
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Xie Yan, Ruo Lou dan Ruo Ro hampir mendekati tujuannya yaitu Kekaisaran Zart. Berhari hari, mereka sudah melewati berbagai kota dan beberapa kerajaan yang dibawah pemerintahan Kekaisaran Zart.
...
Saat mereka terus terbang, Xie Yan dari jauh dia mulai melihat Kota yang jauh lebih besar. setelah Xie Yan berada di Ranah Kaisar penglihatannya sudah semakin tajam, dan Itu adalah Kota Giok, Ibukota Kekaisaran Zart. Kemegahan Ibukota Zart jauh dari pada Kekaisaran Blue Skynya.
Dipinggiran Hutan 800 Meter sebelum Gerbang Ibukota,
Clang...Clang...Clang
Suara pertempuran terdengar antara sepasang Wanita kembar dengan sekelompok pria berjumlah 10 orang.
"Kak...Apakah kita akan mati disini..??" Tanya Salah satu gadis kembar itu.
"Kamu Pergi...Carilah bantuan dan temukan Bibi! Selagi kamu pergi aku akan menahan mereka semampuku..!" Katanya dengan tubuh yang di penuhi luka.
Sret...
Tebasan pedang hampir mengenai Wanita kembar itu, beruntung mereka berdua menghindar dengan tepat waktu.
"Hehehe, Apa kalian berpikir kami akan membiarkan salah satu dari kalian lolos?" Ucap salah satu dari kelompok pria itu.
"Kalian tidak akan bisa kabur, Tuan muda menginginkan kalian, hehehe.." Kata pria lain sambil menjilat pedangnya.
Xie Yan, Ruo Lou dan Ruo Ro menyaksikan pertempuran itu. Disaat Ruo Lou memperhatikan dengan teliti, dia mulai mengerutkan kening mengenali kedua wanita ini. "Si Kembar?!" Ucapnya.
"Oh, Kamu mengenali mereka?? Apa mereka bagian dari Keluarga Ruo kalian?" Tanya Xie Yan.
"Ya, Mereka adalah Anak dari Kakakku! Sudah lama tidak melihat mereka dan sekarang mereka sudah tumbuh begitu besar!" Balas Ruo Lou langsung melesat untuk menyelamatkan Si Kembar.
Slash...
__ADS_1
Jleb...
Salah satu kepala dari sekelompok pria itu terpotong dengan cepat. Sisa sembilan dari mereka tentu terkejut serangan tiba tiba itu.
"Siapa?! Keluar..! Bajingan mana yang berani menyerang anggota keluarga Nie!!" Ucap Kelompok itu.
"Hahaha...Jadi Kalian adalah Keluarga Nie, Kebetulan Sekali aku memiliki urusan dengan Keluarga Nie!" Suara Wanita tiba tiba keluar dari pohon.
Si Kembar dapar mengenali tampilan Wanita itu dan langsung berteriak, "Ah...Bibi?? Apakah itu kamu..?" Ucapnya dengan terkejut.
Ruo Lou kemudian menoleh dan tersenyum ke arah si kembar, "Mun'er, Min'er...Sudah lama Bibi tidak melihatmu dan sekarang kalian sudah tumbuh besar ya.." Kata Ruo Lou mendekati Si kembar.
Saat namanya disebutkan oleh Ruo Lou, mereka tidak dapat menahan air mata yang dipenuhi kerinduan. Mereka sudah menganggap Ruo Luo sebagai ibu mereka sendiri. "Hiks...Hikss...Bibi, Ini kamu..Kamu akhirnya kembali, Hiks.." Tangis mereka berdua yang langsung memeluk Ruo Lou.
Plok...Plok...Plok, suara tepukan terdengar dari kelompok pria itu. "Oh, Aku sungguh terharu melihat kalian!" Katanya mengejek.
"Mereka menyebutmu Bibi, Bukankah itu berarti kamu orang yang dicari oleh keluarga Nie selama ini...Heheheh, dengan ini mungkin Patriak mungkin memberi kami Imbalan," Ujar Pria itu.
Disaat itu pula Xie Yan dan Ruo Ro menampakkan dirinya, "Hmm...belum apa-apa kita sudah berjumpa dengan keluarga Nie ya.." Kata Xie Yan berjalan dengan tangan dilipat di belakang Diikuti Ruo Ro.
"Hahahaha, Jadi kau datang tidak sendirian? Tapi kamu hanya membawa bocah manja ini??" Kata Pria itu tertawa diikuti oleh Kelompoknya
"Krekk..." Suara membeku terdengar.
Tubuh semua kelompok pria itu langsung berubah menjadi patung es dengan mata terbuka dan mulut yang masih tertawa. Kejadian ini membuat mereka si kembar terkejut, hanya dengan lambaian tangan beberapa Ranah Jalan Surgawi membeku tanpa melakukan perlawanan.
Ruo Lou akhirnya tersadar dan memperkenalkan mereka berdua, "Perkenalkan, Ini anak Bibi namanya Ruo Ro, Ro'er ini sepupumu namanya Ruo Mun dan Ruo Min mereka hanya berbeda satu jam." Ujar Ruo Lou memperkenalkan Ruo Ro.
