Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 169- Istana Kekaisaran Ruby


__ADS_3

"Salam Kaisar Tan." Xie Yan memandang Kaisar Tan dan menyapanya dengan mengangkupkan tangannya.


Bahkan di hadapan Pemimpin dari Kekaisaran yang memiliki banyak Dewa Emas menengah, Xie Yan masih berdiri tegak dan bahkan tidak memiliki niatan untuk membungkuk sedikit pun.


"Sombong!" Tiba-tiba, suara nada dingin dari arah samping Xie Yan terdengar.


Itu adalah seorang pemuda yang berada di kursi pangeran menatap Xie Yan dengan dingin. "Menagapa kamu tidak berlutut dihadapan Kaisar?! Sepertinya kamu tidak menghormati Kaisar!" Teriaknya berdiri dari tempatnya dan menunjuk Xie Yan.


Orang orang didalam takhta juga mengagguk sependapat dengan Pangeran tersebut.


Jendral Besar Hao yang berada disamping Xie Yan sudah berkeringat dingin diseluruh tubuhnya karena ketakutan jika Xie Yan akan melakukan sesuatu yang berbahaya. Para Para Pangeran dan petinggi tentu saja tidak tahu siapa Xie Yan dan hanya Kaisar Tan dan Jendral Besar Hao yang baru mengetahuinya. "Tuan Xie, dia adalah Pangeran kedua, Tan Wa anak dari Selir pertama Kaisar. Tolong jangan membunuhnya." Jendral Besar Hao mengirimkan telepati ke Xie Yan.


Xie Yan yang mendapatkan telepati dari Jendral Besar Hao hanya diam tidak membalas sedikit pun hanya menoleh dan menatap tajam Pangeran kedua itu.


"Berlutut? Kenapa aku harus melakukannya?" Xie Yan membalas perkataan pangeran kedua itu.


"..." Pangeran dan orang orang disana terdiam.


"Bukankah itu hanya Kaisar? Aku hanya akan berlutut dihadapan orang tua ku dan bukan orang lain." Kata Xie Yan. "Lagipula apakah kau Kaisar Kekaisaran ini?" Xie Yan bertanya tanpa ekspresi sedikitpun.


Begitu kata-kata Xie Yan bergema di dalam ruang takhta, tempat itu menjadi sunyi. Semua orang yang berada di dalam tentu saja sangat menghormati Kaisar yang juga orang terkuat tapi, perkataan Xie Yan barusan membuat mereka semua menahan napas.


Wanita cantik yang bermartabat dan anggun yang duduk disamping kursi takhta Kaisar Tan, Permaisuri Qixuan menatap Xie Yan penuh dengan minat. Bibir-bibir Seksinya melengkung dengan senyum sedikit nakal. "Pemuda ini sangat menarik. Apakah dia orang yang membunuh Na Go, Ketua Tengkorak darah? Dia masih sangat muda tapi sudah memiliki kekuatan yang mengerikan." Gumamnya, sebagai Istri Kaisar tentu saja dia juga mengetahui siapa Xie Yan tapi dia tidak menyangka pemuda yang dihadapannya memiliki kekuatan besar.


Sudut mulut Pangeran kedua berkedut, "Jendral Besar Hao! Usir dia dari ruangan ini dan gantung dia!" Perintah Pangeran Kedua itu.


Jendral Besar Hao yang mendengar perintah itu masih diam terus berlutut dihadapan Kaisar Tan dengan mengutuk pangeran kedua, Tan Wa didalam hatinya. "Sialan kau Pangeran Kedua! Apa kau ingin aku mati bajingan!" Batin Jendral Besar Hao.


"Jendral Besar Hao!" Pangeran itu terus memanggilnya tapi Jendral Besar Hao tetap diam.


Xie Yan mulai menggerakkan tangannya mengarahkannya ke Pangeran kedua, beberapa pengawal yang didekat Pangeran kedua mulai mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mengunci Xie Yan untuk menyerang jika melakukan sesuatu. Jendral Besar Hao yang melihat itu sudah mulai ketakutan saat Xie Yan sudah melakukan pergerakan.

__ADS_1


"Cukup." Sebelum Xie Yan melakukan apapun, sebuah suara tenang tiba-tiba terdengar.


Kaisar Tan melirik Pangeran kedua, Tan Wa. "Hentikan ocehanmu itu!" Kata Kaisar Tan dengan tegas kepada Pangeran kedua membuat semua didalam ruang takhta seperti tersambar petir.


Mereka tidak menyangka bahwa Kaisar lebih membela Pemuda yang tidak sopan dari pada Anaknya sendiri. "B-Baik Ayah Kaisar." Katanya dengan membungkuk hormat tapi didalam hatinya dia masih bingung apa yang baru saja terjadi kenapa ayahnya lebih membela seorang pendatang.


Kaisar menatap Xie Yan sebentar lalu menoleh ke Jendral Besar Hao.


Jendral Besar Hao mengagguk mengerti maksud dari Kaisar Tan kemudian berdiri lalu mengeluarkan mayat dari Na Go dengan tubuh yang sudah terpisah pisah dari cincin ruangnya.


Semua Petinggi dan Pangeran tercengang dengan apa yang mereka lihat. "I-Itu bukankah Na Go? Ketua Tengkorak darah?" Ucap Petinggi.


