
Tetua itu dalam keadaan bingung, "Apa aku harus memakan Pill itu?" Batinnya goyah.
Tapi saat melihat semua mayat bawahannya yang berada di lantai dia akhirnya meyakinkan dirinya.
Tetua itu kemudian mengambil Pill berwarna hitam lalu memasukkannya ke dalam mulutnya. Xie Yan juga dapat melihat tindakan Tetua itu yang memasukkan Pill. "Apa yang dilakukannya?" Gumam Xie Yan bingung dengan tindakan Tetua Cabang Pavilliun Pembunuh.
Setelah menelan Pill hitam itu, Tetua tersebut mulai merasakan kekuatan yang mengalir dalam dirinya.
"Argh!" Teriak Tetua itu merasakan Energi Kuat mengalir dalam dirinya.
BOOMM!
Dewa Langit Menengah!
Tetua itu naik satu tingkat berkat Pill yang dia telan. "Apakah Pill yang ditelannya itu meningkatkan kekuatannya?" Kata Xie bertanya tanya.
"Hahaha...Dewa Langit Menengah! Dengan Kekuatanku yang sekarang aku tidak akan kalah!" Tawa Tetua itu kepada Xie Yan.
"Kalian semua mundur kebelakangku!" Perintah Tetua kepada bawahannya yang tersisa.
Dalam keadaan terluka, Bawahannya langsung bergerak ke belakang Tetua Cabang Pavilliun.
"Apa kau berpikir dengan naik satu tingkat sudah membuat mu menang?" Ucap Xie Yan kemudian mengeluarkan Roh Petempuran Naga berkepala delapannya sehingga meningkatkan Kekuatannya.
Tetua itu menyeringai mengejek Xie Yan, dia juga mengeluarkan Roh Petempuran miliknya. Walaupun Tingkat Menengah, tapi Kekuatan tempur miliknya hampir menyamai Tingkat Puncak Ranah Dewa Langit.
"Lihatlah! Kau akan mati ditanganku!" Katanya lalu Tetua dan Roh Petempurannya bergerak bersama ke arah Xie Yan.
Xie Yan tentu tidak tinggal diam dan juga bergerak.
BAM! BAM! BOOMM!
Xie Yan bersama dengan Roh Petempurannya dan Tetua bersama dengan Roh Pertempurannya saling beradu serangan dan pukulan.
"ROOAARRR!"
Xie Yan mengeluarkan Auman Naganya untuk mengganggu Tetua itu. Berkat Auman Naganya, Tetua berhasil dibuat mundur dan Xie Yan menyerang balik lagi.
BOOMM!
Pertarungan Xie Yan dan Tetua itu terus berlanjut walau Xie Yan sedikit tidak diuntungkan.
Tetua itu kemudian naik ke atas langit kemudian mengarahkan telapak tangannya dengan melepaskan Energi Qi yang kuat.
Telapak tangan itu cukup besar dan mengarah ke arah Xie Yan dengan Energi besar.
Melihat ini, Xie Yan mengumpulkan Qinya di Lengan kirinya bersiap menghancurkan Telapak tangannya dengan sekuat tenaganya juga bantuan Roh Pertempurannya.
BOOMM!
"Cough..." Xie Yan berlutut dilantai merasakan sakit dibagian dalamnya akibat terkena Telapak tangan milik tetua itu.
"Ha...Ha..Ha...Kau sungguh hebat memiliki kekuatan itu." Kata Xie Yan masih mencoba tersenyum dan menatap Tetua itu.
"Tapi sepertinya kau sangat berkeringat dingin. Apa itu salah satu Efek karena memaksa untuk naik tingkat?" Tanya Xie Yan sambil mengolah Api Surgawinya menyembuhkan luka dalamnya.
__ADS_1
Memang Tetua itu tampak berkeringat dingin karena mulai merasakan Efek dari Pill yang dia telan, jadi dia ingin menghabisi Xie Yan dengan cepat sebelum dia kehabisan manfaat Pill hitam itu.
Dia menghilang dari tempatnya dan mengarah ke Xie Yan untuk menghabisinya dalam sekali serang. "Matilah!" Katanya megarahkan telapak tangannya lagi.
