Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 231- Hutan Kematian


__ADS_3

Nie Liani yang melihat Tetua tersebut tiba-tiba memuntahkan darah hanya bisa menahan nafasnya.


Dia tahu itu pasti dilakukan oleh Xie Yan. "Bahkan Tetua Dewa Sejati Puncak bisa dilukai Kakak Yan hanya dengan tatapan-nya saja." Batin Nie Liani.


"Seberapa kuat sebenarnya Kakak Yan?" Batinnya lagi bertanya tanya.


"Ayah!" Teriak Jianheeng berlari ke arah Xie Yan.


Lalu Chu Nan Yu dan Xie Ruo juga mendekat.


"Ayah..? Apakah Mereka ini?" Nie Liani penasaran dengan mereka bertiga.


Xie Yan pun kembali memperkenalkan Chu Nan Yu, Jianheeng dan Xie Ruo.


"Salam kenal, Kakak Ipar Yu, Saudari Ruo." Liani mengangkupkan tangannya lagi.


Mereka berdua membalas kembali salam Nie Liani.


Dia kemudian menatap ke Jianheeng, "Halo, Kamu bisa memanggil ku Kakak Liani." Ucap Nie Liani kepada Jianheeng.


Jianheeng mangagguk, "Halo juga Kakak Liani." Balasnya.


"Aku tidak pernah tahu bahwa Kakak Yan ternyata sudah memiliki seorang anak." Ujar Nie Liani kepada Xie Yan.


Xie Yan tertawa kecil, "Hahaha...Sebenarnya masih ada lagi, Tapi sekarang mereka sedang tidak ada disini." Jawab Xie Yan.


"Benarkah? Sayang sekali...Aku juga ingin melihat Anak Kakak Yan lainnya." Katanya dengan pelan.


"Kamu pasti akan berjumpa dengan yang lainnya. Jadi apa yang terjadi sehingga kamu bisa berada di Benua Tianmu?" Tanya Xie Yan.


Nie Liani mendapat pertanyaan itu, dia melihat sekelilingnya yang setiap mata terus mengarah kepada mereka.


"Sebaiknya kita pergi ketempat lain." Pinta Nie Liani.


...


Di Kediaman Walikota


Hanya ada, Xie Yan bersama keluarganya dan Nie Liani.


Dia membawa Xie Yan dan yang lainnya ke kediaman Walikota setelah kejadian yang membuat heboh Kota Roxi.


Didalam ruangan tersebut, Xie Yan sudah mendengar cerita Nie Liani hingga akhirnya dia berada di Benua Tianmu.


"Jadi begitu...Empat tahun yang lalu kamu bertemu dengan Leluhur Klan Zun yang sedang berada di Kota Yerb dan menerima kamu sebagai muridnya lalu membawa kamu ke Benua Tianmu." Kata Xie Yan.

__ADS_1


"Benar, Setelah Empat Tahun terus berlatih tertutup. Guru menyuruhku untuk datang ke beberapa Kota yang berada di bawah Klan Zun untuk memantau Kota-kota tersebut bersama dengan Tetua Klan Zun." Ucap Nie Liani.


"Leluhur Klan kuat menerima murid, kamu pastilah sangat berbakat." An Chyou yang ikut mendengar cerita itu sangat kagum karena seorang Leluhur Klan Kuat sangatlah jarang muncul jika sesuatu buruk terjadi pada Klan mereka.


"Hahaha...Kakak Ipar membuatku malu. Jika bukan berkat Kakak Yan tidak mungkin aku bisa sampai sekarang." Jawab Nie Liani tampak malu dipuji oleh An Chyou.


"Tidak, lagipula kamu memang berbakat dan hanya Kekuarangan Sumber daya. Sepertinya nasib Leluhur Klan Zun sangat beruntung bertemu denganmu." Kata Xie Yan menambah pujian ke Nie Liani.


Ucapan Xie Yan sendiri memanglah tidak bohong, hanya dalam empat tahun dia sudah berada di Ranah Dewa Giok Puncak yang bahkan umurnya masih empat belas tahun dan bisa saja naik ke Ranah Dewa Biru Rendah jika dia ingin.


Walaupun begitu, Xie Yan masih yakin jika Xie Ruo bertarung dengannya maka Nie Liani akan kalah tipis walau berbeda ranah karena Teknik Tempur Xie Ruo lebih unggul dan juga sudah mengalami banyak petarungan dengan Monster di Hutan Leveling.


"Kalau begitu Kakak Liani pasti sangat kuat kan?" Jianheeng berbicara yang sekarang dalam pangkuan Chu Nan Yu. "Apakah Kakak Liani mau bertarung dengan ku?" Tanya penuh semangat.


Plak~


Pukulan pelan mengarah ke dahi Jianheeng, "Aduhh...Ibu ini sakit." Katanya sambil mengelus-elus dahinya.


"Apakah di kepala kecilmu ini hanya ada petarungan." Kata Chu Nan Yu hanya bisa menggelengkan kepala melihat sifat anaknya tersebut.


Semua orang yang berada di ruangan hanya bisa tertawa.


