Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 55- Kematian Bawahan Utusan Tuan Kota Gof!


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terimakasih dan selamat membaca...


:)


________________________________________________***


Xie Yan menerjang kedepan Pria itu dan memukulnya mengarah ke bawah kota.


BAM!!


Pria itu tidak tinggal diam walaupun dia tahu lawannya lebih kuat dari dirinya. Dia mencoba menangkis pukulan Xie Yan dengan pedang tingkat buminya. Tapi apa yang terjadi adalah pedang Pria itu hancur saat mencoba menahan pukulan Xie Yan yang hanya menggunakan tangan kosong.


Kreekk...


Pukulan Xie Yan kali ini menggunakan seluruh kekuatannya. Dia pun mengenai tubuh Pria itu bersama terdengarnya suara hancurnya tulang tubuh lawannya. Dia kemudian terlempar jatuh kebawah kota.


BOOMM!!


Sebelum pertempuran, para prajurit sudah memindahkan penduduk dari area mereka atas perintah Kaisar yang sudah menebak akan terjadinya pertarungan.


Area terjatuhnya utusan tuan kota langsung retak layaknya sarang laba laba. Xie Yan kemudian turun dari langit dan melihat lawannya mencoba bangkit dalam keadaan tulang hancur.


"Da-dasar Mo-monster!!" Hanya itu yang terucap dari mulut utusan ke Xie Yan.


Xie Yan tersenyum tipis mendengar perkataan Pria utusan. Dia lalu melambaikan tangannya ke arah pria utusan.


Jleb..


Jleb..


Jleb..


Jleb..


Empat Es yang tidak dilapisi dengan racun yang panjangnya seperti pedang menancap ke tubuh pria utusan, darah segar mulai menyembur dari paha maupun perutnya.


"Ugh...Urghh.."


Pria utusan memuntahkan banyak darah dari mulutnya, dia terhuyung seakan jiwanya mulai terlepas dari tubuhnya dan menatap Xie Yan dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Bu- Bunuh sa- saja aku, Tuan...Ugh...akan membalas dan menghancurkan semua orang yang kau sayangi..Ugh..Hehehe" Katanya dengan susah payah namun di akhiri dengan tawa mengejek.


Saat Pria utusan melontarkan ancaman itu ke Xie Yan. Dia langsung menatapnya dengan tatapan niat membunuh. "Dengan ancamanmu kau pikir aku akan takut? Oh...dan aku tidak akan membiarkan mu mati dengan cepat!" Kata Xie Yan lalu memanggil Mo Gui dari bayangannya yang langsung berlutut di hadapan Xie Yan, "Kau tahan dan siksa dia, jangan biarkan dia mati dengan mudah," Perintahnya.


Pria utusan itu tidak tahu dari mana datangnya Mo Gui, tapi dia tahu satu hal bahwa dia juga berada di Nirwana. "Ka- Kau, Siapa kau sebenarnya? Ba- bagaimana kau memiliki bawahan yang kuat!" Ucapnya saat melihat Mo Gui.


"Kau orang Rendahan tidak layak mengetahui siapa Yang Mulia!" Katanya langsung memukul dantian Pria utusan.


Kraakk..


"Arrgghh...Dantianku!" Teriak Pria Utusan itu.


"Kau menghancurkan kekuatanku yang sudah aku latih hingga ratusan tahun..!! Bunuh saja aku!" Lanjutnya. Dengan hancurnya Dantiannya dia tidak berbeda dengan orang biasa dan lebih baik mati dari pada menjadi pencundang.


"Hmm...Kau akan mati! Tapi tidak sekarang!" Balas Mo Gui menyeret Pria utusan ke Pavilliun Giok untuk melakukan penyiksaan.


Setelah Xie Yan memanggil Mo Gui dia langsung kembali dengan Su Jie ke Pavilliun, "Siapa dia?" Tanya Su Jie tidak tahu dari mana datangnya Mo Gui.


"Oh, Dia salah satu bawahanku," Balas Xie Yan dengan santai. Tapi Su Jie tidak bisa berkata kata, tentu dia merasakan aura kuat dari Mo Gui dan samar samar merasakan keberadaan Iblis walau tidak terlalu pasti. Dia tidak ingin memperbanyak pertanyaan tentang masalah Mo Gui.


