
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Cahaya bulan yang terang bersinar dan menerangi Xie Yan dan Chu Nan Yu yang terbaring.
Xie Yan perlahan-lahan terbangun, napas melambat masuk dan keluar dengan irama yang tenang.
Dia memegang kepalanya yang masih pusing. Xie Yan melihat kiri kanan yang berhenti saat melihat Chu Nan Yu yang telanjang, "Eh??" kemudian di kepala Xie Yan mulai mengingat kejadian kejadian sebelumnya, "Sial...Apakah itu Efek Samping dari Api Neraka?" Batin Xie Yan merasa sedikit bersalah.
Tak lama kemudian, Chu Nan Yu membuka juga matanya. Dia melihat dirinya yang telanjang langsung mengeluarkan pakaian dari Cincin Ruangnya.
Dia sampingnya, ada Xie Yan yang membeku dengan rasa bersalah, "Ehm...Nona Yu, itu..Maaf, sesuatu terjadi di dalam tubuhku setelah menyerap Api Neraka dan melakukan dalam keadaan tidak sadar." Kata Xie Yan memberikan penjelasan.
Chu Nan Yu diam tidak membalas dan terus memakaikan pakaiannya, dia kemudian menatap dingin Xie Yan dengan mata berkaca kaca. "Sebaiknya kita Lupakan kejadian semalam! Kita tidak akan pernah bertemu lagi!" Chu Nan Yu kemudian langsung meninggalkan Xie Yan yang terdiam.
"...."
"Sepertinya dia sangat marah karena aku mengambil pengalaman pertamanya dengan paksa," Gumam Xie Yan.
"Yah...Karena aku mengambil pengalaman pertamanya maka aku akan bertanggung jawab," Batin Xie Yan.
Xie Yan masih berada di hutan untuk mempersiapkan kesengasaraan petirnya yang dalam waktu 12 Jam lagi.
...
Setelah Ch Nan Yu meninggal kan Xie Yan, dia langsung menuju Istana. Kedatanagan Chu Nan Yu membuat semuanya bergembira. Mereka berpikir sesuatu yang terjadi pada Permaisuri mereka saat dibawa oleh Pria tidak dikenal.
Chu Fenghua langsung berlari menuju Istana saat mendengar kakaknya kembali, "Kakak! Apa kau baik baik saja? Kenapa dia bisa keluar dari Sel dan bahkan memiliki kekuatan untuk memusnahkan semua Pasukan Wilayah Spade!" Tanya Chu Fenghua melontarkan banyak pertanyaan.
"Eh? Kakak?" Chu Fenghua bingung dengan Kakaknya yang tidak membuka sedikit mulutnya.
"Kakak! Apa kau baik baik saja?" Katanya terus memanggil Chu Nan Yu.
"Eh? Fenghua? Maaf...sepertinya aku sedikit lelah, aku perlu ke ruanganku untuk beristirahat sebentar," Balas Chu Nan Yu tampak wajah lesu.
"Ah...Baik Kak!" Chu Fenghua tidak menanyakan hal lain setelah melihat kakaknya tampak kurang baik. "Apa terjadi sesuatu kepada Kakak saat Pria itu membawanya?" Batin Chu Fenghua.
Di dalam ruang pribadi Chu Nan Yu,
Dia langsung dalam keadaan meditasi, untuk melupakan kejadian yang terjadi dengan Xie Yan.
Beberapa menit setelah dia melakukan meditasi, Chu Nan Yu merasa bahwa Energi Kuat mangalir dalam dirinya. Energi tersebut terus mengalir mengarah dari dada, otot, hingga dantian Chu Nan Yu.
Dia bisa dengan jelas merasakan tulang dan daging, otot, dan pembuluh darah di sekitar dadanya melalui beberapa perubahan luar biasa yang tidak bisa dia jelaskan.
Energi Kuat itu bercampur dengan Energi Chu Nan Yu.
BOOMM!!
Ledakan terjadi di sekitar Dantian Chu Nan Yu. Dia sekarang berada di Ranah Saint Awal. Chu Nan Yu langsung memfokuskan dirinya untuk menstabilkan Energinya.
Diatas Istana, Awan gelap dengan percikan petir mulai muncul.
Chu Nan Yu langsung tahu bahwa ini adalah Kesengsaraan petir bagi orang yang sudah menembus Ranah Saint. Semua orang yang berada di dalam Istana langsung keluar saat merasakan tekanan kuat dari langit.
"In-ini...Ini Kesengsaraan Petir! Siapa yang berhasil naik ke Ranah Saint?"
Chu Nan Yu tahu sudah saatnya dia menerima Kesengsaraan petir dan langsun melesat keluar dari Istana, dia langsung terbang di langit dan mencoba menerima kesengsaraannya.
Orang Orang dibawah tentu siapa Wanita yang di atas langit itu dan berseru. "Itu Permaisuri! Dia akhirnya menjadi Saint!"
"Hidup Permaisuri Yu!..."
__ADS_1
...
Semua orang bersemangat saat tahu bahwa pemimpin mereka berada di Ranah Saint.
"Kakak? Dia Naik ke Ranah Saint?" Gumam Chu Fenghua.
