
Setelah membunuh orang yang memiliki niat buruk terhadap Panti asuhan, Xie Yan kemudian melangkah masuk kedalam Panti asuhan.
Saat dia baru membuka pintu, apa yang dia lihat anak anak yang sedang bermain. Mereka tampak lebih berenergi dan jauh lebih ceria dari pada sebelumnya.
"Paman!" Teriak Yue berlari ke arah Xie Yan dan memeluknya.
Xie Yan tentu manyambut pelukan Yue dengan penuh senyum. "Oh, Yue...Tampaknya kamu sangat bahagia." Ucap Xie Yan.
"Hehehe...Tentu saja karena ada mereka semua yang menemani aku bermain." Kata Yue dengan nada bahagia.
Menatap Yue yang senang, Xie Yan mengelus kepalanya. "Tuan Xie? Anda sudah kembali," Kata suara Wanita keluar dari ruangan.
"Hmmm, Wan Yin...Tidak buruk! Sekarang kamu sudah berada di Ranah Dewa Perak Menengah." Xie Yan memuji saat merasakan Kekuatan Wan Yin meningkat dengan pesat.
Wan Yin menundukkan kepalanya, "Itu semua berkat sumber daya yang tuan berikan." Balas Wan Yin.
"Baguslah kalau itu membantu." Kata Xie Yan lagi. Yue yang masih disana bertanya "Paman...Kenapa kamu baru datang sekarang? Apakah Paman akan pergi lagi?"
"Mmm...Apakah Yue ingin ikut?" Ujar Xie Yan. "Benarkah? Aku bisa ikut Paman kali ini?" Yue tampak senang saat diajak oleh Xie Yan.
Xie Yan mengagguk, "Baiklah, Besok kita akan pergi bersama." Ucap Xie Yan, tapi tiba-tiba Wajah Yue mengerut. "Ada apa Yue?" Xie Yan bertanya.
"Apakah kita nanti akan kembali lagi kesini dan bermain dengan teman-teman Yue?" Katanya dengan nada sedih.
Xie Yan mengelus pipi Yue, "Hahahah...Kamu tenang saja, kamu bisa kesini kapanpun." Kata-kata Xie Yan membuat Yue yang murung kembali cerah.
Setelah itu Yue pun bermain kembali dengan Anak-anak Panti asuhan dan Xie Yan mengobrol sebentar dengan Wan Yin untuk memberikan Sumber daya untuk dia berlatih dan biaya buat kebutuhan anak-anak Panti asuhan.
Siang menjelang Sore, Sekarang Xie Yan berada di atap Panti asuhan dengan menatap langit dengan Wajah datar. "Sebelum aku pergi sebaiknya mengurus Pusat dari Pavilliun Pembunuh di Kekaisaran Ruby ini dan untuk Klan Fang itu hanyalah urusan kecil." Gumam Xie Yan.
"Tuan...Siapa Burung Kecil ini? Dia selalu mematukku!" Terdengar suara dari tanda kontrak Xie Yan.
Xie Yan tahu itu suara Heise, "Kamu sudah bangun?" Xie Yan berkata dengan senang.
__ADS_1
"Aku baru saja bangun Tuan, tapi burung kecil ini selalu mematuk saat aku dalam keadaan tidur." Heise mengeluh.
"Hahahah...Dia adalah Binatang Kontrakku yang baru Feng Xia, Phoenix Api." Xie Yan memperkenalkan.
Heise kemudian keluar dari Tanda Kontrak Xie Yan dalam wujud manusiannya. "Huu...Pantas saja Garis darahnya sangat kuat, jadi dia adalah Phoenix." Ucapnya.
Xie Yan menatap Heise dari atas kebawah yang dalam bentuk manusianya, dia hanya melihat satu perbedaan terdapat dua tanda hitam di kedua pipinya. "Kamu sekarang sudah berada di Ranah Dewa Emas tingkat Rendah?!" Xie Yan berkata dengan nada cukup terkejut karena setau dia hanya melihat kenaikan Heise hingga Dewa Perak tingkat puncak.
"Pada saat itu aku belum sepenuhnya menyerap Energi didalam tubuhku dan saat Tuan mengirimku kembali ke dalam Tanda Kontrak aku mengalami kenaikan satu tingkat lagi." Jelas Heise.
"Begitu ya," Xie Yan mengagguk mengerti dan itu juga adalah hal bagus bahwa Heise sekarang berada di Ranah Dewa Emas rendah.
Kiak! Kiak!
Phoenix Api keluar dari Tanda Kontrak Xie Yan melesat langsung ke pundaknya. "Feng Xia? Kenapa kamu keluar." Tanya Xie Yan.
Tuk! Tuk! Dia mematuk matuk pundak Xie Yan. "Apa yang kamu inginkan Feng Xia?" Xje Yan bingung maksud dari tindakan Phoenix Kecil itu.
