Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 202- Bertiga


__ADS_3

"Apakah itu benar Kak?" Tanya Chu Fenghua kepada Chu Nan Yu.


Chu Nan Yu mengaggukkan kepalanya.


"Kalau begitu maka Keponakan-ku Yanming pasti akan baik baik saja." Chu Fenghua berkata dengan percaya diri jika orang yang dibicarakan adalah Xie Yan.


"Hmm, Siapa Dua orang itu?" Fenghua berkata dengan penasaran saat melihat An Chyou dan Jia Li.


Jianheeng mendekat-kan mulutnya ke kuping Fenghua, "Nenek mengatakan dia adalah Kekasih ayah." Katanya dengan pelan.


"Pffttt..." Fenghua hampir tertawa mendengar ucapan Keponakan kecil-nya itu.


"Kakak Ipar sangat hebat." Batin-nya dengan kagum.


Tidak lama kemudian, Pintu ruangan terbuka lebar. Mata semua orang tertuju ke arah pintu yang terbuka dan menampak-kan Xie Ya yang sedang menggendong Anak kecil rambut Silver dengan yang mirip Xie Yan, Xie Yanming.


"Ming'er!" Ruo Lou berlari ke arah Yanming langsung memeluknya yang masih digendong oleh Xie Yan.


"Ibu..." Yanming memanggil dan membalas pelukan dari Ibunya, sudah lama dia tidak dipeluk oleh Ibunya.


"Apakah kamu sudah baik baik saja?" Tanya Ruo Lou penasaran.


"Tenanglah, Racun yang keluar di tubuhnya itu sudah ditekan didalam tubuhnya." Kata Xie Yan menjawab.


"Jadi sekarang kami semua bisa menyentuh Cucuku Yanming tanpa terkena racun lagi?" Su Lan ikut bertanya.


"Benar bu, sekarang dia hanya perlu berlajar mengontrol Racun pada dirinya dan membuatnya sebagai Kekuatan-nya." Balas Xie Yan.


"Hahaha...Baguslah." Su Lan tertawa bahagia.


Semua orang berada disana juga turut bahagia mendengar kabar baik tersebut.


"Lihat! Jika itu Kakak Ipar maka semua masalah bisa diatasinya." Fenghua berkata.


"Oh, Fenghua...Dari mana saja kamu?" Ucap Xie Yan. "Hahaha...Kakak Ipar, aku baru saja keluar dari pengasingan dan baru saja datang." Balas-nya sambil menggaruk pipinya.


"Yah, Sepertinya kamu sudah bertambah kuat selama Empat tahun ini. Setelah ini aku akan memberikan hadiah yang bagus." Ujar Xie Yan.


Wajah Fenghua langsung berseri-seri bahagia mendengar ucapan Xie Yan barusan dan tidak sabar menantikan-nya.


"Ayah! Ayah! Apakah Adik Ming sudah sembuh? Apakah dia sudah bisa bermain dengan kami?" Tanya Lian Mei dan Jianheeng yang berlari ke arah Xie Yan.


"Kakak Heeng, Kakak Mei..." Ucap Yanming yang masih dalam gendongan lengan kanan Xie Yan.

__ADS_1


"Hupp..." Xie Yan menganggkat Jianheeng duduk di leher-nya dan Lian Mei digendong di lengan kiri-nya.


Sekarang mereka bertiga bersama Xie Yan, "Tentu saja, kalian akan bisa bermain bersama lagi dan mulai sekarang Ayah akan selalu bersama dan bermain dengan kalian juga." Kata Xie Yan.


"Benarkah, Hahaha...Jika begitu apakah Ayah bisa melatih Teknik sebelumnya?" Jianheeng bertanya.


"Ssttt...Kakak! Bukankah kamu mendengar Ayah mengatakan hanya bermain dan bukan berlatih!" Lian Mei berkata.


Jianheeng langsung terdiam dan hanya mengembungkan pipinya.


Xie Yan tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Lagipula dia tidak tahu harus menjawab pertanyaan Jianheeng karena itu adalah Atribut khusus miliknya dan tidak mungkin dipelajari oleh orang lain.


Melihat mereka berempat bersama dan tampak akur, Semua Keluarga Xie Yan tampak bahagia dengan kehadiran Xie Yan dan menjadi lebih berwarna.


An Chyou dan juga Jia Li yang melihat ini ikut tersenyum bahagia.


An Chyou juga sekali-kali melirik Mo Gui, "Pria tua ini, aku bahkan tidak bisa mengukur tingkatan-nya. Aku tidak percaya disisi Xie Yan ada seseorang yang begitu mengerikan." Batin An Chyou.


...


An Chyou dan Jia Li sedang bersama dengan Su Lan dan Yang Xi menghabiskan waktu untuk saling bercerita di taman.


Jianheeng, Lian Mei dan Yanming bersama dengan Ruo Ro, Xie Ruo dan juga Fenghua.


