Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 247- Arena Colosseum (3)


__ADS_3

Ditempat lain, dimana Nie Liani berada. Reaksinya tidak berbeda jauh dengan Jin Chul. "I-Itu, Bukankah Kakak...? Kenapa dia bisa ada disini?" Ucap Nie Liani dengan wajah terkejut.


Muli yang baru saja kembali memasang taruhan untuk Xie Yan sangat penasaran dengan perubahan pada raut wajah murid-nya tersebut. "Nie'er, Apakah sesuatu terjadi? Mengapa wajah kamu tampak tegang?" Ucapnya bertanya.


Nie Liani hanya diam beberapa saat sebelum mengangkat tangannya menunjuk Xie Yan yang sedang berjalan masuk di arena. "G-Guru, Apa pria yang baru saja kamu ceritakan tadi adalah dia?" Tanya Nie Liani.


Muli mengagguk mendapati pertanyaan itu, "Benar, dia pria jenius yang aku ceritakan dan juga datang bersama-ku ke kota ini." Jawab Muli.


"Walaupun aku tau dia seorang jenius, tetap saja sekarang aku sangat khawatir karena lawannya merupakan seorang siluman yang kekuatan-nya sulit diperediksi."


Muli menggelengkan kepala-nya sambil menghela nafas, "Entah bagaimana dia bisa memiliki dendam pada siluman itu." Kata Muli lagi


"Heh...Benarkah? Sepertinya aku dan guru memiliki pendapat yang berbeda." Balas Nie Liani. "Aku yakin pria itu akan mengalahkan siluman tersebut dengan mudah." Ucapnya sambil tersenyum percaya diri.


Muli menoleh dan menatap murid-nya tersebut, "Hmm...? Ada apa dengan-mu yang tiba-tiba percaya diri itu."


Nie Liani menggelengkan kepalanya masih dengan tersenyum, "Sebaiknya guru fokus menyaksikan pertarungan-nya." Kata Nie Liani.


Wajah Muli sekarang tampak keheranan dengan tingkah laku murid-nya tersebut karena selama dia menjadikan Nie Liani sebagai murid, Muli belum pernah mendengar murid-nya tersebut memuji orang selain kakak-nya yang selalu dia banggakan.


Tidak memperpanjang, Muli kembali fokus ke arena.


Sedangkan di Arena Colosseum,


Raut wajah dari Siluman itu tampak mengerut melihat kemunculan Xie Yan. "Itu kau?!" Kata-nya tercampur dengan niat membunuh.


Dia tentu tidak lupa dengan Wajah Xie Yan dimana karena kehadirannya membuat semua rencana-nya gagal total.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, Dia juga sangat marah karena pada saat itu Rubah Surgawi yang membantu Xie Yan membuat-nya terluka parah hingga akhirnya dia tertangkap dan dijadikan bahan pertunjukan untuk manusia-manusia sekarang ini.


Tidak berbeda dengan Xie Yan, dia juga menatap Siluman tersebut dengan ekspresi penuh dengan kebencian.


Jika bukan karena An Chyou yang menyelamatkan-nya, Xie Yan mungkin tidak tahu bagaimana nasib nya sekarang.


Karena pada saat itu tidak bisa berbuat apa-apa, Xie Yan sangat ingin mencoba membalaskan dendam nya atas perbuatan Siluman tersebut bahkan jika ke ujung dunia.


Namun, Xie Yan tidak menyangka dia akan bertemu dengan Siluman tersebut dan sekarang berkesempatan untuk memberinya pembalasan pada kejadian sebelumnya.


"Hahaha" Xie Yan tertawa. "Akhirnya kita berjumpa lagi Siluman Sialan!" Ucap Xie Yan dengan nada kesal.


Siluman itu pun ikut tertawa, "Hahahaha, Manusia rendahan! Aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu lagi. Aku tidak sabar untuk menelan semua tubuh mu itu." Katanya.


Dia kemudian melirik sekeliling arena, "Apa kau masih bersama denga Rubah sialan itu? Aku sangat menginginkan daging kalian berdua! Hahahaha." Dia berkata lagi.


Mendengar Xie Yan berkata begitu sombong, Siluman tersebut tampak marah dan langsung bergerak dengan cepat ke arah Xie Yan.


"Lihat! Siluman itu sudah bergerak!" Teriakan heboh dari Komentator Colosseum tersebut.


Xie Yan masih berdiam di tempat walaupun sudah Melihat Siluman sudah bergerak cepat ke arah-nya.


Sebagai Siluman dengan tingkatan Dewa Sejati Menengah*1 tentu kecepatan itu sangat lah berbeda dengan tingkatan yang sama pada Ras Manusia.


Tapi kali lawannya adalah Xie Yan yang merupakan seorang dengan tingkatan Prajurit Dewa Tinggi*3 yang sedang dalam menyamarkan tingkatan-nya di Dewa Sejati Rendah*1.


Tentu dia dapat melihat kecepatan tersebut dengan mata telanjang-nya. Tapi dalam pikiran semua orang, Xie Yan pasti akan langsung mati setelah Siluman tersebut bergerak.

__ADS_1


"Heh! Dengan serangan selambat itu kau mencoba ingin menelan tubuh-ku!?" Kata Xie Yan sambil mengepalkan tangan-nya.


Hanya tinggal beberapa jarak wajah Xie Yan dengan Cakaran Siluman tersebut, sebuah kepalan tangan yang sangat kuat mendarat di Wajah Siluman tersebut.


BAM! Siluman yang tadinya sudah dekat dengan Xie Yan malah terlempar mundur dan bahkan menabrak dinding Arena Colosseum hingga retak.


Seluruh Penonton di arena tersebut Teridiam Bisu.


Tidak ada yang bisa mempercayai bahwa seseorang dengan Tingkatan Dewa Sejati Rendah*1 dapat memukul Tingkatan Dewa Sejati Menengah.


Bahkan penantang sebelum-nya yang dimana ditingkat yang sama tidak ada yang mampu menyamai Kekuatan Siluman tersebut. Tapi sekarang yang mereka saksikan sangat berbeda.


Begitu juga dengan Muli yang sedang bersama dengan Muridnya Nie Liani. Leluhur Klan Zun tersebut hanya bisa menganga tidak percaya melihat kejadian tersebut.


Berbeda dengan Nie Liani, dia tampak senang melihat semua orang kaget dengan kejadian tersebut. "Kakak memang selalu membuat orang terkejut." Batin Nie Liani.


Dia juga tentu percaya dengan Kakaknya tidak mungkin akan kalah karena dia tahu bahwa tingkatan Kakaknya sekarang hanyalah tipuan.


"I-Ini sulit dipercaya! Siluman itu baru saja terlempar?" Teriak Komentator tersebut dengan ketidak percayaan.


"Apa hanya segini aja? Aku belum puas!" Gumam Xie Yan menggoyang goyangkan lengan kanan-nya.


......


...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...


...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...

__ADS_1


__ADS_2