Xie Yan sudah bangkit berdiri, luka yang dialaminya sudah mulai membaik. Dia dapat merasakan Tetua itu melancarkan serangan terakhir dengan seluruh kemampuannya.
Saat telapak tangan tetua itu hampir mengenai Xie Yan,
BOOMM!
Energi Kuat lainnya keluar dari Xie Yan sehingga membuat Tetua itu harus terlempar cukup jauh dari Xie Yan.
Tetua itu sangat terkejut saat melihat perubahan Xie Yan, "K-Kau...Ras Iblis?" Ucap Tetua itu tercengang melihat bentuk Transformasi Xie Yan.
Tampilan Xie Yan cukup menyeramkan dengan Terdapat tanduk di dahinya. "Hahaha...sepertinya kau sudah tahu!" Ucap Xie Yan berpura pura mengatakan bahwa Tetua itu menebaknya dengan benar.
Dia kemudian mengangkat lengan kirinya,
Wush! Cahaya Emas menyelimuti Lengan Kiri Xie Yan yang berubah bentuk menjadi Lengan Naga. "Ini adalah Kedua kalinya aku mengubah Transformasi Lengan Nagaku." Gumam Xie Yan.
"A-Apaan kau ini?" Tetua maupun bawahan sudah sangat terkejut dengan Perubahan Iblis Xie Yan tapi kembali Terkejut melihat Lengan berbentuj Naga di Lengan Kirinya.
Dengan Kemampuannya sekarang, Lengan Naga dan bersama Roh Pertempurannya. Xie Yan tidak mungkin akan kalah dari Tetua yang sudah di ambang batas.
"ROOAARRR!" Xie Yan kembali mengeluarkan Auman Naganya dan menyerang Tetua itu dengan kecepatan penuh.
Tetua itu mencoba membalas dengan Telapak Tangan miliknya untuk melawan pukulan Lengan Naga Xie Yan.
BOOMM!
Terdengar suara Tulang hancur dari Lengan Tetua itu saat beradu dengan Pukulan Xie Yan yang sudah berubah menjadi Lengan Naga. "Tch...Apakau berpikir dengan Telapak Tanganmu yang sekarang akan berguna?" Kata Xie Yan menatap rendah Tetua yang sudah berlutut di lantai sambil memegang lengan kananya yang sudah hancur.
Tetua itu sudah mulai merasakan Efek dari Pill hitam yang dia telan sehingga tidak memiliki Energi tersisa untuk melawan.
Dewa Langit Menengah..
Dewa Langit Rendah...
Energi dalam tubuh Tetua itu mulai menurun dan berhenti di Dewa Bumi Rendah.
Melihat ini, Xie Yan menggelengkan kepalanya. "Sungguh? Dewa bumi rendah?" Xie Yan tidak tahu harus berkata apa. Dia terkejut Efek dari Pill itu akan membuatnya turun dari Dewa Langit menjadi Dewa Bumi.
Xie Yan kemudian menatap Bawahan yang tersisa dari Pavilliun Pembunuh.
"Hiikkk!" Semuanya takut melihat Xie Yan disaat dia menatapnya. Mereka merasakan kematian mendekatinya setelah melihat Tetua mereka sudah kalah.
Xie Yan kemudian melambaikan lengan naganya lalu mengeluarkan sayatan Energi ke arah Anggota yang tersisa dari Pavilliun.
Slash!
"Arrrgghh!"
"Tidak! Tetua selamatkan kami!"
Mereka semua berteriak mencoba meminta tolong kepada Tetua cabang tapi dia hanya diam sudah pasrah dengan kekalahannya.
__ADS_1
Setelah Xie Yan membunuh anggota yang tersisa, Xie Yan menatap kembali Tetua yang tampak menyedihkan ini. "Apa kau sudah puas? Pavilliun Pusat akan mengejarmu bahkan ke ujung semesta!" Kata Tetua itu dengan nada pelan.