"Siapa yang membunuhnya? Dia sangat brutal." Kata yang lain.


Bahkan Kaisar dan Permaisuri yang melihat tubuh Na Go yang terpisah itu sependapat dengan Petinggi barusan kalau itu sangat brutal dengan memotong motong tubuhnya.


"Benar, ini adalah Ketua Tengkorak darah, Na Go penghianat Kekaisaran. Dia dibunuh oleh orang yang disamping saya, Tuan Xie di Pegunungan Goggai." Jendral Besar Hao menjelaskan.


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa orang yang seumuran denganku dapat membunuh Na Go!" Pangeran Kedua kembali bersuara.


"Hmph!" Endusan Kaisar Tan lalu melepaskan Auranya menekan Pangeran Kedua itu hingga membuatnya berlutut.


"Cough!" Tekanan Kaisar Tan membuat Pangeran Kedua memuntahkan darah. Pangeran lain yang melihat ini hanya menatap kasian, mereka hampir saja protes dengan perkataan Jendral Besar Hao tapi didahului Pangeran Kedua.


"Diamlah jika kau tidak ingin dikeluarkan!" Kata Kaisar Tan lalu melepaskan tekanan pada Pangeran Kedua, Tan Wa.


Setelah itu seorang Pria tua berdiri dengan hormat, "Yang Mulia...Bagaimana bisa seorang pemuda dapat membunuh Na Go yang bahkan Kekaisaran sangat sulit menemukannya." Ucap Pria tua tersebut bertanya dengan sopan namun dia juga tidak mempercayainya.


"Itu adalah Jendral Besar Tang, dia juga adalah Kepala Akademi Kekaisaran Ruby" Jendral Besar Hao memperkenalkan melalui telepatinya.


Xie Yan memperhatikan Pria tua itu yang memiliki kekuatan di Ranah Dewa Emas menengah lebih hebat dibandingkan Jendral Besar Hao. "Tang? Apakah dia memiliki hubungan dengan Jendral Tang yang datang memberikanku Lencana Emas setelah menghajarnya?" Gumam Xie Yan lalu mengeluarkan Lencana bertuliskan tanda Tang dari cincin ruangnya.

__ADS_1


Jendral Besar Tang langsung fokus kepada Lencana Emas yang ditangan Xie Yan, "Itu...Bagaimana bisa kamu memiliki Lencana Klan Tang?" Tanya Jendral Besar Tang.


Kaisar Tan, Permaisuri Qixuan, Jendral Besar Hao dan yang lainnya juga penasaran mengapa Xie Yan memiliki Lencana Klan Tang dan itu adalah Lencana Emas yang hanya dimiliki oleh orang penting Klan "Oh...Ini? Seseorang memberikannya setelah aku menghajarnya habis habisan. Hmmm...Kalau tidak salah namanya Tang Sui." Ucapnya Xie Yan.


Wajah Jendral Besar Tang mulai berubah dengan keterkejutan. "K-Kamu adalah orang yang dikatakan Oleh Sui'er? Dia pernah mengatakan seseorang menghajarnya di Kerajaan Garnet." Kata Jendral Besar Tang.


"Hmmm, Jadi kau adalah Ayahnya atau Kakeknya? Tapi itu tidak masalah, Bukankah kau tidak mempercayai kalau aku adalah orang yang membunuh Pria bernama Na Go ini kan?" Xie Yan menunjuk Jendral Besar Tang.


Diujung telunjuk Xie Yan sudah terkumpul Energi Qi besar, "Kalau begitu tahanlah ini jika kau tidak ingin mati." Ucapnya lalu melepaskan Energi Qi itu ke arah Jendral Besar Tang.


"Eh..?" Jendral Besar Tang dapat merasakan Kekuatan besar dari Qi yang dilempar Xie Yan itu langsung membuat Qi pelindung disekitarnya dengan wajah tegang.


Wush! BOOMM!


Jendral Besar Tang terlempar didalam ruangan itu dengan keadaan berlutut dan terdapat sedikit darah di sudut bibir tua nya itu. "Ugh!" Dia mengelap darahnya dan menatap Xie Yan yang sudah dikelilingi beberapa Prajurit dengan mengarahkan senjata kepadanya. "Dia sangat kuat." Batinnya dengan kejutan jelas diwajahnya.


Pangeran dan Petinggi lain bahkan lebih terkejut terutama Pangeran kedua yang wajahnya sekarang tampak jelek.


Jendral Besar Hao masih bingung tujuan Xie Yan menyerang Jendral Besar Tang.


Xie Yan yang dikelilingi oleh Prajurit hanya melihat sekelilingnya, "Apa yang kalian inginkan?" Kata Xie Yan menatap mereka yang telapak tangan mereka yang sudah dibanjiri dengan keringat.


Tentu saja mereka takut dengan orang yang membuat seorang Jendral Besar Tang terlempar.


"Kalian Bubar!" Perintah Kaisar Tan kepada Prajurit yang mengelilingi Xie Yan.


Mereka semua langsung kembali ketempatnya. Setelah itu Xie Yan berbalik dan menatap Kaisar Tan. "Jadi, Kaisar Tan? Apa tujuan anda mengundang aku sebagai Tamu?" Tanya Xie Yan dengan nada serius.


......


......___________________________......

__ADS_1


...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...


__ADS_2