"Huh? Begitu ya," Xie Yan membelikan banyak Pill Peningkat Energi dengan tingkat Legenda untuk dimakan oleh Feng Xia dan beberapa Pill tingkat Dewa untuknya, dia memberi sedikit Pill tingkat Dewa karena memiliki harga yang sangat mahal.
Phoenix Kecil itu kegirangan dengan Pill yang diberikan oleh Xie Yan. Heise yang melihat Phoenix memakan banyak Pill tingkat tinggi membuatnya iri. "Ini, Kamu juga makanlah." Kata Xie Yan melemparkan beberapa kepada Heise saat dia melihat Wajah ngilernya.
Xie Yan terus memperhatikan Phoenix Api itu memakan banyak Pill tersebut. "Ehhh! Karena kalian aku hampir melupakan untuk pergi ke Pavilliun Pembunuh." Xie Yan tiba tiba teringat tujuannya sebelumnya menuju Pavilliun Pembunuh di Kekaisaran Ruby ini. Tapi, setelah mendengar Heise bangun dia hampir lupa melakukannya.
"Feng Xia, Kamu masuk dulu ke dalam dan kamu Heise tetaplah disini menjaga Panti asuhan dari orang yang mencurigakan. Kamu bisa membunuhnya jika dia adalah musuh." Perintah Xie Yan.
Feng Xia langsung masuk kedalam dan Heise membungkukkan badannya dengan hormat, "Baik Tuan."
Setelah itu Xie Yan kemudian melesat dari atap Panti asuhan menuju Pusat Pavilliun Pembunuh. Dia tahu di Kekaisaran Ruby ini Pusat dari semua Pavilliun Pembunuh memiliki bangunan yang cukup mewah, sangat berbeda dengan Cabang mereka yang tampak kumuh dan tidak layak pakai.
Tidak lama kemudian setelah Xie Yan melesat cepat dari atap Panti asuhan, dia sudah tiba dan melihat bangunan yang tampak seperti pagoda yang memiliki Lantai hingga lantai tujuh dengan tampilan luar berwarna hitam gelap.
Dari Luar, Xie Yan tidak merasakan sedikit pun Energi Siluman dari Pagoda tersebut. "Apakah aku salah? Aku tidak merasakan sedikitpun Energi Siluman pada tempat ini." Xie Yan berpikir sambil menatap Pagoda hitam tersebut.
__ADS_1
"Atau mereka memiliki Teknik untuk menghindari jika Orang orang tahu bahwa mereka bekerja sama dengan Siluman?" Xie Yan bergumam, ditangannya sudah terdapat topeng wajah.
Dia kemudian memasang topeng tersebut lalu melangkah masuk kedalam Pavilliun Pembunuh. "Raja Kehancuran kalian datang." Kata Xie Yan dengan pelan dan terus melangkah.
...
Di Lantai Tujuh,
Seseorang sedang duduk dengan memakai Topeng di Wajahnya. Dia menatap lima Pria tua dihadapannya yang sedang berlutut dengan tubuh yang dipenuhi keringat dingin.
"Kau bilang semua Cabang telah dimusnahkan oleh orang yang menyebutnya Raja Kehancuran?!" Katanya dengan pelan namun ucapan yang dikeluarkan oleh orang yang menggunakan topeng tersebut membuat tubuh mereka bergetar tidak henti-hentinya.
"M-Maaf P-Pemimpin, Aku sudah mencari cari orang yang menghancurkan Raja Kehancuran tapi saya tidak menemukan sedikit pun jejaknya." Yang berbicara adalah salah satu orang yang berlutut dan dia adalah Tetua Pusat yang selalu mencari Xie Yan.
Empat orang lainnya yang berlutut juga seorang Tetua Pusat Pavilliun Pembunuh dan dihadapan mereka seseorang yang menggunakan topeng hitam sudah jelas adalah Pemimpin Pavilliun Pembunuh.
Mereka berlima tidak menyangka bahwa Pemimpin Pavilliun Pembunuh akan datang setelah dia melakukan latihan tertutup.
"Dasar Sampah!" Ucap Pemimpin itu dengan nada pelan namun, terdapat Energi dari perkataan barusan.
BAM!
Tetua yang berbicara itu langsung terlempat jauh dari dia berlutut.
"Cough!" Tetua tersebut terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya namun dia berusaha bangkit dengan cepat dan langsung berlutut kembali.
Beruntung Pemimpin Pavilliun Pembunuh tidak membunuh Tetua tersebut. Tapi tetap saja dengan aksinya barusan membuat Keempat Tetua terus bergetar dan seluruh Pakaian mereka bahkan sudah dibasahi oleh keringat mereka.
......
......__________________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...
__ADS_1