"Pastinya gurumu memperlakukan-mu dengan baik kan? Jika tidak, aku akan datang langsung ke Klan Zun dan menghukumnya sendiri." Tanya Xie Yan.


"Hmm...Baguslah kalau begitu."


"Kakak Yan, kemana tujuanmu selanjutnya? Bagaimana kalau Kakak dan yang lainnya berkunjung ke Klan Zun sekaligus bertemu dengan Guruku." Tanya Nie Liani.


Xie Yan menggelengkan kepalanya. "Tidak...Kakak mu ini harus mengunjungi suatu tempat." Balas Xie Yan.


Wajah Nie Liani tampak sedikit kecewa mendengar jawaban Xie Yan. "Bagaimana kalau Kakak akan mengunjungi Klan Zun setelah urusan Kakak selesai?" Ujar Xie Yan tidak tega melihat wajah sedih Nie Liani.


"Benarkah? Bagaimana kalau Kakak akan melupakannya lagi seperti waktu itu." Nie Liani bertanya.


"Kakak mu ini tidak akan melupakannya lagi." Lalu Xie Yan mengeluarkan Cincin dan memberikannya kepada Nie Liani.


"Di dalam ada beberapa Pill, satu senjata dan Tiga Teknik Tempur. Kamu boleh memberikan salah satu Teknik tersebut kepada Gurumu sebagai tanda terimakasih karena telah merawatmu dengan baik." Ucap Xie Yan.


Xie Yan sengaja memberikan Teknik kepada Gurunya. dia pasti akan mengetahui kalau Teknik tersebut yang merupakan pemberian Kakak Nie Liani sangat kuat dan akan memperlakukan Nie Liani lebih baik.


Nie Liani mengagguk dan mengambil cincin pemberian Xie Yan.


Xie Yan dan Keluarganya menghabiskan waktunya saling berbincang hingga beberapa jam terlewati bersama dengan Nia Liani.


...

__ADS_1


Di Benua Merah


Seorang Gadis yang berumur enam belas tahun dengan rambut putih tampak cantik dan disampingnya terdapat juga Gadis cantik lainnya dengan rambut merah, alis merah layaknya api.


"Sudah satu tahun aku mencarinya dan sampai sekarang aku tidak menemukan jejak Ayah." Kata Gadis dengan rambut putih tersebut tampak frustasi.


"Nona Tenang saja, Tuan pasti baik-baik saja. Bukankah Tanda Kontrak pada diriku masih berfungsi." Jawab Gadis disamping-nya menenangkan Gadis dengan rambut putih tersebut.


Gadis itu diam cukup lama, Lalu menghembuskan nafas panjang. "Huuh...Bahkan Bibi juga mengatakan hal yang sama tapi sampai sekarang aku tidak menemukan keberadaan Ayah sedikitpun." Katanya.


"Sebaiknya kita kembali ke Benua Tianmu dan meminta bantuan Bibi untuk mengirim beberapa orang dari Klan Shura mencari Keberadaan Ayah." Kata Gadis Rambut Putih lagi.


Gadis rambut merah yang disamping-nya mengagguk, "Itu lebih baik. Dengan beberapa orang mungkin Tuan akan lebih cepat ditemukan." Ujarnya.


Kemudian sebuah portal mengarah ke Benua Tianmu muncul di hadapan mereka dan langsung masuk ke dalam Portal tersebut.


...


Keesokan harinya,


Xie Yan dan yang lainnya telah meninggalkan Kota Roxi setelah menghabiskan waktu berbincang bersama dengan Nie Liani.


Sekarang, Tujuan Xie Yan adalah Hutan Kematian yang cukup jauh dari Kota Roxi.


An Chyou mengatakan itu adalah tempat dimana Klan Shura tinggal.


Hampir semua orang di Benua Tianmu mengetahui dimana letak Klan Shura tinggal tapi, tetap saja tidak ada yang berani melangkah ke Hutan Kematian karena di dalam Hutan tersebut dipenuhi Gas Racun yang dapat melelehkan tubuh dan juga Binatang Buas Racun lainnya yang sangat berbahaya.


An Chyou mengatakan hanya Tubuh Klan Shura saja yang dapat memasuki Hutan tersebut karena setiap Tubuh Anggota Klan Shura sudah kebal pada Racun yang berada di tempat mereka.


"Jadi ini Hutan Kematian." Kata Xie Yan menatap Hutan yang dipenuhi gas beracun namun Tumbuhan disana masih tetap saja tumbuh lebat.


"Tempat ini mengerikan..." Chu Nan Yu dan Xie Ruo dapat merasakan kengerian dari Hutan Kematian.


"Apakah kamu yakin akan masuk ke dalam sana?" Tanya An Chyou memastikannya sekali lagi.


Xie Yan mengagguk, "Benar dan Kalian kembalilah ke Dunia Jiwaku." Pinta Xie Yan kepada yang lainnya.


Mereka mengagguk, lalu Xie Yan melambaikan tangannya dan mengembalikan An Chyou, Chu Nan Yu, Jianheeng dan Xie Ruo ke dalam Dunia Jiwa.


......


...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...


...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...

__ADS_1


__ADS_2