"Hahaha..." Xie Yan kemudian merubah kembali wujudnya seperti semula yang masih menggunakan topeng pria tua. "Pavilliun Pusat? Jika dia berani menyinggungku akan kumusnahkan dia sama dengan sekarang ini." Balas Xie Yan lalu melepaskan Topengnya.
Walaupun Energinya sudah habis, saat melihat Wajah Xie Yan yang berubah menjadi Pemuda tampan dengan rambut hitam membuat Tetua itu tercengang. "K-Kau...Bukankah kau Target yang baru aku terima hari ini?!" Ucapnya tentu masih mengingat Foto yang diberikan Penyewa itu.
"Oh, jadi kau masih mengingat Target yang kau terima?" Xie Yan kagum dengan ingatan Tetua di hadapannya.
"Khahaha...Dewa Bumi? Bajingan Sialan itu!" Kutuk Tetua itu saat mengingat perkataan penyewa bahwa Xie Yan berada di Ranah Dewa Bumi.
"Jadi, Apakau tahu siapa yang menyewa untuk mencoba membunuhku?" Xie Yan bertanya kepada Tetua itu.
Tetua itu diam beberapa saat, kemudian membuka mulutnya. "Ya, dia adalah Bawahan dari Pria dari Klan Wang." Kata Tetua itu mengatakan kepada Xie Yan tanpa menyembunyikannya.
Mendengar Klan Wang, Xie Yan langsung tahu siapa orang itu. "Wang Ciao? Begitu ya, jadi dia lagi!" Gumam Xie Yan.
Tetua itu menatap Xie Yan, "Hahaha...Sepertinya Mereka mencari musuh yang salah!" Tawa Tetua itu.
"Kau sangat sepertinya sangat suka tertawa ya.." Kata Xie Yan lalu mengarahkan Lengan Naganya ke Leher Tetua itu. Dia tidak mungkin untuk membiarkannya hidup atau dia mungkin terkena masalah karena dia mengetahui identitasku.
"Masih ada satu bukti," Xie Yan kemudian mengepalkan tangannya...
Di Luar Pavilliun Pembunuhan,
Pembunuh bayaran yang mencoba membunuh Xie Yan melihat semua mayat rekannya tergeletak ditanah. Dia bergetar ketakutan saat melihat semua mayat itu, nalurinya berkata untuk lari pergi.
Saat dia mencoba kabur, Pembunuh bayaran itu tidak mengingat bahwa Xie Yan menanamkan Energinya ke Jiwa miliknya dan saat dia kabur tiba tiba, "Eh...?" Katanya terkejut kemudian terjatuh ke tanah tak bernyawa akibat Xie Yan meledakkan Energinya sehingga menghancurkan Jiwanya.
Xie Yan tidak akan membiarkan seseorang yang mengingat wajahnya terutama orang yang tidak dia kenal lepas begitu saja.
Setelah memusnahkan Cabang Pavilliun Pembunuh di Kota Hua Xie Yan kemudian berencana untuk meninggalkan kota Hua dan untuk Wang Ciao, Xie Yan tidak mungkin untuk menerobos Area Murid Inti yang mungkin Tetua Inti yang berada di Ranah Dewa Langit Menengah atau Puncak sana menjaga setiap murid disana.
Jadi Xie Yan memutuskan untuk membunuh setelah dia kembali dari misinya.
...
Di Kekaisaran Ruby,
Pusat Pavilliun Pembunuh
"Tetua, Salah satu Tetua Cabang kita di Kota Hua telah dibunuh oleh orang yang tidak dikenal." Kata seorang bawahan yang menjaga Giok Jiwa dan langsung melapor ke Tetua Pusat.
"Begitu ya, ini adalah pertama kali seseorang berani melawan Pavilliun Pembunuh." Kata Tetua Pusat masih tampak tenang.
"Suruh Dua Pembunuh tingkat Platinum untuk menyelidikinya, aku ingin kalian menyelesaikannya dengan cepat sebelum Ketua Pavilliun mengetahuinya!" Perintah Tetua Pusat dengan tegas ke bawahan itu.
"Baik Tetua!" Balasnya, lalu pergi undur diri.
......
......_________________________......
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
__ADS_1
:)