dimana Patriak? Apa yang harus kita lakukan!"
Mereka semua tidak tahu apa yang terjadi dan bingung harus melakukan apa di hadapan tekanan kuat tersebut.
Di Tempat Patriak, dia keluar dari bangunannya dan melihat ke atas. Dia awalnya berencana untuk pergi ke Sekte Phoenix Es tapi keadaan sekarang harus menundanya.
"Apa Itu? Sebuah telapak tangan? Dan Energi Itu sungguh kuat?" Katanya menatap ke atas yang sudah ditutupi oleh telapak raksasa.
Mo Gui kemudian melepaskan serangan telapak tangannya ke arah bawah.
"Tidak!! Kita semua akan mati!"
"Ayo, Selamat kan diri kalian semua!"
"Jika itu turun ke Sekte maka akan musnah,"
Semua orang berlari ketakutan keluar dari Sekte Pedang Terbang dengan buru buru.
"Pa-Patriak, Ini..." tetua yang lain tidak tahu harus berbuat apa melihat serangan itu turun ke Sekte mereka.
"Se-Sekteku akan musnah begitu saja? Si-siapa yang bisa melakukan ini?" Patriak Sekte Pedang Terbang tiba tiba mengingat perkataan Tetua pertama yang sudah melarangnya untuk balas dendam.
Saat serangan tersebut semakin mendekat, banyak orang yang sudah pasrah. Dengan jangakuan yang luas, tidak mungkin bagi mereka yang selamat.
Dari langit suara bergema, "Surga Menghendaki Kehancuran Sekte Pedang Terbang!" Kata Suara tersebut yang adalah Mo Gui.
BOOMM!!
Telapak tangan yang dilepaskan Mo Gui menimpa seluruh wilayah Sekte Pedang terbang yang sudah berbentuk telapak tangan. Hanya ada beberapa anggota Sekte Pedang Terbang yang selamat keluar jauh dari Sekte.
Mo Gui tentu membiarkan mereka kemudian dia menghilang kembali ke tempat Xie Yan.
Jauh dari Wilayah Sekte,
"Jadi akhirnya begini ya? Sekte Pedang Terbang yang sudah lama berdiri hancur begitu saja dalam satu malam? Itu bahkan bukan dia yang menyerangnya! Siapa identitasnya?" Orang yang berbicara adalah Tetua Pertama yang sudah terlebih dahulu pergi dari Sekte bersama dengan orang orangnya.
...
.
.
.
.
.
__ADS_1