
Setelah Heise diperintahkan oleh Xie Yan untuk menghancurkan Klan Wang, dia langsung bergegas menuju Klan Wang.
Didepan gerbang Klan Wang, Heise sudah tiba disana dengan tampilan menyamarnya.
Kedatangan Heise membuat Penjaga Klan Wang berteriak, "Itu Dia! Pembunuh Tuan Muda Pertama dan Tuan Muda Kedua!" Kata Penjaga Itu memanggil anggota anggota lain.
Teriakan Penjaga itu membuat para anggota Klan Wang langsung bergegas. "Tangkap dia dan serahkan ke Patriak!" Salah satu anggota berteriak.
Mereka semua bersiap menyerang Heise bersama sama. Heise tidak ingin berlama lama langsung menerobos Klan Wang lalu dia melepaskan Energi Qi miliknya ke arah gerbang Klan Wang.
BOOMM!
Gerbang Klan Wang yang tadi kokoh dalam sekejap hancur serta papan nama tanda kediaman Klan Wang. Bahkan anggota lain yang sudah bersiap menyerang Heise langsung lenyap setelah terkena lemparan Energi Qi ke Gerbang itu.
Sekarang tidak ada yang menghalanginya. "Bemimpilah, Manusia lemah seperti kalian ingin menghalangi ku." Dia berjalan masuk kedalam kediaman Klan Wang.
Sesaat dia baru memijakkan kakinya, Enam Tetua Klan Wang bermunculan dari langit dan turun di hadapan Heise. "Beraninya!" Teriak Tetua itu.
Tapi saat mereka semua melihat Wajah Heise, mereka semua tercengang karena buronan Klan mereka sekarang berada di hadapannya, "K-Kau! Bukankah kau adalah orang yang membunuh Tuan Muda kami!" Katanya.
Heise menyeringai, "Itu benar...Apakah kalian ingin menangkapku..?" Tanya Heise.
Saat Heise baru berbicara, dua tetua sudah menghilang dari tempatnya.
BAM!
Heise dengan santainya menangkap kedua tinju tetua itu, kemudian Heise membalasnya dengan menendang ke dada kedua Tetua itu dengan kuat.
BOOMM!
Kedua Tetua itu langsung terlempar dan mati ditempat, "Hanya kalian tidak mungkin bisa menangkapku!" Kata Heise dengan sombong.
"Kuh!" Semua Tetua mengertakkan giginya, "Serang dia bersama!" Mereka semua kemudian bergerak dari tempatnya dengan berbagai senjata ditangannya.
Masih berdiri ditempat, Heise menghindari setiap serangan semua Tetua itu dengan wajah menghina.
Saat Heise masih bermain dengan Keempat Tetua itu, dia merasa Energi kuat melesat dari belakang punggungnya.
Dia langsung menunduk dan serangan Energi itu akhirnya mengenai salah satu Tetua hingga dadanya berlubang kemudian jatuh mati.
"Hoo...Sepertinya Pemimpin kalian datang tapi dia malah membunuh anggotanya sendiri." Kata Heise tertawa.
"Patriak!" Tetua yang tersisa melihat kedatangan Wang Moe.
__ADS_1
"Jadi kau orang yang membunuh anak anakku..?!" Ucap Wang Moe dengan Aura membunuhnya.
"Itu benar, Aku membunuh anak sialanmu karena sudah menyinggung orang yang salah!" Kata Heise.
"Bagus...Bagus...Tubuh dan darahmu akan kubuat menjadi persembahan anak-anakku!" Wang Moe berteriak tampak sudah kehilangan akalnya.
Wang Moe kemudian bergegas menyerang Heise. Tentunya Heise langsung menyambut dan membalas serangan itu.
BAM!
BAM!
Heise dan Wang Moe terus beradu pukulan tampak seimbang. Pertarungan mereka sudah menghancurkan sekitar kediaman Klan Wang dan membunuh anggota Klan Wang akibat dari dampak pertarungan Dewa Nirwana.
BOOMM!
Wang Moe dan Heise beradu pukulan yang sangat kuat hingga membuat mereka berdua terlempar dan menabrak kediaman Klan Wang hingga hancur.
"Cough...Cough..." Wang Moe bangkit berdiri dari runtuhan itu dengan memuntahkan sedikit darah serta tulang tanganya sudah mengalami retak, "Tu-Tubuhnya sangat kuat." Gumam Wang Moe.
Disisi lain, Heise memang terlempar dari pukulan barusan tapi, dia sama sekali tidak mengalami luka dan hanya merobekkan bajunya.