Sedangkan, Xie Yan sekarang bersama dengan Chu Nan Yu dan Ruo Lou di dalam ruangan. "Kenapa kamu memangil kami? Aku masih ingin bersama dengan Anakku." Ucap Chu Nan Yu.


"Ada Apa? Apakah kamu tidak merindukan-ku selama enam tahun ini..?" Tanya Xie Yan tersenyum.


"Humph.." Chu Nan Yu hanya mendegus.


"Kamu masih marah karena aku membawa An Chyou dan Jia Li?" Tanya Xie Yan sambil mengelus pipi Chu Nan Yu.


Cup~


Tidak menunggu jawaban-nya, Xie Yan langsung mencium bibir Chu Nan Yu.


Chu Nan Yu tentu saja dibuat kaget dan Ruo Lou yang berada disampingnya hanya bisa melihat dengan Wajah merah.


Xie Yan kemudian melepaskan Ciuman itu dan menatap Chu Nan Yu yang wajahnya sudah memerah. "K-Kamu, Apa yang kamu lakukan Saudari Luo masih disini." Ucap Chu Nan Yu yang malu-malu.


"Tidak masalah..." Xie Yan terkekeh lalu pindah ke Ruo Lou dan mencium-nya dengan penuh gairah.


Cup~

__ADS_1


Setelah melepaskan Ciuman penuh gairah itu, Xie Yan langsung membuka baju dan celana yang menutupi tubuhnya. "K-Kamu..." Wajah Chu Nan Yu sekarang sangat merah melihat Xie Yan tanpa busana dan menampakkan tongkat besarnya.


Dia tampak malu terutama ada Ruo Lou didalam ruangan yang tentunya mereka belum pernah berhubungan bertiga.


"Aku sangat merindukan kalian, mari kita habiskan malam ini bersama." Ucap Xie Yan kepada Ruo Lou dan Chu Nan Yu.


Ruo Lou yang tanpa malu langsung berjongkok dan menyentuh Tongkat miliknya dan memasukkan-nya kemulutnya.


Wajah Xie Yan tampak menikmati perlakuan Ruo Lou, dia kemudian menoleh ke Chu Nan Yu yang sudah menutup matanya dengan tangannya mengintip-ngintip tindakan Ruo Lou.


"Apakah kamu masih malu...?" Tanya Xie Yan lalu membuka pakaian Chu Nan Yu dan menapakkan kulit halus-nya.


Chu Nan Yu tidak melawan namun dia hanya membuang muka dan tidak berani menatap dekat Xie Yan.


Tapi Xie Yan langsung memaksakannya untuk menatapnya lalu mencium-nya dengan penuh gairah lalu terus turun menicium buah-nya dan Ruo Lou masih bermain dengan Tongkat besar milik-nya.


Setelah itu cukup lama, Xie Yan mengangkat mereka ke kasur. "Ayo kita harus cepat sebelum Anak kita mengganggu." Kata Xie Yan menatap Chu Nan Yu dan Ruo Lou dalam posisi telentang tanpa sehelai kain ditubuh mereka.


Xie Yan tersenyum dan tidak sabar menikmati mereka berdua bersama. Dia kemudian memasukkan Tongkat miliknya ke Lembah surga milik Ruo Lou dan menggerakkan pinggulnya dengan intens.


Ahh~ Suara erangan terdengar dari mulut Ruo Lou yang tampak kenikmatan dengan tongkat besar milik Xie Yan.


Chu Nan Yu yang masih telentang disamping Ruo Lou hanya bisa menatap dan menyentuh Lembah surga-nya yang sudah basah hanya dengan melihat mereka berdua.


Karena tidak tahan dan hampir melupakan kemarahannya, Chu Nan Yu bangkit dan langsung mencium Xie Yan.


Cup~


Dia mencium seluruh tubuh Xie Yan seperti bukan dirinya saja.


Cukup lama Xie Yan memainkan tongkat miliknya didalam Lembah surga Ruo Lou hingga menembakkan air ke Wajah Ruo Lou.


Xie Yan tidak masih tidak puas dan membungkukkan Chu Nan Yu dan memasukkan tongkat miliknya dari belakang.


Oh~ Ah~ Ah~


Dalam satu malam, Ruangan itu penuh dengan suara erangan dan untungnya Xie Yan sudah membuat Formasi agar tidak ada yang mendengarnya.


berbagai gerakan dilakukan Xie Yan kepada Chu Nan Yu dan Ruo Lou membuat Jiwa mereka berdua seperti melayang.


Baik Chu Nan Yu dan Ruo Lou sangat menikmatinya hingga terus mengeluarkan air surga-nya dan ditubuh mereka juga penuh dengan cairan Xie Yan.


......

__ADS_1


......__________________________......


...LIKE > VOTE > RATE 5...


__ADS_2