Chu Nan Yu berdiri dengan keadaan tenang untuk menerima Kesengsaraan Petir. Berberapa detik kemudian, Awan Hitam semakin meluas dan Petir Petir siap turun.
Duarrr!
Petir menyambar Chu Nan Yu dengan keras, mengakibatkan suara nyaring disekitar. Petir Pertama masih membuat Chu Nan Yu berdiri di atas langit dalam keadaan tenang.
Duarrr!
Duarrr!
Duarrr!
Duarrr!
Duarrr!
Duarrr!
Tujuh Petir menyambar Chu Nan Yu berturut turut dan menandakan Kesengsaraan Petir berakhir.
"Ugh..." Setelah Petir Ketujuh mengenai dirinya, Chu Nan Yu memuntahkan sedikit darah dari mulutnya. Setiap Turunnya Petir akan memiliki kekuatan yang berbeda.
Chu Nan Yu mengusap darahnya kemudian turun ke bawah yang sudah dipenuhi orang orangnya.
"Selamat Permaisuri Yu!" Semua orang memberikan selamat ke Chu Nan Yu dengan tulus.
"Kakak...Selamat kamu akhirnya di Ranah Saint! Mari kita liat Roh Pertempuran apa yang Kakak Bangkitkan," Kata Chu Fenghua.
"Mmm.." Mereka berdua pergi dan langsung ke Lapangan latihan Istana.
...
Tidak ada siapapun kecuali Chu Nan Yu dan Chu Fenghua.
Di gemgaman Chu Fenghua ada Bola berukuran sedang, itu adalah Bola Pengukur untuk Tingkatan Roh Pertempuran.
Chu Nan Yu langsung memfokuskan Roh Pertempurannya. kemudian, Pedang Emas dilapisi dengan Api Hitam. mereka berdua terkejut saat melihat Api Hitam tersebut.
"Kakak...Itu...Bukankah Api Neraka yang selalu Kakak Inginkan? Bagaimana bisa itu menyatu dengan Roh Pertempuran Kakak?" Tanya Chu Fenghua sangat penasaran.
"Aku tidak tahu..." Katanya dengan pelan tapi dia tahu sesuatu. "Apa karena Bajingan Mesum yang menyerap Api Neraka itu?" Batinnya bertanya tanya.
"Baiklah, tidak perlu mempermasalahkan dari mana datangnya Api Neraka itu. Sekarang mari kita ukur tingkatan Roh Pertempurannya." Ucap Chu Nan Yu Lalu meletakkan tangannya ke Bola Pengukur.
Bola Pengukur yang awalnya berwarna putih kini berubah ubah, dari Kuning, Hijau, Biru, Merah, Emas, dan berhenti di ungu.
"Ini...Apakah ini nyata?" Ucap Mereka berdua melihat warna ungu di Bola Pengukur tersebut.
Tingkatan Ungu sangatlah langkah. Jika seseorang memiliki Roh Pertempuran tingkat ungu bisa dibilang memiliki Bakat Monster.
"Bagus Kak....Jika Ayah dan Ibu masih hidup mereka mungkin sangat senang melihat Kakak mendapatkan Roh Pertempuran tingkat Ungu!" Ucap Chu Fenghua dengan penuh kegembiraan.
"Ya.." Chu Nan Yu mengangguk senang melihat Adiknya begitu heboh. Dia kemudian mengingat Xie Yan, yang mungkin karena tindakannya dia juga mendapat Api Neraka di Roh Pertempurannya.
Dia dengan cepat menggelengkan kepalanya saat memikirkan tindakan Xie Yan lagi pada Waktu itu.
"Mari kita rahasiakan tingkatan Roh Pertempuran Kakak! Jika Kabar ini tersebar mungkin Kaisar Iblis bahkan menginginkan Kakak!" Kata sang adik dengan nada serius.
Di Dunia Iblis memiliki yang namanya Raja Iblis dan Kaisar Iblis. Jika Iblis memiliki kekuatan hingga Half Saint, maka dia disebut Raja Iblis sedangkan Iblis akan dipanggil Kaisar Iblis jika mereka berada di Ranah Saint ke atas.
Perkataan sang adik tentu disetujui oleh Chu Nan Yu. dia tahu baru menyentuh Ranah Saint dan tidak ingin menjadi perhatian Kaisar Iblis apalagi memiliki Roh Pertempuran tingkat ungu yang merupakan sangat langka.
...
__ADS_1
Di sekitaran Danau, Xie Yan masih menunggu datangnya Kesengsaraan Petir miliknya...
.
.
.
.
.
Tingkat Kultivasi:
Pembentukan Tubuh (1-9)
Pembentukan Inti (1-9)
Penyempurnaan Qi (1-9)
Penyempurnaan Roh (1-9)
Jalan Surgawi (1-9)
Raja Surgawi (1-9)
Kaisar Surgawi (1-9)
Nirwana (1-9)
Mahayana (1-9)
Half Saint
- Rendah
- Menengah
- Puncak
Immortal:
- Saint (1-9)
- Dao (1-9)
- Monarch (1-9)
- Venerable (1-9)
- Immortal (1-9)
- Half God (Rendah - Menengah - Puncak)
Tingkatan Roh Pertempuran:
- Kuning
- Hijau
- Biru
- Merah
- Emas
- Ungu (Langka)
__ADS_1
- Hitam (...)