"Hahaha, Patriak Klan Wang, Kamu memang cukup kuat untuk membuatku terlempar tapi itu tetap saja tidak bisa mengalahkanku." Heise tertawa melihat Wang Moe tampak babak belur.
"Tuan..?" Wang Moe berkata sambil mengedarkan Qi miliknya untuk mengurangi sakit dari lengannya.
"Benar, Anakmu yang semut telah menyingung Tuanku sehingga dia layak mati." Ucap Heise.
Wang Moe yang mendengar itu tidak tahu mengatakan apa. Dia hanya berpikir bagaimana anaknya menyinggung orang besar seperti Tuan yang dikatakan lawannya.
"Yah, Itu semua mungkin karena Klan Wang mu yang terlalu sombong sehingga anak-anakmu tidak tahu di atas langit masih ada Tuanku." Katanya dengan tertawa.
Tidak menunggu, Heise langsung melesat ke arah Wang Moe. "Karena itu Klan Wang kalian akan lenyap dari Kota ini." Kata Heise yang mengeluarkan seluruh kemampuannya melesat cepat.
Crash!
Heise yang sudah dibelakang Wang Moe dengan memegang sepotong kepala ditangannya dengan mata terbuka lebar.
Kepala itu adalah milik Wang Moe yang dipenggal oleh Heise. Sebagai Binatang Iblis Kuda Hitam, Heise tentu saja memiliki keunggulan dalam kecepatan jika didarat.
Tetua yang menyaksikan kematian Patriak mereka langsung terjatuh dengan penuh ketakutan saat melihat Heise mendekatinya.
"Kalian juga tidak layak hidup!" Heise menembakkan Qi miliknya ke arah Ketiga Tetua itu dan sekejap langsung tewas.
__ADS_1
Heise kemudian melemparkan kepala Wang Moe seperti membuang sampah. Dia menatap hampir seluruh Klan Wang sudah rata dengan tanah akibat pertarungannya.
"Urusanku disini sudah selesai, sekarang aku akan kembali." Gumamnya melesat pergi meninggalkan Klan Wang.
...
Setelah Heise pergi meninggalkan Klan Wang, beberapa Kultivator yang tiba tiba lewat terkejut melihat Klan Wang sudah hancur.
Dia langsung menyebarkan berita ini keseluruh Kota sehingga membuat keributan. Beberapa orang yang tidak mempercayainya langsung kelokasi untuk melihat sendiri dan benar saja, semua kediaman Klan Wang sudah hancur.
"Siapa yang menghancurkan Klan Wang tak bersisa..?" mereka semua yang berada di lokasi tidak henti hentinya penasaran dengan sosok yang menghancurkan Klan Besar dalam waktu singkat.
Berita kehancuran Klan Wang membuat sebagian Klan Besar lainnya senang dan juga ada sedikit ketakutan jika sosok itu menargetkan Klan mereka.
...
Sebelum kabar tentang hancurnya Klan Wang, Heise yang sudah kembali kediaman Klan Jian. Dia langsung diberi tempat tinggalnya sendiri oleh Jia Li sendiri.
Didalam Ruangan,
"Xie Yan!" Teriak Jia Li yang memanggil Xie Yan.
Xie Yan membuka pintunya, "Hmm...Ada apa?" Xie Yan bertanya penasaran.
Jia Li diam beberapa saat dan menatap Xie Yan dengan tatapan curiga, "Apa ada yang salah?" Kata Xie Yan tampak polos.
"Apa kau sudah mengetahui kehancuran Klan Wang?" Tanya Jia Li.
Xie Yan mengagguk, Tentu saja karena dia adalah orang yang menyuruh Heise untuk pergi.
"Apa kamu orang yang melakukannya...?" Jia Li berkata dengan curiga bahwa dalang kehancuran Klan Wang adalah Pria dihadapannya.
"Hah..? Tidak mungkin, Itu akan merepotkan membunuh sampah sampah itu." Balas Xie Yan dengan jujur karena memang bukan dia pelakunya.
Jawaban Xie Yan tidak menyakinkannya, Dia masih menatap Xie Yan dengan tidak percaya, Jia Li memilih tidak melanjutkannya dan berbalik meninggalkan Xie Yan tanpa berbicara sepatah kata. "Ada apa dengannya?" Xie Yan menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Jia Li tidak pernah berpikir bahwa Heise lah yang menghancurkan Klan Wang dan hanya mencurigai Xie Yan karena dalam beberapa hari bersama Xie Yan terus mengatakan untuk membunuh musuhnya.
......
......_______________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...
__ADS_1