...


Dua hari Kemudian..


...


Didalam ruangan Pavilliun, Mo Gui datang ke tempat Xie Yan yang langsung menunduk hormat, "Yang Mulia...Pria itu sudah mati setelah dua hari disiksa!" Lapornya.


"Begitu Ya...Kamu kembali lah!" Kata Xie Yan melambaikan tangannya dan Mo Gui kembali ke bayangannya.


"Setelah dia mati, mungkin tuannya sudah mengetahui kalau bawahanya sudah mati.." Pikir Xie Yan. "Jika dia berani datang maka aku akan langsung membunuhnya tapi jika tidak mungkin disaat aku berkunjung kesana dan membunuhnya! Heheh.." Kata Xie Yan.


...


Jauh dari Kota Giok,


BOOMM!!


Seorang Pria dengan perawakan yang masih muda namun berumur ratusan tahun, menghacurkan meja di depanya saat melihat giok jiwa bawahan terpercayanya hancur.


"Siapa itu yang membunuhnya? Bukankah dia mengejar orang yang telah membunuh anakku? Tidak mungkin dia bisa membunuh utusanku! Apa mungkin ada orang lain yang membantunya? Ya itu pasti!" Batin Pria itu

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menunda urusan orang yang membunuh Anakku dan melanjutkan mengumpulkan tumbal untuk memanggil Iblis dan menguasai Beberapa Kota di Tanah Duoqi ini, Hahahaha" Katanya tertawa puas.


...


Kembali ke Kota Giok,


Di dalam kamar, Xie Yan dalam bermeditasi dengan mengolah Pelahapnya untuk menyerap energi disekitarnya hingga menjelang malam. Xie Yan selalu rutin bermeditasi, bukan hanya menambah sedikit kekuatannya tapi juga membuat dia tenang.


Xie Yan tanpa sadar menghentikan meditasinya saat merasakan energi kuat. Dia kemudian merasakan energinya datang dari Kediaman Klan Nie yang sekarang di tempati oleh Klan Ruo. Orang orang mungkin tidak merasakanya karena begitu samar. Tapi Xie Yan berbeda, dia memiliki sensitiv yang kuat.


"Energi ini? Bukankah ini milik Ruo Ro? Apa yang terjadi dengannya?" Gumam Xie Yan dan langusung bergegas ke kediaman Klan Ruo.


Setelah Xie Yan tiba, dia mengetuk pintu dan dibuka oleh Kakak Ruo Leng. "Tuan Yan?"


Xie Yan tidak membalas dan menerobos masuk ke kedalam tanpa ragu. Ruo Leng yang tampak di abaikan tidak mempermasalahkannya dan mengikuti Xie Yan dibelakang.


Dikamar Ruo Ro, sudah berkumpul Ruo Fui, Fe Nai dan Ruo Lou yang duduk disamping tempat tidur Ruo Ro dalam keadaan tidur.


Krieekk...


Pintu Kamar terbuka, mereka menoleh dan melihat Xie Yan tiba tiba masuk ke dalam kamar Ruo Ro disusul oleh Ruo Leng. "Tuan Yan?" Kata mereka serentak. Ruo Lou juga melihat kedatangan Xie Yan langsung berdiri di tempat.


"Tidak perlu formal, Bukankah kita sekarang adalah keluarga?" Kata Xie Yan melihat Ruo Lou yang tampak memerah saat Xie Yan mengatakan Keluarga.


"Aku kesini buru-buru karena merasakan Energi Kuat.." Jelas Xie Yan Terus terang.


Dia lalu melihat Ruo Ro yang terbaring di ranjang yang tampak tidur dengan ekspresi kesakitan. Tubuhnya gemetar dan di penuhi oleh keringat.


Dia lalu menoleh ke Ruo Fui yang sepertinya mengetahui apa yang terjadi, "Apa yang terjadi dengannya?" Tanya Xie Yan ke Ruo Fui.


Ruo Fui langsung membalas pertanyaan Xie Yan, "Ini...Ro'er sedang dalam kebangkitan darah."


Xie Yan mengangguk, "Benar, Ini Kebangkitan Darah. Tidak berbeda saat aku membangkitkan darah Iblisku," Batin Xie Yan dengan tatapan serius...


.


.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2