Ruo Ro dan Ruo Mun, Ruo Min saling mengangkupkan tangan, bagaimana pun ini adalah pertemuan pertama mereka, dan Ruo Ro tidak terlalu mengenal keluarga dari ibunya karena tidak tumbuh bersama.
Ruo Mun dan Min kemudian menoleh ke Xie Yan. Ruo Lou langsung memperkenalkannya lagi, "Ini Tuan Muda Xie Yan, Dialah yang membantu kami berdua selama ini!" Katanya memperkenalkan dengan hormat.
Setelah mengetahui bahwa Xie Yan adalah penyelamat bibinya, mereka menunduk hormat karena sudah merawat bibi dan anaknya. Mereka juga tidak akan berani mempertanyakan kekuatan Xie Yan, hanya dengan melihat hasil yang baru saja terjadi sudah membuat mereka terkejut yang dia sendiri tidak bisa.
Ruo Lou kemudian memulai percakapan lagi, "Mun'er, Min'er...Kenapa kalian bisa disini?? Aku memang tahu beberapa keluarga inti ditahan namun kenapa kalian bisa keluar? Apakah Ayah, Ibu dan Kakak baik baik saja??" Ucap Rou Lou.
"Tenang Bibi. Kakek, Nenek dan Ayah baik baik saja. Dari tindakan Keluarga Nie, sepertinya mereka membutuhkan sesuatu dari Kakek jadi mereka tidak berani langsung membunuh.
Dan mengapa kami bisa disini itu karena kami menyelinap kabur dari Tuan Muda Patriak, dia ingin melecehkan kami dan kebetulan kami mendapatkan celah untuk kabur dan berencana sekalian menemukan bibi, namun kami hampir di tangkap kembali jika bibi dan dermawan Xie Yan tidak datang," Katanya menjelaskan kejadian.
Ruo Lou hanya bisa menghela nafas lega, namun tatapannya berubah kembali, "Tuan muda yang kamu sebutkan itu, apakah anak dari Bajingan Nie Tu?" Tanya Ruo Lou dengan sedikit amarah di perkataanya.
__ADS_1
"Benar Bi, setelah beberapa tahun dia naik menjadi Patriak Keluarga Nie dan menjadikannya sebagai keluarga nomor satu di kekaisaran Zart. Kekuatannya sekarang sudah berada di Raja Surgawi tiga, hanya dibawa satu ranah dari Kaisar Zart." Balas Ruo Mun.
"Apa! Ra-raja Surgawi tiga? Bagaimana dia bisa sekuat itu?" Kata Ruo Lou terkejut, walaupun dirinya sudah bertambah kuat dia masih lah berada di Ranah Jalan Surgawi Tahap 8. Masih jauh dengan namanya Raja Surgawi.
Melihat reaksi ibunya, dia juga sedikit mengepalkan tanganya. Kemudian suara Xie Yan terdengar meringankan pikirannya, "Tenanglah, itu bukan masalah. Sekarang kita lebih baik pergi dari sini dan memasuki Kota Giok." Ujarnya sambil berjalan Perlahan di anggukkan oleh mereka berdua.
Si Kembar masih sedikit bingung dengan perkataan Xie Yan, 'Bukan Masalah' bergema di pikirannya. Walaupun dia tahu Xie Yan kuat dia mungkin masihlah di Jalan Surgawi. Jika Xie Yan tahu isi pikiran kedua gadis ini, Xie Yan mungkin tertawa. Lagipula, tidak ada yang mungkin percaya anak yang masih 20 tahun sudah berada di Ranah jauh melebihi Raja Surgawi.
Mereka berlima kemudian terus berjalan ke arah gerbang kota. mereka harus melewati penjaga dan membayar beberapa koin emas. Di Kekaisaran Kelas Lima, Koin Perak adalah yang terendah lalu Koin emas, Mata uang tertinggi di Kekaisaran Kelas Lima adalah Batu Energi tingkat Rendah. Batu Energi juga dapat digunakan untuk pelatihan Kultivator, Batu Energi hampir sama dengan Inti Monster Iblis Xie Yan. Namun Inti Monster Iblis Xie Yan memiliki energi yang jauh berbeda dengan Energi dunia Xie Yan sekarang.
Setelah Xie Yan mengetahui tentang Batu Energi. Dia berencana mendapatkan uang dengan melelang barang yang tidak dia gunakan.
1 Batu Energi Rendah > 1.000 Koin Emas
1 Koin Emas > 100 Koin Perak
...
Xie Yan dan yang lainnya berjalan di kota, Ruo Lou dan Si Gadis Kembar menggunakan cadar dan topi jerami menutupi wajahnya agar Keluarga Nie tidak menemukannya dan mencari penginapan.
Mereka berempat sudah menemukan tempat untuk beristirahat dengan tiga kamar. Selama di jalanan kota, mereka dapat melihat beberapa pengawal Keluarga Nie berpatroli seperti mencari sesuatu. Tentu Xie Yan dan yang lainnya tahu bahwa mereka sedang mencari si kembar.
Di Kediaman Keluarga Nie...
Boomm..
Seorang pemuda tampan dengan alis tajam seperti pedang mengamuk dan menghancurkan beberapa properti kediamannya, "Siapa?!! Siapa?!! Siapa yang berani membunuh pengawal yang kukirim mengejar si kembar dari Keluarga Ruo..!!"
....
.
.
.
.
.
__ADS_1